Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan dan Analisis Desain Jaringan Mobile Wimax 802.16e di Daerah Sub Urban (Studi Kasus di Kota Kediri) Zikrie Pramudia A.; Ali Mustofa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.359 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan bagaimana proses perencanaan dan perancangan untuk mewujudkan jaringan internet berbasis mobile WiMax 802.16e di Kota Kediri. Perencanaan desain jaringan mobile WiMax dilakukan dengan menganalis data primer dan studi literatur untuk data sekunder serta analisis variabel data. Metode trend linier dan eksponensial digunakan untuk meramalkan jumlah pelanggan WiMax di masa mendatang. Dalam hal konfigurasinya, model WMAN dengan topologi point to point menjadi pilihan yang relevan pada penelitian ini. Dengan perhitungan diperoleh kepadatan trafik 61,52 erlang, bit rate 22,5 Mbps, pathloss 124 dBm dan radius BS 3,03km yang berjalan pada modulasi 64-QAM, jumlah base station 6 buah, Dan dari karakteristik geografis daerah sub urban seperti kota Kediri yang tergolong tipe propagasi B dapat menggunakan jenis antenna Omnidirectional sebagai pilihanya.Kata Kunci—Perancangan, Mobile WiMAX, Sub-urban, Kediri.
PENERAPAN FUZZY LOGIC CONTROL PADA VOLUME LARUTAN pH UP DAN pH DOWN UNTUK ALAT PENGONTROL pH AIR DENGAN METODE MAMDANI Muhammad Ali Mahdi; Goegoes Dwi Nusantoro; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLarutan pH up dan pH down merupakan larutan yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan kadar pH pada alat pengontrol pH air untuk budidaya benih ikan nila. Ikan nila dapathidup secara optimal pada pH 6,8-7,2. Agar lebih mudah, pendeteksian pada pH kolam menggunakan sensor pH serta sensor ultrasonik untuk pengukuran volume air kolam. Jumlah larutan yang dikeluarkan ke kolam dikontrol menggunakan kontrol logika fuzzy untuk mengurangi kesalahan larutan pH up dan pH down yang ditambahkan pada alat kontrol pH air kolam. Kontrol logika fuzzyyang digunakan adalah metode mamdani dengan beberapa tahap, yaitu fuzzifikasi, kaidah atur (Rule-Base) dan inferensi, dan defuzzifikasi. Metode fuzzifikasi yang digunakan adalah metode min-max sedangkan pada defuzzifikasi menggunakan metode center of gravity. Presentase error yangdihasilkan atas respon secara keseluruhan sistem adalah 0,19 %.Kata Kunci: Kontrol Logika Fuzzy, Alat Kontrol pH air, Larutan.ABSTRACTSolutions of pH up and pH down are solutions used to raise and lower pH levels in water pHcontrollers for tilapia seed culture. Tilapia can live optimally at a pH of 6.8-7.2. To make it easier,detection of pond pH uses a pH sensor and an ultrasonic sensor for measuring the volume of poolwater. The amount of solution discharged into the pond is controlled using fuzzy logic control toreduce the error of the pH up and pH down solution added to the pond water pH controller. Fuzzylogic control used is the mamdani method with several stages, namely fuzzification, rule-base andinference, and defuzzification. The fuzzification method used is the min-max method, while thedefuzzification method uses the center of gravity method. The percentage of error generated for theoverall system response is 0.19%.Keywords: fuzzy logic control, Water pH Control Equipment, Solution.
