Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Evaluasi tenaga humas pemerintah oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Centurion Chandratama Priyatna; Fajar Syuderajat; Aang Koswara
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.937 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i1.23745

Abstract

Program Tenaga Humas Pemerintah (THP) yang dibuat oleh Kemkominfo adalah implementasi Inpres No 9 Tahun 2015. THP utamanya membantu lembaga pemerintah untuk menyampaikan informasi pada publik dengan menyerap aspirasi publik berdasarkan program Kementrian atau Lembaga. Pada akhirnya diharapkan kinerja Humas Pemerintah akan meningkat dan adanya perbaikan kinerja secara keseluruhan pada sebuah lembaga Pemerintahan. Namun pada pelaksanaan program THP masih terdapat berbagai kendala diantaranya kehadiran THP masih belum sepenuhnya dilibatkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan program hingga birokrasi beberapa di lembaga Pemerintah belum bisa mengakomodasi tugas THP. Berdasarkan latar belakang tersebut, Maksud penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi Tenaga Humas Pemerintah dengan menggunakan standar indikator kinerja utama yang sudah disusun sebelumnya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Disamping itu, evaluasi Tenaga Humas Pemerintah juga dilihat dari perspektif pejabat humas Kementerian atau Lembaga mengenai (program) Tenaga Humas Pemerintah yang tersebar ke seluruh Kementerian/Lembaga. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik penentuan key informan adalah teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada 12 narasumber. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah kinerja THP sudah optimal salah satunya ditunjukan dengan melakukan diseminasi informasi menggunakan media online, media sosial dan berbagai group komunikasi lainnya. Harapan dari berbagai lembaga Pemerintah dengan adanya program THP adalah THP dapat mentransfer ilmu praktis mengenai aktivitas Humas yang efektif pada lembaga Pemerintah.
REPRESENTASI NILAI KESEMPURNAAN, KESATUAN DAN KEBERANIAN PADA LOGO BARU PT. DARTA MEDIA INDONESIA (KASKUS.CO.ID) (Studi Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Mengenai Logo Baru Pt. Darta Media Indonesia (Kaskus.Co.Id) Sebagai Corporate Identity Perusah Wildan Maulana Firdaus; Kokom Komariah; Centurion Chandratama Priyatna
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v11i1.956

Abstract

This research employed qualitative method with semiotics analysis approach from Charles Sanders Peirce and data is collected by means of media text analysis, documentation and literature studies..Result shows that the symbol in the logo of KASKUS.CO.ID brand is divided into picture, letter marks, color and composition, in which each category presented its own meaning. New KASKUS.CO.ID logo as a corporate identity is the representation of company’s value, namely Unity, perfection and courage. Those values implied in KASKUS’ new logo has a philosophy in representing: Perfection where KASKUS want to enhance the site; Unity where KASKUS was built by a community; and Courage where KASKUS is a forum for the community to express their ideas.It is recommended that in underlining company's vision, the logo should have an additional typographic form of corporate tagline "The Largest Indonesian Forum” attached.Keywords : Semiotics, Charles Sanders Peirce, Logo, KASKUS
PEMETAAN PRILAKU PENGGUNAAN MEDIA INFORMASI DALAM MENGAKSES INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI DI KALANGAN PELAJAR DI JAWA BARAT Susanne Dida; Syauqy Lukman; Sukarno Sono; Feliza Herison; Centurion Chandratama Priyatna; Arif Rifqi Zaidan; Titut Yuli Prihyugiarto
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.912 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v4i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui dan kemudian menjabarkan perilaku penggunaan media informasi di kalangan remaja dalam mencari informasi tentang kesehatan reproduksi; serta (b) perilaku penggunaan internetnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi remaja tahun pertama hingga keempat dengan rentang umur 18 hingga 24 tahun yang berada di Jawa Barat. Penggumpulan data akan dilakukan melalui angket, wawancara dan observasi. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan atau mendeskripsikan obyek dan fenomena yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan, khususnya seputar informasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja dengan tujuan untuk memetakan pola, prilaku penggunaan media informasi di kalangan remaja di Jawa Barat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa platform media informasi yang banyak diakses di kalangan remaja adalah melalui media sosial, paling tinggi instagram dan twitter sedangkan paling rendah koran kemudian diikuti radio. Metode penyampaian pesan dengan infografis dan meme dirasa paling efektif disampaikan melalui media sosial, ini menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan dalam mengemas pesan-pesan kesehatan reproduksi untuk remaja, baik oleh BKKBN, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.
POLA KOMUNIKASI COFFEESHOP BLOGGER DALAM MEMBENTUK PERSONAL BRANDING DI INSTAGRAM Khalida Azki Maudina; Hanny Hafiar; Centurion Chandratama Priyatna
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 7, No 4 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v7i4.27905

