Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENDALIAN FREKUENSI DAN TEGANGAN PADA GENERATOR SINKRON TIGA FASA DENGAN SISTEM KONVERTER CASCADE Luqman Arif; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri kebutuhan listrik pada zaman sekarang ini memang sangatlah penting terutama penerangan. Di pedesaan banyak sekali sumber energi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik. Salah satunya dengan membangun Pembangkit Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) seperti yang terdapat pada desa Gadungan, kecamatan Gandusari kabupaten Blitar dengan kapasitas pembangkitan 15KVA. Namun akibat debit air dan beban listrik penduduk yang bervariasi mengakibatkan tegangan dan frekuensi yang tidak terkendali. Pada skripsi ini dilakukan penelitian terhadap pengendalian frekuensi dan tegangan dengan sistem converter bertingkat (cascade). Pengendalian frekuensi dan tegangan ini menggunakan penyearah (rectifier) sebagai pengatur tegangan dan pembalik (inverter) sebagai pengatur frekuensi yang disusun secara bertingkat. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium dan denganmenggunakan simulasi menggunakan computer. Berdasarkan simulasi percobaan yang dilakukan sistem konverter bertingkat (cascade) dapat mempertahankan tegangan keluaran inverterpada level 201V dengan masukan tegangan rms antar fasamasukan  yang bervariasi yaitu 800V – 880V. Namun sistem tidak mampu mempertahankan frekuensi keluaran hal ini ditunjukkan dengan keluaran frekuensi pada inverter sebesar 49,9 Hz – 57,9 Hz dengan masukan frekuensi sumber 50 Hz – 58 Hz. Kata Kunci: Generator sinkron, konverter cascade, PLTMH ABSTRACTIt is undeniable that today's electricity needs are very important, especially lighting. In the countryside a lot of energy sources that can be utilized as a source of electricity. One of them is to build Micro Hydro Power Plant (PLTMH) as found in Gadungan village, Gandusari district, Blitar district with generating capacity of 15KVA. However, due to the discharge of water and the varying power load of the population, the resulting voltage and frequency are uncontrolled. In this thesis conducted research on frequency and voltage control using cascade system converter. The frequency and voltage control of this case uses a rectifier as a voltage control and inverter as a multilevel arrangement of frequencies. This research was conducted in laboratory and by using computer simulation. Based on experimental simulations conducted by the cascade level converter system can maintain the inverter output voltage at 201V level with input voltage of rms between input phase which varies that is 800V - 880V. However, the system is not able to maintain the output frequency this is indicated by the output frequency at the inverter of 49.9 Hz - 57.9 Hz with input source frequency 50 Hz - 58 Hz.Keyword: Synchronous generator, cascade converter
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KONVERTER DC-DC UNIVERSAL Muhammad Ghilmanuddin S.; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kendali konverter DC-DC adalah salah satu alat uji praktikum untuk mahasiswa yang ada laboratorium di Elektronika Daya Univesitas Brawijaya. Alat uji ini berfungsi sebagai konverter yang dapat merubah tegangan searah dengan nilai tertentu menjadi tegangan searah dengan nilai yang lainnya. Agar konverter dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan induktor, kapasitor, saklar elektronik, dan sistem kendali saklar elektronik. Pada penelitian ini dirancang dan dibahas sistem kendali konverter DC-DC universal yang dapat mengendalikan beberapa macam konverter DC-DC (buck converter, boost converter, buck boost converter), penyusuaian dan perhitungan komponen yang ada di laboratorium maupun yang ada di pasaran, dan pengujiannya menggunakan metode PWM dan PFM dengan menggunakan saklar elektronik berupa SCR dan MOSFET, dan kemudian hasilnya dibandingkan. Dari hasil pengujian karakteristik efisiensi pada metode PWM lebih tinggi daripada metode PFM.Kata kunci : Chopper, PFM, PWM, SCR, MOSFET, konverter DC-DC.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC PENGUAT TERPISAH MENGGUNAKAN METODE KASKADE DENGAN KONTROLER PI Algi Fari Fahrozi; n/a Soeprapto; Angger Abdul Razak