DESAIN PERANGKAT LUNAK PENGUKURAN JARAK ANTARA BIDANG KAMERA DAN OBJEK TARGET MENGGUNAKAN METODE TRIANGULASI COMPUTER STEREO VISION Andri Bangun Raharjo; Muhammad Aswin; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.549 KB)

Abstract

Keberadaan komputer telah banyak membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan.Pada saat ini hampir semua orang memiliki perangkat tersebut. Perkembangan ini pun diiringi dengan teknologi pengolahan citra digital sebagai pendukung supaya komputer mampu melihat citra seperti manusia menggunakan kamera. Suatu citra dapat dihasilkan dari kamera untuk diolah menjadi kode digital dan dianalisa sehingga komputerdan kamera layaknya otak dan mata manusia.Studi ini memiliki dua tujuan yang berkaitan. Pertama, untuk mendukug proyek akhir; kemudian kedua, adalah karena ini bidang futuristik maka bidang ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan yang berkaitan tentang robotika. Untuk tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengukur jarak antara objek target dan bidang dua kamera yang disusun secara paralel.Dengan dikembangkannya penelitian mengenai pengukuran jarak dengan menggunakan Stereo Vision ini maka sensor – sensor dalam robot yang banyak dipakai dapat di-reduksi minimal sehingga robot lebih kompak dan lebih simple dan dapat mengurangi beban kerjanya terutama apabila dipakai dalam medan outdoor karena prinsip dari penelitian ini adalah mengenai kemiripan dengan mata Manusia.Skripsi ini membahas tentang bagaimana cara mengambil citra objek target berupa kubus hitam dari latar belakang putih dengan menggunakan webcam. Inisialisasi device kamera menggunakan Direct Show, yaitu komponen yang berperan untuk mengakses inti driver Windows Device Modul (WDM) kamera web. Selanjutnya, kamera web ini akan digunakan sebagai pendeteksi obyek berupa kubus hitam yang berlatar belakang putih.Kata kunci: kubus hitam, latar belakang putih, pengolahan citra, webcam, directshow
ANALISIS PERFORMANSI SINGLE CARRIER FREQUENCY DIVISION MULTIPLE ACCESS PADA TEKNOLOGI LTE MENGGUNAKAN MODEL PROPAGASI WALFISCH IKEGAMI Fajar Pramana; Ali Mustofa; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia telekomunikasi saat ini telah berkembang pesat yang saat ini sudah melebihi teknologi generasi ketiga (3G). The 3rd Generation Partnership Project (3GPP) merupakan standart yang digunakan dalam dunia telekomunikasi. Akan tetapi ada permasalahan yang diakibatkan saat pentransmisian sinyal yang umumnya sinyal yang ditransmisikan akan dipengaruhi oleh bermacam-macam fenomena fading, salah satunya multipath fading yang pasti terjadi pada jaringan wireless. Penulisan skripsi ini bertujuan  untuk  mengkaji pengaruh penggunaan masing-masing teknik modulasi untuk performansi pada kanal uplink LTE dengan penerapan multiple access SC-FDMA menggunakan model propagasi Walfisch Ikegami, ditinjau dari parameter sistem yang meliputi Path Loss, Signal to Noise Ratio (SNR), Energy Bit to Noise Ratio (Eb/No) dan Bit Error Rate (BER). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data sekunder, perhitungan dan pengolahan data menggunakan software Matlab R2015a dan selanjutnya di analisis. Perhitungan Nilai pathloss dalam hal ini digunakan dalam kondisi urban dengan metode walfisch-ikegami dimana pengaruh jarak yang semakin jauh dan pada kondisi NLOS akan menyebabakan nilai pathloss semakin besar. Hasil perhitungan menunjukkan pada nilai bandwidth sistem, semakin cepat laju data maka bandwidth sistem akan semakin besar dan nilai bandwidth sistem terbesar diperoleh pada teknik modulasi 64-QAM, yaitu 7,7064Mbps. Nilai SNR juga berpengaruh pada kondisi dan jarak, untuk kondisi LOS maupun NLOS berpengaruh terhadap nilai SNR, dimana nilai SNR semakin kecil karena dipengaruhi multipath fading. Sedangkan pada nilai BER dipengaruhi oleh jarak, semakin jauh jarak antara eNodeB maka akan semakin besar nilai BER, nilai BER terbesar pada kondisi LOS dan pada teknik modulasi 64-QAM. Kata Kunci : LTE, Delay Spread,Pathloss,SNR,Eb/No,BER