Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Komunitas Wasababes dalam Membangun Citra Merek Wabisabi Cosmetics di Kota Palembang Molly Kurnia; Eraskaita Ginting; Muslimin Ritonga
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.340

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan industri kosmetik di Indonesia yang semakin kompetitif, sehingga menuntut brand lokal untuk membangun citra merek yang kuat melalui strategi inovatif, salah satunya berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunitas Wasababes dalam membangun citra merek Wabisabi Cosmetics serta mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan dalam proses tersebut di Kota Palembang. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri dari pihak internal perusahaan dan anggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Wasababes berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran merek atau brand awareness melalui interaksi sosial, berbagi pengalaman, serta aktivitas promosi berbasis komunitas baik secara langsung maupun melalui media sosial. Selain itu, strategi seperti community engagement, kegiatan edukatif, kolaborasi, serta program afiliasi mampu membangun kedekatan emosional dan kepercayaan konsumen terhadap merek. Kesimpulannya, keberadaan komunitas Wasababes tidak hanya berfungsi sebagai wadah interaksi sosial, tetapi juga sebagai strategi komunikasi pemasaran yang efektif dalam membentuk citra merek Wabisabi Cosmetics yang positif, kuat, dan berkelanjutan di tengah persaingan industri kosmetik lokal.  
Peran Humas Rumah Sakit dalam Membangun Citra Positif melalui Media Sosial Instagram dan Website Rissa Sabrina Putri; Eraskaita Ginting; Putri Citra Hati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Humas Rumah Sakit Santo Antonio Baturaja dalam membangun citra positif melalui media sosial Instagram dan website. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan media digital dalam komunikasi kesehatan serta pentingnya citra positif bagi institusi pelayanan kesehatan di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas Humas serta konten digital rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas memiliki peran strategis dalam membangun citra positif melalui fungsi sebagai fasilitator komunikasi, pengelola krisis, sarana pemasaran, pembina hubungan media, serta teknisi komunikasi digital. Pemanfaatan Instagram dan website dilakukan secara terintegrasi dengan konten informatif, edukatif, dan interaktif yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Selain itu, responsivitas terhadap publik serta transparansi informasi menjadi faktor utama dalam memperkuat reputasi rumah sakit. Kesimpulannya, strategi komunikasi digital yang dikelola secara profesional oleh Humas berkontribusi signifikan dalam membentuk citra positif yang berkelanjutan.
Komunikasi Pariwisata Pengelola Dalam Membangun Branding Destinasi Wisata Danau Biru Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan Kepada Wisatawan Nanda Januarti Effendi; Eraskaita Ginting; Sonia Nurprameswari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pariwisata berperan penting dalam memperkenalkan destinasi wisata dan membangun branding yang mampu menciptakan citra positif. Destinasi Wisata Danau Biru Indralaya memiliki potensi wisata yang unik, namun masih menghadapi rendahnya tingkat pengenalan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh pengelola dalam membangun branding destinasi serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima orang pengelola dan lima orang wisatawan. Penelitian ini menggunakan Teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R) yang dikemukakan oleh Carl I. Hovland, Irving L. Janis, dan Harold H. Kelley. (1953) sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata yang di lakukan oleh pengelola melalui promosi, penyampaian informasi yang jelas, dan pelayanan yang baik menjadi stimulus yang membentuk persepsi wisatawan sehingga menghasilkan respons positif berupa meningkatnya minat berkunjung, terbentuknya citra positif destinasi, serta penyebaran informasi melalui media sosial dan word of mouth. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital sebagian wisatawan, keterbatasan fasilitas pada tahap soft opening, serta persepsi negatif yang berkembang di media sosial.
Pola Komunikasi keluarga Dengan Work Life Pada Karyawan Bank Syariah Indonesia Angel Anandita; Eraskaita Ginting; Sonia Nurprameswari
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v3i1.1462

Abstract

Work life balance is the ability to balance work with personal life to achieve a good quality of life. Imbalances can trigger stress, family conflicts, and mental health disorders. Factors such as time management, stress management, workload, and social demands contribute to this balance. The purpose of this study is to find out how the pattern of family communication with work-life balance in employees of Bank Syariah Indonesia Sudirman Palembang Branch Office. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. This study uses the role theory developed by Ralph Linton in 1936, the informants in this study are 10 informants. The results of the study showed that the informants tried to maintain a balance by prioritizing family at important times. Family communication patterns in managing work-life balance are reflected through proactive communication, the use of technology, and quality time together. Informants maintain emotional connections by involving families in time-related decision-making, informing families if work requires extra time, and spending time together outside of work hours. This strategy is in line with role theory, which emphasizes the importance of effective communication and time management to reduce conflict, maintain balance, and support the psychological and social well-being of employees. The results of this study have important implications for employees, companies, and families in supporting work-life balance. Companies, especially Bank Syariah Indonesia Sudirman Palembang Branch Office, can consider policies that support work flexibility, workload management, and employee welfare programs to reduce stress and increase productivity.
ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF INTERNAL COMMUNICATION AT PT. PUPUK SRIWDJAJA THROUGH AN EMPLOYEE SURVEY BY THE COMMUNICATION AND CORPORATE DIVISION Putri Nisrina; Nanda Suciasa; Muhammad Anugrah Pratama; Abdur Razzaq; Eraskaita Ginting
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.165-171

