Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN KONTROLLER MOTOR SLIDER KAMERA Fitra Martha Suryana; Mochammad Rif'an; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Seiring kemajuan fotografi danvideografi, saat ini para fotografer dan pembuat videomembutuhkan alat-alat perlengkapan yang canggihdan dapat membantu mempermudah untuk mengambilgambar. Dahulu sebelum ada motor slider, parapembuat video harus memiliki asisten kamerawanuntuk membantu mendorong kamera mengikuti jalurrel atau track sehingga para pembuat video/fotograferharus menggesernya sendiri sehingga penggunanyakesulitan untuk membuat video dengan timelapse atauvideo dengan pergeseran dengan durasi yang panjang.Slider ini dibuat dengan panjang track 120 cm.Pengujian PWM dan pengujian motor dilakukantiga kali pengujian, ada beberapa nilai yang tidak samadengan pengujian lainnya. Sedangkan untuk pengujiandriver hasil dari tiga kali pengujian adalah sama.Motor DC tidak dapat bergerak dengan nilai PWMdibawah 70 (atau 3,5V). Motor DC ketika diberi nilaiPWM sebesar 255 hanya berputar sebesar 62,5 rpm.Untuk menghitung delay yang dibutuhkan, dapatdiketahui terlebih dahulu kecepatan motor yangdiinginkan, keliling pulley, dan panjang pergeseranobjek yang diinginkan. Setelah nilai delay didapatkan,nilai tersebut akan digunakan sebagai masukan keprogram.Kata Kunci—Slider, Kamera, Motor DC
Bidirectional DC to DC Converter menggunakan Switching Manual Adistya Sekar Lestari; n/a Nurusaa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart Grid merupakan pemanfaatan jaringan energi listrik yang dikembangkan di Indonesia sebagai jaringan listrik masa depan. Di Indonesia energi listrik yang kita peroleh berasal dari Pembangkit Tenaga Listrik (PLN) dengan sumber tegangan AC, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari peralatan rumah tangga yang digunakan akan berfungsi cukup hanya dengan sumber DC untuk mengoperasikannya. DC Converter merupakan rangkaian yang mengubah tegangan DC dengan level tegangan tertentu ke tegangan DC dengan level tegangan yang lain. Penelitian ini menggunakan rangkaian H-Bridge dengan menggunakan 4 buah MOSFET. Perancangan DC Converter ini menggunakan driver H-Bridge IR2110 untuk mengontrol gate pada MOSFET. Pengujian ini menghasilkan sinyal picu berbentuk sinyal kotak sebagai sinyal input dan menghasilkan sinyal switching dengan level tegangan 5 V dan memiliki frekuensi 10 kHz. Perancangan Bidirectional DC to DC Converter ini telah mampu menghasilkan tegangan dari 12 V ke 24 V dan sebaliknya dari tegangan 24 V ke 12 V dengan beban 550 Ω dan beban 1 kΩ. Kata kunci-DC Converter, H-Bridge, Filter, driver IR2110
PERANGKAP TIKUS MENGGUNAKAN SENSOR PHOTODIODA BERBASIS MIKROKONTROLER Rifan Rantaba; Mochammad Rif'an; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus adalah binatang mamalia yang sering kitajumpai di sekitar kita. Hewan ini merupakan salah satuhewan hama yang banyak dibenci oleh orang karena memanghewan pengerat ini identik dengan lingkungan kotor yangmembawa banyak penyakit, serta sering merusak perabotanrumah tangga.Ada banyak cara untuk membasmi tikus yaitudengan menggunakan racun tikus, lem tikus, alat elektronikpengusir tikus tapi cara ini kurang efektif untuk membasmitikus karena dapat mengganggu hewan peliharaan yanglainnya. Paper ini membahas tentang perancanganperangkap tikus berbasis mikrokontroler. Perangkap inimendeteksi adanya tikus dengan menggunakan 2 buah laserdan 2 buah photodioda. Setelah terdeteksi, sensor photodiodaakan mengirim sinyal ke mikrokontroler untuk diteruskanrelay yang akan mengaktifkan solenoid dan juga ke elemenpenyetrum selama +2 menit untuk membunuh tikusKata Kunci— Perangkap tikus, photodioda, relay
RANCANG BANGUN REFRESHABLE BRAILLE DISPLAY BERBASIS MIKROKONTROLER BAGI PENYANDANG TUNANETRA Muhammad Kholifa Bihaque; Ponco Siwindarto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSistem tulisan Braille adalah sistem tulisan sentuh yang menggunakan 6 titik timbul sebagai representasi dari suatu karakter dalam tulisan awas. Tulisan Braille biasanya dicetak pada sebuah kertas khusus yang memungkinkan para penyandang tunanetra untuk membacanya dengan memanfaatkan indra peraba pada ujung jari mereka. Kelemahan penggunaan kertas sebagai media baca tulisan Braille adalah ukurannya yang relatif besar dan tebal dibanding buku biasa. Selain itu untuk mencetak tulisan Braille juga membutuhkan mesin cetak khusus yang harganya relatif mahal dan sulit di dapatkan khususnya di Indonesia. Untuk itu alternatif lain pengganti buku Braille konvensional sangat dibutuhkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi bagi penyandang tunanetra di Indonesia. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah perangkat refreshable Braille display. Perangkat refreshable Braille display adalah perangkat yang mampu menampilkan huruf-huruf Braille melalui mekanisme elektro-mekanik. Dengan perangkat tersebut, huruf-huruf Braille akan ditampilkan bergantian sehingga mampu menampung lebih banyak karakter dibanding buku Braille konvensional. Pada penelitian ini akan dijelaskan bagaimana perancangan refreshable Braille display yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Pembuatan sistem dimulai dengan perancangan diagram blok sistem dan dilanjutkan dengan pembuatan perangkat keras serta perangkat lunak sistem. Secara sederhana, sistem bekerja dengan mengekstrak karakter pada file yang tersimpan di storage kemudian mengonversinya menjadi Braille code yang direpresentasikan dengan kondisi 6 buah solenoid sebagai satu sel Braille. