Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA Casnuri Casnuri; Heny Noor Wijayanti; Dewi Roliyah
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v2i2.104

Abstract

Latar Belakang: Menteri pemberdayaan perempuan mengatakan sekitar 6,7 balita atau 27,3% dari seluruh balita di Indonesia menderita kurang gizi dan gizi buruk. Hal ini disebabkan karena pemberian ASI dan MP-ASI yang salah. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya pemberian MP-ASI secara dini yaitu sebanyak 75%. Salah satu peran pemerintah untuk menjamin kesehatan warganya dengan mengeluarkan kebijakan yang mengatur mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada Permenkes No. 450/Menkes/SK/IV/2004/dan PP No. 273/ 1997.Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan perilaku pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik  dengan pendekatan cross-sectional. populasi dan sampel adalah ibu  yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan persentase uji Spearman Rank (Rho).Hasil: Karakteristik ibu balita di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta tahun 2015 sebagian besar berumur 20-35 tahun (78,4%), berpendidikan menengah (47,1%), ibu rumah tangga (66,7%), dan jumlah anak mayoritas antara 1-2 tahun (52,9%). Pengetahuan ibu tentang MP ASI yang mempunyai balita usia 6-24 bulan sebagian besar tinggi yaitu sebesar 54,9% atau 28 ibu dan perilaku pemberian MP-ASI pada balita juga sebagian besar ibu yang berkunjung di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta sebagian besar berperilaku baik sebesar 49,0% atau 25 orang dalam memberikan MP-ASI. Hasil uji spearman rank diketahui nilai X2-hitung sebesar 0,480 dan p-value = 0,000.Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan perilaku pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas MergangsanYogyakarta tahun 2015. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, MP-ASI, Perilaku, Puskesmas
GAMBARAN KARAKTERISTIK KEJADIAN HIV / AIDS DAN TB PARU DI KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN JEPARA BAGIAN SELATAN Masruroh Masruroh; B. Verawati; Heny Noor Wijayanti
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 5, No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v5i2.248

Abstract

Latar belakang : Jepara bagian Selatan yang merupakan sentral industry kareana beberapa kecamatan yang terdapat beberapa perusahaan juga mengalami kenaikan angka kejadian HIV AIDS. Data dari dinas kesehatan Jepara tahun 2014 di Kecamatan Pecangaan hanya ditemukan 8 kasus HIV, pada tahun 2016 mencapai 14 kasus, dan total sampai tahun 2018 mencapai angka 48 kasus, sedangkan diKecamtan Mayong tahun 2014 sampai tahun 2018 mencapai 29 kasus dan Kecamtan kalinyamatan tahun 2014 sampai tahun 2018 mencapai 21 kasus. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa dengan berdirinya beberapa perusahaan besar memiliki dampak sosial terhadap masyarakat sekitar. Tujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik kejadian HIV / AIDS dan TBC di Kawasan Industri Kabupaten Jepara Bagian SelatanMetode : Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Waktu penelitian bulan Agustus – November 2019. Lokasi penelitian Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan dan Mayong kabupaten Jepara jawa Tengah. Jumlah Responden 30 ODHA dan TBC.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa berdasarkan jenis kelamin lebih banyak pada perempuan yaitu 20 orang (66.7%), umur gambaran kejadian HIV/AIDS pada penderita TB Paru rata-rata pada umur 20-35 tahun ada sebanyak 16 orang (53.3%), Berdasarkan tingkat pendidikan lebih banyak pada pendidikan tingkat dasar yaitu 22 orang (73.3%), berdasarkan kejadian HIV AIDS dan TBC didapatkan HIV AIDS ada  22 orang (73.3%) dan yang HIV AIDS dan TBC ada 8 orang (26.7%), serta berdasarkan lama kejadian HIV AIDS paling banyak direntang <5 tahun ada 18 orang (60%).Kesimpulan : bahwa kejadian HIV/AIDS pada penderita TB Paru lebih banyak pada perempuan dan sudah lama terinfeksi <5 tahun dengan tingkat pendidikan dasar. Selain itu kebanyakan terjadi pada usia reproduktif yaitu umur 20-35 tahun. Kata Kunci : Perusahaan, HIV AIDS, TB Paru
EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASCA SECTI CAESAREA DI RSUD PRAMBANAN Riswantini, Made Dwi; Mindasih, Eko; Wijayanti, Heny Noor
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.465

