Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM IOT PADA ROBOT STERILISASI RUANGAN BERBASIS SINAR UV Bram Ainur Rochman; Waru Djuriatno; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan virus yang berbahaya dan dapat mengifeksi siapapun tidak terkecuali tenaga medis. Penularan COVID-19 tidak hanya melalui udara tetapi juga melalui droplet yang menempel pada permukaan benda mati. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dirancang sistem IoT Robot Sterilisasi Ruangan. Sistem ini diharapkan dapat membantu mengurangi penyebaran COVID-19 pada tenaga medis karena bersentuhan langsung dengan droplet pasien COVID-19. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32-CAM dan menggunakan protokol komunikasi websocket. Protokol komunikasi websocket merupakan protokol komunikasi full-duplex sehingga sistem yang dibuat memiliki latency yang relatif kecil. Dari hasil pengujian didapatkan nilai delay transmisi data rata- rata waktu tercepat adalah 227ms dan rata- rata waktu terlama adalah 270ms.Kata kunci : Robot,Sterilisasi, Websocket, Internet of ThingsABSTRACTCOVID-19 is a dangerous virus and can infect anyone, including medicalpersonnel. The transmission of COVID-19 is not only through the air but also throughdroplets attached to the surface of inanimate objects. Therefore, in this study, the RoomSterialization Robot IoT system will be designed. This system is expected to be able toreduce the spread of COVID-19 to medical personnel due to direct contact with dropletsof COVID-19 patients. This system uses an ESP32-CAM microcontroller and uses awebsocket communication protocol. The websocket communication protocol is a full-duplex communication protocol so that the system created has a relatively small latency. From the test results, the fastest time data transmission delay is 196ms and the longesttime is 458ms.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN POTENSI PANAS DAN PENGUKURAN BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS DAN IKLIM Sofiatus Solihah; Eka Maulana; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeberapa jenis  bahan bakar fosil yang digunakan oleh masyarakat untuk memasak yaitu gas LPG, minyak tanah, briket batubara dan kayu bakar (biomassa) serta penggunaan fosil minyak bumi untuk konsumsi energi listrik. Bahan bakar fosil tersebut menimbulkakn emisi CO dan CO2 karena proses pembakaran yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan pemanasan global. Soluai untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan membuat kompor matahari, selain untuk memasak alat ini dapat dijadikan sebagai tempat atau wadah untuk modul TEG (Thermolite Generator) agar dapat menghasilkan listrik dengan memanfaatkan suhu panas dari kompor matahariKata kunci : Kompor Matahari, TEG (Thermolite Generator)ABSTRACTSome types of fossil fuels used by the community for cooking are LPG gas, kerosene, coal briquettes and firewood (biomass) as well as the use of fossil fuels for electrical energy consumption. These fossil fuels cause CO and CO2 emissions due to incomplete combustion processes, causing global warming. The solution to overcome this problem is to make a solar stove, in addition to cooking this tool can be used as a place or container for the TEG (Thermolite Generator) module in order to generate electricity by utilizing the hot temperature of the solar stove.Keywords: Solar Stove, TEG (Thermolite Generator) 
INVERTER 15V DC-220V AC BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK APLIKASI SINGLE POINT SMART GRID Dian Sarita Widaringtyas; Eka Maulana; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.182 KB)

Abstract

Smart Grid sebagai model jaringan listrik masa depan memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan jaringan listrik konvensional yang masih menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi listrik. Smart Grid System dapat menggabungkan penggunaan sumber energi terbarukan seperti cahaya matahari dan sumber energi yang tidak terbarukan. Untuk mengubah energi mahatari menjadi energi listrik diperlukan sel surya. Pemanfaatan energi listrik yang dihasilkan oleh sel surya tidak dapat berdiri sendiri, diperlukan instalasi listrik tenaga surya. Instalasi listrik tenaga surya tersebut terdiri dari sel surya, baterai, inverter dan transformator. Penelitian ini menggunakan inverter 15V DC-220V AC yang dirancang dari ICL8038. IC ini dapat menghasilkan tiga keluaran sinyal yaitu sinyal sinus, sinyal segitiga, dan sinyal kotak. Sinyal-sinyal tersebut memiliki tegangan dan arus yang kecil, sehingga dirancang driver tegangan dan driver arus sinyal keluaran. Pengujian ICL8038 menghasilkan karakteristik tegangan dan arus sinyal yang linier dengan frekuensi sebesar 50,20 - 52,30Hz. Pengujian driver tegangan sinyal sinus menghasilkan tegangan 15,6V. Pengujian driver tegangan sinyal segitiga menghasilkan tegangan 15,4V. Pengujian driver tegangan dan arus sinyal kotak menghasilkan tegangan 11,1V. Driver arus menghasilkan ISC = 0,35A. Perancangan inverter telah mampu menghasilkan tegangan keluaran dari sinyal sinusoida sebesar 95,5V, sinyal segitiga sebesar 91,2V dan sinyal kotak sebesar 152V.Kata Kunci—Smart Grid, sel surya, Inverter, ICL8038.
