Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF AKAR WANGI DI GARUT, JAWA BARAT: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF AKAR WANGI DI GARUT, JAWA BARAT Santi Susanti; Pandu Watu Alam
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.193

Abstract

Generally, the creative economy industry starts from small and medium enterprises (SMEs) that grow to become large. The existence of the internet, which was born from the development of information technology, makes it easier for creative SME entrepreneurs to market their products and conduct transactions with consumers. Various online media are utilized so that potential customers are familiar with the products offered, and can directly order without having to visit the store directly. This study aims to reveal the empowerment of local wisdom-based creative economic potential through e-commerce. The research was conducted in Garut with the object of research is Zocha Graha Kriya, Garut Handicraft Center, which empowers the potential of local resources in the form of vetiver, becoming souvenirs for tourists visiting Garut. Using a qualitative research method with a case study approach, this research reveals that Zocha Graha Kriya has succeeded in empowering vetiver as a local potential for the creative economy into works that have aesthetic value and are useful. The potential of local human resources was also successfully empowered so that the results of the local economic potential did not leave Garut. This strategy succeeded in optimizing the utilization of the local potential of the vetiver creative industry into an SME industry managed from-by-and for Garut.
PEMANFAATAN MEDIA ONLINE DALAM PEMASARAN PRODUK KULINER DI PRIANGAN TIMUR: PEMANFAATAN MEDIA ONLINE DALAM PEMASARAN PRODUK KULINER DI PRIANGAN TIMUR Santi Susanti; Iwan Koswara
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.229

Abstract

COVID-19 has had a significant impact on aspects of human life in the world. The economic sector is among those affected. Many business people are forced to close their businesses because they cannot produce, due to the lack of purchasing power, including MSMEs. The existence of the internet is a solution to keep the economy running. Many entrepreneurs then utilize social media, as a channel for promoting and marketing their products so that they remain known by potential buyers until the transaction process occurs. This study aims to reveal the efforts of MSME culinary business actors in the East Priangan region, utilizing social media as a promotional and marketing medium, to maintain their business in the COVID-19 pandemic situation. The research methods used are interviews with culinary MSME players in East Priangan, observation, and the use of online data sources obtained through social media. The results showed that social media helped MSME players in the East Priangan region in running their businesses in the COVID-19 situation. Instagram and Whatsapp are most widely used in online sales. Sales through social media are almost equivalent to direct sales. The conclusion of this study is that social media is a solution in increasing the sluggishness of product sales during the COVID-19 pandemic.
KOMUNIKASI BERMEDIA: PENGELOLAAN PESAN OLEH PENULIS SUNDA DI KOTA BANDUNG: KOMUNIKASI BERMEDIA: PENGELOLAAN PESAN OLEH PENULIS SUNDA DI KOTA BANDUNG Santi Susanti; Wahyu Gunawan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i3.267

Abstract

Information conveyed in writing has the power to influence its audience so that writers must be careful in writing the information they convey so as not to cause negative impacts in society. This research aims to reveal the writers' efforts to manage the information that will be conveyed to their readers through the works produced, as well as the moral responsibility that underlies the writers in conveying the writings they make. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through interviews and observations with 8 Sundanese writers in Bandung City, as well as a review of documentation relevant to the research. The results showed that the writers interpreted their writing as a timeline marking the recording of expressions when the writing was produced. Its function is to see the development of the author's mindset and perspective on something he wrote. The moral responsibility that writers carry in the writing they produce, generally aims to maintain the possibility of negative influences from the writing they produce. The moral responsibility is not writing things that disturb society, inviting readers to do good and prevent bad, making writing as a work of writing that educates, informs and entertains, and does not damage, the philosophical truth of Sundanese history, benefits the ummah, keeps the words to be written so as not to poison the community, can accompany many people to grow together, and does not clash with SARA (Ethnicity, Religion, Race, and Intergroup).
STRATEGI KOMUNIKASI DAN IDEALISME PENULIS SUNDA DALAM MELESTARIKAN BAHASA DAN BUDAYA Santi Susanti; Wahyu Gunawan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman berkomunikasi penulis Sunda dalam menulis dan menyampaikan pesan budaya, serta memahami motivasi, strategi, dan nilai yang mereka pegang dalam proses kepenulisan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini melibatkan delapan penulis Sunda yang aktif berkarya di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama penulis Sunda adalah pelestarian bahasa dan budaya, yang dipandang sebagai panggilan batin dan bentuk tanggung jawab moral. Strategi komunikasi yang digunakan mencakup observasi faktual, refleksi mendalam, dan penggunaan bahasa komunikatif yang adaptif terhadap pembaca. Nilai dan idealisme kepenulisan mencerminkan kejujuran, moralitas, serta komitmen terhadap pelestarian budaya. Selain itu, penulis Sunda juga aktif dalam upaya regenerasi melalui pelatihan sastra dan digitalisasi karya. Penelitian ini menegaskan peran penulis Sunda sebagai agen pelestarian budaya yang mampu menjadi mediator antara tradisi lokal dan arus global.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PENERAPAN KURIKULUM STANDAR INTERNASIONAL DI SD BESTARI UTAMI, GARUT: POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PENERAPAN KURIKULUM STANDAR INTERNASIONAL DI SD BESTARI UTAMI, GARUT Santi Susanti; Sukaesih
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.190