Abstract

The growing number of coffee shops in Indonesia has made many food bloggers chose to make contents about coffee shop on their Instagram or known as coffee shop bloggers. This research is a phenomenology study with qualitative data with a purpose to answer questions about meaning of the profession as a coffee shop blogger; the motive of making coffee shop as the main content on Instagram; communication patterns in forming personal branding as a coffee shop blogger. This research applies phenomenological method and constructvism paradigm. Data collection techniques used are semitructured interviews, observation, literature studies, and online searches, with key informant collection techniques by purposive sampling. The validity technique uses data triangulation and observation. The results of this study indicate that; profession as a coffee shop blogger is interpreted as a means to generate income, to deepen knowledge, self-actualization, and to spread goodness, the motives in choosing coffee shop as the main content on Instagram are devided into two categories, which are the motives that oriented towards the past (because-motives and future oriented motives (in-order-to-motives); pattern of communication in building personal branding as a coffee shop blogger is divided into communication pattern when initially interested in becoming a coffee shop blogger and communication pattern after becoming a coffee shop blogger.  Suggestions that can be given from this research are coffee shop bloggers should be more consistent in making content related to coffee shop and also writing captions that are informative in every posts. Coffee shops are expected to understand more about the benefits of using coffee shop blogger as new media tools for marketing activities.
Map-based communication: a pivotal function of knowledge information in sports Davi Sofyan; Khairul Hafezad Abdullah; Abdullah Yavuz Akinci; Ejiro Uriri Osiobe; Centurion Chandratama Priyatna
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v10i2.42170

Abstract

Previous studies vividly indicate that understanding sports communication in competitive and non-competitive contexts could benefit athletes, coaches, officials, businesses, governing bodies, and spectators. This study aimed to inspect publication trends relevant to the global evolution of sports communication based on two high-impact and predominant databases, Scopus and Web of Science. The study analyzed selected top publications (peer-reviewed articles, books, and reports), keywords, and institutional data via ScientoPy on map-based communication. Our results depicted that the Scopus and WoS databases reveal growing trends in sports communication. The study's primary contribution is that it identified: the primary map-based communication research, essential keywords, connected studies, and leading universities within the sport management and sports scholarly fields. Keywords like (but not limited to) "public relations" and "organizational communication" has become prevalent in sport mapping communication between 2018 and 2019. The five most popular keywords concerning sports communication in include (but are not limited to) "Sports," "Communication," "social media," "Sports communication," and "Media." the findings of our paper will be helpful (but not limited to): scholars interested in sports communication, athletes (professional, non-professional, and students), stakeholders, and researchers. Similarly, the study provides future readers and scholars with a global perspective on the current hot topics in sports communication to help them disseminate their ideas, as well as a variety of analyses to assist in the organization of data and the development of theory and practice in sports communication research.
Integrative Review; Komunikasi Krisis dan Skandal Seksual dalam Gereja Katolik Hersintus Suwenda Syahsuyoso; Dadang Rahmat Hidayat; Centurion Centurion Priyatna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.858 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8543

