Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

OPTIMALISASI ASPEK PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Stefani Aprillia Aprillia; Norlaila Norlaila; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kualitas keagamaan dan moral pada anak usia 5-6 tahun di TK Ekadyasa Balikpapan melalui pelaksanaan rutinitas shalat Dhuha. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa pendidik memiliki tugas tidak hanya untuk memberikan pendidikan yang komprehensif, tetapi juga untuk menggarisbawahi prinsip-prinsip keagamaan, seperti mengajari anak-anak dalam praktik shalat Dhuha, menghafal doa-doa harian, terlibat dalam dzikir (tindakan mengingat Allah), membaca salawat (menyerukan berkat kepada Nabi), memperoleh pengetahuan tentang Asmaul Husna (nama-nama indah Allah), dan menghafal ayat-ayat singkat dari Al-Qur'an. Selain itu, adopsi konsep-konsep agama dan moral di sekolah-sekolah tidak dilaksanakan secara maksimal, sehingga memerlukan kebutuhan untuk optimalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini. Pelaksanaan shalat Dhuha secara rutin dapat menanamkan keakraban pada anak terhadap ajaran agamanya, meningkatkan pemahaman tentang ibadah, menumbuhkan karakter positif seperti rasa hormat, kejujuran, dan toleransi beragama, serta meningkatkan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek, melakukan gerakan shalat, dan membaca bacaan shalat. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data melibatkan pemanfaatan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Setelah proses pengumpulan data, pendekatan analisis deskriptif kualitatif digunakan. Pembiasaan merupakan metode yang digunakan untuk menanamkan ide-ide keagamaan dan moral sejak dini. Penggabungan shalat Dhuha ke dalam rutinitas harian anak usia 5-6 tahun memerlukan pendekatan sistematis yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang, dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan agama dan etika mereka.
ANALISIS PENDEKATAN STEAM TERHADAP KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI 3 – 4 TAHUN Yuliani Fajarwati; Baldwine Honest Gunarto; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan STEAM terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini serta untuk mengetahui faktor faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan STEAM terhadap kecerdasan kinestetik anak usia dini 3-4 tahun di KB Cahaya Andhika. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatid Deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa Observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di KB Cahaya Andika bahwa ditemukan 9 dari 15 siswa berumur 3-4 tahun menunjukkan kemampuan mengendalikan tangan secara tepat untuk mengendalikan objek serta mengkoordinasikan seluruh pergerakan tubuh, diantanya 30% siswa yang mampu, sedangkan 70% siswa belum sepenuhnya berkembang atau masih dibantu oleh guru, sehingga siswa belum mampu melakukan sebuah kegiatan secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan untuk perkembangan kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran STEAM sangat efektif ketika diterapkan di lingkungan pendidikan, khususnya pada anak usia dini. Melalui Pendekatan Playbased Learning, menjelaskan bahwa penting mengajak anak untuk bermain dalam proses pembelajaran. Melalui bermain, anak-anak mengembangkan berbagai kecerdasan termasuk kinestetik, karena mereka belajar mengontrol tubuh mereka sambil memahami dunia sekitar melalui interaksi fisik. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pendekataan STEAM untuk kecerdasaan kinestetik anak meliputi keterbatasan sumber daya yang kaya untuk menciptakan berbagai kegiatan bermain, persiapan materi, dan evaluasi pengukuran. Akan tetapi dengan menerapkan pendekatan STEAM lembaga juga akan mendapatkan faktor-faktor pendukung kepada siswa misalnya, anak jadi lebih kreatif, anak mampu mengkoordinasikan pergerakan seluruh tubuh, memiliki sikap yang inovati, dan mampu memcahkan masalah.
OPTIMALISASI PERAN ORANGTUA DALAM MELEJITKAN PRESTASI ANAK MELALUI PENGASUHAN DI RUMAH Lisda Hani Gustina; Bety Vitriana Vitriana; Sri Purwanti; Baldwine Honest Gunarto
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3143

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua di rumah dalam melejitkan prestasi anak. Metode yang digunaan dalam penelitian ini disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yaitu metode kualitatif diskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Taud Saqu Istiqomah Balikpapan. Dengan mengambil subjek 40 orang tua siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tahap observasi, wawancara, dokumentasi, survei angket dan pencatatan. Hasil penelitian ini adalah orang tua yang lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak mereka serta menerapkan diskusi di rumah memiliki anak-anak yang tampil lebih baik secara akademis dan memiliki motivasi serta prestasi belajar yang baik. Keterlibatan orang tua dapat memiliki dampak positif pada pencapaian prestasi siswa di sekolah, selain itu orang tua yang aktif terlibat dalam kehidupan sekolah anak-anak mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih baik dengan guru dan staf sekolah. Ini tentu saja sebagai dukungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan positif bagi anak-anak
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI ECO PRINT DALAM RANGKA KEBANGKITAN NASIONAL DI SEKOLAH BERSINAR, KAMPUNG TORAJA Merlina Merlina; Baldwine Honest Gunarto; Sri Purwanti; Bety Vitriana; Norlaila Norlaila; Sri Wahyuni; Shouja Harfiyani; Cindy Maurellia; Shaf RIjal Imam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1290-1301