SUMMARY The world of telecommunications today has grown rapidly which currently exceeds third generation technology (3G). The 3rd Generation Partnership Project (3GPP) is a standard used in the world of telecommunications. However, there are problems that arise when transmitting signals that are generally transmitted signal will be influenced by various fading phenomena, one of which multipath fading that must occur in wireless networks. This thesis aims to examine the effect of each modulation technique for performance on uplink LTE channel with the application of multiple access SC-FDMA using Walfisch Ikegami propagation model, in terms of system parameters including Path Loss, Signal to Noise Ratio (SNR), Energy Bit to Noise Ratio (Eb / No) and Bit Error Rate (BER). The method used in this research is secondary data collection, calculation and data processing using Matlab R2015a software and then in the analysis. Calculation The value of pathloss in this case is used in urban conditions with walfisch-ikegami method where the influence of distances are farther and in NLOS conditions will cause the pathloss value is greater. Calculation results show the value of system bandwidth, the faster the user rate the system bandwidth will be greater and the largest bandwidth The largest system bandwidth value obtained in 64-QAM modulation technique, which is 7.7064Mbps. SNR values ​​also affect the speed and distance, making the value of SNR Smaller, while for LOS and NLOS conditions affect the value of SNR, where the SNR value is smaller because it is influenced multipath fading. While the value of BER is influenced by distance, the greater the distance between eNodeB, the greater the BER value, the largest BER value in the LOS condition and the 64-QAM modulation technique. Keywords: LTE, Delay Spread, Pathloss, SNR, Eb / No, BER
ANALISIS PENGARUH INTERFERENSI ANTAR ACCESS POINT IEEE 802.11B/G/N DENGAN VARIASI CHANNEL OFFSET Sepvicho Prima Putra P.; Ali Mustofa; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Access point merupakan pe-rangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi. Wi-Fi menggunakan standar IEEE 802.11b/g/n yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz dengan 14 channel. Pemilihan 3 channel non-overlapping diperlukan untuk access point yang berada pada area yang sama agar tidak terjadi interferensi. Interferensi menyebabkan kinerja access point dapat terganggu dan kurang optimalnya pertukaran data pada jaringan wireless tersebut. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh interferensi antar access point IEEE 802.11b/g/n terhadap channel offset. Parameter kinerja yang diamati adalah throughput, jitter, dan packet loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa channel offset dapat mempengaruhi performansi aceess point IEEE 802.11b/g/n. Access point IEEE 802.11n. merupakan access point pengganggu terbesar. Hal ini dibuktikan pada channel offset 22 MHz, IEEE 802.11b memiliki throughput sebesar 317,33 kbps, jitter sebesar 82,1826 ms, dan packet loss sebesar 29,52%. Sedangkan IEEE 802.11g memiliki throughput sebesar 153,58 kbps, jitter sebesar 205,904 ms, dan packet loss sebesar 19,431%. Begitu pula interferensi sesama IEEE 802.11n memiliki throughput sebesar 26368,91 kbps, jitter sebesar 1,7645 ms, dan packet loss sebesar 5,644%. Kata Kunci – Interferensi, Wi-Fi, IEEE 802.11b/g/n, Channel Offset, QoS.
ANALISIS PENGARUH PERGERAKAN USER TERHADAP PERFOMANSI LONG TERM EVOLUTION (LTE) Fajrul Farooqi; Dwi Fadila Kurniawan; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini khususnya komunikasi bergerak telah memasuki standar yang melebihi teknologi generasi ketiga (3G). Standar teknologi komunikasi bergerak yang saat ini banyak digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh 3GPP (the 3rd Generation Partnership Project). Ada beberapa varian standar 3GPP, salah satunya yaitu 3GPP release 8 atau Long Term Evolution (LTE). Akan tetapi ada permasalahan yang diakibatkan saat pentransmisian sinyal, pada umumnya sinyal yang ditransmisikan akan mengalami perubahan ketika melalui jalur propagasi menuju penerima. Jalur itu disebut dengan lintasan jamak (multipath). Ditambah lagi dengan adanya pergerkan user yang bergerak menjauhi eNodeB akan menyebabkan pergeseran frekuensi. