Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Simetris

APLIKASI PEMBAGIAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SISTEM KEDUNG OMBO STUDI KASUS PADA BALAI PU SDA TARU SELUNA KUDUS Ibad, Sholihul; Supriyati, Endang; Chamid, Ahmad Abdul
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.681 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.1951

Abstract

Waduk kedung ombo yang terletak diperbatasan Kabupaten Grobogan, Sragen, dan Boyolali dimana separuh dari luas lahan tersebut diatas berada di Kabupaten Sragen, sampai saat ini masih tercatat sebagai waduk  terbesar  di Jawa  Tengah  yang  dikelola  oleh  Balai  Pekerjaan  Umum Sumber  Daya  Air  dan Penataan Ruang (PU SDA TARU) Seluna Kudus, mempunyai luas areal 4.600 ha. Dalam kondisi normal, waduk ini mampu menampung air sekitar 750 juta m3  sehingga mampu mengairi lahan seluas 63.624 hektar. Salah satu fungsi waduk kedung ombo adalah untuk pelayanan air irigasi yang mengairi waduk- waduk yang berada pada daerah layanan waduk kedung ombo, meliputi wilayah Kabupaten Grobogan, Demak dan Pati. Ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang cenderung meningkat memerlukan usaha pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan yang lebih efektif sedangkan daerah layanan waduk kedung ombo sendiri mencapai areal yang sangat luas, yang membutuhkan adanya pembagian air irigasi yang tepat baik dalam segi waktu maupun jumlah untuk memenuhi kebutuhan air  irigasi yang mempengaruhi produksi tanam petani. Melihat dari pentingnya fungsi waduk kedung ombo tersebut, maka sangat perlu adanya sistem yang mengatur pembagian air irigasi  pada  waduk  kedung  ombo  dengan  tujuan  sebagai  bahan  masukan  dan  pertimbangan  kepada instansi  terkait  untuk  pengambilan  keputusan  dalam  perhitungan  kebutuhan  air  dan  pengaturan pembagian air irigasi ke waduk-waduk daerah layanan waduk kedung ombo sesuai kebutuhan. Kata kunci: ketersediaan air, kebutuhan air, pengambilan keputusan.
ANALISIS KOMPARASI METODE PERBAIKAN KONTRAS BERBASIS HISTOGRAM EQUALIZATION PADA CITRA MEDIS Riadi, Aditya Akbar; Chamid, Ahmad Abdul; Sokhibi, Akh
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 1 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.842 KB) | DOI: 10.24176/simet.v8i1.1026

Abstract

Citra merupakan gambaran tentang karakteristik suatu obyek menurut kondisi variabel tertentu. Pengolahan citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau mesin (dalam hal ini komputer). Terdapat beberapa operasi di dalam pengolahan citra, salah satunya adalah perbaikan kontras yang pada dasarnya biasa digunakan untuk memunculkan bagian-bagian yang tidak terlihat (hidden feature) pada citra. Hasil citra dari rontgen yang tidak selalu memiliki kualitas citra yang baik, seperti halnya hasil citra x-ray yang terlalu gelap atau ada bagian tulang yang terlihat samar sehingga gambar tidak terlihat jelas. Pada penelitian ini teknik peningkatan citra dengan perbaikan kontras menggunakan metode berbasis Histrogram Equalization. Pada citra medis tersebut dan juga menunjukkan kinerja hasil pengukuran kontrol eror menggunakan Mean Square Error menjelaskan bahwa metode  Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization lebih baik dibandingkan dengan metode Histrogram Equalization dan metode Adaptive Histogram Equalization.
PEMANFAATAN MODEL TOPSIS UNTUK PEMILIHAN PRODUK KERAJINAN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN DAN KEARIFAN LOKAL Fiati, Rina; Chamid, Ahmad Abdul; Murti, Alif Catur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.883 KB) | DOI: 10.24176/simet.v10i1.2915

