Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pabrik Tahu CNG: PerkembanganBisniskeluargaJanisar chandi KotaSolok(2002-2019) Peggy Rudi Rahayu; Etmi Hardi
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.543 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah serta perkembangan bisnis keluarga Janisar chantepat nya berada di Jl. Sersan BasirNomor 6, Gawan, Tanah Garam, Kota Solok. Fokus kajian pada perkembangan Industri sejak tahun 2002 sampai tahun 2019 serta manajemen dan strategi yang digunakan untuk dapat bertahan. Penelitian ini penting karena Industri tahu CNG telah ada sejak tahun 2002 sampai sekarang dan menjadi salah satuprodusen terbesar di Kota Solok yang telah mengalami perkembangan dari berbagai bidang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjuk kan perkembangan Industri tahu CNG mulai dari proses berdiri, perkembangan dan manajemen dari segi permodalan, tenaga kerja, produksi dan bahan baku, pemasaran serta strategi yang digunakan untuk dapat bertahan menghadapi berbagai hambatan selama proses Industri CNG berkembang.
Revolusi Hijau dan Menyusutnya Benih Padi Junjuang di Nagari Pakan Raba’a (1998-2019) Cici Paramida; Etmi Hardi
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.043 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.71

Abstract

Revolusi Hijau Dan Menyusutnya Penggunaan Varietas Benih Junjuang Di Nagari Pakan Rabaa Tahun 1998-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang menyusutnya benih padi junjuang di nagari pakan raba’a penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah awal penelitian ini yaitu heuristik , kritik sumber, analisis dan interprestasi dan historiografi. Hasil yang didapat dalam nagari pakan raba’a yaitu Pengaruh dirasakan dari Revolusi Hijau bagi petani pemilik sawah dan pemilik modal pada waktu itu merupakan suatu kekaguman karena pendapatan dan hasil yang menereka tanam ada yang meninggakat dan ada yang menurun tergantung dari kondisibentuk benih padi. Nagari Pakan Raba’a dalam pengunaan varietas ini sudah sangat berkurang sekali karena jenis padi ini memiliki rumput yang sangat sedikit jadi untuk hasil padinya tidak terlalu banyak sehingga tidak mencapai target petani dalam panennya tapi jika di kaitkan dengan berasnya padi junjuang ini sangat enak dan tidak pulen jika dimasak. penyusutan dari varietas Junjuang ini sangat jelas sekali bahkan petani kebinggungan kenapa padi jenis Junjuang mengalami penyusutan sedemikian rupa.
Sumatra Thawalib Padang Panjang dan Masuknya Paham Komunis Pada Tahun 1923 Syaiful Hanafi; Etmi Hardi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.104 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i1.118

Abstract

Sumatra Thawalib Padang Panjang Dan Masuknya Paham Komunis Pada Tahun 1923. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaiamana Sumatra Thawalib Padang Panjang sebagai sekolah modern Islam dapat kemasukan paham komunis. Penelitian ini termasuk deskriftif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah awal penelitian ini yaitu heuristic, kritik sumber, analisis, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini yaitu Sumatra Thawalib yang merupakan sekolah modern Islam dan juga pusat pembaharuan pendidikan Islam telah menciptakan para alumni dan pelajar-pelajar yang tidak hanya mempelajari ilmu agama tapi juga ilmu lainnya seperti ilmu sosial dan ilmu alam. Pada tahun 1922 mulai muncul ketertarikan pelajar Sumatra Thawalib Padang Panjang dengan pergerakan politik. Dan pada awal tahun 1923 Haji Datuk Batuah yang merupakan guru muda disana membawa paham baru kedalam Sumatra Thawalib yaitu komunis. Meskipun tidak sampai setahun menyebarkan paham komunis tersebut, namun dampaknya sudah sangat terasa di dalam maupun di luar Sumatra Thawalib sendiri. Kata Kunci: Sumatra Thawalib Padang Panjang, komunis
TEORI BELAJAR HUMANISTIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN Etmi Hardi; Azwar Ananda; Mukhaiyar Mukhaiyar
Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jp.13.2.%p

Abstract

Learning is not only memorizing and not remembering, but learning is a process characterized by changes in students. Changes because of the learning process can be demonstrated in various forms, such as changes in knowledge, attitudes, skills, skills, abilities, reaction power and receptivity. So, learning is an active process, a process of reacting to all the situations that exist in the learner. Learning is a process that is directed towards a goal, the process of doing through the situation that exists in the learner. Frandsen said that what drives a person to learn is partly due to curiosity, creative nature, and the desire to correct past failures (Darsono, 2001). Based on humanistic learning theory the purpose of learning is to humanize a human being. Learning activities are considered successful if the learner understands his environment and himself. The student in the learning process must strive so that he is slowly able to achieve self-actualization well. Humanistic learning theory seeks to understand learning behaviour from the point of view of the learner (student), not from the one who provides learning (the teacher). The task of the teacher is only to help the student in the process of self-development, to better recognize himself as a human being, to actualize all the potential that exists in him. The presentation above shows how important it is to describe and study humanistic learning theory and its implications in learning during educational failures in Indonesia which are more concerned and only make cognitive aspects the biggest reference in measuring the quality of education. This paper tries to explain humanistic learning theory, its application, and implications in learning.
PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI KEPULAUAN SIKAKAP, KABUPATEN MENTAWAI Ismi Andriyani; Etmi hardi; Liza Husnita
Jurnal Mamangan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.936 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v1i2.1355

