Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN “EDUSIBI” TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA SIBI ABK USIA DINI (TUNA RUNGU) Cindy Maurellia; Dian Ramadhani Yahya; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran mempunyai peran yang penting untuk menunjang proses pembelajaran terutama bagi anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa SIBI (Sistem Informasi Bahasa Isyarat) terhadap media pembelajaran “EDUSIBI” dan pengaruh media pembelajaran “EDUSIBI” terhadap kemampuan bahasa SIBI ABK Usia Dini (Tunarungu). Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa TKLB-B SLB Negeri Balikpapan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian siswa kelompok eksperimen sebanyak 4 orang dan siswa kelompok kontrol sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan bahasa SIBI siswa menggunakan media pembelajaran “EDUSIBI” lebih tinggi dibandingkan media pembelajaran “Flash Card”, yaitu kelompok eksperimen dengan rata-rata N-Gain 0,78 sedangkan kelompok kontrol dengan rata-rata N-Gain 0,24. Selain itu, berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis (Uji-T) menggunakan program IBM SPSS Statistic 26 diperoleh nilai Sig. 0,00 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak yang berarti peningkatan kemampuan bahasa SIBI siswa yang memperoleh media pembelajaran “EDUSIBI” lebih baik daripada siswa yang memperoleh media pembelajaran “Flash Card”. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran “EDUSIBI” terhadap kemampuan bahasa SIBI ABK Usia Dini (Tunarungu).
READ ALOUD DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Mujiati; Norlaila; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan bahasa reseptif pada anak kelompok B di RA Al Kahfi Balikpapan yang masih rendah. Belum semua anak memenuhi penilaian BSH pada setiap indikator perkembangan bahasa reseptif seperti mampu mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan, melakukan perintah serta masih rendahnya minat anak yang menyenangi dan menghargai bacaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode read aloud dalam proses pembelajaran guna meningkatkan perkembangan bahasa reseptif dan untuk mengetahui peningkatan perkembangan bahasa reseptif anak melalui metode read aloud. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahap kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 13 siswa, penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan tiga kali pertemuan pada setiap siklusnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan catatan anekdot peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa capaian perkembangan bahasa reseptif anak dengan penilaian BSH meningkat menjadi 69,22% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 82,69% sedangkan penilaian BSB meningkat sebesar 17,30 %. Saran bagi guru dan peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan metode ini dengan penggunaan alat dan bahan ajar yang lebih bervariatif.
UPAYA MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL ANAK USIA DINI MELALUI PERAN ORANG TUA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Dessy Islamiyati; Norlaila Norlaila; Bety vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya angka kekerasan seksual pada anak yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, lembaga pendidikan serta orang tua. Peranan lembaga pendidikan dan orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak sangat diperlukan sebagai upaya mencegah kekerasan seksual. Adapun skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam penerapan personal safety skill sebagai upaya mencegah kekerasan seksual anak usia 3-6 tahun di TKIT Mardhatillah Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Sumber data primer bersumber dari kepala sekolah, guru dan orang tua murid. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan dan orang tua dalam menerapkan pembelajaran personal safety skill ialah telah berperan dan bermanfaat serta berdampak positif bagi anak. Penerapan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas disesuaikan dengan tahap usia anak dengan mengenal anggota tubuh, fungsi dan batasan antara laki-laki dan perempuan serta belajar cara mengenal, bertahan dan melaporkan tindak kekerasan seksual. Pembelajaran personal safety skill yang telah diajarkan oleh orang tua dan lembaga pendidikan menjadikan anak belajar perlindungan diri.
IMPLEMENTASI METODE BERMAIN PERAN “MALIN KUNDANG” DALAM PENINGKATAN KECERDASAN LINGUISTIK ANAK Dwi Riswanti; Sri Wahyuni; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan verbal linguistik anak usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan, hal ini nampak pada saat melakukan kegiatan bermain peran berkelompok skala besar. Anak-anak mengalami kesulitan dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan membayangkan dengan memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam skenario pada bermain peran. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui implementasi metode bermain peran melalui cerita rakyat “Malin Kundang” dalam peningkatan kecerdasan verbal linguistik pada anak usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. 2) untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi metode bermain peran melalui cerita “Malin Kundang” dalam peningkatan kecerdasan verbal linguistik pada anak usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik usia 5-6 tahun kelas B yang bermain sosio drama dengan judul “Kisah Malin Kundang”. Anak murid yang terlibat berjumlah 9 anak terdiri 8 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah metode bermain peran melalui cerita rakyat “Malin Kundang” dapat meningkatkan kecedasan verbal linguistik pada anak.