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pergerakan user terhadap performansi LTE yang bergerak menjauhi eNodeB dengan kecepatan yang berbeda yaitu 100 km/jam, 150km/jam dan 200 km/jam, ditinjau dari parameter sistem yang meliputi Path Loss, Signal to Noise Ratio (SNR), Energy Bit to Noise Ratio (EB/No) dan Bit Error Rate (BER) Untuk mengetahui proses pengaruh dari kecepatan user dengan cara menghitung frekuensi doppler dengan asumsi user menjauhi eNodeB dengan kecapatan yang berbeda dan dibutuhkan parameter-parameter berupa pathloss, SNR, Eb/No, BER. Dalam pengukuran pathloss digunakan metode walfisch-ikegami. Pengaruh pergerakan user terhadap performansi Long Term Evolution (LTE) ada dan bernilai kecil jika dibandingkan dengan gelombang elektromagnetik. Nilai pathloss dalam hal ini digunakan dalam kondisi urban dengan metode walfisch-ikegami dimana pengaruh jarak yang semakin jauh akan menyebabakan nilai pathloss semakin besar. Hasil perhitungan menunjukkan kecepatan user juga  berpengaruh pada nilai bandwidth sistem, semakin cepat laju pengguna maka bandwidth sistem akan semakin besar dan bandwidth terbesar dikecepatan 200 km/jam dan di modulasi 16-QAM. Nilai SNR juga berpengaruh pada kecepatan dan jarak, membuat nilai SNR berubah semakin kecil, sedangkan kecepatan pengguna berpengaruh terhadap nilai SNR, dimana nilai SNR semakin kecil seiring bertambahnya kecepatan pengguna. Sedangkan pada nilai BER dipengaruhi oleh jarak , semakin jauh jarak antara eNodeB maka akan semakin besar nilai BER, nilai BER terbesar pada kecepatan 200 km/jam dan pada teknik modulasi 64-QAM. Kata Kunci : LTE, Efek Doppler,Pathloss,SNR,Eb/No,BER
PENGARUH PEMBATASAN BANDWIDTH TERHADAP PERFORMANSI JARINGAN INTERNET DENGAN METODE PCQ (PER CONNECTION QUEUE) DI SEJENAK CAFE KOTA MALANG Muhammad Antony Oktavianto; Sigit Kusmaryanto; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 8 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSkripsi ini adalah penelitian eksperimen yang mambahas pembatasan bandwidth jaringan internet di Sejenak Café kota Malang. Metode pembatasan bandwidth adalah metode PCQ (Peer Connection Queue). Metode PCQ, yaitu metode pembagian jaringan internet secara merata ke sejumlah client yang aktif. Pembatasan bandwidth pada penelitian ini menggunakan software tenda wireless router untuk mengetahui berapa jumlah client yang sudah tersambung didalam sinyal Wi-Fi. Untuk mengetahui kualitas pembatasan bandwidth dilakukan perhitungan QoS, perhitungan QoS menggunakan software wireshark. Parameter QoS yang dilakukan dalam penelitian ini adalah throughput, paket loss, jitter, dan delay. Hasil dari penelitian ini adalah pembatasan bandwidth yang dapat diatur pada 6 user yang aktif, sehingga tidak ada monopoli bandwidth. Penggunaan bandwidth bisa adil secara merata. Manajemen bandwidth ini adalah usaha yang sangat cocok untuk mengontrol jaringan sehingga penggunaan bandwidth lebih optimal. Hasil penelitian eksperimen ini adalah uji bandwidth sebelum dilakukan pembatasan = 2.5 Mbps (download), 3.8 Mbps (upload), sesudah pembatasan = 0.5 Mbps (download) dan 0.8 Mbps (upload). Jumlah user sebelum dilakukan pembatasan bisa mencapai 4 user sedangkan sesudah dilakukan pembatasan bisa mencapai 20 user. Hasil perhitungan QoS sebelum dan setelah pembatasan bandwidth diperoleh parameter throughput = 9364 Kbps (sebelum), 1038 Kbps (sesudah). paket loss = 0% (sebelum), 0% (sesudah), jitter = 0.001 (sebelum), 0.000 (sesudah), dan delay = 0.001 (sebelum), 3.764 (sesudah).Kata kunci: PCQ, Management bandwidth, wireshark, speedtest.AbstractThis thesis is an experimental study that discusses the limitation of internet network bandwidth at Sejenak Café, Malang city. The bandwidth