Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Mutu pelayanan dan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Ginting, Tarianna; Chairul, Muhammad; Pane, Putri Yunita; Sudarsono, Sudarsono; Renaldi, Muhammad Rizal; Lubis, Fatma Hani
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.2031

Abstract

Pelayanan yang diselenggarakan oleh rumah sakit berkaitan langsung dengan kepuasan atau ketidakpuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis survei kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit X yang dimulai dari bulan Juni-Juli tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani rawat jalan sebanyak 95 orang. Metode analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel persepsi kehandalan (p=0,001), daya tanggap (p=0,028), jaminan (0,005) dan bukti fisik (0,021) berpengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat jalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehandalan, daya tanggap, jaminan dan bukti fisik mempengaruhi minat kunjungan ulang pasien rawat jalan.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN Ginting, Tarianna; Simangunsong, Pahala Maringan Jubel; Sitompul, Paquita Lusten; Hutapea, Bella Satrina; Sipayung, Rohdearta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.624

Abstract

Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama, kualitas pangan yang buruk, sehingga mengalami tinggi badan yang tidak sesuai (kerdil) dengan umurnya.1 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan keterkaitan antara pola makan dan kejadian stunting pada anak balita berusia 12-59 bulan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan analitik cross sectional. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat signifikansi 0,05 dan interval kepercayaan 95%. Berdasarkan uji statistik, diperoleh hasil analisis variabel jenis makanan (p-value=0.047) dan variabel frekuensi makanan (p-value=0.021) memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan dan variabel jumlah makanan (p-value=0.454) menunjukkan tidak ada hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 di wilayah kerja Puskesmas Marihat Bandar. Disimpulkan bahwa jumlah makanan tidak memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan, sedangkan jenis makanan dan frekuensi makanan memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN PENERAPAN SSOP DI INDUSTRI IKAN ASIN DI SIBOLGA 2024 Pane, Putri Yunita; Hutapea, Winni Hayati; Pakpahan, Eka Lolita Eliyanti; Ginting, Tarianna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41792

Abstract

Hasil perikanan Indonesia pada umumnya disajikan dalam dua bentuk, yaitu segar dan olahan. Penyajian ikan secara olahan meliputi olahan tradisional dan olahan modern. Kegiatan pengolahan ikan secara tradisional dapat dilakukan dengan cara pengeringan dan penggaraman. Limbah industri pengolahan produk ikan banyak mengandung bahan organik yang terlarut maupun yang tersuspensi. Banyaknya jumlah bahan organik ini dapat meningkatkan nilai COD, BOD, nitrogen, kadar lemak dan minyak pada air limbah perikanan. Banyaknya limbah dari pengolahan ikan yang mencapai ± 300 Kg per hari akan menimbulkan permasalahan berupa pencemaran lingkungan. Saat ini pengelolaan limbah ikan dari pengolahan ikan asin atau tawar hanya di buang dan di timbun sehingga menimbulkan bau kurang sedap dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, serta produksi ikan asin atau tawar menjadi kurang higienis. Prosedur Operasi Standar Sanitasi (SSOP) adalah sistem prosedur untuk menerapkan standar kebersihan yang diadopsi dalam unit pemrosesan seperti pabrik pengolahan makanan. Bisnis makanan di sektor makanan laut untuk mencegah kontaminasi silang pada produk olahan. Kesehatan lingkungan adalah keadaan lingkungan yang optimal yang berdampak positif terhadap kesehatan. Penelitian ini memakai desain penelitian cross-sectional yang menggabungkan analisis deskriptif dan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 120 orang. Sampel penelitian terdiri dari 92 partisipan yang menggunakan pengambilan sampel acak sederhana. Variabel penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, dan SSOP. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis memakai metode univariat dan bivariat. Berdasarkan uji chi-square, variabel tindakan (p-value = 0.024), variabel sanitasi lingkungan (p-value = 0.003). Penelitian ini memperoleh simpulan yaitu ada hubungan signifikan antara tindakan dan sanitasi lingkungan dengan industri ikan di Kota Sibolga.
DETERMINAN PENYEBAB STRES KERJA PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOMUNITAS GODAMS KOTA MEDAN Ginting, Tarianna; Zahran Nst, Mhd Raja; Septiavianti, Nadia; Aulia, Wan Syarifah; Sihotang, Widya Yanti; Simanullang, Andry
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47874

