Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Charge Controller Untuk Bicycle Power Generator Pada Instalasi Listrik DC House Lutfir Rahman Aliffianto; n/a Soeprapto; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Energi manusia merupakan energi terbarukan yang cukup melimpah persediaannya,sehingga dapat dimanfaatkan khususnya pada instalasi listrik DC House.Dalam memanfaatkan energi listrik dibutuhkan bicycle power generator yang dapat mengubah energi manusia menjadi energi listrik dan baterai sebagai media penyimpan energi tersebut. Namun, energi manusia yang berasal dari kayuhan sepeda itu selalu berubah-ubah sehingga dapat menyebabkan baterai cepat rusak. Karena arus dan tegangan yang masuk ke baterai tidak konstan.Untuk itu penulis merancang dan membuat charge controller agar tegangan dan arus yang masuk ke baterai relatif konstan. Dalam perancangan charge controller menggunakan topologi Buck Converter yang dapat mengatur arus medan ( If ) yang masuk ke alternator sehingga tegangan keluaran alternator menjadi konstan. Arus dari sumber akan mengalir menuju rangkaian Buck Converter. Pengaturan arus medan ( If ) di dalam Buck Convertermenggunakan mikrokontroler dengan cara mengubah duty cycle. Pada saat putaran alternator tinggi, diatur dengan menurunkan nilai arus medan ( If ) dan saat putaranalternator rendah, diatur dengan menaikkan kembali nilai arus medan ( If ). Sehinnga tegangan keluaran alternator akan tetap konstan walaupun dihasilkan dari putaran yang berubah-ubah.Index Terms—charge controller, buck cobverter, bicycle power generator.
RANCANG BANGUN CYCLOCONVERTER SEBAGAI PENGATUR PUTARAN MOTOR INDUKSI 1 FASA BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO R3 Toni Erlanda; n/a Soeprapto; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi satu fasa memiliki keunggulan berupa biaya rendah, konstruksi yang solid, dan ketersediaan sumber satu fasa jika dibandingkan dengan motor listrik lainnya. Keunggulan tersebut menjadikan motor ini sering dijumpai di perumahan, perniagaan, perkantoran, perkebunan, dan industri skala kecil. Kemampuan untuk mengendalikan kecepatan motor-motor listrik juga semakin dibutuhkan, pengendalian secara elektrik adalah metode yang efisien dalam penggunaan daya. Penggunaan pengendali kecepatan mekanis pada motor listrik akan menambah biaya dan kerumitan konstruksi motor. Metode estimasi kecepatan dapat mengurangi biaya tambahan dan menjaga konstruksi motor tetap sederhana. Untuk mengendalikan motor induksi satu fasa dapat dengan mengubah frekuensinya, perubahan frekuensi menyebabkan berubahnya kurva torsi-kecepatan sehingga kecepatan motor dapat berubah. Rangkaian cycloconverter adalah salah satu metode sederhana untuk mengubah frekluensi catu untuk motor satu fasa. Tujuan dari tugas akhir ini nantinya adalah merancang dan membuat alat cycloconverter satu fasa dengan empat TRIAC sebagai rangkaian pensaklarnya. Frekuensi output yang dihasilkan bernilai 25 Hz, 16.7 Hz, dan 12.5 Hz dengan frekuensi input 50Hz. Kata kunci: Motor induksi satu fasa, cycloconverter, TRIAC   ABSTRACT Single-phase induction motors have the advantage of low cost, solid construction, and availability of single phase source when compared to other electric motors. These advantages make this bike is often found in housing, commerce, offices, estates, and small-scale industries. The ability to control the speed of electric motors is also increasingly needed, electrical control is an efficient method of power usage. The use of mechanical speed controllers on electric motors will increase the cost and complexity of motor construction. Speed ​​estimation methods can reduce additional costs and keep motor construction simple. To control a single phase induction motor by changing its frequency, the frequency change causes the changing of the torque-speed curve so that the motor speed can change. The cycloconverter circuit is one of the simplest methods to change the supply frequency for single phase motors. The purpose of this final project will be to design and make a single phase cycloconverter with four TRIAC as its switching circuit. The resulting output frequency is worth 25 Hz, 16.7 Hz, and 12.5 Hz with input frequency 50Hz. Keywords: Single-phase Induction Motor, cycloconverter, TRIAC
