Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Dialektika Status dan Peran Perempuan dalam Struktur Sosial Masyarakat Petani Munandar Sulaeman; Siti Homzah
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.585 KB)

Abstract

The aims of this study is to determine the status and role of women in family and social structure of dairy farmer; the role of women in the income earning and household (domestic ) work and; the dialectic process of status and role of women. The methods used on this research is case study with qualitative approach. Qualitative data analysis was done by categorizing and organizing data through in-depth understanding (verstehen understanding), both textual and contextual that were interpreted afterward. The result showed that the values of the status and role of women in family structure indicate a bargaining through a process of dialogue between husband and wife based on the potential and contribution in both the work of raising livestock and household; in social structure, the role of women as breadwinners have been accepted as a social reality through its participation in the dairy cattle business; working hours of women who poured out in the dairy cattle business and household activities for 8-10 hour per day, far greater than the man (6-10 hours per day); The process of dialectics in the aspect of culture, structure and the relational patterns indicate there has been a shift the values of culture where women have gained high appreciation in society of farmers and have been positioned strategically (as decision maker) in business of the family’s livehood and there are a functional partnership relations between men and women in dairy farmer community in the study area.
PENGEMBANGAAN KELEMBAGAAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL PROVINSI D. I. YOGYAKARTA Wijarwati; Muhamad Fatah Wiyatna; Mumun Munandar Sulaeman
JURNAL TRITON Vol 9 No 2 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir kabupaten Bantul Provinsi D. I. Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi potensi kelembagaan peternakan sapi potong di wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan oktober 2018, dengan metode analisis deskriptif kualitatif berdasarkan fenomena di lapangan. Penelitian dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahab satu adalah mengidentifikasi potensi peternakan di wilayah pesisir, baik teknis maupun kelembagaan. Tahab dua adalah menganalisa bagaimana karakteristik masyarakat pesisir dan peran kelompok ternak dalam mendukung perkembangan peternakan sapi potong di wilayah pesisir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sudah mempunyai pengetahuan yang memadai dalam budidaya sapi potong.Kelompok ternak yang terbentuk di wilayah penelitian mempunyai sejarah dan latar belakang yang dinamis sampingan sebagai bentuk adaptasi masyarakat pesisir terhadap sumberdaya yang ada. Peternakan sapi potong di wilayah penelitian sangat potensial untuk dikembangan sebagai sentra peternakan sapi potong, hal ini didukung oleh tersedianya hijauan pakan ternak yang cukup banyak karena ditopang oleh daerah aliran sungai yang subur yaitu sungai Opak dan sungai Progo. Kelembagaan merupakan sarana penguat baik dari peternak maupun pemerintah. Pemerintah seharusnya bertindak sebagai regulator dalam mendukung perkembangan peternakan di wilayah pesisir dalam upaya meningkatkan populasi sapi dan kesejahteraan peternak kecil.
PERAN KBQ BABURRAYYAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL PETANI KOPI GAYO SELAMA PANDEMI COVID-19 Mallia Hartani; M. Fadhil Nurdin; Munandar Sulaeman
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v6i2.315-322

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran KBQ Baburrayyan dalam meningkatkan ketahanan sosial petani kopi. Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi terbesar di provinsi Aceh. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani kopi dan mengandalkan hasil kopi sebagai sumber utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. KBQ Baburrayyan mendirikan komunitas petani kopi Gayo untuk mensejahterakan petani kopi. Namun akibat pandemi covid-19 petani kopi gayo mengalami krisis ekonomi karena harga kopi murah dan minat pasar yang sepi sehingga petani kopi dituntut untuk memiliki ketahahan sosial.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan ketahanan sosial petani kopi gayo selama pandemi, KBQ Baburrayyan melakukan upaya-upaya seperti memberikan pembinaan kepada petani kopi berupa pelatihan dan sosialisasi, membeli kopi dari petani kopi dan memberikan bantuan kepada petani kopi.
Penguatan Kelompok, Koperasi Dan Kewirausahaan Pada Peternak Sapi Pasundan Di Kabupaten Kuningan Munandar Sulaeman; Marina Sulistyati; Linda Herlina; Anita Fitriani; Unang Yunasaf; Hermawan Hermawan
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i1.31790