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami oleh pekerja, termasuk di antaranya pengemudi ojek online. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stres kerja pada pengemudi ojek online di Komunitas Gabungan Ojek Online Daerah Medan Sekitar (GODAMS) Kota Medan. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional serta teknik total sampling, melibatkan 146 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor internal seperti status pernikahan (p = 0,011) dan pendapatan per hari (p < 0,001) memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat stres kerja, sementara pengetahuan penggunaan aplikasi (p = 1,0 ) tidak berhubungan signifikan. Di sisi lain, faktor eksternal seperti lama waktu bekerja (p = 0,001) dan iklim cuaca (p = 0,035) memiliki hubungan yang signifikan, namun lingkungan kerja (p = 0,089) dan dukungan sosial (p = 0,175) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Mayoritas pengemudi mengalami tingkat stres sedang (51,4%). Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk pelatihan manajemen stres dan kebijakan kerja yang mendukung kesejahteraan pengemudi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORKING HOURS, WORK DURATION, AND LIGHTING INTENSITY ON EYE FATIGUE AMONG TAILORS IN TANJUNG MULIA HILIR SUBDISTRICT, MEDAN CITY Ginting, Tarianna; Tampubolon, Jenni; Suvina, Vivi; Siagian, Masryna; Sihotang, Widya Yanti
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i2.2876

Abstract

Inadequate lighting and long working hours are common occupational health issues faced by tailors in Tanjung Mulia Hilir Village, Medan City. These unfavorable conditions may contribute to eye fatigue, reduced concentration, decreased productivity, and a higher risk of sewing errors. Prolonged work duration without adequate rest also increases the risk of health complaints such as headaches, back pain, and vision problems. This study aimed to examine the relationship between work duration, work experience, and lighting intensity on the incidence of eye fatigue among tailors. The study employed a quantitative analytic method with a cross-sectional design, involving 60 respondents selected through total sampling. Data were collected through questionnaires and direct measurements of lighting levels. The results showed that 19 respondents (31.7%) had adequate lighting, while 41 (68.3%) worked under inadequate lighting conditions. A total of 16 respondents (26.7%) experienced eye fatigue. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.00, indicating a significant relationship between work duration and lighting intensity with eye fatigue. It is recommended that workplace lighting conditions and working hours be improved to reduce the risk of visual fatigue.
FACTORS RELATED TO PRACTICE OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH AT GAS STATION OPERATION IN MEDAN CITY Sihotang, Widya Yanti; Syahfitri, Nadia; Mahulae, Wigma Aprinda Elizabeth Br; Siregar, Santy Deasy; Ginting, Tarianna; Firdaus, Adeline Sacharissa
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i2.2878

Abstract

The implementation of occupational safety and health is essential to create a safe working environment, especially for gas station operators working at gas stations with the risk of chemical exposure and potential explosions. This study aims to analyze factors related to the practice of implementing occupational safety and health in gasoline station operators in Medan City. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design and data collection through questionnaires of 100 respondents. The results in this study test were obtained that knowledge (p = 0.007), attitude (p = 0.005), working mass p = (0.016) and occupational safety and health training (p = 0.001), had a significant relationship with the application of occupational safety and health in gas station operators in Medan City. Meanwhile, the variables of work duration (p = 0.104), and shift division (p = 0.714), did not have a significant influence on the implementation of occupational safety and health in gas station operators in Medan City. The results of the study showed that occupational safety and health training had a significant influence on the implementation of occupational safety and health (OR=3,609). It can be concluded that occupational safety and health training is the dominant factor that affects the implementation of occupational safety and health. It is recommended that the management of petrol stations routinely hold occupational safety and health training and evaluation to improve operator work safety.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Low Back Pain pada Petani Padi di Desa Sei Beras Sekata Kabupaten Deli Serdang Tarianna Ginting; Lamhot R. Sidabutar; Fetriani Kristian Hura; Hartono Hartono
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5536