RANCANG BANGUN INVERTER SATU FASA SINUSOIDAL UNTUK BEBAN RUMAH TANGGA Fadianto Mirza; n/a Soeprapto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inverter sinusoidal sangat dibutuhkan pada era modern yang diperoleh dari sumber DC dari daya kecil maupun besar. Terlebih lagi dengan tegangan keluaran dan frekuensi yang bernilai sesuai dengan standart beban pada umumnya.Pada penelitian ini dirancang dan dibahas mengenai inverter satu fasa sinusoidal dengan metode penyaklaran pulse width modulation (PWM) unipolar switching atau dikenal luas dengan metode sinusoidal pulse width modulation (SPWM). Pada sisi keluaran full bridge diberi filter agar harmonisa di sisi keluaran minimum dan transformator yang digunakan untuk menaikkan tegangan agar seusai dengan kebutuhan beban. Pengujian pada penelitian ini meliputi pengujian disetiap rangkaian penyusun inverter satu fasa sinusoidal yaitu meliputi mikrokontroler, driver MOSFET, full bridge, low pass filter, dan transformator. Pengujian akhir pada sistem menunjukkan efisiensi dari sistem beserta harmonisa yang timbul.Berdasarkan hasil pengujian didapatkan efisiensi sistem maksimal berada pada nilai 53.98% dengan nilai THD yang terkandung sebesar 6.2%.Kata kunci : Inverter, sinusoidal, SPWM, low pass filter.
POWER MANAGEMENT CONTROL PADA SISTEM HIBRIDA PV-GENSET MENGGUNAKAN ZELIO LOGIC SMART RELAY Mochamad Azwar Anas; n/a Soeprapto; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.088 KB)

Abstract

Energi listrik yang dihasilkan PLTD existing disuatu pedesaan digunakan untuk memenuhi kebutuhanbeban harian, baik saat beban dasar maupun bebanpuncak. Hal ini sangatlah tidak efektif dan efisien karenasaat memikul beban dasar, diesel-generator set (genset)beroperasi di bawah titik optimum sehingga nilai SpecificFuel Consumption (SFC) genset sangat besar. Oleh karenaitu, diperlukan inovasi pemanfaatan energi matahari(photovoltaic: PV) yang dihibrid dengan genset. Powermanagement control menggunakan Zelio Logic Smart Relaydirancang sebagai sarana untuk melakukan peralihanenergi dari baterai ke genset dan sebaliknya secaraotomatis. Penelitian ini menguraikan tentangperancangan sistem hibrida dalam skala laboratoriumyang meliputi perancangan perangkat keras, yakni sensorarus, rangkaian pembagi tegangan, dan otomatisasigenset, serta perancangan perangkat lunak menggunakansoftware Zelio Soft2. Berdasarkan hasil pengujian, nilaitegangan dan daya keluaran solar cell akan meningkatseiring meningkatnya intensitas matahari, sedangkanarusnya akan semakin menurun. Selain itu, terdapatperbedaan tegangan dan arus berturut-turut sebesar 2,13V dan 1,01 A dari hasil pengukuran. Sensor arus yangdigunakan pada sistem mampu mendeteksi perubahanarus yang mengalir ke beban secara linier denganmemberikan respon berupa tegangan keluaran yangmenjadi masukan Zelio. Rangkaian otomatisasi gensetdapat berfungsi dengan baik dan nilai optimum SFC padagenset merk Starke 2,8 kW 220 V 50 Hz adalah sebesar0,67 l/kWh saat pembebanan 72% dari kapasitas genset.Pensaklaran sistem hibrida secara otomatis berdasarkansensor tegangan baterai (Ib) dan tegangan beban (Ic)dapat dilakukan dengan baik oleh Zelio. Saat Ib>Ic, bebandisuplai baterai melalui inverter. Saat Ib≤Ic, genset ONmenyuplai beban dan relai charger ON untuk men-chargebaterai.Kata Kunci—Sistem Hibrida PV-Genset, Sensor Arus,Otomatisasi Pensaklaran, SFC Genset, Zelio Logic SmartRelay.