Abstract

Di perusahaan skala besar seperti PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri), inefektivitas komunikasi internal dapat menyebabkan kesalahpahaman, duplikat pekerjaan, dan penundaan pengambilan keputusan strategis.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa efektif komunikasi internal dari sudut pandang karyawan, dengan penekanan khusus pada proses yang dilakukan Divisi Komunikasi dan Korporat.  Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi; data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.  Hasil menunjukkan bahwa komunikasi internal dinilai cukup efektif dalam kejelasan pesan formal, berdampak positif pada semangat kerja dan rasa kepemilikan karyawan.  Namun, ditemukan hambatan signifikan pada koordinasi lintas bagian dan birokrasi, yang memperlambat respons dan menyebabkan inkonsistensi dalam tindak lanjut terhadap umpan balik karyawan. Disimpulkan bahwa sistem komunikasi formal Pusri sudah baik; namun, untuk meningkatkan efisiensi operasional, komunikasi internal perlu dipercepat, dikoordinasikan, dan dikurangi birokrasi.
Peran Konten TikTok sebagai Media Komunikasi Pemasaran dalam Membangun Brand Awareness PT Asia Jaya Timbangan Palembang Yesi Amelia; Eraskaita Ginting
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2025): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i1.325

Abstract

The development of social media platforms has changed the way companies engage with their audiences. TikTok, a short video platform, has become an important venue for various sectors, such as PT Asia Jaya Timbangan Palembang. This study aims to analyze the role of TikTok content as a marketing communication tool in increasing brand awareness. Using a qualitative descriptive approach, this article illustrates that the use of educational, demonstrative, and interactive content successfully attracts the audience's attention, interest, and memory of the brand. The results of the study show that TikTok not only functions as a place of entertainment but also as an effective marketing tool for building brand awareness in the digital age
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP CITY BRANDING PALEMBANG MELALUI PEMANFAATAN IKON LOKAL (Studi pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah yang berasal dari luar Sumatera Selatan) Adi Dwi Putra; Eraskaita Ginting; M. Arif Setiawan
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang berasal dari luar Sumatera Selatan terhadap city branding Kota Palembang melalui pemanfaatan ikon lokal. Ikon seperti Jembatan Ampera, Sungai Musi, kuliner khas, dan warisan sejarah Palembang dipandang sebagai simbol penting dalam membentuk citra kota di mata mahasiswa pendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data utama. Analisis data mengacu pada teori City Branding Hexagon yang meliputi dimensi presence, place, potential, pulse, people, dan prerequisites. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap Palembang, terutama pada aspek presence dan place yang kuat melalui ikon-ikon lokal yang mudah dikenali. Namun, beberapa dimensi seperti potential dan prerequisites masih dianggap perlu ditingkatkan, khususnya terkait fasilitas dan peluang pengembangan diri bagi mahasiswa pendatang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikon lokal berperan penting dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap city branding Palembang, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek pelayanan dan pengelolaan kota agar citra yang terbentuk lebih menyeluruh.
STRATEGI DIGITAL PUBLIC RELATIONS MELALUI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KAFE TRIPLE A COFFEE M. Aqil Hanif; Eraskaita Ginting; Gita Astrid
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9412

Abstract

Pemanfaatan media sosial telah mengubah praktik komunikasi organisasi, termasuk dalam aktivitas Digital Public Relations untuk membangun kesadaran merek. Instagram menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh pelaku usaha karena mampu mendukung penyampaian informasi secara visual sekaligus menciptakan interaksi yang lebih dekat dengan audiens. Penelitian ini mengkaji penerapan strategi Digital Public Relations melalui Instagram pada Kafe Triple A Coffee dalam upaya meningkatkan brand awareness. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengelolaan akun Instagram dilakukan melalui penyusunan konten yang konsisten, pemanfaatan berbagai fitur interaktif, pembentukan identitas visual merek, serta komunikasi dua arah dengan pelanggan. Strategi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya keterlibatan audiens dan memperkuat pengenalan masyarakat terhadap merek Triple A Coffee. Penelitian juga mengidentifikasi beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, persaingan yang semakin ketat di industri kafe, serta perubahan algoritma media sosial yang memengaruhi distribusi konten. Meskipun demikian, berbagai fitur Instagram dan peluang kolaborasi dengan komunitas maupun micro-influencer masih memberikan ruang yang luas untuk mengoptimalkan strategi komunikasi digital dalam memperkuat brand awareness.
Komunikasi Interpersonal Barista kepada Pelanggan dalam Membangun Personal Branding (Studi pada Barista Memory Coffee Palembang) Ima Novita Sari; Eraskaita Ginting; Muslimin Ritonga
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8166

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal barista di Memory Coffee Palembang memainkan peran penting dalam membangun personal branding yang kuat dan berkesan. Komunikasi verbal yang ramah, jelas, dan informatif, serta komunikasi nonverbal seperti senyuman, kontak mata, dan gestur sopan, secara konsisten membentuk persepsi pelanggan mengenai profesionalitas, keramahan, dan kredibilitas barista. Melalui interaksi berulang, pelanggan menginterpretasikan simbol-simbol komunikasi tersebut sebagai bagian dari identitas barista, sehingga menghasilkan citra diri yang positif di mata pengunjung. Kemampuan barista dalam menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter dan kebutuhan pelanggan memperkuat hubungan interpersonal yang terbangun. Kehadiran barista tidak hanya sebagai penyaji kopi, tetapi juga sebagai figur yang mampu menciptakan suasana nyaman, hangat, dan bersahabat, menjadikan pengalaman pelanggan lebih personal dan bermakna. Konsistensi perilaku ini kemudian tidak hanya membentuk personal branding individu, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap citra Memory Coffee sebagai kedai yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kualitas layanan. Kemampuan komunikasi interpersonal barista dapat dipandang sebagai modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang berkualitas, mempertahankan loyalitas pengunjung, serta memperkuat reputasi Memory Coffee Palembang di tengah persaingan industri coffee shop.