Abstract

Latar Belakang: Ibu pasca sectio caesarea disarankan untuk melakukan mobilisasi dini. WHO memperkirakan bahwa angka persalinan dengan tindakan sectio caesarea 10% sampai 15% di negara-negara berkembang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan kepada 5 responden ibu pasca sectio caesarea di RSUD Prambanan, 2 ibu pasca sectio caesarea melakukan mobilisasi secara bertahap dan mengalami penyembuhan luka cepat, 3 ibu pasca sectio caesarea masih takut untuk melakukan mobilisasi, dan dari ketiga ibu Pasca sectio caesarea tersebut 2 diantaranya mengalami penyembuhan luka lambat karena masih terdapat pengeluaran darah dan 1 diantaranya mengalami penyembuhan luka cepat. Tujuan: Mengetahui efektivitas mobilisasi dini terhadap penyembuhan luka pasca sectio caesarea di RSUD Prambanan. Metode: Jenis penelitian deskriptif observasional, pendekatan cross sectional. Tehnik sampel dengan accidental sampling pada 32 responden. Data mobilisasi menggunakan kuesioner, untuk mengetahui penyembuhan luka pasca sectio caesarea dengan menggunakan lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji analisis menggunakan Chi-square. Hasil: Hasil uji analisis dengan chi-square diperoleh p-value <0,005 yaitu 0,001 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak, artinya mobilisasi efektiv terhadap penyembuhan luka pasca section caesarea. Kesimpulan: Mobilisasi efektiv terhadap penyembuhan luka pasca sectio caesare, ibu yang melakukan sectio caesare dianjurkan mobilisasi. Kata Kunci : Mobilisasi dini, Penyembuhan, Luka pasca sectio caesarea
The Relationship Between Mother's Trust In Baby Massage Performed by A Shaman With The Giving of Complementary Therapy Wijayanti, Heny Noor; Novika, Almira Gitta; Lestari, Adinda Cahaya
Journal of Midwifery Vol 9, No 1 (2024): Published on June 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.1.107-114.2024

Abstract

Research Background : The habit of baby massage in Indonesian society is something that has been known for a long time, but unfortunately, in this case the shaman is an important role. A shaman is considered a person with charismatic powers who has a special authority that is self-acquired and is a gift from God. Giving baby massage to a shaman has become a tradition that has been passed down from generation to generation. Baby massage is one of the oldest traditional cultures in Indonesia and even in the world. Research Objective: To determine the relationship between mother's trust in baby massage carried out by a shaman with the giving of complementary therapy. Research Methods: The type of research used is analytical research with a cross-sectional design. The research location was carried out in the working areas of 4 Kendal Regency Public Health Centers and 3 Sleman Regency Public Health Centers. The research was carried out in July-September 2023. The population used in the research was all mothers with babies. The sample for this research was mothers who had babies aged 0-24 months who were selected for research based on the results of sampling with a total sample of 118 people taken by purposive sampling. The data analysis used is univariate and bivariate analysis. The results of the study: The results of statistical test there is a relationship between the mother's trust in baby massage by a shaman with the giving of complementary therapy (p = 0.009). Conclusion: From the results of this research, it is hoped that the work area will receive results Public Health Centers to open baby massage classes for mothers so that mothers are motivated to do baby massage alone.
Sosialisasi Edukasi Jenis Pelayanan Terapi Komplementer dalam Mengatasi Nyeri Persalinan Kala I Nugrahaningtyas, Jacoba; Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18277

