Claim Missing Document
Check
Articles

HYBRID POWER PLANT FEASIBILITY STUDY IN MANDANGIN ISLAND USING HOMER SOFTWARE Soeprapto Soeprapto; Unggul Wibawa; Mahfudz Shidiq
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.811 KB)

Abstract

In this research, a feasibility study of Diesel Power Plant (diesel) existing on the island Mandangin with hibrid using Renewable Energy (ET) in the form of photovoltaic (PV). HOMER is an optimization analysis software for power generation system design, seen from the value of the Net Present Cost (NPC) the lowest. HOMER itself is an abbreviation of Hybrid Optimization Model for Electric Renewable developed by the National Renewable Energy Laboratory (NREL) USA. The system design is based on data obtained from diesel Mandangin island. of the total power of 1500 kW able to be raised, but only used up to 400 kW. For design optimization was performed by adding a PV system as a source of renewable energy amounting to 300 kW. Analysis of the resulting HOMER, designs are made to meet the needs of 100% load with energy excess of 0.01%. Hybrid system configuration are made which have high initial costs, but the total NPC generated was reduced by $ 4,948,556. For the amount of fuel used, Hybrid system uses less fuel amount to a reduction of 184 565 L / year or a total of $ 180.931 per year compared with the existing diesel system. The amount of emissions released Hybrid system was also decreased with the decrease of 486.123 kg / yr of CO2 and 1,200 kg / yr of CO. In conclusion, HOMER is a software that can optimize power generation.
PENGEREMAN REGENERATIF MOTOR DC TANPA SIKAT (BLDC) UNTUK PENGISIAN BATERAI PADA SEPEDA ELEKTRIK Soeprapto Soeprapto; Unggul Wibawa; Arizky Erwinsyah Hariyanto; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Teknologi Elektro Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.158 KB) | DOI: 10.22441/jte.v9i1.3132