RANCANG BANGUN SISTEM ENERGI STORAGE PADA SMART GRID Muhammad Haekal; Eka Maulana; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart grid membutuhkan sistem energi storage, sebagai sumber catu daya sistem apabila terjadi gangguan. Baterai merupakan sistem storage pada penelitian ini. Pada baterai, pengukuran nilai State of Charge (Soc) yang didefenisikan sebagai kapasitas yang tersedia (Ah) adalah parameter yang penting dalam penggunaan baterai. Begitu juga dengan pengukuran estimasi dari State of Health (SoH) yang merepresentasikan dari kemampuan baterai menyimpan dan menyalurkan enrgi. Pada penelitian ini perhitungan State of Charge (SoC) dan State of Health (SoH) menggunakan metode Couloumb Counting. Metode Couloumb Counting ialah metode yang digunakan untuk menghitung muatan listrik yang masuk atau keluar melalui baterai. Hasil penelitian ini disajikan dalam grafik karakteristik tegangan terhadap waktu pengisian, grafik karakteristik arus terhadap waktu pengisian serta grafik kapasitas terhadap waktu pengisian. Hasil perhitungan State of Health (SoH) dengan spesifikasi baterai 12V12Ah memiliki nilai sebesar 72,03% dengan kemampuan menyimpan kapasitas 8,6445Ah. Sedangkan nilai State of Charge (SoC) yang didapatkan setelah perhitungan State of Health (SoH) menujukkan bahwa kapasitas maksimum yang dapat dicapai dengan rata – rata sebesar 31120,42 As. ABSTRACT Smart grid requires an enegy storage system, as a source of power supply if there is any disturbance. Battery is a storage system in this study. In batteries, measure the State of Charge (SoC) value that defined as avalaible capacity (Ah) is an important paramater in battery usage. Likewise measurement of estimate of the State of Health (Soh) which represents the ablity of the battery to store and deliver electrical energy. In this study, measure of State of Charge (SoC) and State of Health (SoH) are using Cououmb Counting method. Couloumb counting method is a method use to calcullate the electric charge that enters or released capacity to the load. This results of this reseacrch are presented in  voltage characteristic graph compare charging time, a graph of current characteristic compare charging time and graph of capacity compare charging time. The result of measurement of State of Health using battery with 12V12Ah has a value of 72,03%. While the value of State of Charge (SoC)is 31120,42As.