Rancang Bangun Buck-Boost Converter Sebagai Konverter Perbaikan Faktor Daya M. Dhia Ul Falah; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar sumber listrik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari sumber jala-jala PLN. Sumber jala-jala listrik ini digunakan untuk mencatu beban listrik yang beraneka ragam. Karena beban yang bermacam-macam yang ditanggung oleh sumber jala-jala, maka faktor daya yang dihasilkan akan menjadi rendah. Untuk mengatasi faktor daya yang rendah, perlu dilakukan suatu upaya perbaikan faktor daya. Pada umumnya, perbaikan faktor daya dilakukan dengan menggunakan kapasitor bank yang dipasang secara paralel dengan beban. Namun seiring berkembangnya konverter elektronika daya, maka perbaikan faktor daya dapat dilakukan dengan menggunakan konverter elektronika daya. Salah satu konverter elektronika daya yang dapat digunakan untuk perbaikan faktor daya yaitu buck-boost converter. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat membuat buck-boost converter yang dapat digunakan untuk perbaikan faktor daya sehingga faktor daya yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian keseluruhan sistem sebanyak dua kali. Pengujian yang pertama yaitu pengujian tanpa menggunakan buck-boost converter dan pengujian yang kedua yaitu pengujian dengan menggunakan buck-boost converter. Hasil kedua pengujian tersebut akan dibandingkan dan selanjutnya akan dianalisis serta diambil kesimpulan dari kedua pengujian tersebut. Dari hasil pengujian, didapatkan perbaikan faktor daya sebesar 0,14 dan kompensasi daya reaktif sebesar 27,4014 VAR. Kata kunci— daya, faktor daya, perbaikan faktor daya, buck-boost converter
ANALISIS EFISIENSI SOLAR CHARGE CONTROLLER TIPE PWM PADA STASIUN PENGISIAN SEPEDA LISTRIK TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BRAWIJAYA Galih Ismoyo; Eka Maulana; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebutuhan pengunaan energi tidak terbarukan seperti energi fosil masih menjadi penyuplai utama energi di dunia ini, selain karena penggunaan energi fosil banyak menghasilkan berbagai macam polusi dan kondisinya akan semakin berkurang dan menipis seiring berjalannyawaktu, Oleh karena itu dibutuhkan sumber energi alternatif yang melimpah dan tidak banyak mengandung polusi dan dapat menggantikan penggunaan energi fosil sebagai energi utama. Sebagai upaya pengembangan energi alternatif, pemanfaatan energi matahari di indonesia merupakan salah satu alternatif yang paling potensial untuk dikembangkan di wilayah indonesia mengingat bahwa secara geografis sebagai negara tropis, melintang garis katulistiwa berpotensi energi surya yang cukup baik. Energi matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukanyang tidak menimbulkan polusi dan merupakan sumber energi yang jumlahnya tidak terbatas. Sel surya merupakan suatu sumber energi listrik yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi. Jumlah energi yang begitu besar yang dihasilkan dari sinar matahari membuat sel surya menjadi alternatif energi masa depan yang sangat menjanjikan. Penggunaan sel surya sebagai penyedia energi listrik untuk menggantikan penggunaan energi fosil terus berkembang. Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari bahan semi onduktor yang mengubah sinar matahari langsung menjadi arus dan tegangan. Arus dan tegangan listrik yang dihasilkan dari panel surya membutuhkan sebuah alat pengendali yang disebut solar charge controller (SCC) merupakan peralatan elektronik yang biasa digunakan untuk mengatur arus searah yang mengisi baterai bank. SCC bisa menerapakan teknologi pulse width modulation ( PWM ) atau Maximum Power Point Tracking ( MPPT ). Kontroler ini berfungsi sebagai alat pengatur tegangan baterai bank agar tidak melampaui batas toleransi dayanya. Disamping itu, alat pengontrol ini juga mencegah pengaliran arus dari