Abstract

Untuk meningkatkan efisiensi sepeda listrik, dibutuhkan sistem pengereman regeneratif untuk menggantikan sistem pengereman mekanik karena pengereman regeneratif dapat mengubah energi kinetik yang akan dibuang menjadi panas melalui kampas rem menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk mengisi baterai. Untuk merealisasikan alat ini, dibutuhkan sepeda, mesin arus searah tanpa sikat, penyearah 3 fasa tak terkontrol, boost converter, baterai, dan kontroler. Besar torsi pengereman pada mesin dipengaruhi oleh besar arus keluaran dari mesin tersebut. Sistem pengereman regeneratif ini dikendalikan dengan suatu mikrokontroler yang akan mengubah-ubah nilai dutycycle pada boost converter agar nilai arus masukan boost converter yang selalu berbanding lurus terhadap nilai arus keluaran mesin dapat berubah sesuai keinginan. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan energi rata-rata sebesar 0,0048360 Wh untuk kecepatan awal 30 km/jam dan 0,0100300 Wh untuk kecepatan awal 40 km/jam dengan beban inersia mesin saja. Kata Kunci— baterai, boost converter, kontroler, mesin arus searah tanpa sikat, pengereman regeneratif, penyearah, sepeda
APLIKASI FIELD ORIENTED CONTROL MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN MATLAB SIMULINK Nur Ridho Fuadi; n/a Soeprapto; Angger Abdul Razak
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aplikasi motor induksi tiga fasa digunakan dalam banyak kebutuhan manusia di masa revolusi industri ini. motor induksi dipilih karena memiliki sifat kesederhanaan, keandalan dan biaya rendah. Namun motor induksi memiliki kekurangan dalam pengendalian yang sulit dan mahal, sehingga dibutuhkan peningkatan pengendalian motor induksi yang baik, FOC merupakan jenis pengendalian motor induksi dengan memanfaatkan metode pengendalian vector dengan modulasi SVM.modulasi yang digunakan ini memanfaatkan vector ruang dari perubahaan parameter motor induksi, yang nantinya di ubah dalam bentuk sinyal pensaklaran inverter IGBT untuk masukkan motor induksi tiga fasa. FOC merupakan Teknik yang mengubah respon arus tiga fasa menjadi arus dua fasa layaknya motor dc terpisah, pemanfaatan ini menggunakan transformasi clarke – park yang   akan mengubah sistem menjadi sistem decoupled. Sehingga komponen torsi  fluksi stator dapat dikendalikan secara terpisah. Dalam penelitian akan membahas FOC model dengan mengamati respon torsi elektromagnetik,arus stator,kecepatan rotor sebagai keluaran dari motor induksi tiga fasa dengan memvariasikan torsi beban,flux referensi dan kecepatan referensi.didapatkan bahwa pengendalian FOC memiliki respon dengan performa yang tinggi dalam berbagai variasi. Kata kunci—Induction Motor, SVM, FOC, Torsi, Flux. Abstract Three-phase induction motor applications are used in many human needs during this industrial revolution. Induction motor is chosen because it has the nature of simplicity, change and low cost. However, induction motors have shortcomings in control and are expensive, so that it needs an increase in good motor control, FOC control of induction motors by utilizing vector control methods with SVPWM modulation. The modulation used is utilizing the space vector of the induction motor change parameters, which will be changed in the form of an IGBT inverter switching signal for the benefit of a three-phase induction motor. FOC is a technique that converts the three-phase current response to a two-phase current like a separate dc motor. This use uses the Clarke-park transformation which will turn the system into a decoupled system. So that the component torque and stator flux can be controlled separately. In this study will discuss the IFOC model with the control of electromagnetic torque response, stator current, rotor speed as the output of a three-phase induction motor by varying the load torque, reference flux and reference. It is found that the FOC control has a high performance response in various variations.. Keywords — Boost Converter, SMC, PID, settling time, voltage deviation, recovery time
RANCANG BANGUN TACHOMETER MENGGUNAKAN GENERATOR DC DENGAN TAMPILAN DIGITAL Agus Setiyono; Hery Purnomo; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tachometer merupakan alat ukur kecepatan putaran yang digunakan dalam Laboratorium Mesin Elektrik. Tachometer analog yang kurang efisien dan tachogenerator yang menggunakan magnet permanent perlu ada pembaharuan untuk menunjang praktikum yang lebih efisien dan tepat. Tachometer menggunakan generator DC merupakan alternatif untuk menggantikan keberadaan tachometer yang ada. Tachometer dengan tampilan digital lebih efisien digunakan dari segi waktu karena hasil kecepatan langsung ditampilkan dalam LCD. Generator DC penguat terpisah lebih cocok digunakan dibandingkan dengan generator shunt yang resistansi medannya lebih besar dari resistansi kritis generator. Generator DC yang digunakan memiliki resistansi medan (Rf) sebesar 36,07 ohm dan konstanta mesin sebesar 0,0215. Untuk membuat tachometer menggunakan generator DC dengan tampilan digital diperlukan generator DC dan kontrol unit sebagai rangkaian elektronik untuk menampilkan hasil kecepatan dalam LCD. Konversi tegangan keluaran generator DC menjadi kecepatan dengan menggunakan rumus tegangan keluaran generator terdapat kesalahan rata-rata sebesar 7,18% sedangkan konversi menggunakan regresi linier terdapat kesalahan rata-rata sebesar 2,13%. Pengujian tachometer secara keseluruhan didapatkan hasil dengan kesalahan terbesar yaitu 6,75%, kesalahan terkecil yaitu sebesar 0,23% serta kesalahan rata-rata sebesar 2,41%. Kata kunci : Tachometer, kecepatan, generator DC, Liquid Crystal Display (LCD)  
Perancangan Battery Control Unit (BCU) Dengan Menggunakan Topologi Cuk Converter Pada Instalasi Tenaga Surya Annisa Tri Andini; n/a Soeprapto; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.933 KB)