limitation method is the PCQ (Peer Connection Queue) method. PCQ method, which is a method of distributing the internet network evenly to a number of active clients. Bandwidth limitation in this study uses wireless router tent software to find out how many clients are already connected in the Wi-Fi signal. To determine the quality of bandwidth restrictions, QoS calculations are carried out, QoS calculations using wireshark software. The QoS parameters used in this research are throughput, packet loss, jitter, and delay. The results of this study are bandwidth restrictions that can be set on 6 active users, so there is no bandwidth monopoly. Bandwidth usage can be fairly evenly distributed. Bandwidth management is a very suitable business to control the network so that bandwidth usage is more optimal. The results of this experimental study are bandwidth testing before restrictions = 2.5 Mbps (download), 3.8 Mbps (upload), after restriction = 0.5 Mbps (download) and 0.8 Mbps (upload). The number of users before the restriction can reach 4 users, while after the restriction it can reach 20 users. The results of QoS calculations before and after bandwidth limitation obtained throughput parameters = 9364 Kbps (before), 1038 Kbps (after). packet loss = 0% (before), 0% (after), jitter = 0.001 (before), 0.000 (after), and delay = 0.001 (before), 3,764 (after).Keywords: PCQ, bandwidth management, wireshark, speedtest
ANALISIS PENGARUH TEKNIK MODULASI ADAPTIF TERHADAP PERFORMANSI VIDEO CONFERENCE PADA JARINGAN LONG TERM EVOLUTION (LTE) D. Satria Pravira; Ali Mustofa; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.977 KB)

Abstract

Video conference merupakan suatu layanan yang bisa memenuhi keinginan seseorang untuk melakukan komunikasi dua arah secara realtime. Video conference membutuhkan bandwidth yang lebar untuk melakukan komunikasi antar user atau multi-user dengan delay yang seminimal mungkin. LTE (Long Term Evolution) merupakan salah satu solusi tepat untuk mendukung sistem video conference. Salah satu fitur yang diberikan LTE untuk mengoptimalkan kualitas jaringan adalah dengan menggunakan teknik modulasi adaptif. Untuk mengetahui pengaruh teknik modulasi adaptif terhadap performansi video conference pada jaringan LTE, maka dilakukan dengan perhitungan secara matematis terhadap nilai beberapa parameter meliputi batas switching point (jarak jangkau maksimum) tiap-tiap modulasi, delay end to end, probabilitas packet loss, dan throughput, kemudian dilakukan analisis mengenai besarnya parameter yang didapat terhadap jarak antara eNodeB ke UE dan melakukan simulasi dalam bentuk grafis. Berdasarkan hasil analisis, nilai delay end to end terendah adalah 306,5 ms dengan faktor utilisasi 1/15 untuk jarak UE dengan eNodeB sejauh 500 m dengan modulasi 64QAM 3/4, serta nilai delay end to end tertinggi yaitu 430,1 ms dengan faktor utilisasi 14/15 untuk jarak UE dengan eNodeB sejauh 3383,5 m dengan modulasi QPSK 1/2. Nilai probabilitas packet loss tertinggi yaitu 6,0836 pada jarak 1114,4 m dengan modulasi 64QAM ¾ sedangkan nilai probabilitas packet loss terendah adalah 1,0149 pada jarak 3000 m dengan modulasi QPSK ½. Nilai throughput tertinggi yaitu 37,5533 Mbps pada saat jarak 500 m dengan modulasi 64QAM 3/4 dan nilai throughput terendah yaitu 29,7167 Mbps pada jarak 3383,5 m dengan modulasi QPSK 1/2.Kata kunci – LTE, teknik modulasi adaptif, video conference
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDAFTARAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA BATU TAHUN 2012 Alim Mustofa
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.444 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i2.111

Abstract