baterai bankmengalir balik ke panel sel surya ketika proses pengisian sedang tidak berlangsung sehingga baterai bank yang sudah dicas tidak terkuras tenaganya. Bedasarkan hasil pengujian dan analisis, pada pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai keluaran daya, tegangan, dan arus dari SCC tipe PWM dan menggunakan panel surya polycristalline 275 WP serta baterai bank 24V. Data pengujian tegangan dan arus panel suryadiambil di lapangan dari pukul 11.30 – 13.50. Nilai daya rata-rata dari yang dihasilkan dari SCCPWM yaitu 146,4W lebih tinggi dibandingkan daya yang dihasilkan panel surya yang hanya 137W yang dimana SCC PWM ini menunjukkan nilai efisiensi yaitu 93,57% dalam mengkonversi daya. Nilai tegangan rata-rata yang keluar dari SCC ke baterai bank lebih kecil yaitu 24,6Vdibandingkan dengan tegangan dari panel surya yaitu 26,51V. Untuk nilai arus rata-rata yang keluar dari SCC ke baterai bank lebih rendah yaitu 5,59A dibandingkan dengan arus dari panelsurya menuju SCC yaitu 5,86 A.Kata Kunci: Solar charge controller, SCC, PWM.ABSTRACTThe need for the use of non-renewable energy such as fossil energy is still the mainsupplier of energy in this world, in addition to the fact that the use of fossil energy producesvarious kinds of pollution and the condition will decrease and deplete over time, therefore alternative energy sources are needed that are abundant and not plentiful. contains pollution andcan replace the use of fossil energy as the main energy.As an effort to develop alternative energy, the use of solar energy in Indonesia is one ofthe most potential alternatives to be developed in the territory of Indonesia given that geographically as a tropical country, across the equator, the potential for solar energy is quitegood. Solar energy is a renewable energy source that does not cause pollution and is an unlimitedsource of energy. Solar cells are a source of electrical energy that utilizes sunlight as an energysource. The large amount of energy produced from sunlight makes solar cells a very promising alternative energy future.use of solar cells as a provider of electrical energy to replace the use of fossil energycontinues to grow. A solar panel is a device consisting of a semiconductor material that convertsdirect sunlight into current and voltage. The electric current and voltage generated from solar panels requires a controller called a solar charge controller (SCC) which is an electronic devicecommonly used to regulate direct current. which charges the battery bank. SCC can apply pulsewidth modulation (PWM) or Maximum Power Point Tracking (MPPT) technology. Thiscontroller functions as a voltage regulator for the bank battery so that it does not exceed thepower tolerance limit. In addition, this controller also prevents the flow of current from thebattery bank from flowing back into the solar cell panel when the charging process is not inprogress so that the battery bank that has been charged does not drain its energy.Based on the results of testing and analysis, this test was carried out to determine thevalue of the output power, voltage, and current of the PWM type SCC and using a 275 WPpolycristalline solar panel and a 24V battery bank. The solar panel voltage and current test datawere taken in the field from 11.30 – 13.50. The average power value generated from SCC PWMis 146.4W, which is higher than the power generated by solar panels which is only 137 W, wherethe SCC PWM shows an efficiency value of 93.57% in converting power. The average voltagevalue that comes out of the SCC to the battery bank is 24.6V compared to the voltage from thesolar panel, which is 26.51V. For the value of the average current coming out of the SCC to thebattery bank is 5.59A lower than the current from the solar panel to SCC which is 5.86 A.Keywords : Solar charge controller, PWM .
