Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Job shadowing Sebagai Pengembangan Karyawan dan Kohesivitas Tim di Perusahaan X Jakarta Timur Hayati Hayati
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v7i2.592

Abstract

Shadowing merupakah salah satu bentuk on the-job learning untuk memfasilitasiintervensi dalam pengembangan karir dan pengembangan kepemimpinan. Melaluiprogram shadowing, diperlukan partisipan untuk secara dekat terlibat namun tidakmengganggu (seperti bayang-bayang), selama beberapa periode waktu untukmencari tahu mengenai pekerjaan tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalahuntuk mengetahui penerapan job shadowing di perusahaan. Peneliti akanmelakukan pembahasan teoriti untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi dan saranbagi perusahaan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada studisatu adalah dengan menggunakan unobstrusive, wawancara, observasi Sumber dataunobstrusive yang digunakan berupa struktur organisasi, job description, companyprofile, perjanjian kerja bersama (PKB), data demografi karyawan dan beberapapresentasi manager enablement perusahaan. Studi kualitatif dilakukan kepada 10orang karyawanDari hasil penelitian kualitatif ini disimpulkan bahwa Job shadowing membawadampak positif bagi pekerjaan. Pemahaman mereka terhadap pekerjaan menjadilebih luas. Fokus dari job shadowing project ini adalah untuk memahami kegiatannext process kerjanya. Dengan job shadowing karyawan bisa lebih inovatif dankolaboratif dalam mencari solusi dalam pekerjaanya. Disarankan atasan dari JobShadower dan observed employee disarankan dapat melakukan coaching danmonitoring dalam kegiatan shadowing. Dengan demikian, tujuan dari shadowingmenjadi jelas, pelaksanaan shadowing tidak terkendala perihal waktu. Selanjutnya,atasan dapat memberikan tugas tambahan (challenging task / temporaryassignment) kepada partisipan untuk mengaplikasikan manfaat shadowing padadepartemen kerjanya. Dengan demikian, manfaat shadowing dapat dirasakan olehdepartemen kerja partisipan dan atasan tersebut.Keyword: job, shadowing, shadower
Kesehatan Mental Karyawan di Lingkungan Pekerjaan. Sebuah Studi Pada Divisi Support Perusahaan Multinasional Hayati Hayati
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v8i1.598

Abstract

Perusahaan sebagai tempat karyawan menghabiskan lebih dari sepertiga waktunyadalam sehari perlu memperhatikan faktor Keselamatan dan Kesejatan Kerja (K3).Peraturan Pemerintah terbaru mengenai K3 ini diatur dalam Peraturan MenteriKetenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatandan Kesehatan Lingkungan Kerja kini juga mengatur mengenai Kesehatan Mental.Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dimana setiap individu menyadaripotensi yang dimilikinya, dapat mengatasi tekanan normal dari kehidupan, dapatbekerja secara produktif dan baik, dan mampu memberikan kontribusi kepadakomunitasnya. Stress kerja yang tidak ditangani dengan baik bisa berpengaruhterhadap kesehatan mental.Penelitian ini menggunakan 2 buah kuesioner, yaitu Kuesioner StressDiagnostic Survey (SDS) untuk mengetahui sumber stressor dilingkunganpekerjaan dan Kuesioner Workplace Stress Scale (WSS) untuk mengukur tingkatstress, dikaitkan dengan demografi karyawan. Penelitian ini dilakukan di sebuahperusahaan multinasional, dengan sample di sebuah divisi support (terdiri dari 5departemen). Total karyawan yang ikut serta dalam penelitian ini adalah 32 orang.Penelitian ini disimpulkan bahwa rentang stress karyawan pada divisiSupport berada pada rentang Chilled out hingga moderate. Faktor stress yang lebihbanyak mengakibatkan stress kerja adalah aspek tanggung jawab danpengembangan karir. Mempertimbangkan aspek dominan ini, karyawan disarankanberdiskusi dan konseling lebih lanjut mengenai deskripsi kerja yang merefleksikanbeban kerja dan jenjang karir secara berkala dan komprehensif dengan manajer atauHR.Kata Kunci: kesehatan mental, peraturan ketenagakerjaan
Sikap Kemandirian pada Dewasa Awal Anak Korban Perceraian Hayati Hayati; Farah An’nisa Damaryanti B
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 9 No. 1 (2021): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v9i1.719