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini penggunaan motor DC sudah semakin banyak dan sangat umum digunakan dengan mengatur kecepatan yang diinginkan. Hingga saat ini motor DC menjadi pilihan penggerak dalam dunia industri. Motor DC memiliki keunggulan seperti rentang pengaturan kecepatan putaran yang lebih lebar dibanding dengan motor arus bolak balik dan lebih mudah dikendalikan. Untuk berbagai keperluan, kecepatan motor DC ini harus dikendalikan agar sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan. Kendali kecepatan motor DC dapat dilakukan dengan mengatur arus jangkar atau arus medan dari motor tersebut. Pengaturan arus ini dapat dilakukan dengan mengatur tegangan motor tersebut menggunakan konverter daya. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi motor DC penguat terpisah karena dapat digunakan untuk jenis beban dengan karakteristik daya yang konstan. Pengendalian kecepatan motor dapat digunakan kontroler PID, akan tetapi pada pengendalian kecepatan motor DC lebih tepat menggunakan kontroler PI. Dalam penelitian ini, pengendalian kecepatan motor DC penguat terpisah dirancang menggunakan rangcangan kontroler single loop dan kaskade. Perancangan kontroler single loop hanya menggunakan satu kontroler PI kecepatan sedangkan kontroler kaskade terdiri dari kontroler PI arus dan kecepatan, dimana kontroler PI terletak pada inner loop dan kontroler kecepatan terletak pada outer loop. Pengujian performansi pada pengendali single loop dan kaskade akan diujikan dengan cara set point tetap dengan memvariasikan nilai torka beban berubah dan nilai torka beban tetap dengan memvariasikan nilai set point berubah, kemudian akan dibandingkan keluarannya. Pada metode kaskade juga akan diujikan dengan nilai set point dan nilai torka tetap dengan memvariasikan nilai arus referensi berubah. Pengujian dilakukan pada MATLAB dengan memodelkan rangkaian dari motor DC penguat terpisah, DC Link dan rangkaian pengendali. Hasil dari pengujian ini akan diamati respon keluaran kecepatan dan arus jangkar motor DC penguat terpisah dari setiap pengujian Kata Kunci : Motor DC penguat terpisah, Metode kaskade, kontroler PI Abstract Nowadays, the use of DC motors is increasing and is very commonly used by adjusting the desired speed. Until now, the DC motor has become the driving choice in the industrial world. DC motors have advantages such as a wider range of rotation speed settings compared to alternating current motors and are easier to control. For various purposes, the speed of this DC motor must be controlled to match the required speed. DC motor speed control can be done by adjusting the armature current or field current of the motor. This current regulation can be done by adjusting the motor voltage using a power converter. This is a distinct advantage for a separately exited DC motor because it can be used for types of loads with constant power characteristics. Motor speed control can be used with a PID controller, but in controlling the speed of a DC motor it is more priority to use a PI controller.In this research, a separate amplifier DC motor speed control is designed using a single loop and cascade controller design. The design of a single loop controller only uses one speed PI controller while the cascade controller consists of a current and speed PI controller, where the PI controller is located in the inner loop and the speed controller is located in the outer loop. Performance testing on single loop and cascade controllers will be tested by means of a fixed set point by varying the value of the changing load torque and the fixed load torque value by varying the set point value changing, then the output will be compared. The cascade method will also be tested with a set point value and a fixed torque value by varying the reference current value changes. Tests were carried out on MATLAB by modeling the circuit of a separate DC motor amplifier, DC link and control circuit. The results of this test will observe the output response speed and armature current of the DC motor amplifier separately from each test. Keywords— separately exited DC motor, Cascade Method, PI controller.