Abstract

ABSTRAK Persalinan merupakan suatu proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu pada usia yang cukup bulan tanpa disertai penyulit. Dalam melewati persalinan ibu akan merasakan nyeri persalinan. Nyeri persalinan ini dapat menimbulkan kecemasan pada ibu, menyebabkan timbulnya hiperventilasi sehingga membuat kebutuhan oksigen ibu meningkat, kenaikan tekanan darah dan berkurangnya motilitas usus serta vesika urinaria. Keadaan ibu akan mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, rasa takut, khawatir dan menimbulkan stress, sehingga diperlukan upaya untuk dapat mengatasi nyeri persalinan yaitu dengan meningkatkan pemahaman ibu tentang cara mengatasi nyeri persalinan kala I dengan pelayanan terapi komplementer. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan pemahaman ibu tentang mengatasi rasa nyeri persalinan kala I dengan pelayanan terapi komplementer. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan, demonstrasi dan observasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024, dengan melibatkan dosen, mahasiswa  dan asisten bidan. Sasaran 13 orang ibu hamil trimester III di PMB Watik Subagyo. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai pre test dari 13 responden sebesar 75 dengan kategori pengetahuan cukup, sedangkan rata-rata nilai post test sebesar 89 dengan kategori pengetahuan baik. Kegiatan pemberian edukasi ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik dan menggunakan media yang lebih inovatif lagi dalam pemberian terapi komplementer sehingga dapat diaplikasikan secara mandiri oleh ibu hamil di rumah. Kata Kunci: Edukasi, Terapi Komplementer, Nyeri Persalinan  ABSTRACK Childbirth is the process of expelling the baby, placenta and amniotic membranes from the mother's womb at term without any complications. During the birth process, the mother will feel labor pain. This labor pain can cause anxiety in the mother, causing hyperventilation, thereby increasing the mother's need for oxygen, increasing blood pressure and reducing intestinal and bladder motility. The mother's condition will affect the mother's condition in the form of feelings of fatigue, fear, worry and stress, so efforts are needed to overcome labor pain, namely by increasing the mother's understanding of how to deal with first stage labor pain with complementary therapy services. The aim of this activity is to increase mothers' knowledge and understanding about managing first stage labor pain with complementary therapy services. The method used is by providing counseling, demonstration and observation. This service activity will be carried out in July 2024 involving lecturers, students and midwife assistants. The target is 13 third trimester pregnant women at PMB Watik Subagyo. The results obtained were that the average pre-test score of the 13 respondents was 75 in the sufficient knowledge category, while the average post-test score was 89 in the good knowledge category. It is hoped that this educational activity can be carried out routinely and continuously until there is a change in behavior for the better and using more innovative media in providing complementary therapy so that it can be applied independently by pregnant women at home. Keywords: Education, Complementary Therapy, Labor Pain
Pelvic rocking exercise pada ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan Nugrahaningtyas, Jacoba; Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.787

Abstract

Background: Labor begins when uterine contractions occur or often called HIS and women release mucus mixed with blood, this happens because the cervix begins to open. Problems in the first stage in Indonesia are still widely found, including prolonged labor of 42.96% which is one of several causes of maternal and newborn death. The consequences that will arise for mothers with a long first stage include premature rupture of membranes, uterine rupture, pelvic floor injuries, and dehydration. Midwives can overcome labor pain in order to shorten the time of labor by providing complementary therapy to mothers in labor. Complementary therapy is a therapy that complements and enhances conventional therapy. Purpose: To determine the effect of pelvic rocking exercises on mothers in labor on the length of the first stage of labor. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design. The population in this study were all maternity visits, both primipara and multipara, at the independent practice of midwife Wati Subagyo which were carried out in July - August 2024. The population in this study were primigravidarum mothers with a sample size of 20 participants divided into 2 groups, namely intervention and control. Data analysis of characteristics using the chi square test and statistical tests using the Independent T test. Results: The test of the length of the first stage of labor with treatment showed a p value of more than 0.05, so Ho was accepted, in other words, all treatments were not accepted and all treatments were the same. Conclusion: There is no significant effect of the mother's pelvic rocking movements on the length of the first stage of labor.   Keywords: Mother Giving Birth; Opening I Period; Pelvic Rocking.   Pendahuluan: Persalinan dimulai bila timbul kontraksi uterus atau sering disebut HIS dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah, hal ini terjadi karena servik mulai membuka. Permasalahan pada kala I di Indonesia, masih banyak ditemukan diantaranya adalah partus lama sebesar 42.96% yang merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir. Akibat yang akan timbul bagi ibu dengan kala I lama yaitu diantaranya ketuban pecah dini, ruptur uteri, cedera dasar panggul, dan dehidrasi. Bidan dapat mengatasi rasa nyeri persalinan guna mempersingkat waktu persalinan dengan memberikan terapi komplementer pada ibu bersalin. Terapi komplementer merupakan terapi yang bersifat melengkapi dan menyempurnakan terapi konvensional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelvic rocking exercise pada ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kunjungan persalinan, baik primipara maupun multipara di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) Wati Subagyo, dilaksanakan pada dari bulan Juli - Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu primigravidarum dengan jumlah sampel sebanyak 20 partisipan, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Analisis data untuk karakteristik menggunakan uji chi square dan pada uji statistik menggunakan T Independent test. Hasil: Uji lama persalinan kala 1 dengan perlakuan, menunjukkan bahwa p-value lebih dari 0.05, maka Ho diterima, dengan kata lain semua perlakuan tidak diterima dan semua perlakuan adalah sama. Simpulan: Tidak ada pengaruh yang signifikan gerakan pelvic rocking ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan.   Kata Kunci: Ibu Bersalin; Lama Kala I; Pelvic Rocking.
Pengaruh Senam Dismenorhea Terhadap Dismenore Pada Remaja Yuliani, Istri; Verawati, Bernadeta; Wijayanti, Heny Noor; Sugathot, Aan Ika; Suhartati, Suhartati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.521