Abstract

Keluarga merupakan tempat berlindung yang pertama dalam hubungan kasih sayang,mengatasi masalah yang sedang dihadapi serta sebagai tempat terbentuknya karakter yangmiliki seseorang. Keluarga memiliki peranan penting dalam perkembangan anak baik fisikmaupun mental, namun pada kenyataanya tidak semua anak memiliki keluarga yang utuh,salah satunya adalah karena akibat perceraian, dan tentunya hal tersebut melukai perasaananak yang timbul adalah kehilangan atau kesedihan serta tanggung jawab terhadapkemandiriannya. Menyelesaikan konflik yang terjadi akibat perceraian dan membangunpembentukan diri menjadikan lebih baik itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukannya.Oleh karena itu, pembentukan kemandirian itu merupakan salah satu cara yang efektif dalammengatasi permasalahan pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamikapembentukan kemandirian pada dewasa awal korban perceraian. Penelitian pada tiga orangsubjek ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Subjek didalam penelitian iniadalah tiga orang dewasa awal yang menjalani hidup mandiri akibat orang tuanya bercerai.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum terjadinya kemandirian, ada empat aspek emosi,aspek ekonomi, aspek intelektual dan aspek sosial. Selain itu aspek ekonomi merupakanpengaruh penting terjadinya kemandirian pada anak.Kata kunci: kemandirian, peceraian, dewasa awal, orang tua
EVALUASI PESERTA MAGANG DI INSTANSI PEMERINTAHAN DENGAN METODE BEKERJA DI RUMAH (Studi Kualitatif sebagai Persiapan Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Hayati Hayati
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v10i1.860

Abstract

Kegiatan magang kini menjadi salah satu pilihan kegiatan pembelajaran di luar program studiyang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dikenal denganprogram merdeka belajar kampus merdeka. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari evaluasimagang regular yang dilakukan di salah satu instansi pemerintahan di masa pandemi yangmengharuskan peserta magang bekerja jarak jauh tanpa bertatap muka dengan supervisor danrekan kerjanya. Penelitian ditindaklanjuti dengan wawancara focus group discussion padaperwakilan 3 peserta magang untuk mendapatkan evaluasi yang utuh dan lengkap dalam tigasisi yaitu perguruan tinggi, mahasiswa dan instansi mitra magang. Dari hasil penelitiandidapatkan kesimpulan bahwa magang dalam masa pandemi dan tidak berbayar tetap bisaberjalan secara efektif dan efisien, dilihat dari manfaat yang dirasakan di pihak perguruantinggi, mahasiswa dan instansi mitra magang. Untuk mensukseskan magang MBKM,koordinasi kampus dan perguruan tinggi dinilai perlu untuk ditingkatkan sehingga bisamenambah referensi bagi kedua belah pihak.Kata kunci: magang, work from home, merdeka belajar kampus merdeka
Pengaruh Fluktuasi Harga Emas terhadap Keputusan Nasabah Bertransaksi di Pegadaian : (Studi Kasus Pegadaian Simpang Empat) Hayati Hayati; Fawza Rahmat; Yossi Eriawati
Transformasi: Journal of Economics and Business Management Vol. 3 No. 3 (2024): September : Journal of Economics and Business Management
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/transformasi.v3i3.1945

Abstract

This research is motivated by the influence of gold price fluctuations on customer decisions to transact at Pegadaian (Case Study of Simpang Empat Pegadaian). With the aim of knowing how influential gold price fluctuations are on customer decisions to transact at Simpang Empat Pawnshop. This research uses quantitative methods. The population in this study were Simpang Empat Pawnshop customers. The data collection technique used was by filling out a questionnaire distributed to 91 customers who were sampled. The data used were obtained from primary data and secondary data. The data analysis technique uses simple linear regression analysis. From the test conducted, H0 is rejected while H1 is accepted with an F table value of 12.954 (f count 12.954> f table 3.947) and a significant level of 0.00. This shows that there is a positive and significant effect of the gold price fluctuation variable (X) on customer transaction decisions (Y) Simpang Empat Branch Pawnshop. It can be concluded that the results of this study are in line with previous research, proving that the variable influence of gold price fluctuations has a positive and significant effect on the variable customer transaction decisions at Pegdaian (Case Study of Simpang Empat Pegadaian). What distinguishes it from previous research or previous researchers is the year of research, several data processing methods and the place of research. For the Simpang Empat Pegadaian institution, as an institution that operates in the field of pawnshop services, which cannot be separated from the financial system, of course this research will be very helpful for developing quality and as a reference for becoming a better institution and making customer decisions to transact at Simpang Empat Pegadaian is the right decision.
Mengelola Keuangan Dalam Usaha Untuk Membantu Perekonomian Elvina Safitri; Mukhlis Yunus; Hayati Hayati; Suci Nisa Angraini
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v2i3.513