PERANCANGAN BATERAI MANAJEMEN SISTEM PADA BATERAI PAK MOBIL LISTRIK LITIUM -ION 18650 TERSUSUN 20 SERI Alfian Khairi; n/a Soeprapto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobil listrik merupakan mobil ramah lingkungan yang menggunakan energi listrik dari baterai sebagai sumber energi, dan menggunakan motor listrik sebagai penggerak sehingga tidak ada gas buang. Dalam  mobil listrik baterai yang digunakan tidak hanya satu, melainkan lebih dari satu sehingga bisa disusun seri ataupun parallel. Baterai tidak boleh digunakan pada kondisi diluar batasnya karna akan mengurangi siklus hidupnya dan lebih cepat untuk diganti sehingga berdampak pada sektor biaya perawatan mobil listrik. Oleh karna itu diperlukan sebuah alat untuk mengatur penggunaan baterai baik saat proses pengisian atau pengosongan. Battery Management Sistem (BMS) merupakan sistem elektronik yang berfungsi untuk mengatur, memonitoring, dan menjaga baterai dari kondisi kondisi yang dapat merusak baterai. BMS ini dapat melakukan proses balancing terhadap 20 sel dengan metode sel ke sel active balancing, arus efektif balancing sebesar 24,48 mA rms. Monitoring tegangan individu sel dengan eror rata-rata 0,054 V, pembacaan arus pengisian dan pengosongan baterai denga eror rata-rata 0,04 A, pembacaan suhu baterai pak dengan eror rata-rata 1,21oC. Dan juga sistem proteksi baterai pak dari kondisi undervoltage, overvoltage, overheat, dan overcurrent bekerja sebagaimana mestinya. Kata kunci: Active Balancing,  baterai manajmen sistem, baterai pak ABSTRACT Electric car is an environmentally friendly car that uses electrical energy from a battery as a source of energy, and uses an electric motor as a propulsion so there is no exhaust gas. In an electric car  the battery used is not just one but more than one so that it can be arranged in series or parallel. Battery should not be used in conditions beyond its limits because it will reduce its life cycle and will be faster to be replaced so that impact on the the cost of maintenance of electric car. Therefore it takes a tool to manage battery usage either during charging or discharging process. Battery Management System (BMS) is an electronic system that function to regulate, monitoring, and protect the battery from conditions that can damage the battery. This BMS can perform balancing process against 20 cells with method cell to cell active balancing, effective current balancing is 24.48 mA in rms. Individual voltage monitoring of cells with an average error is 0.054 V, current charging and discharge readings with an average error is 0.04 A, temperature pack battery reading with an average error is 1.21 ° C. And also battery pack protection system from undervoltage, overvoltage, overheat, and overcurrent conditions is work properly. Keyword: Active Balancing,  battery management system, battery pack
RANCANG BANGUN MODUL SOLAR TRAINER LABORATORIUM SISTEM DAYA ELEKTRIK Wulan Indah Septiani; Mahfudz Shidiq; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancangan Solar Trainer sebagai alat pengujian sistem PLTS pada Laboratorium Sistem Daya Elektrik. Perancangan pada solar trainer didasarkan pada karakteristik hubungan antara tegangan dan arus yang dihasilkan oleh modul fotovoltaik terhadap Iradiasi matahari dan temperatur (suhu), data parameter rangkaian sistem PLTS dan spesifikasi dari peralatan yang digunakan. Sistem PLTS terdiri atas sistem PLTS off grid, sistem PLTS on grid, dan sistem PLTS hibrida. Dari hasil pengujian solar trainer pada karakteristik sel surya nilai tegangan dan arus tertinggi didapatkan pada radiasi matahari sebesar 1000 W/m 2 dengan nilai tegangan 8,52 V dan arus 0,32 A. Sedangkan nilai tegangan dan arus pada suhu tertinggi, yaitu 25 oC sebesar tegangan keluaran 8,82 V dan arus keluaran 0,58 A. Pada sistem PLTS on grid keluaran grid tie inverter dihubungkan dengan jaringan listrik PLN yang kemudian disinkronisasi oleh GTI. Sistem akan melakukan