Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Sastra Anak dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Menggunakan Kartu Kata, Video Cerita Pendek, dan Teks Deskripsi Untuk Siswa Kelas Rendah Yohana Nono BS; Chatarina Novianti; Maria Ludtinia Bupu Meo; Sebastiana Nenu
Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksisosial.v2i2.1710

Abstract

The low interest and engagement of lower-grade primary school students in literature serve as an important introduction to this study. The aim of this Community Service Program (PKM) was to enhance children’s literary abilities through the use of three innovative media: word cards, short story videos, and descriptive texts. The study employed an experimental method with a pretest–posttest control group design and a Classroom Action Research (CAR) approach based on Kemmis & McTaggart (1988), carried out among grades I–III students at SD Katolik Roworeke 2, Ende (approximately 25–30 students per class). Results showed a statistically significant improvement in the experimental group compared to the control group, especially in literary element comprehension and literary appreciation. Word cards enriched vocabulary, story videos increased visual appeal and understanding, while descriptive texts trained literacy and imagination skills. The interactive and contextual learning process proved effective in fostering reading interest, teacher creativity, and students’ literacy enthusiasm. In conclusion, this method is recommended for adoption by Indonesian Language and Literature teachers in lower grades. Future research should expand sample size, include diverse literary works, and explore supporting factors influencing method effectiveness.
Penerapan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dalam Pembelajaran Menulis Permulaan di Kelas III SDN Ipi baja, stefanus; BS, Yohana Nono
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan bagi peserta didik sekolah dasar. Menulis permulaan yang baik mutlak diperlukan bagi peserta didik kelas rendah sekolah dasar. Dengan memiliki kemampuan menulis yang baik akan mempermudah anak dalam mempelajari dan menguasai materi pembelajaran selanjutnya. Metode yang digunakan dalam pada kegiatan ini adalah penerapan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) dalam pembelajaran menulis permulaan di kelas III sekolah dasar. Sementara media pembelajaran yang digunakan adalah kartu kata. Pelaksanaan kegiatan bertempat di SDN Ipi pada tanggal 04 Mei 2023 dengan peserta berjumlah 29 orang. Materi yang diberikan berupa pengenalan kata dan kalimat melalui penerapan metode SAS. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa peserta didik sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini juga dilatari oleh para mahasiswa melibatkan permainan-permainan edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak. Kendati demikian kendala yang ditemukan bahwa peserta didik mengalami sedikit kesulitan pada tahapan menguraikan kata ke dalam suku kata pembentuk kata tersebut.
MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA/I SDI ENDE 14 MELALUI KEGIATAN PRAKTIKUM Nining Sariyyah; Finsensius Mbabho; Yohana Nono BS; Maria Valeria Perada Samon; Indrianti Anjelina Hikon
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Nasional Literasi bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa di seluruh Indonesia. Memulai gerakan literasi sains di tingkat satuan pendidikan adalah salah satu cara untuk mendukung partisipasi dalam program pemerintah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi sains peserta didik kelas IV dan V di SDI Ende 14 melalui praktikum IPA sederhana. Praktikum IPA selaras dengan indikator literasi sains, yaitu kemampuan untuk memberikan penjelasan secara ilmiah, membuat kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah, dan mengembangkan pola pikir reflektif. Dengan melakukan praktikum IPA, peserta didik mampu mengaitkan teori dan fakta melalui pengamatan langsung dan menemukan solusi untuk berbagai masalah. Menurut hasil observasi, siswa mengikuti dan melaksanakan kegiatan dengan sangat serius dan antusias. Setelah praktikum, diberikan pertanyaan yang sesuai dengan materi, dan hasil menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan ilmiah yang signifikan. Selain itu, guru dan siswa memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap kegiatan tersebut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Meo, Lusia; Weu, Gregorius; BS, Yohana Nono
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v8i1.101