Abstract

Komunikasi memiliki peran utama dalam keberlangsungan suatu organisasi. Tanpa adanya komunikasi, tak akan ada organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pola komunikasi organisasi yang diterapkan dalam organisasi formal dalam bidang pendidikan. Sekolah Dasar (SD) Bestari Utami, sekolah berkurikulum standar internasional di Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan objek dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan kajian dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Bestari Utami dominan menggunakan pola komunikasi vertikal dalam menjalankan roda organisasinya. Metode instruksional dalam pelaksanaan metode pembelajaran lebih banyak diberikan agar penyampaian kepada peserta didik lebih terarah sehingga hasilnya tepat sasaran.
SIMBOL SEBAGAI REPRESENTASI KASUNDAAN INDIVIDU KETURUNAN JAWA DI KOTA BANDUNG Santi Susanti; Wahyu Gunawan
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.240

Abstract

Kota Bandung merupakan wilayah berpenduduk heterogen. Posisi Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat menempatkannya sebagai pusat kegiatan yang memiliki fasilitas lebih banyak dari wilayah lainnya sehingga menarik banyak orang untuk singgah bahkan menetap dengan beragam alasan dan tujuan. Individu keturunan Jawa merupakan satu dari beragamnya warga Kota Bandung yang berlatar belakang etnis berbeda. Interaksi antara individu keturunan Jawa dengan masyarakat Kota Bandung yang berlatar budaya Sunda menumbuhkan rasa memiliki budaya Sunda, yang diwujudkan tidak hanya dalam perilaku, juga dalam simbol-simbol yang dapat terlihat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan simbol sebagai representasi kasundaan individu keturunan Jawa di Kota Bandung, yang berprofesi sebagai seniman dan budayawan. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini untuk menggali pengalaman individu Jawa yang tinggal di Kota Bandung dalam menampilkan unsur-unsur kasundaan dalam kehidupan mereka Penggalian informasi dilakukan melalui wawancara mendalam kepada lima individu keturunan Jawa di Kota Bandung, sebagai data primer. Data sekunder diperoleh melalui pengamatan serta studi kepustakaan dan dokumentasi yang berkaitan dengan lima subjek yang diteliti. Hasil studi mengungkapkan, komunikasi simbolik kasundaan diterapkan individu seniman dan budayawan keturunan Jawa di Kota Bandung dalam beragam bentuk, yakni melalui pakaian, aksesoris, hasil karya, serta tata ruang dan desain arsitektur bangunan. Penerapan simbol tersebut merupakan bentuk adaptasi dan apresiasi akan budaya Sunda yang dilakukan oleh individu keturunan Jawa, yang menerapkan prinsip dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.
TEATER KEBUDAYAAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA KECAMATAN JATIGEDE, SUMEDANG Santi Susanti; Sandi Jaya Saputra; Sri Seti Indriani; Jimi Narotama Mahameruaji; Lilis Puspitasari; Evi Rosfiantika; Pandu Watu Alam
KABUYUTAN Vol 4 No 2 (2025): Kabuyutan, Juli 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i2.349

Abstract

Gagasan pembangunan Teater Kebudayaan Kecamatan Jatigede (TKKJ) sebagai ruang kreatif dan media promosi wisata berbasis budaya lokal merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Prodi Televisi dan Film FIKOM Unpad. TKKJ dirancang sebagai pusat kolaborasi antara komunitas budaya, akademisi, dan pelaku industri kreatif, dengan fungsi utama menyajikan narasi lokal melalui pertunjukan teater dan konten multimedia. Meskipun belum direalisasikan, konsep ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pengembangan pariwisata berbasis pengalaman dan partisipasi masyarakat.Metode yang digunakan meliputi produksi konten kreatif berupa video dan foto promosi, serta perencanaan pembangunan fisik Jatigede Display Room di sekitar Masjid Al-Kamil. Konten audiovisual dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya lokal, seperti mitos, sejarah, dan ekspresi seni kontemporer, dengan prinsip multimedia learning untuk meningkatkan daya tarik dan retensi informasi wisatawan. TKKJ diharapkan menjadi creative hub yang memperkuat branding Jatigede sebagai destinasi budaya dan edukatif.Tantangan seperti keterbatasan SDM, pendanaan, dan keberlanjutan program diantisipasi melalui sinergi lintas sektor dan dukungan kebijakan. Dengan perencanaan yang matang dan pelibatan komunitas, TKKJ berpotensi menjadi model promosi wisata budaya yang berkelanjutan dan berdampak sosial.