PENGGUNAAN KOMBINASI TOMBOL PADA REMOTE TV SEBAGAI INPUT KODE KEAMANAN Priyo Sujatmiko; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi atau TV adalah barang umum yang dapat ditemui hampir di sebagian besar rumah di Tulungagung. Remote Control Televisi ( Remote TV) bukan lagi benda asing bagi sebagian besar masyarakat Tulungagung. Maraknya kasus pencurian Kabupaten Tulungangung beberapa bulan terakhir sangat meresahkan warga. Dikutip dari laman tribunnews.com juni 2017 polisi telah menangkap 27 orang dari geng pencuri yang yang usianya masih SMP. Dari alasan tersebut maka penulis membuat alat pengaman berbasis mikrokontroler dengan menggunakan remote tv sebagai sarana untuk memasukkan kode keamanan (PIN). Alat ini menggunakan Arduino Mega sebagai kontrol utama dan pemrosesan data, dan selenoid door lock sebagai pengganti kunci/gembok. Prinsip kerja alat ini adalah solenoid akan aktif ketika PIN yang dimmasukkan benar, dan buzzer akan aktif ketika PIN yang dimasukkan salah. Alat bekerja dengan baik pada jarak 0 – 6 meter diantara remote dengan sensor penerima infra merah. Perancangan alat pada penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan pada media lain dengan mengganti selenoid door lock dengan aktuator lain sesuai dengan kebutuhan. Kata kunci – remote tv, PIN, solenoid door lock
ANALISIS TEGANGAN OUTPUT PADA WIRELESS POWER TRANSFER DENGAN VARIASI KUMPARAN Ahmad Qusyairy; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia pada era modern saat ini, dimana hampir setiap individu memiliki gadget yang membutuhkan supplai energi listrik. sampai saat ini pengiriman energi listrik komersial masih mempergunakan kabel listrik. Salah satu cara pengiriman atau transfer energi listrik yang terus dikembangkan sampai saat ini adalah transfer daya listrik nirkabel. Transfer daya listrik nirkabel memiliki beberapa kelebihan dibandingkan menggunakan kabel yaitu dapat meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan peralatan listrik dan dapat mengurangi jumlah sampah elektronik. Metode yang digunakan untuk transfer energi nirkabel pada tugas akhir ini menggunakan metode inductive coupling. Pengguna membuat dua buah kumparan tembaga berbentuk selenoid yang digunakan untuk menghasilkan induktansi bersama. Rangkaian transfer energi listrik wireless terdiri dari dua yaitu rangkaian pengirim dan rangkaian penerima. Rangkaian pengirim berupa sinyal DC yan gdi osilasikan sehingga bisa menginduksi kumparan penerima dan rangkaian penerima merupakan penggabungan kumparan rangkaian pengkondisi sinyal yang diterima. Jarak antara dua kumparan dan frekuensi mempengaruhi besarnya daya yang dihasilkan. Semakin jauh jaraknya maka daya yang ditransfer semakin sedikit dan semakin tinggi frekuensi sumber maka tegangan output semakin tinggi. Jumlah lilitan dan diameter kawat mempengaruhi tegangan output dari kumparan. Kata kunci – Wireless Power Transfer, WPT, Inductive Coupling, kumparan
ROBOT STERILISASI RUANGAN BERBASIS SINAR UV SEBAGAI PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 Ario Prasojo; Waru Djuriatno; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRobot Sterilisasi Ruangan Berbasis Sinar UV sebagai Pencegahan PenyebaranCovid-19 merupakan rancang bangun Robot yang dapat melakukan sterilisasi ruangan dari virus Covid 19 dengan menggunakan Sinar UV. Robot ini didesain untuk dapat dikontrol dari jarak jauh maksimal 30 meter sehingga mengurangi kontak langsung manusia dengan ruangan yang akan dilakukan sterilisasi. Pengontrolan pada robot ini sangat fleksibel dan mudah diakses karena berbasis WebApp yang terkoneksi ke Mikrokontroler ESP32-Cam melalui Wifi 2.4 Ghz yang diapancarkan oleh mikrokontroler ESP32-Cam. WebApp dapat diakses melalui perangkat PC, laptop, maupun Smartphone. Pada Robot ini juga dilengkapi kamera yang sudah terintegrasi dengan mikrokontroler yang digunakan untuk mendapatkan data Video mengenai lingkungan di sekitar robotyang nantinya akan dikirimkan dan ditampilkan pada WebApp sehingga pengguna dapat melihat secara langsung dati jarak jauh keadaan lingkungan di sekitar robot.Kata kunci :Robot,Sterilisator,UVABSTRACTUV Light-Based Room Sterilization Robot as a Prevention of the Spread of Covid-19 is a robot design that can sterilize the room from the Covid 19 virus by using UV light.This robot is designed to be controllable from a distance of up to 30 meters, therebyreducing direct human contact with the room to be sterilized. The control of this robot isvery flexible and easy to access because it is based on a WebApp which is connected tothe ESP32-Cam Microcontroller via 2.4 Ghz Wifi emitted by the ESP32- Cammicrocontroller. The WebApp can be accessed via PC, laptop or Smartphone devices.This robot is also equipped with a camera that is integrated with a microcontroller whichis used to get video data about the environment around the robot which will later be sentand displayed on the WebApp so that users can see directly from a distance theenvironment around the robot.