Abstract

This study aimed to analyze factors associated with LBP among rice farmers in Sei Beras Sekata Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 60 respondents were selected using the Slovin formula from a population of 150 farmers. Data were collected through structured questionnaires and direct observation, while pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a significance level of 0.05. The findings showed that LBP was more common among farmers with older age and longer working experience. Age, years of service, and working duration were associated with LBP incidence, while gender, smoking habits, working posture duration, and workload showed no significant association. This study concludes that age, years of service, and working duration contribute to the occurrence of LBP among rice farmers. The limitations of this study include the cross-sectional design, which cannot determine causal relationships, and the relatively limited sample size. Future studies are recommended to use longitudinal designs with larger sample sizes and include more detailed ergonomic assessments. Ergonomic interventions through occupational health education are needed to reduce the risk of musculoskeletal disorders among farmers.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Kota Medan Riko Suranta Tarigan; Khairunnisa Nasution; Rapael Ginting; Tarianna Ginting; Hartono Hartono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60489

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang berobat di rumah sakit tersebut, dengan jumlah sampel 134 responden yang terdiri dari 67 responden kelompok kasus dan 67 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diteliti meliputi lama menderita penyakit, komplikasi, tingkat pengetahuan, dukungan sosial, tingkat stres, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita Diabetes Melitus Tipe 2 (p=0,011), komplikasi (p=0,022), dukungan sosial (p=0,031), tingkat stres (p=0,017), dan aktivitas fisik (p=0,017) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup lansia. Sebaliknya, variabel pengetahuan (p=0,136) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor klinis, psikologis, dan sosial berperan penting dalam menentukan kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Rumah sakit diharapkan mengembangkan intervensi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pengendalian kadar gula darah, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan dukungan keluarga.
The Effect Of The New Normal Regulations Of The Covid-19 Pandemic On The Visist Of Patients Dental And Mouth Tarianna Ginting; Putri Yunita Pane; Dameria Dameria; Efendi S Nainggolan; Suermawati Suermawati
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 1 (2022): February 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.294 KB) | DOI: 10.51601/ijhp.v3i1.144

Abstract

Covid-19 cases in Indonesia are increasing every day. This situation has an impact on people's lives, especially in the economic field due to social restrictions that occur in the community. Therefore, the government has started to gradually reopen social restrictions to save the economy. This initiative is known as "New Normal" where in this situation people's activities can run as usual but still follow health protocols to avoid transmission and spread of the virus. This study aims to determine the effect of the readiness of the new normal regulation of the Covid-19 pandemic, the effect of the readiness of PPE, human resources, work environment and health promotion on dental and oral patient visits. This type of research is an analytic survey with a cross-sectional design. The sampling technique in this study used inclusion and exclusion criteria where the population was sampled as many as 50 people and had met the inclusion criteria. The results of the bivariate test showed the effect of the New Normal Regulation (p=0.040), PPE (p=0.035), human resources (p=0.162), work environment (p=0.162), health promotion = 0.050. The results of this study concluded that there was an effect of the new normal regulation, PPE, and health promotion on dental and oral patient visits.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Hipertensi Sebagai Dasar Upaya Promotif Dan Preventif Di Klinik Dandy Dinda Tembung Tarianna Ginting; Eltri Erisa Br Lingga; Ellya Sibagaring
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v4i3.894

Abstract

Hypertension remains a major non-communicable disease and a public health concern in Indonesia, with psychological stress recognised as an important modifiable risk factor. This study aimed to analyse the association between stress level, promotive efforts, and preventive efforts with the incidence of hypertension at Dandy Dinda Clinic, Tembung. A quantitative observational study with a cross-sectional design was conducted from May to June 2026. The population consisted of 107 hypertensive patients recorded between January and May 2026, and 84 respondents were selected using the Slovin formula with a 5% margin of error. Primary data were collected through structured questionnaires, including the Perceived Stress Scale (PSS-10), while secondary data were obtained from clinic records. Data were analysed using univariate distribution and the Chi-Square test at a 95% confidence level. The results showed that most respondents experienced moderate stress (59.5%) and stage 1 hypertension (61.9%). The Chi-Square test indicated a significant association between stress level and hypertension (p=0.006), promotive efforts and hypertension (p=0.024), and preventive efforts and hypertension (p=0.009). These findings suggest that stress management, health education, and preventive behaviours should be strengthened at the primary care level to support hypertension control.