Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Measuring the Urgency of Distributive Justice Perspective of Sharia Economic Law Rani Mariana; Hasan Bisri; Ija Suntana
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i4.753

Abstract

Inequality is a universal problem faced by all modern economic systems. Economic injustice and inequality of income and wealth are the beginning of the problem of poverty. The emergence of the concept of distributive justice in Islamic economics is motivated by the fact that existing economic theories are unable to overcome the problem of poverty and inequality of income and wealth. Therefore, the study of distribution has always been an interesting study in the field of Islamic economics. This paper explains the concept of distribution in the perspective of Islamic economics, analyzes issues of injustice in the Indonesian distribution system, criticizes the distribution of capitalist economics and ends with a study of Islamic economic distribution in realizing distributive justice and distribution mechanisms in Islam as a solution for justice and community welfare.
Theoretical and Philosophical Fundamentals of the Sharia Economic System in the Context of the Modern Economic System Chandra; Hasan Bisri; Ija Suntana
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i4.796

Abstract

Economics based on sharia has concepts and teachings that can provide welfare evenly to mankind. Therefore, the philosophy of Islamic economics is the main key in human economic development. The purpose of this paper is to discuss the existence of sharia economic philosophy in the modern era. The golden opportunity for the growth of Islamic Economics developed in Indonesia needs to be supported by knowing the western response to economic conditions in Indonesia, where the 4.0 revolution era is a challenge for Indonesia in the economic welfare of its people. Therefore, in order to find the response and contribution of Sharia economic philosophy to the western system that tends to be modern. This type of research is normative juridical and descriptive legal study. The results of the study found that Sharia economic philosophy has very strong energy to ensure that the modern economy is established and strong. Without a philosophical basis packed by Islamic values, the economic system looks weak. So that the Sharia economy in Indonesia is embracing the Indonesian sharia economy with the aim of re-controlling the indo pacific, by implementing a free market and capitalist system. However, Indonesia remains in principle, namely developing the potential of the Islamic economy because this is a golden opportunity towards an established and progressive Indonesia.
Understanding the Dual Impact of Job Conflict and Work Stress on Organizational Performance Outcomes Frilla Gunariah; Hasan Bisri; Deni Kamaludin Yusup; Muhammad Zaky; Nurul Fadhlya Hidayatunnisa
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol. 15 No. 3 (2025): MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jurnal_mix.2025.v15i3.017

Abstract

Objectives: Organizational changes in both internal and external environments can significantly affect employee productivity, particularly when human resources are unable to adapt effectively. This often results in workplace conflict and elevated job stress levels. This study aims to examine the impact of work conflict and job stress on employee performance at PT. Scudetto Prima Transportasi.Methodology: The research employs a descriptive-verificative method with a quantitative approach, utilizing non-probability sampling techniques on the entire employee population (75 individuals). Data were analyzed using SPSS Statistics 20.Findings: Furthermore, partial tests reveal that both independent variables independently exert a negative and significant influence on performance. These findings underscore the critical importance of effective conflict and stress management strategies in enhancing organizational productivity and employee effectiveness.Conclusion: The results indicate that work conflict and job stress have a simultaneous negative and significant effect on employee performance, accounting for 17.9% of the variance.
STAGNASI DAN KEMUNDURAN USHUL FIQIH: FAKTOR PENYEBAB, PERAN TOKOH DAN UPAYA PENGEMBANGAN Ian Rakhmawan Suherli; Hasan Bisri; Nurul Rahmah Kusuma
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 2 No. 1 (2024): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v2i1.732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas perkembangan ushul fiqih setelah masa berakhirnya Imam Madzhab yang dikenal dengan periode taqlīd (stagnasi dan kemunduran), memaparkan situasi tentang Hukum Islam pada masa stagnasi yang dimulai pada pertengahan abad ke 4 sampai dengan 12 Hijriah, menganalisa berbagai variabel penyebab adanya penaqlidan dan peran para fuqaha pada masa tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama: Terjadinya kemunduran dan stagnasi ushul fiqih disebabkan oleh ketidakstabilitasan politik kekuasaan, adanya perspektif hukum dari madzhab yang sudah ada dinyatakan sudah sempurna, sikap yang fanatik kepada para madzhab yang diyakininya, adanya penekanan untuk pengambilan keputusan pada madzhab tertentu di lembaga pengadilan, munculnya penulisan ushul fiqih dari masing-masing madzhab dan kemunduran akhlaq secara masif sehingga ijtihad-ijtihad tertutup. Kedua: Terdapat beberapa fuqaha yang mengkritik ketaqlidan, di antaranya Muhammad al Ghazali, Najmuddin Al Tufi  dan  Fakhruddin Al Razi yang memiliki kesamaan pemikiran dalam penggunaan akal rasio dan keterbukaan akan perubahan dalam pemanfaatan Hukum Islam sebagai upaya menyelesaikan persoalan yang berkembang sesuai per­kembangan zaman.
ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN PRINSIP TRANSAKSI SYARIAH TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM BERTRANSAKSI Suparman Kholil; Hasan Bisri
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman prinsip-prinsip transaksi syariah terhadap keputusan konsumen dalam bertransaksi. Prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, kehalalan produk, serta keadilan dalam muamalah menjadi pedoman penting bagi konsumen Muslim dalam menentukan pilihan ekonominya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari responden Muslim yang aktif melakukan transaksi keuangan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pemahaman terhadap prinsip-prinsip transaksi syariah berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,63. Artinya, 63% variasi keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh pemahaman mereka terhadap prinsip-prinsip syariah. Temuan ini memperkuat bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman konsumen terhadap prinsip-prinsip syariah, semakin selektif dan konsisten mereka dalam memilih produk dan layanan yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi ekonomi syariah yang berkelanjutan oleh lembaga pendidikan, lembaga keuangan syariah, dan organisasi keagamaan untuk meningkatkan kesadaran konsumen. Selain itu, pelaku industri keuangan syariah perlu terus berinovasi dalam pengembangan produk dan layanan yang tidak hanya sesuai dengan ketentuan syariah, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen modern, guna memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Penguatan Nilai Maṣlaḥah dalam Pengembangan Strategi Pemasaran Berkelanjutan Abdul Fattah; Hasan Bisri
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2039

Abstract

Transformasi pasar global yang semakin kompetitif dan berbasis digital mendorong perusahaan untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, konsep maṣlaḥah sebagai prinsip utama dalam ekonomi Islam menawarkan nilai yang menekankan pada kemanfaatan, keadilan, dan keseimbangan dalam aktivitas bisnis, termasuk strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai maṣlaḥah dalam pengembangan strategi pemasaran berkelanjutan dan mengidentifikasi implikasi strategisnya bagi praktik bisnis modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-konseptual berbasis studi literatur terhadap teori pemasaran modern, konsep maṣlaḥah dalam ushul fikih dan ekonomi Islam, serta praktik pemasaran berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai maṣlaḥah dapat diwujudkan melalui strategi pemasaran yang transparan, berorientasi pada kebutuhan riil konsumen, bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, serta menghindari praktik manipulatif dan eksploitatif. Penguatan nilai ini mendorong terciptanya kepercayaan, loyalitas pelanggan, dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka konseptual yang menempatkan maṣlaḥah sebagai dasar substantif dalam perumusan strategi pemasaran berkelanjutan, sehingga tidak hanya dipahami sebagai prinsip normatif, tetapi sebagai landasan operasional dalam menentukan arah, kebijakan, dan praktik pemasaran.