ekspor apabila daya yang dihasilkan lebih besar dari daya yang dibutuhkan oleh beban, daya yang berlebih akan dikirim ke jaringan lokal (PLN). Sistem akan melakukan impor apabila kebutuhan daya lebih besar dari daya yang dihasilkan. Sistem PLTS hibrida merupakan penggabungan antara sistem PLTS off grid dan on grid. Pada sistem PLTS hibrida sistem fotovoltaik on grid akan tetap dapat bekerja walaupun jaringan listrik PLN padam karena sistem fotovoltaik off grid akan menggantikan PLN untuk menyediakan jaringan listrik lokal. Kata kunci: Sel Surya, Solar Trainer, Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Jaringan Listrik PLN.   ABSTRACT This research discusses the design of Solar Trainer as a testing device for the PLTS system in the electrical power system laboratory. The design on the solar trainer is based on the relationship characteristics between voltage and current generated by photovoltaic modules against the irradiation of the sun and the temperature (temperature), the parameter data of the PLTS system set and the specifications of the equipment used. The PLTS system consists of an off-grid PLTS system, an on-grid PLTS system, and a hybrid PLTS system. From the results of a solar trainer test on the characteristics of solar cells voltage value and the highest current obtained in solar radiation of 1000 W/m 2 with a voltage value of 8,52 V and current 0.32 A. While the value of voltage and current at the highest temperature, which is 25 oC for the output voltage 8,82 V and the output current 0.58 A. In the system PLTS on-grid output grid-tie inverter is connected with PLN power network which is then synchronized by GTI. The system will export when the resulting power is greater than the power required by the load, the excess power will be sent to the local network (PLN). The system will import when the power requirement is greater than the power generated. The hybrid PLTS system is an amalgamation between the PLTS system off-grid and on-grid. On a hybrid, the system photovoltaic on-grid system will still be working even though the PLN power grid is outages because the photovoltaic off-grid system will replace PLN to provide local power grid. Keywords: Solar cell, solar power system, PLN electricity network, Solar Trainer.
ANALISIS PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA OFF GRID MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST 7.2.0 PADA STASIUN PENGISIAN SEPEDA LISTRIK TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BRAWIJAYA n/a Misbahudin; Eka Maulana; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKehidupan manusia saat ini tidak bisa dipisahkan dari adanya energi. Kebutuhan energi semakin hari semakin meningkat, Sementara energi tak terbarukan seperti energi fosil yang selama ini menjadisumber energi utama di dunia ini semakin berkurang dan semakin menipis. Energi matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan dan merupakan sumber energi yang jumlahnya tidak terbatas. Penggunaan energi alternatif sebagai penyedia energi listrik untuk menggantikan penggunaan energi fosil sebagai bahan bakar kendaraan bermotor terus berkembang, salah satunya adalah sepeda listrik sebagai solusi untuk mengurangi konsumsi energi fosil yang saat ini menjadipenyebab pencemaran lingkungan. Stasiun pengisian sepeda listrik (SPSL) adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengisi ulang baterai sepeda listrik. Lokasi perencanaan PLTS off grid pada SPSLTeknik Elektro Universitas Brawijaya terletak pada koordinat 7,95º LS dan 112,61º BT dengan potensi intensitas radiasi mahatari rata-rata sebesar 5,33 kWh/m 2 /hari yang didapatkan dari software PVsyst 7.2.0. Penelitian ini bertujuan menghasilkan analisis energi yang dapat dihasilkan pada perencanaan PLTS off grid menggunakan simulasi software PVsyst dan perhitungan matematis. Sistem PLTS ini terdiri dari 1 unit modul surya merk GCL-P6/60-275 dengan daya nominal 275 Wp,1 unit SCC merk