Abstract

Energi matahari merupakan energiterbarukan yang cukup melimpah persediaannya diIndonesia, sehingga dapat dimanfaatkan khususnya padadaerah yang belum terjangkau listrik. Dalammemanfaatkan energi listrik dibutuhkan panel suryayang dapat mengubah energi matahari menjadi energilistrik dan baterai sebagai media penyimpan energitersebut. Namun, intensitas cahaya matahari yangberubah-ubah dapat menyebabkan baterai cepat rusakkarena arus dan tegangan yang masuk ke baterai tidakkonstan. Untuk itu penulis merancang dan membuatBattery Control Unit (BCU) agar tegangan dan arus yangmasuk ke baterai relatif konstan.Dalam perancangan BCU menggunakan topologi CukConverter yang dapat menaikkan dan menurunkantegangan sumber dengan mengubah-ubah duty cycle, dandapat mengurangi ripple pada keluaran panel surya danmasukan untuk baterai. Tegangan sumber akan turunjika nilai duty cycle kurang dari 50% dan akan naik jikanilai duty cycle lebih dari 50%. Pada saat teganganbaterai di bawah tegangan baterai penuh BCUmenggunakan metode arus konstan dan saattegangan baterai mencapai tegangan baterai penuhmenggunakan metode tegangan konstan.Kata kunci— Battery Control Unit, Cuk Converter, panelsurya.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN REGENERATIF BRUSHLESS DC MOTOR MENGGUNAKAN BIDIRECTIONAL VOLTAGE SOURCE INVERTER (VSI) Victor Andrean; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan catu daya yang digunakan oleh kendaraan listrik. Efisiensi penggunaan energi baterai yang rendah akan mengakibatkan semakin pendeknya jarak tempuh sebuah kendaraan listrik. Salah satu cara meningkatkan efisiensi penggunaan baterai adalah memanfaatkan regenerasi energi selama proses pengereman elektrik. Penelitian ini menggabungkan dua macam teknik pengereman, yaitu regeneratif, dan gabungan regeneratif-plugging untuk mengatasi kekurangan-kekurangan pada metode pengereman elektris yang sudah ada sebelumnya. Hanya dengan memainkan urutan pensaklaran pada Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), maka proses regenerasi energi dapat dilakukan secara efektif, serta dapat mewujudkan torsi pengereman sesuai dengan keinginan pengendara sampai kendaraan berhenti. Tentu saja metode ini akan menjamin kenyamanan pengendara, disamping akan menghemat biaya produksi karena tidak diperlukannya konverter tambahan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan beban inersia mesin dan roda, didapatkan energi rata-rata yang dapat dikembalikan ke baterai adalah sebesar 0,01 Wh untuk kecepatan awal 30 km/jam dan 0,0186 Wh untuk kecepatan awal 40 km/jam. Apabila dibandingkan dengan besar energi kinetik yang dimiliki roda saat berputar, maka didapatkan prosentase energi kinetik yang dapat dikembalikan ke baterai sebesar 41,82% untuk kecepatan awal 30km/jam, dan sebesar 43,74% untuk kecepatan awal 40km/jam. Kata kunci : Plug in Electric Vehicle (PEV), Brushless DC Motor, Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), metode six-step, Regenerative Braking System (RBS).
Rancang Bangun Pencatat Karakteristik Motor Listrik Berbasis Mikrokontroler untuk Laboratorium Elektronika Daya JTE FT-UB Ahmad Firmansyah A.; n/a Soeprapto; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor listrik adalah suatu perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dan termasuk ke dalam kategori mesin listrik dinamis. Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban motor mengacu kepada keluaran tenaga putar (torsi) sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Salah satu beban motor listrik yang berfungsi sebagai alat pengukur torsi motor adalah magnetic powder brake. Besarnya torsi diukur menggunakan control unit yang bekerja bersama dengan magnetic powder brake. Control unit ini juga digunakan bersama dengan tachogenerator untuk mengukur kecepatan rotasi motor. Selain itu, tegangan dan arus motor juga diukur menggunakan osiloskop yang sebelumnya dihubungkan ke isolation amplifier terlebih dahulu. Data-data karakteristik motor listrik tersebut kemudian dibaca menggunakan mikrokontroler Arduino Uno untuk selanjutnya dikirim ke Personal Computer menggunakan koneksi USB. Data-data tersebut kemudian diolah lebih lanjut dan ditampilkan dalam bentuk grafik menggunakan Microsoft Visual Studio. Efisiensi motor dapat dihitung menggunakan semua besaran yang telah diukur dan dicatat. Kata Kunci—karakteristik motor asinkron, torsi motor, kecepatan rotasi motor, akuisisi data, tachogenerator, magnetic powder brake
ANALISIS TEKNIK DAN EKONOMI POWER HIBRIDA (PHOTOVOLTAIC-PLN) DI JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK BRAWIJAYA MALANG Liky Saputra Mulia; Mahfudz Shidiq; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sel surya merupakan salah satu energiterbarukan. Sel surya dapat mengkonversi sinarmatahari langsung energi disosiasi diatomik menjadienergi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh selsurya yang tidak dipengaruhi oleh intensitas mataharicahaya yang diterima, sehingga sel surya hanya dapatmenghasilkan energi listrik jika ada sinar matahari.Suplai energi listrik harus dapat diterapkan setiap kali.Hibrida dari alternator energi surya (PLTS) denganjaringan listrik dari PLN akan menghasilkankelangsungan penyediaan energi listrik. Pada sistemhibrid ini, suplai listrik dari PLTS ini dirancang untukmenyuplai sekitar 30% dari beban keseluruhanperalatan listrik di rumah tangga, beban sisanya sekitar70% disuplai oleh PLN. Hibrida PLTS dengan jaringanlistrik dikendalikan oleh switch pengontrol yangkerjanya satu cara arah; ketika PLTS bekerja (on),maka suplai listrik dari PLN akan terputus dan begitusebaliknya.Keywords—Sel Surya, sistem hibrida, switch kontrol