Abstract

Pendidikan karakter di wilayah 3T menghadapi tantangan kompleks akibat keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui teknik ecoprint sebagai media edukasi kontekstual, sekaligus menguatkan semangat Kebangkitan Nasional di Sekolah Bersinar, Kampung Toraja. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan lokakarya (workshop) dengan pendekatan partisipatif-edukatif kolaboratif yang menempatkan siswa dan guru sebagai subjek aktif.Hasil pengabdian menunjukkan efektivitas program yang signifikan; sebanyak 92% siswa berhasil menginternalisasi dimensi gotong royong dan kemandirian, melampaui target awal sebesar 85%. Selain itu, 100% kelompok siswa sukses menguasai teknik pounding dan memproduksi 15 karya kain bermotif flora lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam fashion show baju adat. Secara teoretis, kegiatan ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pendidikan melalui pengembangan model "nasionalisme keseharian" dan pedagogi berbasis tempat (pedagogy of place). Temuan ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik di wilayah pedalaman dapat diatasi melalui inovasi kurikulum yang menyinergikan identitas nasional, visi technopreneurship berbasis budaya, dan kelestarian ekologis. Luaran program ini berupa draf model pembelajaran yang siap diajukan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai referensi replikasi nasional di sekolah-sekolah terpencil lainnya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ETIKA PROFESI MELALUI PESANTREN KILAT RAMADHAN SEBAGAI MODEL PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS PENGALAMAN Yamani Yamani; Bety Vitriana; Sri Purwanti; Merlina Merlina; Sri Wahyuni; Cindy Maurellia; Nadila Awali; Rafli Zalfa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1267-1273

Abstract

Pendidikan etika dan nilai agama memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak dan remaja di tengah dinamika sosial kontemporer. Artikel ini melaporkan sekaligus menganalisis program Pengabdian kepada Masyarakat yang terintegrasi dalam mata kuliah Etika Profesi melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di Masjid Raudhatul Muta’allimin. Program dirancang dengan pendekatan experiential learning dan partisipatoris, melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator utama pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi reflektif, simulasi, seni pertunjukan, praktik ibadah, serta evaluasi berbasis observasi dan refleksi tertulis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kedisiplinan beribadah, sikap sosial, dan pemahaman etika peserta, sekaligus menguatkan kompetensi pedagogis dan kesadaran profesional mahasiswa. Program ini juga memperlihatkan potensi kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan komunitas masjid dalam pendidikan karakter. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model pesantren kilat berbasis pengabdian sebagai pendekatan strategis pendidikan moral di lingkungan komunitas religius.
Pemetaan Kebutuhan Pendidikan Inklusi Berbasis Persepsi Orang Tua Bety Vitriana; Merlina Merlina; Sri Purwanti; Cindy Maurellia; Elma Sapriani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8198

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi orang tua dalam memetakan kebutuhan pendidikan inklusi di PAUD bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terdapat kesenjangan antara kebijakan dan praktik serta minimnya keterlibatan orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif dengan desain eksploratoris berurutan, data dikumpulkan melalui kuesioner (52 orang tua) dan wawancara mendalam (15 partisipan) di Kota Balikpapan. Temuan mengungkap tiga tantangan utama: ketidaksiapan sarana-prasarana (65%), kompetensi guru yang belum optimal (57%), dan keterlibatan orang tua yang minim dalam perencanaan pembelajaran (55%). Namun, keterbukaan komunikasi sekolah (55%) menjadi faktor penyeimbang yang merefleksikan kebutuhan akan pengakuan dan kemitraan. Lima kebutuhan prioritas teridentifikasi: pelatihan guru, sarana aksesibel, kolaborasi (sekolah-orang tua-terapis), kurikulum fleksibel, dan dukungan psikologis bagi orang tua. Simpulan menegaskan bahwa pemetaan kebutuhan inklusi yang autentik harus berbasis suara orang tua sebagai expert by experience untuk mewujudkan kebijakan yang responsif, sekaligus mendorong pergeseran paradigma menuju kemitraan kolaboratif dalam ekosistem PAUD inklusif.