Abstract

Konteks krisis dalam Gereja Katolik yang secara faktual terjadi atau yang secara tidak langsung diungkapkan dalam berbagai kajian ilmiah dapat menjadi pijakan untuk mengonstruksikan fenomena krisis sebagai sebuah persoalan komunikasi. Berdasarkan pemahaman tersebut kajian ini bertujuan untuk meninjau peluang perspektif komunikasi krisis dapat dipakai untuk mengakomodasi berbagai penelitian lainnya yang berbicara tentang skandal seksual dalam organisasi publik terutama institusi Gereja Katolik. Kajian ini menggunakan metode Kajian Pustaka dengan teknik Integrative Review. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa hasil dan rekomendasi penelitian-penelitian tentang skandal seksual dalam organisasi publik terutama Gereja Katolik mendukung pengembangan strategi komunikasi krisis. Ada dua alasan yang dapat menjadi pijakan penggunaan komunikasi krisis sebagai konsep yang dapat dipakai sebagai kerangka pemikiran dalam menelaah krisis seksual skandal dalam Gereja Katolik. Pertama, pemangku kepentingan dalam organisasi Katolik telah mempersepsikan kondisi yang terjadi sebagai sebuah krisis. Kedua, hasil kajian dan rekomendasi dari berbagai penelitian mengungkapkan pentingnya tanggapan dan strategi komunikasi yang efektif dan efisien dari organisasi Gereja Katolik.
PELATIHAN PEMBUATAN PROPOSAL BERBASIS LOCAL BRANDING BAGI MASYARAKAT JATIGEDE SUMEDANG Aat Ruchiat Nugraha; Centurion C. Priyatna; Iriana Bakti; Agus Rahmat; Yustikasari Yustikasari; Retasari Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19813

Abstract

Local branding memiliki peran penting dalam memperkenalkan suatu lokasi, termasuk wilayah Jatigede. Ciri khas dan keunikan yang dimiliki oleh suatu lokasi dapat menjadi modal pembentukan local branding. Keberadaan local branding dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan objek wisata yang dikemas dengan baik, salah satunya melalui media komunikasi berupa proposal sponsorship. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui cara membuat proposal sponsorship yang berbasis local branding. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan proposal sponsorship berbasis local branding desa di lingkungan kecamatan Jatigede. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan pelatihan yang diikuti oleh para tokoh masyarakat, aparat desa, dan tokoh pemuda yang berjumlah 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan dapat: (1) mengetahui dan memahami materi local branding; (2) mengidentifikasi potensi pembentukkan identitas local branding objek wisata; (3) membuat kerangka proposal sponsorship pembentukkan local branding objek wisata kawasan Jatigede Sumedang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah dapat membuat kerangka proposal sponsorship berbasis local branding yang mendukung pada pengembangan objek wisata Waduk Jatigede.
Development of the implementation of public information disclosure by regional governments in Indonesia: a systematic literature review Irsyadinnas Irsyadinnas; Sinta Ningrum; Centurion Chandratama Priyatna
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 2 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232254