PERANCANGAN BATERAI MANAJEMEN SISTEM PADA BATERAI PAK MOBIL LISTRIK LITIUM -ION 18650 TERSUSUN 20 SERI Alfian Khairi; n/a Soeprapto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobil listrik merupakan mobil ramah lingkungan yang menggunakan energi listrik dari baterai sebagai sumber energi, dan menggunakan motor listrik sebagai penggerak sehingga tidak ada gas buang. Dalam  mobil listrik baterai yang digunakan tidak hanya satu, melainkan lebih dari satu sehingga bisa disusun seri ataupun parallel. Baterai tidak boleh digunakan pada kondisi diluar batasnya karna akan mengurangi siklus hidupnya dan lebih cepat untuk diganti sehingga berdampak pada sektor biaya perawatan mobil listrik. Oleh karna itu diperlukan sebuah alat untuk mengatur penggunaan baterai baik saat proses pengisian atau pengosongan. Battery Management Sistem (BMS) merupakan sistem elektronik yang berfungsi untuk mengatur, memonitoring, dan menjaga baterai dari kondisi kondisi yang dapat merusak baterai. BMS ini dapat melakukan proses balancing terhadap 20 sel dengan metode sel ke sel active balancing, arus efektif balancing sebesar 24,48 mA rms. Monitoring tegangan individu sel dengan eror rata-rata 0,054 V, pembacaan arus pengisian dan pengosongan baterai denga eror rata-rata 0,04 A, pembacaan suhu baterai pak dengan eror rata-rata 1,21oC. Dan juga sistem proteksi baterai pak dari kondisi undervoltage, overvoltage, overheat, dan overcurrent bekerja sebagaimana mestinya. Kata kunci: Active Balancing,  baterai manajmen sistem, baterai pak ABSTRACT Electric car is an environmentally friendly car that uses electrical energy from a battery as a source of energy, and uses an electric motor as a propulsion so there is no exhaust gas. In an electric car  the battery used is not just one but more than one so that it can be arranged in series or parallel. Battery should not be used in conditions beyond its limits because it will reduce its life cycle and will be faster to be replaced so that impact on the the cost of maintenance of electric car. Therefore it takes a tool to manage battery usage either during charging or discharging process. Battery Management System (BMS) is an electronic system that function to regulate, monitoring, and protect the battery from conditions that can damage the battery. This BMS can perform balancing process against 20 cells with method cell to cell active balancing, effective current balancing is 24.48 mA in rms. Individual voltage monitoring of cells with an average error is 0.054 V, current charging and discharge readings with an average error is 0.04 A, temperature pack battery reading with an average error is 1.21 ° C. And also battery pack protection system from undervoltage, overvoltage, overheat, and overcurrent conditions is work properly. Keyword: Active Balancing,  battery management system, battery pack
PERANCANGAN SISTEM MONITORING DAN PROTEKSI BATTERY MANAGEMENT SYSTEM ( BMS ) PADA E-BIKE Muhammad Fatahilla; Ponco Siwindarto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda listrik atau electric bicycle (e-bike) adalah salah satu kendaraan listrik yang saat ini paling banyak digunakan oleh masyarakat. Baterai yang digunakan pada sepeda listrik umumnya adalah baterai lithium ion (Li-ion). Baterai li-ion yang digunakan harus disusun seri untuk mendapatkan nilai tegangan sesuai spesifikasi motor listrik sehingga diperlukan perlakuan khusus untuk mengontrol pengisian dan pengosongan baterai agar baterai tidak cepat rusak, umur lama dan penyimpanan energi stabil. Baterai juga perlu dilakukan monitoring untuk mengetahui kondisinya. Battery management system (BMS) adalah perangkat yang digunakan untuk penyeimbang, pemantauan dan proteksi pada baterai yang disusun secara seri atau baterai susun. Berdasarkan permasalahan itu, sebuah BMS dirancang untuk sepeda listrik dengan daya 350 watt. BMS dilengkapi dengan passive cell balancing, sensor tegangan setiap baterai, sensor arus, sensor suhu, Rangkaian proteksi untuk memutus arus dan modul bluetooth yang terintegrasi pada perangkat