OPTIMALISASI ASPEK PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Stefani Aprillia Aprillia; Norlaila Norlaila; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kualitas keagamaan dan moral pada anak usia 5-6 tahun di TK Ekadyasa Balikpapan melalui pelaksanaan rutinitas shalat Dhuha. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa pendidik memiliki tugas tidak hanya untuk memberikan pendidikan yang komprehensif, tetapi juga untuk menggarisbawahi prinsip-prinsip keagamaan, seperti mengajari anak-anak dalam praktik shalat Dhuha, menghafal doa-doa harian, terlibat dalam dzikir (tindakan mengingat Allah), membaca salawat (menyerukan berkat kepada Nabi), memperoleh pengetahuan tentang Asmaul Husna (nama-nama indah Allah), dan menghafal ayat-ayat singkat dari Al-Qur'an. Selain itu, adopsi konsep-konsep agama dan moral di sekolah-sekolah tidak dilaksanakan secara maksimal, sehingga memerlukan kebutuhan untuk optimalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini. Pelaksanaan shalat Dhuha secara rutin dapat menanamkan keakraban pada anak terhadap ajaran agamanya, meningkatkan pemahaman tentang ibadah, menumbuhkan karakter positif seperti rasa hormat, kejujuran, dan toleransi beragama, serta meningkatkan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek, melakukan gerakan shalat, dan membaca bacaan shalat. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data melibatkan pemanfaatan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Setelah proses pengumpulan data, pendekatan analisis deskriptif kualitatif digunakan. Pembiasaan merupakan metode yang digunakan untuk menanamkan ide-ide keagamaan dan moral sejak dini. Penggabungan shalat Dhuha ke dalam rutinitas harian anak usia 5-6 tahun memerlukan pendekatan sistematis yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang, dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan agama dan etika mereka.
ANALISIS PENDEKATAN STEAM TERHADAP KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI 3 – 4 TAHUN Yuliani Fajarwati; Baldwine Honest Gunarto; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan STEAM terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini serta untuk mengetahui faktor faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan STEAM terhadap kecerdasan kinestetik anak usia dini 3-4 tahun di KB Cahaya Andhika. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatid Deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa Observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di KB Cahaya Andika bahwa ditemukan 9 dari 15 siswa berumur 3-4 tahun menunjukkan kemampuan mengendalikan tangan secara tepat untuk mengendalikan objek serta mengkoordinasikan seluruh pergerakan tubuh, diantanya 30% siswa yang mampu, sedangkan 70% siswa belum sepenuhnya berkembang atau masih dibantu oleh guru, sehingga siswa belum mampu melakukan sebuah kegiatan secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan untuk perkembangan kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran STEAM sangat efektif ketika diterapkan di lingkungan pendidikan, khususnya pada anak usia dini. Melalui Pendekatan Playbased Learning, menjelaskan bahwa penting mengajak anak untuk bermain dalam proses pembelajaran. Melalui bermain, anak-anak mengembangkan berbagai kecerdasan termasuk kinestetik, karena mereka belajar mengontrol tubuh mereka sambil memahami dunia sekitar melalui interaksi fisik. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pendekataan STEAM untuk kecerdasaan kinestetik anak meliputi keterbatasan sumber daya yang kaya untuk menciptakan berbagai kegiatan bermain, persiapan materi, dan evaluasi pengukuran. Akan tetapi dengan menerapkan pendekatan STEAM lembaga juga akan mendapatkan faktor-faktor pendukung kepada siswa misalnya, anak jadi lebih kreatif, anak mampu mengkoordinasikan pergerakan seluruh tubuh, memiliki sikap yang inovati, dan mampu memcahkan masalah.
OPTIMALISASI PERAN ORANGTUA DALAM MELEJITKAN PRESTASI ANAK MELALUI PENGASUHAN DI RUMAH Lisda Hani Gustina; Bety Vitriana Vitriana; Sri Purwanti; Baldwine Honest Gunarto
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3143

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua di rumah dalam melejitkan prestasi anak. Metode yang digunaan dalam penelitian ini disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yaitu metode kualitatif diskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Taud Saqu Istiqomah Balikpapan. Dengan mengambil subjek 40 orang tua siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tahap observasi, wawancara, dokumentasi, survei angket dan pencatatan. Hasil penelitian ini adalah orang tua yang lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak mereka serta menerapkan diskusi di rumah memiliki anak-anak yang tampil lebih baik secara akademis dan memiliki motivasi serta prestasi belajar yang baik. Keterlibatan orang tua dapat memiliki dampak positif pada pencapaian prestasi siswa di sekolah, selain itu orang tua yang aktif terlibat dalam kehidupan sekolah anak-anak mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih baik dengan guru dan staf sekolah. Ini tentu saja sebagai dukungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan positif bagi anak-anak