Abstract

Pemerintah daerah pelu melakukan persiapan dalam rangka menghadapi Pasar ASEAN, masih banyak peluang UMKM untuk meraih pangsa pasar dan peluang investasi. Guna memanfaatkan peluang tersebut, maka tantangan yang terbesar bagi UMKM di Indonesia menghadapi pasar Bebas ASEAN adalah bagaimana mampu menentukan strategi yang tepat guna memenangkan persaingan. Salah satu solusinya adalah memunculkan produk unggulan dari industri kerajinan tradisional tanah liat yang sampai sekarang masih berkembang dan merupakan warisan budaya bangsa turun-temurun. Kerajinan ini memiliki kearifan lokal yang perlu dijaga kelestariannya. Semula jumlah objek produk penelitian umkm terbagi menjadi 4 jenis yaitu produk tas, pisau, batik, dan tanah liat, tetapi peneliti menemukan beberapa fakta bahwa produk kerajinan dari industri kerajinan tanah liat memiliki banyak jenis produk dan belum pernah masuk dalam kategori produk unggulan daerah di kabupaten kudus, karena itu produk dari tanah liat dijadikan objek  penelitian. Hasil yang diperoleh untuk menentukan prioritas produk kerajinan tanah liat digunakan sistem pendukung keputusan dengan menerapkan metode Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Pemilihan   Dalam menentukan prioritas produk kerajinan digunakan lima (5) kriteria diantaranya : Jumlah Unit Usaha, Jumlah Tenaga Kerja, Nilai Produksi, Nilai Investasi, Nilai Kompetitif. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan atau bahan pertimbangan oleh dinas terkait dalam menentukan produk unggulan daerah, khususnya industri tanah liat yang dalam sejarahnya belum pernah menghasilkan salah satu produknya menjadi produk unggulan kabupaten Kudus.
PENERAPAN METODE TOPSIS UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS KONDISI RUMAH Chamid, Ahmad Abdul
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 2 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.942 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i2.765

Abstract

Kondisi rumah menjadi perhatian setiap warga dan dinas kesehatan terkait. Untuk menentukan kondisi rumah dinyatakan sehat atau tidak sehat menggunakan tiga kriteria, diantaranya: komponen rumah, sarana rumah, dan perilaku. Dalam penelitian ini untuk menentukan kondisi rumah digunakan 10 sampel, dari hasil perhitungan didapatkan 2 rumah dinyatakan kondisi sehat dan 8 rumah dinyatakan kondisi tidak sehat. Metode TOPSIS diterapkan untuk menentukan prioritas kondisi rumah tidak sehat, dari hasil perhitungan dinyatakan alternatif ke-2 dengan nilai preferensi 1 merupakan prioritas utama untuk kondisi rumah tidak sehat. Dari hasil perhitungan metode TOPSIS dapat menjadi masukan bagi dinas kesehatan terkait untuk menindaklanjuti prioritas rumah tidak sehat. Hasil perhitungan sistem telah divalidasi dengan perhitungan manual didapatkan hasil yang sama, dan dapat dikatakan bahwa sistem pendukung keputusan yang telah menerapkan metode TOPSIS untuk menentukan prioritas rumah tidak sehat telah berjalan dengan baik dan sesuai. Kata kunci: sistem pendukung keputusan, metode TOPSIS, kondisi rumah.
PENERAPAN METODE TOPSIS UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS KONDISI RUMAH Ahmad Abdul Chamid
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 2 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.942 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i2.765

Abstract

Kondisi rumah menjadi perhatian setiap warga dan dinas kesehatan terkait. Untuk menentukan kondisi rumah dinyatakan sehat atau tidak sehat menggunakan tiga kriteria, diantaranya: komponen rumah, sarana rumah, dan perilaku. Dalam penelitian ini untuk menentukan kondisi rumah digunakan 10 sampel, dari hasil perhitungan didapatkan 2 rumah dinyatakan kondisi sehat dan 8 rumah dinyatakan kondisi tidak sehat. Metode TOPSIS diterapkan untuk menentukan prioritas kondisi rumah tidak sehat, dari hasil perhitungan dinyatakan alternatif ke-2 dengan nilai preferensi 1 merupakan prioritas utama untuk kondisi rumah tidak sehat. Dari hasil perhitungan metode TOPSIS dapat menjadi masukan bagi dinas kesehatan terkait untuk menindaklanjuti prioritas rumah tidak sehat. Hasil perhitungan sistem telah divalidasi dengan perhitungan manual didapatkan hasil yang sama, dan dapat dikatakan bahwa sistem pendukung keputusan yang telah menerapkan metode TOPSIS untuk menentukan prioritas rumah tidak sehat telah berjalan dengan baik dan sesuai. Kata kunci: sistem pendukung keputusan, metode TOPSIS, kondisi rumah.
APLIKASI PEMBAGIAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SISTEM KEDUNG OMBO STUDI KASUS PADA BALAI PU SDA TARU SELUNA KUDUS Sholihul Ibad; Endang Supriyati; Ahmad Abdul Chamid
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.681 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.1951