Pengaruh Bentuk Gelombang Sinus Termodifikasi (Modified Sine Wave) Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi Satu Fasa Robby Fierdaus; n/a Soeprapto; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.157 KB)

Abstract

Sistem photovoltaic saat ini telah sampai padasebuah sistem yang dapat diterapkan di perumahan yangbiasa disebut dengan Solar Home System (SHS). Sistemphotovoltaic ini akan mengubah energi yang dibangkitkanmenjadi sumber energi listrik bolak-balik menggunakanalat berupa inverter. Pada skala SHS inverter yangdigunakan adalah inverter jenis Modified Sine Wave yangmana bentuk gelombang keluaran adalah nonsinus.Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuipengaruh dari bentuk gelombang Modified Sine Wavepada beban non-linier rumah tangga yaitu motor induksisatu fasa (kipas angin). Dan penentuan parameterparameterpada motor induksi satu fasa dilakukandengan 3 pengujian, yaitu pengujian blok rotor,pengujian beban nol, dan pengujian sumber DC. Denganpersamaan-persamaan motor induksi satu fasa jenisPermanent Split Capacitor maka akan didapatkan besarefisiensi, torsi, serta rugi-rugi daya pada motor induksisaat beroperasi. Pendekatan juga dilakukan denganmenggunakan metode Deret Fourier. Dari hasil penilitianini didapatkan besar efisiensi serta rugi-rugi daya saatmenggunakan inverter modified sine wave adalah sebesar20,17 % dan 36,72 W. Sedangkan bila menggunakansumber sinusoida murni sebesar 21,78 % dan 35,19 W.
RANCANG BANGUN PENGATUR TEGANGAN BOLAK-BALIK SATU FASA ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTI AUTOTRANSFORMATOR Fahrizal Ghazian Putra; Hery Purnomo; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan praktikum sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai sarana dalam menerapkan ilmu yang diajarkan dalam perkuliahan secara nyata. Namun tidak jarang peralatan yang digunakan untuk praktikum mengalami kerusakan, terutama pada pengatur tegangannya (power supply). Penggunaan pengatur tegangan AC untuk beban satu fasa di laboratorium masih menggunakan autotransformator konvensional. Autotransformator tersebut memiliki sikat geser (slide brush) yang bisa habis maupun terbakar jika terlalu lama dan salah menggunakannya. Pada penelitian ini, dibuatlah suatu alat berupa rectifier dan inverter yang digunakan bersama sebagai pengatur tegangan elektronik agar mendapatkan tegangan keluaran yang variabel. Untuk mengkonversi listrik AC menjadi listrik DC menggunakan Switch-mode Power Supply (SMPS). Tegangan keluaran dari SMPS lalu dapat diubah kembali menjadi listrik AC yang terkontrol mendekati gelombang sinusoidal murni. Rangkaian inverter menggunakan push-pull inverter dengan metode SPWM unipolar switching. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui prinsip kerja rangkaian pengatur tegangan bolak-balik satu fasa dengan pengaturan amplitudo dan juga membandingkan perbedaan karakteristik yang terdapat pada autotransformator. Dari hasil pengujian untuk uji transformator 900 VA didapatkan rugi inti besi (Rc = 1428.57 Ω, Xm = 3389.83 Ω) pada Voc = 220 V, dan rugi tembaga (Re = 40.81, Xe = 35.78) pada Vsc = 38 V. Pengujian juga dilakukan terhadap beban bohlam, kapasitor dan induktor dengan variasi nilai hambatan. Kemudian seluruh pengujian tersebut diamati bentuk gelombang tegangan dan arus dan dibandingkan dengan gelombang dari autotransformator.                                                                                                                                                             Keywords: Pengatur Tegangan Elektronik, Push-pull Inverter, SPWM Unipolar switching, Autotransformator ABSTRACT The practicum is needed by students as a means of applying the knowledge taught in lectures in real terms. However, often the equipment used for laboratorium is damaged, especially in the voltage regulator (power supply). The use of AC voltage regulators for single phase loads in the laboratory still uses conventional autotransformers. The autotransformator has a sliding brush (slide brush) that can run out or burn if it's too long and uses it wrongly. In this study, a rectifier and inverter was made which is used together as