Abstract

Dysmenorrhea or pain during menstruation is often experienced by women. Many adolescents experience dysmenorrhea in the first three years after menarche. Young adult women aged 17-24 years are the most likely to report painful menstruation. This study aims to determine the effect of disminorhea exercises on dysmenorrhea in adolescents in Selomartani Village, Kalasan, Sleman. This research was conducted with a quasi-experimental. Data measurements were taken before and after treatment. The sampling technique uses purposive sampling. The total sample was 7 respondents without a control group. Pain scale measurements were carried out before and after the dysmenorrhoea exercise procedure using the Numerical Rating Scale (NRS). Retrieval of data with a questionnaire, then analyzed with one group pre and post test. The results of the study obtained statistical test results with a p value of 0.018 where the p value <0.05. The results of this study is that there is an effect of dysmenorrhea gymnastics on dysmenorrhea in adolescents, so it is hoped that young women can do these exercises. By doing this exercise regularly, teenagers who experience dysmenorrhea will reduce the intensity of the pain and the incidence of dysmenorrhea will decrease.
Pendidikan kesehatan tentang terapi komplementer pada anak balita dalam meningkatkan kesehatan Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih; Putri, Lusiana
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2107

Abstract

Permasalahan pada anak balita saat ini tidak hanya pada masalah gizi saja tetapi juga pertumbuhan dan perkembangan juga perlu diperhatikan. Hal ini masih menjadi focus perhatian pemerintah Indonesia. Banyak upaya yang bisa dilakukan baik secara konvensional maupun tradisional, salah satunya yaitu dengan pemberian terapi komplementer untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap dasar dalam upaya mengatasi permasalahan yang dialami pada anak balita, dengan harapan dapat diimplementasikan ibu balita dirumah. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di Padukuhan Karangwuni Caturtunggal pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan menggunakan kombinasi beberapa metode yaitu metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan ini dihadiri 16 peserta ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan, kader posyandu dan ibu dukuh. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata dari pre test 30 menjadi 90,67 saat post test. Peserta sangat antusias dan puas untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ibu balita dalam terapi komplementer dan praktik pijat bayi, sehingga dihrapakan dapat memberikan kontribusi terhadapat status kesehatan anak balita
Capacity Building Keluarga Rawan Stunting (Catyng Gawanting) melalui Asuhan Komplementer Wijayanti, Heny Noor; Setyaningsih, Dewi; Masruroh, Masruroh; Novika, Almira Gitta; Widayati, Titik; Susanti, Santi; Angelika, Marseli Dwi; Sanusi, Anisa; Apriyani, Dila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13765