PWM SC2430B dan battery bank dengan tegangan nominal 22,2 V kapasitas sebesar 11 Ah. Enegi yang dapat dihasilkan sistem PLTS off grid pada SPSL dalam satu tahun berdasarkan perhitungan matematis sebesar 374,497 kWh/tahun dan berdasarkan hasil simulasi menggunakan software PVsyst 7.2.0 energi yang dapat dihasilkan sebesar 391,25 kWh/tahun.Kata kunci: SPSL, PLTS, PVsyst, Off gridABSTRACTHuman life today cannot be separated from the existence of energy. Energy needs are increasingday by day, while non-renewable energy such as fossil energy which has been the main energy sourcein the world is decreasing and getting thinner. Solar energy is one of the renewable energy sourcesand is an unlimited number of energy sources. The use of alternative energy as a provider ofelectrical energy to use fossil energy as fuel for motor vehicles continues to grow, one of which iselectric bicycles as a solution to reduce fossil energy consumption which is currently the cause of environmental pollution. An electric bicycle charging station (SPSL) is a place that is used torecharge an electric bicycle battery. The planning location for off grid PLTS system at SPSLElectrical Engineering Universitas Brawijaya is located at coordinates 7.95º South Latitude and112.61º East Longitude with an average solar radiation intensity potential of 5.33 kWh/m2/dayobtained from PVsyst 7.2.0 software. This study aims to produce an energy analysis that can begenerated in off grid solar power planning using PVsyst simulation software and mathematical calculations. This PLTS system consists of 1 unit of solar module brand GCL-P6/60-275 with anominal power of 275 Wp, 1 unit of SCC brand PWM SC2430B and a battery bank with a nominalvoltage of 22.2 V with a capacity of 11 Ah. The energy that can be produced by the PLTS off gridsystem in SPSL in one year based on mathematical calculations is 374,497 kWh/year and based onsimulation results using PVsyst 7.2.0 software, the energy that can be generated is 391.25 kWh/year.Keywords: SPSL, PLTS, PVsyst, Off grid
ANALISIS PENGARUH HARMONISA PADA VARIABLE SPEED DRIVE TERHADAP HASIL PENUNJUKAN KWH METER 3 FASA Bintang Mufti Z. E.; n/a Soeprapto; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pemanfaatan energi listrik secara efisien bukan hanya dengan cara menghemat pemakaiannya, tetapi juga mempertimbangkan kualitas daya (power quality) yang digunakan untuk menghasilkan kinerja yang maksimal pada peralatan listrik termasuk alat ukur listrik. Harmonisa sebagai salah satu penyebab menurunnya power quality pada sistem tenaga listrik timbul akibat dari penggunaan beban nonlinier. Harmonisa yang ditimbulkan oleh beban nonlinier seperti variable speed drive dapat berpengaruh terhadap hasil penunjukkan kWh meter 3 fasa. Variable speed drive dapat mengatur kondisi operasi dari motor induksi 3 fasa dengan merubah variabel tegangan dan frekuensi pada motor atau bisa disebut kendali V/f konstan. Pengaturan kendali V/f konstan dapat mempengaruhi nilai %THD (Total Harmonic Distortion). Dalam penelitian ini digunakan 5 kondisi kendali V/f konstan 380/50, 304/40, 228/30, 152/20, dan 100/13,16 dimana perbandingan antara tegangan dan frekuensinya tetap dijaga konstan sebesar 7,6. Semakin besar variabel kendali V/f konstan, maka nilai %THDi akan semakin besar, perubahan variabel pada kendali V/f konstan tidak berpengaruh terhadap nilai dari %THDv. Ketika motor induksi 3 fasa diberi beban mekanik, kenaikan torsi beban juga akan mempengaruhi nilai %THDi. Pada kondisi kendali V/f yang sama semakin tinggi torsi beban, maka nilai %THDi akan semakin besar dan perubahan torsi beban juga tidak berpengaruh terhadap nilai %THDv. Nilai %THD sangat memepengaruhi bentuk dari gelombang tegangan maupun arus, semakin besar nilai %THD maka distorsi pada gelombang akan semakin besar dan menyebabkan gelombang tidak lagi berbentuk sinusoidal. Kata kunci : harmonisa, power quality, kWh meter 3 fasa, variable speed drive.
