Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Studi Deskriptif Parental Phubbing di Sumatera Barat Faisal Kurnia; Maya Yasmin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.104255

Abstract

Perkembangan teknologi di era digitalisasi memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang tua. Kemajuan ini membawa berbagai dampak, terkhusunya dalam hal kemudahan komunikasi jarak jauh. Namun, di balik dampak positif tersebut, dampak negatif perlu diperhatikan, salah satu dampaknya adalah parental phubbing. Parental phubbing dipandang sebagai penggunaan smartphone pada orang tua yang berakibat pada pengabaian pada anak dan menurunkan kualitas komunikasi dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang parental phubbing di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif dengan 391 responden orang tua di Sumatera Barat. Instrumen yang digunakan pada parental phubbing menggunakan skala yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan menggunakan teori (Pancani et al., 2021). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua yang ada di Sumatera Barat menunjukkan gambaran tingkat parental phubbing berada pada kategori sedang dengan persentase 70.8% dari total responden dalam penelitian sehingga mayoritas responden penelitian menunjukkan parental phubbing.
Kontribusi Empati terhadap Perilaku Phubbing pada Ibu Muhammad Habib Alwi; Maya Yasmin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103406

Abstract

Perkembangan teknologi dialami oleh semua kalangan termasuk ibu-ibu dan memberi dampak negatif, salah satunya perilaku phubbing yang merusak kualitas komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi empati terhadap perilaku phubbing pada ibu. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 387 ibu yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan Instrumen penelitian disusun berdasarkan teori phubbing dari Karadağ (2015) dan empati dari Malakcioglu (2022) serta data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Secara simultan, memperoleh hasil terdapat kontribusi empati terhadap perilaku phubbing pada ibu sebesar 4% (sig. = <0,001, r2 = 0,04). Secara parsial memperoleh hasil terdapat kontribusi dimensi cognitive behavior terhadap perilaku phubbing pada ibu. (sig. = 0,001). Meskipun secara umum kontribusi empati terhadap perilaku phubbing kecil, dimensi cognitive behavior turut berperan penting dalam kontribusinya terhadap perilaku phubbing pada ibu. 
Kepuasan Pernikahan: Penilaian Generasi Milenial dan Z terkait Pernikahan yang Mereka Jalani Rahmah Rezki Elvika; Maya Yasmin; Yolivia Irna Aviani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.109261

Abstract

Menikah dan membangun keluarga adalah salah satu tugas perkembangan individu usia dewasa (khususnya dewasa awal dan seterusnya). Individu dewasa saat ini yang sedang dihadapkan pada keputusan untuk menikah dan membangun keluarga adalah individu generasi Milenial dan Z. Akan tetapi saat ini terdapat fenomena dimana para generasi Milenial dan Z ini memiliki kekhawatiran dan keengganan untuk menghadapi pernikahan dan maraknya perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pernikahan para generasi Milenial dan Z yang memilih menikah di tengah fenomena kekhawatiran dan keengganan sebagian dari generasi mereka untuk menikah. Partisipan yang terlibat pada penelitian ini adalah 175 orang (Milenial = 96; Z = 79) yang kemudian mengisi kuesioner kepuasan pernikahan. Data penelitian diolah dengan SPSS untuk mendapatkan data deskriptif dan perbandingan tingkat kepuasan pernikahan antar gender, antar generasi, dan antar gender di generasi yang berbeda menggunakan uji T-Test. Temuan penelitian ini adalah mayoritas generasi Milenial dan Z merasa puas dengan pernikahan yang mereka jalani. Selanjutnya, tidak terdapat perbedaan kepuasan pernikahan antara generasi Milenial dan Z, antar gender di masing-masing generasi, dan antar gender di generasi Milenial dan Z.