Abstract

ABSTRAK Balita memiliki daya tahan tubuh yang masih sangat rentan sehingga mudah mengalami gangguan pada kesehatan. Selain itu, saat ini angka stunting di Indonesia juga masih dibawah target nasional. Dalam hal ini perlu adanya penanganan khusus selain pengobatan dengan terapi konvensional/medis juga perlu adanya pengobatan pendamping seperti diberikan asuhan terapi komplementer. Peran seorang keluarga terutama ibu dalam mengasuh balita sangatlah penting karena kebutuhan dasar seorang anak balita masih bergantung kepada ibunya. Terapi pijat juga merupakan salah satu perawatan komplementer dan alternative yang paling umum digunakan untuk menjaga, memelihara kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta daya tahan tubuh pada anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting melalui asuhan terapi komplementer. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan, demonstrasi dan observasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2023, dengan mendatangkan kader posyandu dan keluarga rawan stunting (ibu balita) beserta anaknya sejumlah 20 orang dari wilayah Kabupaten Sleman dan Tasikmalaya ke balai pertemuan yang menjadi sasaran dalam kegiatan. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai post test dari 20 responden sebesar 69 dengan kategori pengetahuan cukup. Selain itu, dikatakan bahwa 95% ibu balita mampu melakukan terapi komplementer pijat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Kegiatan pemberian edukasi ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin mengenai permasalahan kesehatan anak balita yang diperlukan oleh masyarakat. Kata Kunci: Peningkatan Kapasitas, Keluarga Rawan Stunting, Komplementer  ABSTRACK Toddlers have very vulnerable immune systems so they easily experience health problems. Besides that, currently the stunting rate in Indonesia is still below the national target. In this case, special treatment is needed, apart from treatment with conventional/medical therapy, there is also a need for accompanying treatment such as providing complementary therapy care. The role of a family, especially mothers, in caring for toddlers is very important because the basic needs of a toddler still depend on their mother. Massage therapy is also one of the most commonly used complementary and alternative treatments to maintain the health, growth and development of children under five as well as children's immune system. The aim of this activity is to increase the knowledge, understanding and skills of mothers and toddlers in efforts to prevent stunting through complementary therapy care. The method used is by providing counseling, demonstration and observation. This service activity was carried out in August-November 2023, by bringing posyandu cadres and families prone to stunting (mothers of toddlers) and their children totaling 20 people from the Sleman and Tasikmalaya regencies to the meeting hall which was the target of the activity. The results obtained were the average post test score from 20 respondents was 69 with enough knowledge category. In addition, it was said that 95% of mothers of toddlers were able to do this. Complementary massage therapy to improve growth and development in toddlers. It is hoped that this educational activity can be carried out regularly regarding the health problems of children under five that are needed by the community. Keywords: Capacity Building, Family Prone to Stunting, Complementary
The Relationship Between Mother's Trust In Baby Massage Performed by A Shaman With The Giving of Complementary Therapy Wijayanti, Heny Noor; Novika, Almira Gitta; Lestari, Adinda Cahaya
Journal of Midwifery Vol. 9 No. 1 (2024): Published on June 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.1.107-114.2024

Abstract

Research Background : The habit of baby massage in Indonesian society is something that has been known for a long time, but unfortunately, in this case the shaman is an important role. A shaman is considered a person with charismatic powers who has a special authority that is self-acquired and is a gift from God. Giving baby massage to a shaman has become a tradition that has been passed down from generation to generation. Baby massage is one of the oldest traditional cultures in Indonesia and even in the world. Research Objective: To determine the relationship between mother's trust in baby massage carried out by a shaman with the giving of complementary therapy. Research Methods: The type of research used is analytical research with a cross-sectional design. The research location was carried out in the working areas of 4 Kendal Regency Public Health Centers and 3 Sleman Regency Public Health Centers. The research was carried out in July-September 2023. The population used in the research was all mothers with babies. The sample for this research was mothers who had babies aged 0-24 months who were selected for research based on the results of sampling with a total sample of 118 people taken by purposive sampling. The data analysis used is univariate and bivariate analysis. The results of the study: The results of statistical test there is a relationship between the mother's trust in baby massage by a shaman with the giving of complementary therapy (p = 0.009). Conclusion: From the results of this research, it is hoped that the work area will receive results Public Health Centers to open baby massage classes for mothers so that mothers are motivated to do baby massage alone.