Abstract

One of the characteristics of a democratic country is an open government. The administration of the state can take place in democratic and open governance if it applies the principle of public information disclosure (PID) in the administration of its government. In this regard, the Government of Indonesia issued Law Number 14 of 2008 concerning the Openness of Public Information, which must be implemented by all public bodies at every level of government in Indonesia, starting from the central government, and provincial governments, to district/city governments. This study's purpose is to see the extent to which the development of PID implementation practices is at the local government level. The method used in this research is a systematic literature review (SLR) method, by collecting all the results of the latest study on implementing PID at the local government level in Indonesia and systematically analyzing them. From 674 published articles obtained from the scholar.google.com portal using the Publish & Perish application, a PRISMA flow diagram was carried out so that 69 reports were received that were directly related to implementing KIP in local governments in Indonesia. The results show that the quality of PPID institutions influences the implementation of KIP in local governments, the availability of legal umbrellas in the form of regional regulations and head regulations, the information media used, and the available public information according to general needs.
An Article Analisis Media Monitoring Terhadap Persib Bandung Pada Pekan 25-29 Liga 1 Indonesia 2024 Shofyan Tsauri Hermawan; Centurion Chandratama Priyatna; Hanny Hafiar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Komunikasi (JIMaKom) Vol. 5 No. 1 (2024): Komunikasi, Media, dan Strategi Promosi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang digemari banyak masyarakat di berbagai negara dunia, Hingga pada tahun 2022 saat kompetisi piala dunia mencatatkan sebanyak 1,5 miliar orang menonton final Piala Dunia 2022 dan hampir 6 miliar engagement di berbagai platform media sosial. Hal tersebut mengartikan sepak bola bukan hanya sekedar olahraga melainkan sudah menjadi industri yang memandang supporter sebagai publik utama. Hanya beberapa negara yang memiliki industri sepak bola yang baik. Salah satunya adalah Indonesia karena memiliki mayoritas masyarakat Indonesia menyukai sepak bola. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia yang memiliki supporter dengan masa yang banyak dan loyalitas tinggi, yaitu Persib Bandung. Persib Bandung berhasil mendapatkan urutan ke 22 di dunia dengan kehadiran digital terbanyak berdasarkan riset dari hasil Fox Sport . Hal tersebut menjadikan alasan pentingnya media monitoring sebagai bentuk usaha pencarian dan pengamatan engagement dan sentimen pada media online terhadap Persib Bandung yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Studi kasus sebagai jenis metode penelitian dari deskriptif kualitatif memanfaatkan media monitoring dengan analytical tools sebagai alat untuk mengumpulkan data dari suatu peristiwa dalam rentan waktu yang telag ditentukan melalui aplikasi Brand24. Data yang dikumpulkan oleh aplikasi Brand24 berasal dari news dan webs.English: Football is a sport that is popular with many people in various countries around the world. Until 2022, when the world cup competition was recorded, 1.5 billion people watched the 2022 World Cup final and almost 6 billion engagements on various social media platforms. This means that football is not just a sport but has become an industry that views supporters as the main public. Only a few countries have a good football industry. One of them is Indonesia because the majority of Indonesian people like football. This can be seen from one of the biggest football clubs in Indonesia which has a large number of supporters and high loyalty, namely Persib Bandung. Persib Bandung managed to get 22nd place in the world with the most digital presence based on research from Fox Sport results. This is the reason why media monitoring is important as a form of search and observation of engagement and sentiment in online media towards Persib Bandung which can be used in decision making. Case studies as a type of qualitative descriptive research method utilize monitoring media with analytical tools as a tool to collect data from an event within a specified time frame through the Brand24 application. The data collected by the Brand24 application comes from news and websites.
ANALISIS MEDIA MONITORING TERHADAP PRODUK SEPATU ADIDAS BALI PADA BULAN MARET HINGGA APRIL 2024 Alyssa Rasheedah; Hanny Hafiar; Centurion Chandratama Priyatna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Komunikasi (JIMaKom) Vol. 5 No. 1 (2024): Komunikasi, Media, dan Strategi Promosi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adidas merupakan salah satu merek olahraga yang berasal dari Jerman. Produk Adidas sendiri telah dikenal cukup lama karena menawarkan berbagai kebutuhan olahraga dengan desain yang mengikuti selera konsumen. Pada era digital seperti saat ini, mendorong perlu adanya media monitoring sebagai bentuk usaha pelacakan dan pemantauan merek dan produk di berbagai media.Perusahaan membutuhkan kegiatan media monitoring dalam pembentukan citra, posisi perusahaan, dan mengukur perhatian media kepada perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan sentimen terhadap produk Adidas Bali pada media sosial dan media berita. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode netnografi yang melalui tools Brand24, yang mengumpulkan data berbasis segmentasi media sosial dan media berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berita berperan sebagai saluran publikasi yang netral dan positif untuk menginformasikan masyarakat tentang produk terbaru Adidas. Meskipun media berita menyebutkan produk tersebut tidak sebanyak media sosial, namun media berita memiliki jangkauan yang lebih luas. Media sosial berperan sebagai platform bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat mereka tentang produk Adidas, sehingga terjadi beragam sentimen. Namun, jangkauan akun di media sosial yang menyampaikan pendapatnya lebih terbatas daripada media berita, karena hanya terbatas pada para pengikut akun tersebut.