an electronic voltage regulator to obtain a variable output voltage. To convert AC power into DC electricity using Power Supply Switches (SMPS). The output voltage from the SMPS can then be converted back into controlled AC electricity near pure sinusoidal waves. The inverter circuit uses a push-pull inverter with the unipolar switching SPWM method. The main objective of this study is to determine the working principle of a one-phase alternating voltage regulator circuit with amplitude settings and also to compare the different characteristics found in the autotransformer. From the test results for the 900 VA transformer test, iron core losses were obtained (Rc = 1428.57 Ω, Xm = 3389.83 Ω) in Voc = 220 V, and copper losses (Re = 40.81, Xe = 35.78) in Vsc = 38 V. Tests were also carried out against bulb loads, capacitors and inductors with varying resistance values. Then, all the tests are observed voltage and current waveforms and compared with waves from the autotransformator. Keywords: Electronic Voltage Regulator, Push-pull Inverter, SPWM Unipolar switching, Autotransformator
IMPLEMENTASI KONTROLER ROBUST PID DENGAN ITAE UNTUK SISTEM MOTOR-GENERATOR DC Indraloka Bayu Krishna; n/a Soeprapto; Ramadhani Kurniawan Subroto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegangan keluaran pada generator DC pada umumnya akan mengalami perubahan nilai jika terjadi perubahan beban. Agar nilai tegangan keluaran generator DC dapat dipertahankan, diperlukan pengendali. Skripsi ini membahas penggunaan pengendali PID yang melibatkan tiga parameter pengendalian, yaitu parameter proporsional (P), integral (I) dan diferensial (D). Pemilihan jenis pengendali ini dikarenakan metode pengendalian PID dikenal dapat bekerja efektif pada plant yang membutuh respon cepat menggunakan perhitungan yang sederhana. Dalam skripsi ini dilakukan perbandingan penggunaan tiga metode yang berbeda dalam penentuan parameter pengendali PID, yaitu metode direct synthesis, ITAE tanpa filter dan ITAE dengan filter. Karakteristik pengendalian terbaik dilihat dari hasil perbandingan nilai overshoot, settling time, steady-state error, lonjakan nilai tegangan baik ketika terjadi penambahan beban maupun pelepasan beban, serta recovery time ketika terjadi penambahan dan pelepasan beban. Pada implementasi di laboratorium digunakan tiga jenis nilai resistansi saat pembebanan, yaitu 150 Ω, 175 Ω dan 200 Ω dengan pertimbangan agar arus keluarannya tidak melebihi nilai nominalnya. Pada penerapannya, hasil kontrol yang terbaik terjadi pada kontroler ITAE tanpa filter dan ITAE dengan filter yang pada dasarnya kedua kontroler tersebut memiliki nilai parameter yang sama hanya saja pada ITAE dengan filter terdapat filter untuk menghilangkan overshoot. Kata Kunci: Motor-Generator DC, Kontroler PID, Metode Robust PID. ABSTRACT The output voltage in the DC generator will generally undergo a change in the value if a load change occurs. For the DC generator output voltage values to be retained, controllers are required. This thesis discusses the use of a PID handler involving three control parameters, namely proportional (P), Integral (I) and differential (D) parameters. Selection of this type of controller is because the control method of PID is known to work effectively in plants that require quick response using simple calculations. In this thesis carried out comparison of the use of three different methods in determining the parameters of PID controller, namely the method of direct synthesis, ITAE without filter and ITAE with filters. The best control characteristics seen from the comparison of overshoot value, settling time, steady-state error, surge in voltage value when adding or removing load, and recovery time when adding or removing load. In the laboratory implementation, three types of resistance value were used, i.e. 150 Ω, 175 Ω dan 200 Ω. In its application, the best control results occur in the unfiltered ITAE controller and the ITAE with filter that basically both controllers have the same parameter value only on ITAE with filter There is a filter to eliminate overshoot. Keywords: DC Motor-Generator, PID Controller, Robust PID Method.