Abstract

Community service looks at business financial management which has not been implemented optimally by business actors. This becomes a problem and instability in running a business. Community service is implemented in four stages. The four stages are related to each other so that solutions can be found to existing problems, including the lack of clarity regarding profit distribution in financial reports, so that financial management is traditional. Community servive was carried out at shop X in Riau Province. The implementation of community service ran smoothly, supported by good cooperation with partners.
PENGARUH LATIHAN INTERVAL TRAINING (FARTLEK) TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR SSB TORA FC U 17 SIDOARJO Rafli Ariansah Suwignyo; Hayati Hayati; Moh Hanafi
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 5 No. 1 (2025): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v5i1.12659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan interval dengan metode Fartlek terhadap daya tahan kardiovaskular pemain SSB Tora FC U-17 Sidoarjo. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya kemampuan fisik para pemain dalam mempertahankan stamina hingga akhir pertandingan berdurasi 90 menit. Mayoritas pemain hanya mampu bermain optimal hingga menit ke-70, setelah itu mereka mulai mengalami kelelahan. Untuk itu, diperlukan program latihan khusus guna meningkatkan daya tahan tubuh agar pemain mampu bermain maksimal hingga pertandingan selesai. Salah satu bentuk latihan yang diterapkan adalah metode Fartlek, yaitu latihan dengan variasi intensitas seperti jogging, berjalan, dan lari cepat. Penelitian ini melibatkan 20 pemain dari SSB Tora FC U-17. Penelitian ini menerapkan rancangan eksperimen tipe post-test only control group, di mana pengukuran hanya dilakukan setelah perlakuan diberikan, tanpa melakukan pengukuran awal. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan jenis data yang diperoleh berupa data berskala ordinal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes Yo-Yo Intermittent, yang diberikan kepada para pemain setelah mereka menyelesaikan sesi latihan interval. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan aerobik sebagai dampak dari latihan yang telah diberikan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t (t-test) melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,820 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan Fartlek efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular pemain SSB Tora FC U-17 Sidoarjo. This study aims to determine how much influence interval training with the Fartlek method has on the cardiovascular endurance of SSB Tora FC U-17 Sidoarjo players. The problem underlying this research is the low physical ability of the players in maintaining stamina until the end of the 90-minute match. The majority of players are only able to play optimally until the 70th minute, after which they begin to experience fatigue. For this reason, a special training program is needed to increase endurance so that players are able to play optimally until the match is over. One form of training that is applied is the Fartlek method, which is training with variations in intensity such as jogging, walking, and sprinting. This study involved 20 players from SSB Tora FC U-17. This study applied a post-test only control group type experimental design, where measurements were only taken after the treatment was given, without taking initial measurements. The approach used is quantitative, with the type of data obtained in the form of ordinal scaled data. Data collection was conducted using the Yo-Yo Intermittent test, which was given to the players after they completed an interval training session. This test aims to evaluate aerobic ability as an impact of the training that has been given. The results of the analysis showed that the experimental group had a significance value (2-tailed) of 0.001 < 0.05, while the control group was 0.820 > 0.05. Based on these results, it can be concluded that Fartlek training is effective in increasing the cardiovascular endurance of SSB Tora FC U-17 Sidoarjo players.
Efetifitas Modifikasi Bola Karet terhadap Hasil Shooting dalam Pembelajaran Permainan Bola Tangan: Penelitian Tindakan Kelas pada Kelas X SMA Negeri 15 Surabaya Hayati Hayati; Hanipah Hanipah; Ardhana Hari Pangestu; Aris Joko Cahyono; Favian Revananda; Diah Novita Anggraini; Hafish Adji Prasetya; Eko Yulianto; Bambang Yudi Erwanto
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i1.4916

Abstract

Limitated of infrastructure is one of the issues affecting the continuity of education in Indonesia. The unequal distribution of facilities in schools undoubtedly makes the learning process less effective and impacts students' learning outcomes. This is particularly evident in physical education, sports, and health lessons, which require equipment for the learning process. The lack of equipment prevents the expansion of sports education and the introduction of other sports as part of the curriculum. One example is handball, which is rarely taught in schools due to the lack of balls. As a result, some schools resort to using other balls, such as volleyballs, to teach handball. Using a volleyball in handball lessons is ineffective, especially when it comes to shooting. This issue led the researcher to consider modifying the handball with a rubber ball, which is easy to find and resembles the size of a real handball. The researcher then implemented this modification in a two-cycle action research study. The results from the pre-cycle assessment showed that only 2 out of 35 students passed the shooting test. In terms of percentage, this means only about 6% of the students were able to shoot well. Following this, the researcher took action in the first cycle, and 19 students passed, about 54% of the sample. Since the results were still considered suboptimal, the researcher proceeded with the second cycle, where 32 students passed, around 91% of the sample.