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai penguatan kelompok, koperasi dan kewirausahaan dalam rangka peningkatan pendapatan khususnya bagi peternak sapi Pasundan di kabupaten Kuningan. Permasalahan yang muncul adalah belum optimalnya pemahaman peternak mengenai peran kelompok, permintaan akan pendirian koperasi dan peluang meningkatkan usaha sapi Pasundan menjadi usaha mencirikan kewirausahaan.Pendekatan formal dan informal digunakan dalam pelatihan agar materi dapat diterima dengan mudah oleh peserta. Pelatihan dan penyuluhan dilakukan melalui tahapan: observasi awal, diskusi mengenai permasalahan dan solusi, pemaparan, serta evaluasi, namun terkait dengan pandemi covid maka materi disampaikan dalam bentuk video yang diunggah pada aplikasi youtube. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Ciciap dan Jaksataruna di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Jumlah Peserta yang diundang dalam kegiatan sebagai tokoh penyebar video materi PKM adalah sebanyak 20 orang. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan peternak mengenai penguatan kelompok, koperasi, dan kewirausahaan. Selain itu, peternak, terutama ketua kelompok memberikan respon positif terhadap rencana pembentukan koperasi di wilayahnya. Strategi para peternak selanjutnya adalah merencanakan pendirian koperasi dari dua kelompok tersebut.Kata kunci: Sapi Pasundan, Kelompok Peternak, Koperasi, Kewirausahaan
TAHAPAN GERAKAN SOSIAL SIDNEY TARROW DALAM KASUS SERIKAT PETANI PIONDO SULAWESI TENGAH Efraim Yudha Irawan; Wahyu Gunawan; Munandar Sulaeman
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v11i1.56361

Abstract

This study discusses the emergence of a social movement based on farmer independence in Piondo, Central Sulawesi. The movement emerged as a response to the conflict between farmers and PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) and PT Berkat Hutan Pusaka (BHP). The data search was carried out qualitatively with the case study method. The stages of the movement that emerged were read from the perspective of Sidney Tarrow where there were five stages carried out by farmers. Analysis with the survival mechanism perspective of James Scott shows that during the struggle for land acquisition, farmers must reduce the quality of their food, make independent efforts to find additional income, so that a network is formed for them to survive and regain their agricultural land.Keywords: Social Movement, Conflict, Farmer, Survival AbstrakPenelitian ini membahas tentang munculnya gerakan sosial yang berbasis pada kemandirian petani di Piondo, Sulawesi Tengah. Gerakan muncul sebagai respon atas konflik antara petani dengan PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) dan PT Berkat Hutan Pusaka (BHP). Pencarian data dilakukan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan gerakan yang muncul dibaca dengan perspektif Sidney Tarrow dimana ada lima tahapan yang dilakukan petani. Analisis dengan perspektif mekanisme bertahan hidup James Scott menunjukkan bahwa selama memperjuangkan pembebasan lahan, petani harus menurunkan kualitas pangannya, melakukan swadaya mencari tambahan pendapatan, hingga terbentuk jaringan bagi mereka untuk bertahan hidup dan mendapatkan kembali lahan pertaniannya.Kata Kunci: Gerakan Sosial, Konflik, Petani, Bertahan Hidup
VALUE RATIONALITY OF PEOPLE LIVING ON THE SLOPE OF MERAPI IN YOGYAKARTA Napsiah Napsiah; Budhi Gunawan; Oekan Soekotjo Abdoellah; Munandar Sulaeman
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 1 (2016): Analisa : Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.755 KB) | DOI: 10.18784/analisa.v1i1.201

