Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Representasi Korban dalam Pemberitaan Media Daring Terkait Kasus Kekerasan Seksual oleh Dokter Residen Salsabila Andiana; Diah Fatma Sjoraida; Centurion Chandratama Priyatna
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1701

Abstract

This study aims to analyze the representation of victims in online media coverage related to cases of sexual violence committed by medical residents. This research employs a qualitative approach within a critical paradigm, using Sara Mills’ discourse analysis model. The data were collected through documentation techniques from three news articles published on BeritaSatu.com, Merdeka.com, and CNBC Indonesia. The data were then analyzed based on four aspects, namely gender power relations, subject-object positions, author-reader positions, and mechanisms of exclusion. The findings indicate that the media tend to represent victims as passive objects who lose authority over their own narratives, while perpetrators are positioned as active subjects who gain legitimacy from institutions. In addition, exclusion mechanisms are reflected in the limited portrayal of the victims’ psychological experiences and the dominance of institutional perspectives. These findings suggest that the representation of victims in online media has not yet aligned with women’s experiences and may contribute to the reproduction of gender inequality in public discourse. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi korban dalam pemberitaan media daring terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh dokter residen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam paradigma kritis dengan model analisis wacana Sara Mills. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap tiga artikel berita yang dipublikasikan di portal BeritaSatu.com, Merdeka.com, dan CNBC Indonesia. Data kemudian dianalisis berdasarkan empat aspek, yaitu relasi kuasa gender, posisi subjek dan objek, posisi penulis dan pembaca, serta mekanisme eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung merepresentasikan korban sebagai objek pasif yang kehilangan otoritas atas narasinya sendiri, sementara pelaku ditempatkan sebagai subjek aktif yang memperoleh legitimasi dari institusi. Selain itu, mekanisme eksklusi tampak dari minimnya penggambaran pengalaman psikologis korban serta dominasi sudut pandang institusional. Temuan ini mengindikasikan bahwa representasi korban dalam media daring masih belum berpihak pada pengalaman perempuan dan berpotensi mereproduksi ketimpangan gender dalam wacana publik.
PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA DIGITAL BRANDING PADA PT XPERT TEKNOLOGI INOVASI Nadhifa Chayra; Centurion Chandratama Priyatna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61721

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi organisasi, terutama dalam membangun hubungan dengan publik melalui media sosial. Platform seperti Instagram dan LinkedIn tidak lagi hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk membangun citra perusahaan, meningkatkan brand awareness, dan memperkuat digital branding. Laporan magang ini bertujuan menganalisis pengelolaan media sosial sebagai sarana digital branding pada PT Xpert Teknologi Inovasi, mengidentifikasi peran kehumasan dalam komunikasi digital, serta mengevaluasi kendala yang dihadapi selama proses pengelolaan media sosial. Kegiatan magang dilaksanakan pada 2 Maret–30 April 2026 dengan menggunakan metode observasi, partisipasi langsung, dan analisis dokumentasi. Penulis terlibat dalam pembuatan akun media sosial, perencanaan konten, pengembangan desain visual, publikasi konten, serta evaluasi respons audiens pada platform Instagram dan LinkedIn. Selain itu, penulis mengikuti berbagai aktivitas komunikasi perusahaan, seperti pertemuan dengan klien, pelatihan internal, dan kegiatan eksternal yang mendukung proses branding. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial di PT Xpert Teknologi Inovasi telah menerapkan model Four Step Public Relations yang meliputi fact finding, planning, communicating, dan evaluation. Penerapan strategi tersebut mampu membangun citra perusahaan yang profesional, meningkatkan visibilitas merek, serta memperkuat hubungan dengan publik. Konsistensi identitas visual, kualitas pesan, dan penyesuaian karakteristik setiap platform menjadi faktor utama dalam menciptakan komunikasi digital yang efektif. Dengan demikian, media sosial berperan sebagai instrumen strategis yang mendukung keberhasilan digital branding perusahaan.