ANALISIS PENGARUH KONTROL V/F TERHADAP KARAKTERISTIK TORSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA PADA MODUL PERCOBAAN LUCAS-NUELLE Vika Zaky Firnanda; n/a Soeprapto; Angger Abdul Razak
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam aplikasi industri, penggunaan kecepatan motor induksi sesuai dengan banyaknya kebutuhan sebagaipenggerak mula untuk memutar beban pada mesin produksi yang ada di dunia industri. Salah satu metode untukmengendalikan kecepatan putar motor induksi adalah dengan kontrol V/f. Namun ada beberapa hal yang harusditinjau dalam pengaplikasian kontrol V/f pada motor induksi tiga fasa. Pertama, terdapat pengaruh tahanan statordimana pada frekuensi rendah terjadi penurunan tegangan yang melewatinya, menyebabkan fluks celah udaramenurun sehingga kinerja motor akan menurun. Kedua, apabila motor induksi dioperasikan di atas kecepatandasar, maka torsi maksimum akan berkurang seiring dengan penambahan frekuensi. Ketiga, penerapan kontrolV/f juga tidak terlepas dari karakteristik torsi beban yang dikopel pada motor induksi tiga fasa. Pada penelitianini akan dilakukan pengujian terkait tiga hal yang harus ditinjau dalam pengaplikasian kontrol V/f motor induksitiga fasa. Pengujian pertama dilakukan dengan memvariasikan tegangan minimal pada kontrol V/f terhadapkarakteristik torsi motor induksi tiga fasa sebagai bentuk kompensasai pengaruh tahanan stator pada frekuensirendah. Pengujian kedua dilakukan dengan mengubah frekuensi dasar pada kontrol V/ terhadap karakteristik torsimotor induksi tiga fasa untuk melihat torsi maksimum yang dapat dihasilkan. Serta pegujian ketiga dilakukandengan mengaplikasian dan membandingkan kontrol V/f linier dan V/f kuadratik untuk melihat karakteristik torsimotor induksi tiga fasa yang dihasilkan.Kata Kunci – V/f Linier, V/f Kuadratik, Torsi.ABSTRACTIn industrial applications, the use of induction motor speed is in accordance with the many needs as theprime mover to rotate the load on production machines in the industrial world. One method to control therotational speed of an induction motor is to control V/f. However, there are several things that must be consideredin the application of V/f control on a three-phase induction motor. First, there is the effect of stator resistancewhere at low frequencies there is a decrease in the voltage across it, causing the air gap flux to decrease so thatthe motor performance will decrease. Second, if the induction motor is operated above the base speed, themaximum torque will decrease with increasing frequency. Third, the application of V/f control is also inseparablefrom the characteristics of the load torque coupled to the three-phase induction motor. In this research, there willbe tests related to three things that must be reviewed in the application of V/f control of a three-phase inductionmotor. The first test was carried out by varying the minimum voltage on the V/f control to the torquecharacteristics of a three-phase induction motor as a form of compensating for the effect of stator resistance atlow frequencies. The second test is carried out by changing the fundamental frequency on the V/ control to thetorque characteristics of a three-phase induction motor to see the maximum torque that can be produced. And thethird test was carried out by applying and comparing linear V/f and quadratic V/f controls to see the torquecharacteristics of the three-phase induction motor produced.Keywords – V/f Linier, V/f Quadratic, Torque.