Abstract

 The potential area to be a tourist destination is should attention to the elements of tourism development. Sikakap is one of the villages in the Mentawai islands which beautiful beach and sea. Since 2003, the development of marine tourism in the islands Sikakap has been run and driven by government. The marine tourism development in Sikakap village has impacted to coastal communities in Sikakap village. The development of marine tourism can boost the economy of coastal communities. Research conducted through qualitative and historical approach. The results is showed the marine tourism in the islands impacted to the socio-economic society in positive. The indicators is development of transportation facilities, hotels, markets and other public facilities and reduced unemployment.Daerah yang potensial menjadi daerah tujuan wisata dalam pengembangannya harus memperhatikan unsur-unsur pengembangan pariwisata. Sikakap merupakan salah satu desa di kepulauan Mentawai yang memilki pantai dan laut yang sangat indah. Sejak tahun 2003, pembangunan wisata bahari di kepulauan Sikakap telah dijalankan dan digerakkan oleh pemerintah. Pembangunan wisata bahari di desa Sikakap ini memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir pantai desa Sikakap. Pengembangan wisata bahari mampu menaikkan perekonomian masyakat pesisir pantai desa Sikakap. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pembanguan wisata bahari terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan historis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wisata bahari yang dikembangkan di kepulauan Sikakap memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial-ekonomi masyarakat Sikakap. Hal ini ditunjukkan oleh perkembangan sarana transportasi, perhotelan, pasar dan fasilitas umum yang lainnya dan berkurangnya angka pengangguran.
Diversitas Sosiokultural Dalam Wujud Pendidikan Multikultural, Gender dan Pembelajaran Berdiferensiasi Etmi Hardi; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9780

Abstract

Diversitas sosiokultural adalah sebuah konsep yang menggambarkan keberagaman masyarakat dan kebudayaan. Dalam Kurikulum 2013 (K-13) keberagaman itu dilihat dari dua aspek penting, yakni multikultural dan gender. Oleh sebab itu pendidikan multikultural dan gender menjadi hidden kurikulum yang harus diajarkan guru kepada anak didik, sehingga keberagaman budaya dan perbedaan peran berdasarkan jenis kelamin bisa diminimalisir oleh guru dalam proses pendidikan sehingga tidak berpotensi menimbulkan konflik dan persoalan di sekolah. Pada Kurikulum Merdeka diversitas sosiokultural tetap menjadi perhatian serius sehingga menjadi bagian dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Konsep deversitas sosiokultural diterapkan pada pembelajaran yang berdiferensiasi, yakni sebuah proses pembelajaran yang mencoba memperhatikan dan melayani kebutuhan belajar anak yang berbeda beda sesuai dengan karakteristik masing masingnya. Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru mengajarkan materi berdasarkan tingkat kesiapan anak, minat dan gaya belajarnya. Di samping itu guru juga dapat memodifikasi konten pembelajaran, proses pembelajaran, produk atau hasil pembelajaran yang dijalankan, serta lingkungan belajar dimana anak belajar. Tulisan singkat ini mencoba untuk memperbincangkan tentang diversitas sosisokultural dalam wujud pendidikan multikultural dan gender, serta pembelajaran yang berdiferensiasi.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERMUATAN LOKAL PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI SUMATERA BARAT Etmi Hardi
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.308 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/26