android sebagai monitoringnya.Hasil penelitian menujukan, BMS mampu membaca nilai tegangan baterai dengan error terbesar 4.59%, nilai arus dengan error 2.002% dan nilai suhu dengan error 0.83%. Passive cell balancing dapat melakukan transfer energi dan ΔV baterai mengalami penurunan menjadi nilai dari 0.17 V menjadi 0.14 V. Rangkaian proteksi dapat memutus rangkaian baterai susun saat kondisi overcurrent, overheat, undervoltage dan overvoltage. Error pembacaan overheat sebesar 20 °C dan undervoltage sebesar 0.3 V. waktu pensaklaran overcurrent selama 2.32 s dan waktu pensaklaran undervoltage selama 32 ms. BMS dapat mengirim informasi pada perangkat android dengan jarak maksimal sebesar 8 m. Kata kunci: Battery Management System, Passive Cell Balancing, Android ABSTRACT Today ,The electric bicycle (e-bike) is one of electric vehicles which most widely used by people. Batteries used in electric bicycles are lithium ion batteries (Li-ion). Li-ion batteries used must be arranged in series connected to get voltage values according to specification of electric motors so that special treatment is required to control charging and discharging batteries so that the batteries are not quickly damaged, long life and energy storage is stable. Batteries also need to be monitored to knowing the condition. Battery management system (BMS) is a device used for balancer, monitoring and protection of batteries arranged in series or battery pack. Based on the problem, a BMS is designed for electric bicycle with 350 watt power. BMS is equipped with passive cell balancing, voltage sensor of each battery, current sensor, temperature sensor, protection circuit to cut off current and integrated bluetooth module on android device as monitoring. The result of research that the BMS is able to read the batteries voltage value with biggest error of 4.59%, the current value with error of 2.002% and the temperature value with error 0.83%. Passive cell balancing can transfer energy and batteries ΔV decrease from 0.17 V to 0.14 V. The protection circuit can break battery pack circuit during overcurrent, overheat, undervoltage and overvoltage conditions. Overheat readout error of 20 °C and undervoltage of 0.3 V. Overcurrent switching time of 2.32 s and undervoltage switching time of 32 ms. BMS can send information on android devices with a maximum distance of 8 m. Keyword: Battery Management System, Passive Cell Balancing, Android
Penyangrai Biji Kopi Otomatis Untuk Rumah Tinggal Eryc Tri Juni S.; Ponco Siwindarto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.227 KB)

Abstract

Coffee roasting (penyangraian) merupakan salah satu proses terpenting dalam pengolahan biji kopi. Sehingga dibutuhkan sebuah sebuah mesin coffee roaster otomatis yang mampu menunjang proses home roasting berdasarkan profile yang sudah ditentukan. Pada dasarnya coffee roaster ini adalah sebuah alat pemanas yang suhunya diatur mengikuti kaidah roasting profile dimana proses pemanasan menggunakan hot air yang dihasilkan oleh elemen pemanas elektrik dan ditiup oleh sebuah kipas angin dibawahnya. Dengan mengatur kecepatan motor kipas angin, maka suhu udara panas akan dapat diatur juga. Metode PID dipilih sebagai metode kontrol agar sistem memiliki respon yang optimal berdasarkan karakteristik beban yang diatur. Lalu, untuk memudahkan pengguna dalam memantau nilai suhu dan informasi mengenai fase kondisi roasting, parameter tersebut akan ditampilkan lewat LCD display. Dari hasil perancangan dan pembuatan didapatkan hasil pembacaan sensor suhu thermocouple memiliki kesalahan 0,19 %. Pada tegangan pemicuan MOSFET IRF540N maksimal yakni 10V didapatkan simpangan error maskimal sebesar 0,52V atau 5,2 %. Untuk sistem kontrol PID dengan nilai Kp , Ki dan Kd dengan berturut – turut adalah 74, 52 dan 5. Diperoleh nilai waktu naik (tr) = 90,9 detik, waktu puncak (tp) = 98,7 detik, Waktu penetapan (ts) = 104,1 detik. Maksimum overshoot (Mp) = 2,03 % pada setpoint 150o C.Index Terms— Penyangrai biji kopi otomatis, Thermocouple, Sistem kontrol PID.