Persoalan tentang penyusunan data pemilih sering kali mendapatkan sorotan oleh banyak kalangan baik oleh peserta pemilu, pengamat serta oleh masyarakat sebagai pemilih. Proses pelaksanaan pendataan pemilih yang kurang maksimal sehingga banyak pemilih yang tidak terfasilitasi hak pilihnya dalam pemilukada. Pada penelitian ini landasan yuridis yang dipakai adalah Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 tahun 2010 tentang Tehnis Penyusunan Daftar Pemilih Pemilihan Kepala daerah Dan Wakil Kepala Daerah. Implementasi kebijakan Penyusunan data pemilih pemilihan umum kepala daerah di Kota Batu pada tahun 2012 belum barjalan maksimal terutama karena berhimpitnya tahapan penyusunan daftar pemilih dengan verifikasi dukungan calon perseorangan, Kedua Persoalan sumber daya manusia, sosialisasi tahapan Penyusunan Daftar Pemilih, serta dukungan anggaran verifikasi data yang kurang proposional. Ketiga adalah tidak adanya standarisasi aplikasi system pendataan pemilih yang berpayung hokum, dan alur komunikasi penyelenggara pemilu kurang terbangun dengan baik. Kata Kunci: Implementasi Kebijaka; Pemilihan Umum Daera; Demokrasi; Partisipasi Politik
RANCANG PLANT SISTEM SMART HOME DENGAN SENSOR PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG Nawang Wulan Siti Nuridha; Endah Budi Purnomowati; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the development of technology and the high mobility of the Indonesian population, microcomputer devices have been widely used in various aspects of daily life. There is a prototype smart home system that makes it easy for a family or individual who has high mobility and also for those who have physical limitations. In this study, the authors are interested in making an LPG gas leak detector in a smart home system. The tool in the system plant detects LPG gas using the MQ-5 sensor, Arduino UNO, DC motor, servo motor and LoRa Dragino Shield Dragino Clone. All of these tools use the Arduino IDE to process tools that are set up on the Arduino UNO. This plant tool also uses a meander-line microstrip antenna in order to expand the range of sending and receiving data to the control system. By using the MQ-5 sensor as a detector of LPG gas levels and with a LoRa communication tool which will later be processed on the Arduino Uno. This plant tool has a servo motor and a DC motor to reduce the level of LPG gas in the air around the plant system. The parameter measured is the level of LPG gas in the environment around the plant system in the form of ppm units. The MQ-5 sensor must be calibra
Co-Authors Adhitama, Arif Putra Ahmad Fauzi Albar Rizka Bahar Alfi Zuhriya Khoirunnisa Alvin Yazlin Andang Buana Sutarja Andri Bangun Raharjo Anggia Rinanti Asmungi, Gaguk Bayu Rahmat Akbar Bravy Dwika Nanda Bravy Dwika Nanda D. Satria Pravira Daffa Ichsan Muhammad Dwi Satria Dimas Anggara Hadiutomo Dio Izqhaq Risky Sasongko Dwi Fadila Kurniawan Dyah Retno Palupi Dzikru Rohmatul Iza Ega Odiguna Defri Endah Budi Purnomowati Fahima Ulfi Tazkia Faizal Reza Fajar Pamungkas Fajar Pramana Fajrul Farooqi Farhan Abdilla Leksananda Fathan, Saiful Fathur Rahman Ferio Rachman Fikri Mentari Firman Adendro Sasotyo Goegoes Dwi Nusantoro Goegoes Dwi Nusantoro Guntur Eka Putro Habib Nurseha Anggradinata Hanif Ahimsa Harry Soekotjo Dachlan Inge Vestika Sari Keynan Haqie Kusmaryanto, Sigit Kusuma, Aditya Angga Labib Ammar Fadhali Lutvy Dwi Pertiwi M. Rendra Perdana Kusuma Djaka Mahendra, Farrel Satya Putra May Lia Khoironisa Merry Tri Nia Mohamad Fatah Amarudin Muhamad Zein Ali Idrus Muhammad Ali Mahdi Muhammad Antony Oktavianto Muhammad Aswin Muhammad Danny Ramadhan Wibisono Muhammad Fathan Romadhon Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Fuad Ridhoni Muhammad Iqbal Tawakkal Dewanto Muhammad Yasir Tantana n/a Nurussa’adah Nawang Wulan Siti Nuridha Nia, Merry Tri Nugraha, Bagus Ardiaz Nugraha, Septian Adi Nusantoro, Goegoes Dwi Oktriza Melfazen Pramuda Akariusta Cahyan Primatar Kuswiradyo Priyono, Wahyu Adi R. Dwi Ismat Wicaksono Raden Arief Setyawan Raka Ekananda Rama Whidi Whiska Reno Satyogana Rizky Putra Santosa Rudy Yuwono Rudy Yuwono Rusli Ambarwati Rusmi Ambarwati Sari, Sapriesty Nainy Septriandi Wirayoga Sepvicho Prima Putra P. Talcha Krusbeek Orrilia Trystan Nurrahman Vipkas Al Hadid Firdaus Wahju Adi Priyono Wahyu Adi Priyono Yuwono, Rudy Zikrie Pramudia A.