PERBANDINGAN TEKNIK SWITCHING SINUSOIDAL-PWM DENGAN THIRD HARMONIC INJECTION-PWM UNTUK PENGATURAN MOTOR INDUKSI Berry Bustan Bastian; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu motor yang paling sering digunakan dalam dunia industri. Dengan banyaknya penggunaaan motor induksi 3 fasa ini perlu adanya pengaturan kecepatan dari motor induksi 3 fasa tersebut agar dapat bekerja secara maksimal. Ada 3 cara pengontrolan motor induksi 3 fasa yaitu scalar kontrol , vektor kontrol dan sensorless kontrol. Pada paper ini akan membahas tentang scalar kontrol, metode ini merupakan metode yang lebih mudah pengoprasianya dengan mengatur variable frekuensi dan tegangan atau dikenal dengan istilah Variable Frequency Drive . Pada paper  ini membahas bagaimana cara untuk membangkitkan sinyal referensi pada metode switching Sinusoidal-PWM dan metode switching Third Harmonic Injection-PWM menggunakan teknik regular sampling PWM yang efesien. Metode switching Sinusoidal-PWM terbukti kurang efesien karena tegangan ouput hanya dapat menggunakan 0.866 dari tegangan DC bus. Sedangkan pada metode switching Third Harmonic Injection-PWM dapat meningkatkan tegangan keluaran inverter hingga 16% dari pada menggunakan metode switching Sinusoidal-PWM, yang menyebabkan metode switching Third Harmonic Injection-PWM ini dapat menghemat daya input motor induksi pada beban mekanik yang sama. Kata kunci: Variabel Frequency Drive, Sinusoidal-PWM, Third Harmonic Injection-PWM.   ABSTRACT Induction motor 3 phase is one of the most used motor in industrial world. With the use of induction motors3 phase, it is necessary to adjust the speed of the induction motor 3 phase in order to work optimally. There are 3 ways of controlling 3 phase induction motor that is scalar control, vector control and sensorless control In this paper discuss about scalar control method, this method is easier method of operation by arranging frequency and voltage variable or known as Variable Frequency Drive. This paper discusses how to generate reference signals on the Sinusoidal-PWM and Third Harmonic Injection-PWM methods using efficient PWM regular sampling techniques. The Sinusoidal PWM method proved to be less efficient because the ouput voltage can only use 0.866 of DC bus voltage. While the Third Harmonmic Injection-PWM method can increase output inverter up to 16% of the Sinusoidal-PWM causing this method can save the input power of the induction motor at the same mechanical load. Keywords : Variable Frequency Drive, Sinusoidal-PWM, Third Harmonic Injection-PWM.
ANALISIS PENGGUNAAN KWH METER PRABAYAR 1 FASA STASIUN PENGISIAN SEPEDA LISTRIK TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BRAWIJAYA Marco Noval Salomo; Eka Maulana; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKWH Meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui besarnya penggunan Energilistrik oleh pengguna listrik, yang banyak digunakan pada perumahan, perkantoran ataupun Industri.Akan tetapi masih banyak yang belum mengetahhui penggunaan dari kWh meter ini, khususnyakWh meter digital, oleh karena itu dibutuhkan penelitian untuk mengetahui penggunaan kWh meterdigital ini. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan energi keluaran dari kWh meter SPSLTeknik Elektro Universitas Brawijaya dengan energi keluaran dari Rumah di Jalan Watugong II no29 Malang, dan penelitian ini dilakukan juga untuk mengetahui apakah sistem yang ada pada SPSL Teknik Elektro Universitas Brawijaya dikatakan layak atau tidak. Hasil penelitian menunjukan Baikhasil pengukuran tegangan, arus, dan daya pada kWh meter digital SPSL Teknik Elektro UniversitasBrawijaya dengan kWh meter di Rumah Jalan Watugong II No. 29 Kecamatan Lowokwaru Malang,menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda, Sehingga sistem di SPSL Teknik Elektro