Co-Authors Abdul Harits Muzakki A. Achmad Maulana Cholily Adharul Muttaqin Adistya Sekar Lestari Adrian Rangga Dewata Ahmad Qusyairy Ajib Setyo Arifin Akhmad Farid Prayoga Akhmad Tegar Fareza F. Alfian Khairi Amiril Mu'minin Annata, Agatha Rama Ario Danang Baskoro Ario Prasojo Azif Fuad Fahruddin Bambang Dwi Prakoso Bangkit Azhari Bayu Abi Pamungkas Bayu Satya Nugraha Tri S. Bima Feridhan Nugraha Bram Ainur Rochman Cahyo Tribuono Candra Brilianto Dandy Fajar Mahendra Deby Rhizky Pradika Dian Sarita Widaringtyas Dody Fanditya R. Dwi Yoga Hari Prasetya Dwisnita Kusbintarti Eryc Tri Juni S. Fadianto Mirza Faradisa , Annisa' Illah Farihah Hedar Farizqi, Yayang Fauzan, Vito Febrian Daniel Dwiputra Fifo Sidherial Fitra Martha Suryana Fitra Rahmat Indyanto Fitri Yuli Zulkifli Galih Ismoyo Gifari Indra Kemal Hamdi, Irham Tantowi Harfin Pratama Hideo Pratama I Putu Manu Satyam I Putu Putra Darmawan I Wayan Mustika Ivan Rahadiyan Chandra Jeffri Sindrian A. Jibril Asida Angkara M. Aulia Rahman Sembiring Sembiring M. Aziz Muslim M. B. Fathinah Hanun M. Gilang Ramadhan M. Julius St M. Julius St. Machfud Firmansyah Manerep Luis Fernando Purba Marco Noval Salomo Miladina Rizka Aziza Moch. Alfian Syafi'i Mochamad Andhika Prakasa Mochamad Choiril Iman Mochammad Julius St. Mokhammad Wildan Khakim Mudeng, V Vicky Vendy H. Mudjirahardjo, Panca Muhamad Ibnu Fajar Muhammad Anwar Sanusi Muhammad Arsyil Khahaji Muhammad Fatahilla Muhammad Haekal Muhammad Ilham Akbar Muhammad Ivan Fadillah Muhammad Kholifa Bihaque Muharrama Ahsani Taqwim n/a Fatahillah n/a Hasan n/a Misbahudin n/a Muhiroh n/a Nurusaa'adah n/a Soeprapto Nadia Alifia Hadiyati Nainaufal Hidayah Nanang Agung A. Nanang Sulistiyanto Naufan Rikza Ahmada Novvy Nurdiana Dewi Nurus Sa'adah Nurussa'adah, n/a Okky Mahmudi Onny Setyawati Panji Pakuan Pahlawan Ponco Siwindarto Prasetyanto, Andi Wahyu Priyo Sujatmiko Rachmawati, Luthfiyah Raden Arief Setyawan Radfi Dzulfikar Ramdhani Rafi Pradata Rahmadwati, n/a Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rif'an, Mochammad Rifan Rantaba Rifqa Asruroh Efnif Rini Nur Hasanah Rizka Sisna Riyanti Rizqurrohman A. A. C. Septian Enggar Susanto Setiawan, Aditya Bagus Setiawan, Aris Prima Sevito Fernanda Pambudi Sholeh Hadi Pramono Sofiatus Solihah Suyono, Hadi Swaraka Maulana Pramono Taufiq Yudi Sulistiyono Veri Hendrayawan Waru Djuriatno Wuri Roro Indraswari Youssi, Owlena Renaseilla Zainul Abidin Zainuri, Akhmad