Perancangan Soft Starter Motor Induksi Satu Fasa dengan Metode Closed Loop Menggunakan Mikrokontroler Arduino Ardhito Primatama; n/a Soeprapto; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.056 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan alat yang paling banyak digunakan dalam industri baik industri besar maupun industri rumahan dikarenakan konstruksinya yang sederhana dan handal. Motor yang paling banyak digunakan di industri rumahan adalah motor induksi satu fasa. Motor induksi memiliki permasalahan yang sangat merugikan sistem, yaitu arus pengasutannya yang tinggi. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah menggunakan soft starter. Dewasa ini teknologi elektronika daya TRIAC digunakan sebagai komponen utama dalam soft starter. Pengaturannya juga diatur dengan mikrokontroler untuk memudahkan melakukan pengasutan. Mikrokontroler yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arduino.  Soft starter yang dirancang mampu menurunkan arus pengasutan hingga 2 kali untuk pengasutan tanpa beban dan 3 kali untuk pengasutan dengan beban generator sinkron. Torsi pengasutan yang dihasilkan oleh soft starter sebesar 0,023 Nm untuk pengasutan tak berbeban dan 0,43 Nm untuk pengasutan dengan beban generator sinkron. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengasutan menggunakan soft starter tak berbeban selama 0,77 detik sedangkan untuk kondisi berbeban generator sinkron sebesar 7,92 detik.   Index Terms— soft starter, motor induksi satu fasa, TRIAC, Arduino, arus pengasutan, torsi pengasutan.
PERANCANGAN SISTEM HYBRID PHOTOVOLTAIC ON-GRID DAN OFF- GRID SKALA LABORATORIUM Haris Altamira; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sistem fotovoltaik hybrid antara sistem fotovoltaik off grid yang menggunakan inverter bi directional dan on grid yang menggunakan inverter grid tie bertujuan untuk menutupi kekurangan yang dimiliki oleh masing masing sistem fotovoltaik. Dengan menggunakan sistem hybrid maka sistem fotovoltaik on grid akan tetap dapat bekerja walaupun jaringan listrik PLN padam karena sistem fotovoltaik off grid akan menggantikan PLN untuk menyediakan jaringan listrik lokal. Dalam penelitian ini terlebih dahulu membuat simulasi pembangkitan energi dengan fotovoltaik menggunakan data intensitas radiasi matahari yang ada di Kota Malang. Dari hasil simulasi, sistem fotovoltaik hybrid mengalami kelebihan daya terbangkitkan untuk menyuplai beban dalam jam tertentu. Daya berlebih tersebut akan di ekspor ke jaringan listrik PLN pada saat kondisi jaringan listrik PLN terhubung, dan akan digunakan untuk menyuplai inverter bi directional yang nantinya akan melakukan proses charging pada baterai pada saat kondisi jaringan listrik PLN tidak terhubung atau padam. Berdasarkan hasil pengujian, sistem fotovoltaik on grid bertindak sebagai penyuplai beban dasar. Jika daya yang dihasilkan oleh sistem tersebut sama atau lebih besar dari daya yang dibutuhkan oleh beban, maka daya beban akan disuplai 100% oleh sistem fotovoltaik on grid. Pada saat PLN terhubung, daya berlebih yang dihasilkan akan di ekspor ke jaringan listrik PLN. Dan pada saat PLN padam, daya berlebih akan dikirim ke sistem fotovoltaik off grid yang kemudian digunakan untuk pengisian daya baterai menyuplai beban kritis. Sistem fotovoltaik off grid dan jaringan PLN akan membantu menyuplai kekurangan daya jika kebutuhan daya untuk beban lebih besar dari daya yang dihasilkan oleh sistem fotovoltaik on grid. Kata kunci: Fotovoltaik, inveter, inverter grid tie, inverter bi directional, jaringan listrik. ABSTRACT This study discusses hybrid photovoltaic systems between off grid photovoltaic systems that use bi directional and on grid inverters that use an objective grid tie inverter used by each photovoltaic system. By using a hybrid system the photovoltaic system on the network will still be able to work with PLN power grid because the network photovoltaic system will be used to provide local power grid. In this study first make the generation of energy with photovoltaic using existing data in Malang. From the simulation results, the hybrid photovoltaic system is up to more than generated power to supply the load within a certain hour. Excess power will be delivered to the PLN network at the time there is a power grid PLN, and will be used to supply bi directional inverters that will make the charging process on the state of the electricity grid is not connected or off. Based on the test results, the photovoltaic system on the grid is intended as a basic load supplier. If the power generated by the system is equal to or greater than the power required by the load, then the load power will be supplied 100% by the photovoltaic system on the grid. When PLN is connected, the excess power generated will be delivered to the PLN power grid. And when PLN is off, excess power will be sent to the photovoltaic system of the network to be used to supply the critical load. The off grid photovoltaic and PLN networks will help to supply more space if required by grid photovoltaic networks. Keywords: Photovoltaics, inveter, inverter grid tie, bi directional inverter, power grid.