Abstract

This study aims to describe rationality of the people who live in the eruptionprone areas of Mount Merapi and who refuse to be relocated. A qualitative research method with interpretative phenomenological analysis is used in this research. Informants are selected by snowball sampling technique. The location of research is in Pangukrejo village which is a village in the southern slopes of Merapi. The results show that people think Merapi as a place of origin where they obtain senses of comfort and safety. Merapi is also a place where they acquire and preserve community value system. Merapi is a symbol of their dignity that must be maintained. In this relation, eruption is interpreted as destiny, eruption is interpreted as destiny of God that can not be circumvented. At that time, their living conditions were on the bottom and could be overcome by means of mutual cooperation to return to normal condition. The value rationality motivate them to resettle in their homes after the great eruption of Merapi.
Pendampingan Intensif dalam Pemberdayaan Masyarakat Peternak di Desa Cilembu: Analisis Kasus Program Indonesia Gemilang LAZ Al-Azhar Yogi Ikballudin; Mumun Munandar Sulaeman; Lilis Nurlina
JURNAL TRITON Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i1.225

Abstract

LAZ Al-Azhar merupakan salah satu lembaga filantropi di Indonesia yang bertugas untuk mendayagunakan dana zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf. Salah satu program pendayagunaan dana zakat adalah Program Indonesia Gemilang, sebuah program pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan ekonomi, keagamaan, kesehatan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendampingan intensif dalam program pemberdayaan masyarakat peternak sebagai salah satu kasus pelaksanaan Program Indonesia Gemilang Bantuan Ternak Domba LAZ Al-Azhar di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan yang dipilih secara purposive terhadap enam belas orang yang terdiri dari pihak Al-Azhar, penerima manfaat ternak dan aparat Desa setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendampingan intensif dilakukan oleh tiga elemen yakni manajemen Al-Azhar, Koordinator Wilayah (Korwil) dan Dasamas (Da’I Sahabat Masyaraakat). Peran yang diberikan adalah pendampingan intensif 24 jam, kunjungan langsung penerima manfaat serta monitoring dan evaluasi. Perkembangan yang terjadi setelah pendampingan adalah pembentukan kelompok ternak, penambahan aset ternak, kandang komunal dan lahan pakan odot. Manfaat yang dirasakan dari program tersebut yakni manfaat ekonomi dan manfaat sosial.
Economic Rationality of Residents Living in the Area Prone to Merapi Volcanic Disaster Napsiah, Napsiah; Gunawan, Budhi; Abdoellah, Oekan Soekotjo; Sulaeman, Munandar
Komunitas Vol 9, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i2.10002

Abstract

The research concerned here was to know the economic rationality of residents who dwelled again in their former village after the eruption of Mount Merapi in 2010 and refused to be relocated by the government. A combined research method, namely, a combination between a qualitative method and a quantitative one, was used to uncover the rationality. The qualitative part of the research was conducted first by deciding informants considered knowledgeable about the matter under research. Then the informants were interviewed in turns decided via snowball sampling. Some secondary data were used to support the qualitative research. As for the quantitative part of the research, it was conducted afterwards by turning members of the households in the village into respondents. The finding of the research is as follows. The residents perceive the disaster not only as a dangerous natural phenomenon but also as an economic blessing because tourists’ visits to the areas suffering from the impact of the disaster enable residents to have activities that have economic value. That economic rationality was what motivated them to return to their village though its condition is categorized by the government as unfit for dwelling.
VALUE RATIONALITY OF PEOPLE LIVING ON THE SLOPE OF MERAPI IN YOGYAKARTA Napsiah, Napsiah; Gunawan, Budhi; Abdoellah, Oekan Soekotjo; Sulaeman, Munandar
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 1 (2016): Analisa: Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v1i1.201

Abstract

This study aims to describe rationality of the people who live in the eruptionprone areas of Mount Merapi and who refuse to be relocated. A qualitative research method with interpretative phenomenological analysis is used in this research. Informants are selected by snowball sampling technique. The location of research is in Pangukrejo village which is a village in the southern slopes of Merapi. The results show that people think Merapi as a place of origin where they obtain senses of comfort and safety. Merapi is also a place where they acquire and preserve community value system. Merapi is a symbol of their dignity that must be maintained. In this relation, eruption is interpreted as destiny, eruption is interpreted as destiny of God that can not be circumvented. At that time, their living conditions were on the bottom and could be overcome by means of mutual cooperation to return to normal condition. The value rationality motivate them to resettle in their homes after the great eruption of Merapi.