Abstract

Waduk kedung ombo yang terletak diperbatasan Kabupaten Grobogan, Sragen, dan Boyolali dimana separuh dari luas lahan tersebut diatas berada di Kabupaten Sragen, sampai saat ini masih tercatat sebagai waduk  terbesar  di Jawa  Tengah  yang  dikelola  oleh  Balai  Pekerjaan  Umum Sumber  Daya  Air  dan Penataan Ruang (PU SDA TARU) Seluna Kudus, mempunyai luas areal 4.600 ha. Dalam kondisi normal, waduk ini mampu menampung air sekitar 750 juta m3  sehingga mampu mengairi lahan seluas 63.624 hektar. Salah satu fungsi waduk kedung ombo adalah untuk pelayanan air irigasi yang mengairi waduk- waduk yang berada pada daerah layanan waduk kedung ombo, meliputi wilayah Kabupaten Grobogan, Demak dan Pati. Ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang cenderung meningkat memerlukan usaha pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan yang lebih efektif sedangkan daerah layanan waduk kedung ombo sendiri mencapai areal yang sangat luas, yang membutuhkan adanya pembagian air irigasi yang tepat baik dalam segi waktu maupun jumlah untuk memenuhi kebutuhan air  irigasi yang mempengaruhi produksi tanam petani. Melihat dari pentingnya fungsi waduk kedung ombo tersebut, maka sangat perlu adanya sistem yang mengatur pembagian air irigasi  pada  waduk  kedung  ombo  dengan  tujuan  sebagai  bahan  masukan  dan  pertimbangan  kepada instansi  terkait  untuk  pengambilan  keputusan  dalam  perhitungan  kebutuhan  air  dan  pengaturan pembagian air irigasi ke waduk-waduk daerah layanan waduk kedung ombo sesuai kebutuhan. Kata kunci: ketersediaan air, kebutuhan air, pengambilan keputusan.
PEMANFAATAN MODEL TOPSIS UNTUK PEMILIHAN PRODUK KERAJINAN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN DAN KEARIFAN LOKAL Fiati, Rina; Chamid, Ahmad Abdul; Murti, Alif Catur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.883 KB) | DOI: 10.24176/simet.v10i1.2915

Abstract

Pemerintah daerah pelu melakukan persiapan dalam rangka menghadapi Pasar ASEAN, masih banyak peluang UMKM untuk meraih pangsa pasar dan peluang investasi. Guna memanfaatkan peluang tersebut, maka tantangan yang terbesar bagi UMKM di Indonesia menghadapi pasar Bebas ASEAN adalah bagaimana mampu menentukan strategi yang tepat guna memenangkan persaingan. Salah satu solusinya adalah memunculkan produk unggulan dari industri kerajinan tradisional tanah liat yang sampai sekarang masih berkembang dan merupakan warisan budaya bangsa turun-temurun. Kerajinan ini memiliki kearifan lokal yang perlu dijaga kelestariannya. Semula jumlah objek produk penelitian umkm terbagi menjadi 4 jenis yaitu produk tas, pisau, batik, dan tanah liat, tetapi peneliti menemukan beberapa fakta bahwa produk kerajinan dari industri kerajinan tanah liat memiliki banyak jenis produk dan belum pernah masuk dalam kategori produk unggulan daerah di kabupaten kudus, karena itu produk dari tanah liat dijadikan objek  penelitian. Hasil yang diperoleh untuk menentukan prioritas produk kerajinan tanah liat digunakan sistem pendukung keputusan dengan menerapkan metode Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Pemilihan   Dalam menentukan prioritas produk kerajinan digunakan lima (5) kriteria diantaranya : Jumlah Unit Usaha, Jumlah Tenaga Kerja, Nilai Produksi, Nilai Investasi, Nilai Kompetitif. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan atau bahan pertimbangan oleh dinas terkait dalam menentukan produk unggulan daerah, khususnya industri tanah liat yang dalam sejarahnya belum pernah menghasilkan salah satu produknya menjadi produk unggulan kabupaten Kudus.
ANALISIS KOMPARASI METODE PERBAIKAN KONTRAS BERBASIS HISTOGRAM EQUALIZATION PADA CITRA MEDIS Riadi, Aditya Akbar; Chamid, Ahmad Abdul; Sokhibi, Akh
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 1 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.842 KB) | DOI: 10.24176/simet.v8i1.1026

Abstract

Citra merupakan gambaran tentang karakteristik suatu obyek menurut kondisi variabel tertentu. Pengolahan citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau mesin (dalam hal ini komputer). Terdapat beberapa operasi di dalam pengolahan citra, salah satunya adalah perbaikan kontras yang pada dasarnya biasa digunakan untuk memunculkan bagian-bagian yang tidak terlihat (hidden feature) pada citra. Hasil citra dari rontgen yang tidak selalu memiliki kualitas citra yang baik, seperti halnya hasil citra x-ray yang terlalu gelap atau ada bagian tulang yang terlihat samar sehingga gambar tidak terlihat jelas. Pada penelitian ini teknik peningkatan citra dengan perbaikan kontras menggunakan metode berbasis Histrogram Equalization. Pada citra medis tersebut dan juga menunjukkan kinerja hasil pengukuran kontrol eror menggunakan Mean Square Error menjelaskan bahwa metode  Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization lebih baik dibandingkan dengan metode Histrogram Equalization dan metode Adaptive Histogram Equalization.