UniversitasBrawijaya aman untuk digunakan. Sistem SPSL Teknik Elektro Universitas Brawijaya memilikiinvestasi awal yang harus dikeluarkan senilai Rp 3.047.000,- hingga LCC (Life Cycle Cost) selama10 tahun senilai Rp 3.306.915,2804,- dan didapatkanlah harga COE (Cost of Energy) senilai Rp -/kWh. Sistem SPSL Teknik Elektro Universitas Brawijaya memiliki nilai NPV (Net Present Value)sebesar Rp 786.441,171 nilai IRR-asset (Internal Rate of Return) sebesar 3,04038 %, nilai PI(Profitability Index) sebesar 1,2581 dan tahun pengembalian pada tahun ke 8. Kelayakan SPSL Teknik Elektro Universitas Brawijaya dilihat dari aspek ekonomi layak untuk dibangun.ABSTRACTKWH Meter is a measuring instrument used to determine the amount of electricity used by electricityusers, which is widely used in housing, offices or industry. However, there are still many who do notknow the use of this kWh meter, especially digital kWh meters, therefore research is needed todetermine the use of this digital kWh meter. This research was conducted by comparing the outputenergy of the kWh meter of the Electrical Engineering SPSL Universitas Brawijaya with the energyoutput from the house on Jalan Watugong II no 29 Malang, and this study was also conducted todetermine whether the existing system in the Electrical Engineering SPSL Universitas Brawijaya isfeasible or not. The results showed both the results of measuring voltage, current, and power on thedigital kWh meter of SPSL Electrical Engineering Universitas Brawijaya with a kWh meter at JalanWatugong II House No. 29 District of Lowokwaru Malang, showed results that were not muchdifferent, so the system at SPSL Electrical Engineering Universitas Brawijaya was safe to use. TheSPSL system of Electrical Engineering Universitas Brawijaya has an initial investment of IDR3,047,000, up to LCC (Life Cycle Cost) for 10 years worth IDR 3,306,915,2804,- and the COE (Cost ofEnergy) price of IDR 1035 is obtained. ,178-/kWh. The SPSL system of Electrical EngineeringUniversitas Brawijaya has an NPV (Net Present Value) value of Rp. 786,441.171, an IRR-asset(Internal Rate of Return) value of 3,04038%, a PI (Profitability Index) value of 1,2581 and the year ofreturn in 8. Feasibility of SPSL Electrical Engineering Universitas Brawijaya seen from the economicaspect is feasible to build.
ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA (PLH), DIESEL DAN ENERGI TERBARUKAN DI PULAU MANDANGIN, SAMPANG, MADURA MENGGUNAKAN SOFTWARE HOMER Sean Yudha Yahya; n/a Soeprapto; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.452 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negarayang dilewati garis khatulistiwa atau yang seringdisebut sebagai negara beriklim tropis dan merupakannegara kepulauan. Situasi geografis ini menyebabkanpenyebaran elektrifikasi bagi daerah kepulauanmenjadi tidak merata dan memaksa pemerintah untukmenggunakan generator diesel sebagai sumber energilistrik bagi daerah yang tidak mendapat elektrifikasi,salah satunya ialah pulau Mandangin. MelaluiHOMER, sebuah software yang dikembangkan olehThe National Renewable Energy Laboratory (NREL)Amerika Serikat. dilakukan optimasi konfigurasi PLH,diesel dengan energi terbarukan (ET). DidapatkanPLH dengan konfigurasi terbaik berupa 4 mesin dieselmilik PLN, photovoltaic kapasitas 100 kW dan turbinangin 150 kW dalam konfigurasi parallel hibrid.Dengan nilai Net Present Cost (NPC) paling rendahatau lebih rendah sebesar 13,24% dari nilai NPC padakonfigurasi PLTD existing. Namun konfigurasi inimemiliki capital cost sebesar $ 443,019 untukpengadaan komponen dan memiliki biaya operasi danperawatan (O&M) lebih rendah. Konfigurasi inimampu mengurangi buangan emisi CO2 sebesar 376ton pertahun, atau lebih kecil 13% dari konfigurasiPLTD existing.Kata Kunci – HOMER, PLH, Energi Terbarukan,Optimasi, Konfigurasi Sistem