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah penerapan model pembelajaran inkuiri pada pembelajaran IPA dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada SDI ONEKORE 5?. Bagaimanakah hasil belajar IPA pada siswa kelas III SDI ONEKORE 5 ? Adapun tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri pada pembelajaran IPA dalam meningkatakan hasil belajar pada siswa kelas III SDI ONEKORE 5. Untuk mengetahui hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas III SDI ONEKORE 5. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ende Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas III yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan, wawancara, observasi atau pengamatan, tes atau kuis, dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh data bahwa hasil belajar peserta didik dari Siklus I sampai dengan Siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Siklus I, setelah diterapkan model pembelajaran Inkuiri dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Energi Dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sehari-hari hasil belajar peserta didik Kelas III dari Siklus I 63, 71% meningkat menjadi 80, 57%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Energi Dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sehari-hari dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas III SDI Onekore 5.
Sains Interaktif Zaman Now: Model Pembelajaran Kreatif pada Materi Biotik-Abiotik, Mitigasi Bencana, dan Tata Surya di SDI Wolowaru 5: Penelitian Wati, Hasnah; Sariyyah, Nining; Bs, Yohana Nono; See, Siprianus; Nguru, Melkior; Gijung, Adelia Jen; Mesa, Noviliani; Ndui, Elin Febriana; Fani, Yasinta; Kune, Natalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning at the elementary school level often faces challenges in the form of low student interest due to conventional material delivery methods and minimal exploratory activities. This article discusses the implementation of the Modern Interactive Science model as a creative learning approach applied at SDI Wolowaru 5, with a focus on biotic-abiotic materials, disaster mitigation, and the solar system. The implementation method includes planning teaching media, implementing experiment-based learning and educational games, and evaluating student learning outcomes through observation and assessment instruments. The implementation results show an increase in student enthusiasm in participating in learning, a better understanding of science concepts, and the emergence of critical thinking skills, collaborative, and application in everyday life. It can be concluded that this interactive learning model is effective in creating a learning atmosphere that is fun, meaningful, and relevant to current educational developments.
Peran Keterampilan Menyimak dalam Pembelajaran Sains Interaktif pada Materi Biotik, Abiotik, dan Tata Surya di SDI Wolowaru 5: Pengabdian Bs, Yohana Nono; We’u, Gregorius; Rae, Klarita Selvina; Gijung, Adelia Jen; Ndui, Elin Febriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4395

Abstract

This activity was carried out by students of the Elementary School Teacher Education Study Program at the University of Flores using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation and documentation during the learning process. The purpose of this activity was to improve students’ listening skills in interactive science learning on the topics of Biotic, Abiotic, and the Solar System. The results showed that listening skills play an important role in helping students understand scientific concepts more deeply. Students with good listening skills were able to capture information accurately, respond correctly to teachers’ questions, and relate the material to their everyday experiences. The use of interactive learning strategies such as group discussions, visual media, learning videos, and educational games was proven to increase students’ interest, attention, and active participation during the learning process. Therefore, listening skills are a key factor supporting the effectiveness of science learning in elementary schools and should be continuously developed through creative, innovative, and enjoyable teaching methods
Peran Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Sains Interaktif pada Materi Biotik, Abiotik, dan Tata Surya di SDI Wolowaru 5: Pengabdian Bs, Yohana Nono; We’u, Gregorius; Nguru, Melkior; Ga’a, Maria Yosevina Yovita; Loda, Maria Diani Tami; Kaha, Yosep Emanuel Kristian; Botu, Yohanes Ajotur
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4396

Abstract

Science learning in elementary schools requires an interactive approach to help students understand abstract concepts such as biotic, abiotic, and the solar system. One of the essential elements in interactive learning is speaking skills, particularly students’ ability to communicate through questioning and presenting observations. This study aims to describe the role of speaking skills in interactive science learning at SDI Wolowaru 5. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation and documentation. The findings show that speaking skills play a significant role in improving students’ understanding of scientific concepts and encouraging their confidence in asking questions during learning activities. In addition, speaking skills help students build self-confidence, participate actively in discussions, and interact more effectively within their groups. Speaking activities also support students in connecting scientific concepts with real-life experiences they encounter daily. Therefore, speaking skills become an important aspect in creating effective, enjoyable, and meaningful interactive science learning in elementary schools.