Abstract

Petugas Pendidikan Sekolah Adat ditujukan untuk Sipil, Sekolah School Opleiding voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Serang Banten tahun 1900-1927. Penelitian ini didasarkan pada sistem pemerintahan bahwa Hindia Belanda dalam program yang diarahkan oleh Pemerintah dituntut untuk dapat melakukan tugas-tugas administratif di provinsi tersebut tetapi karena pejabat tinggi yang harus datang dari Belanda ke pemerintah Belanda mendirikan sekolah untuk bertemu pejabat pendidikan pribumi di provinsi ini. Tujuan penulis untuk mempelajari sistem pemerintahan di provinsi dengan elit asli-modern dengan sekolah tradisional sebagai syarat untuk menjadi bupati. Metode yang saya gunakan metode Historical dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) Heuristik, (2) kritik, (3) interpretasi, (4) Historiografi. Sedangkan teknik yang digunakan untuk memperoleh data melalui penelitian pustaka dengan mempelajari dan menganalisis berbagai buku sumber, surat kabar, wawancara dan materi arsip terkait dengan masalah yang dibahas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuan administrasi rekrutmen di Banten hanya untuk mendapatkan pegawai pribumi yang sangat murah dan pemerintah Belanda menganggap peran penting birokrasi elit politik pribumi asli adalah perantara antara pemerintah dan masyarakat dengan menggunakan otoritas tradisionalnya. Maka pemerintah Belanda mendirikan sekolah untuk menjadi petugas administrasi di sekolah bernama Banten OSVIA. Setelah pendirian sekolah di Serang Banten OSVIA pemerintahan tradisional dengan silsilah raja digantikan oleh sistem modern yang berkembang biak tidak menjadi syarat utama untuk menjadi gubernur, tetapi pendidikan harus diberikan kepada bupati, di mana standar minimum lulusan pendidikan OSVIA dan mampu berbahasa Belanda. Dengan demikian penulis dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat dan rekan-rekan siswa dengan judul skripsi sehingga saya dapat belajar pemerintahan transisi akan menjadi tradisional-modern di Banten setelah kedatangan Belanda
Perkembangan Pasar Aur Kuning Kota Bukittinggi Tahun 1981-2017 Sigit Prasetyo; Etmi Hardi
Galanggang Sejarah Vol 5 No 1 (2023): GALANGGANG SEJARAH: Publishing January 2023
Publisher : PAMA Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/gs.v5i1.339

Abstract

This research examines the development and background of the emergence of the Aur Kuning Market in Bukittinggi City in 1981-2017. The emergence of this market is due to the density of traders in the Upper Market, which makes traders interested in moving to the Aur Kuning Market. Along with the development of the Aur Kuning Market and supporting facilities accompanied by low price conditions, Aur Kuning Market has become a textile wholesale center in West Sumatra and even on Sumatra Island, so that its existence has become part of the economic center of the City of Bukittinggi. The problems raised in this study are how the development of the Aur Kuning Market in 1981-2017 and what was the background for the establishment of the Aur Kuning Market in 1981-2017. The purpose of this study is to describe the background of the establishment of Pasar Aur Kuning in 1981- 2017. Then the development of the Aur Kuning Market in 1981-2017. This research is included in qualitative research using historical methods in the form of library studies, archives and interviews. Based on the results of this study, it can be concluded that the background to the emergence of the Aur Kuning Market in 1981 was due to the Presidential Instruction in 1975 through SK Permendagri No. 15 of 1975. Some of the land used for this terminal and market is owned by the community and the government, namely land inherited from Japan.
Evaluasi Pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Jurusan Sejarah Etmi Hardi; Ambiyar Ambiyar; Ishak Aziz
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.4500

Abstract

Pendidikan di perguruan tinggi saat ini memasuki babak baru yang terlihat dari pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa yang lebih komprehensif, tidak hanya di bidang keilmuan, tetapi juga di bidang keahlian dan keterampilan lannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di jurusan sejarah. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dalam bentuk studi deskriptif, serta data lapangan yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen,  diklasifikasikan atas unit-unit analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan keberhasilan yang diperoleh oleh Jurusan Sejarah dalam pelaksanaan kurikulum MBKM. Keberhasilan itu antara lain terlihat dengan peningkatan kompetensi keahlian mahasiswa. Sementara diantara persoalan yang muncul adalah kesulitan dalam mengimplementasikan beberapa program yang sesuai dengan karakteristik dan sifat keilmuan yang ada di Prodi Sejarah. Oleh sebab itu evaluasi menyeluruh terhadap program ini tentu perlu dilakukan untuk menemukan solusi yang lebih tepat di masa depan, sehingga berbagai persoalan dan kalemahan yang ada dalam MBKM dapat diselesaikan.
KOTO TUO LAUTAN API: SEBUAH PERISTIWA PADA MASA PDRI DI SUMATERA BARAT (1948-1949) M Reki Hidayat; Etmi Hardi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah (Special Issues)
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v8i2.45393

Abstract

This study discusses the incident of attacking and burning the houses of the Nagari Koto Tuo community, Lima Puluh Kota Regency by the Dutch in 1949. This event was one of various events during the Dutch Military Aggression II until the establishment of PDRI in Payakumbuh. The purpose of this study is to find out what is the role and involvement of Nagari Koto Tuo during the PDRI period and how the process until this nagari became the target of Dutch attacks. The research method to be used in this study is a historical research method consisting of four stages, namely, the first stage, namely heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results showed that Nagari Koto Tuo had direct involvement as a refugee route passed by the PDRI group who wanted to go to the Riau region and also as one of the battle power bases for the Lima Puluh Kota region.