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan sampel file dengan format .txt yang dibuat menggunakan bantuan program komputer dan disimpan pada sebuah micro SD card. Hasil pengujian untuk fungsi dasar sistem menunjukkan 100% keberhasilan sistem untuk mengekstrak dan mengonversi karakter menjadi Braille code.Kata Kunci: Braille, Tunanetra, Refreshable Braille displayABSTRACTThe Braille writing system is a tactile writing system that uses 6 raised dots to represent a character in visible writing system. Braille is usually printed on a special paper that allows visually impaired people to read it using the sense of touch on their fingertips. The disadvantage of using paper as a medium for reading Braille is that it is relatively large and thick in size compared to ordinary books. In addition, printing Braille writing on a paper also requires a special printing machine which is relatively expensive and difficult to obtain, especially in Indonesia. For this reason, other alternatives to replace conventional Braille books is needed as an effort to improve literacy skills for visually impaired people in Indonesia. An alternative that can be used is refreshable Braille display device. Refreshable Braille display is a device which has capability of displaying Braille letters through an electro-mechanical mechanism. With this device, Braille letters will be displayed alternately so that it can accommodate more characters than conventional Braille books. In this study, it will be explained how to design a refreshable Braille display based on the Arduino Uno microcontroller. The manufacture of the system begins with designing system block diagrams and then creating the system hardware and software. The system works by extracting characters in file stored in the storage and then converting them into Braille codes which are represented by the condition of 6 solenoids as one Braille cell. System testing is done by using a sample file with .txt format created using a computer program and stored on a micro SD card. The test results for the basic functions of the system show that the system is 100% successful in extracting and converting characters into Braille codes.Key Words : Braille, Tunanetra, Refreshable Braille display
FAULT DETECTION AND PROTECTION METHOD ON LOW VOLTAGE DC MICRO-GRID SYSTEM Sholeh Hadi Pramono; Eka Maulana; Hadi Suyono; Akhmad Zainuri
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.966 KB) | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jeest.2018.005.01.1

Abstract

ABSTRACTMicro-grid architecture is designed for small scale model in Brawijaya University area in order to change conventional AC-based electricity system previously. Low voltage direct current (LVDC) levels are proposed and charactized to obtain the optimal design of the DC grid system. Some parameters related to the electrical phenomenon of voltage, current and power which occur in distributed-generation, distribution grid, and load sites were also analyzed. Detailed model of photovoltaic (PV) and PMSG was implemented with operational analysis and simulated with study case modes to achieved the power and system efficiency. DC bus is conducted to accommodate the distribution power between PV generation, battery and super capacitor for energy sorage element, distributed-load and other grid utilization.Various condition and operation have been characterized toward stability performance of the voltage and current of 12-36 volts and 0-20 A DC, respectively. This architectural design can be utilized to develop an actual design and small scale implementation of the LVDC smart micro-grid system.Keywords: Fult Detection  Protection  Micro-grid  Low Voltage DC
IMPLEMENTASI PLASMA DINGIN SEBAGAI MEDIA STERILISASI MENGGUNAKAN METODE DIELECTRIC BARRIER DISCHARGE Muhamad Ibnu Fajar; Eka Maulana; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPlasma ialah wujud zat keempat yang merupakan gas terionisasi. Berdasarkan temperaturnya, plasma dapat dikategorikan menjadi plasma bertemperatur tinggi (thermal/equilibrium plasma) dan plasma bertemperatur rendah (cold plasma/non-equilibrium). Plasma dingin adalah plasma yang memiliki suhu ruang dan terjadi dalam keadaan ketidaksetimbangan termal (non–thermal equilibrium) antara temperatur elektron dan gas. Plasma dapat terbentuk secara alami seperti mataharidan dapat dibuat melalui pemberian energi pada gas sehingga terjadi ionisasi. Metode pembangkit plasma dingin melaluidielectric barrier discharge bertujuan untuk arus listrik yang dialirkan melalui elektroda agar tidak sampai terjadi arc ataubunga api yang bisa membuat short suatu rangkaian elektronik. Penggunaan lapisan dielectric bertujuan untuk menghindari kondisi tersebut sehingga arus listrik bisa berubah menjadi plasma dalam kondisi corona discharge. Peristiwa loncatanlistrik pada fluida seperti udara, namun dalam kondisi belum mencukupi untuk terjadi arc atau electrical breakdowndisebut corona discharge. Plasma memiliki sifat reaktif sehingga dapat dimanfaatkan untuk inaktivasi mikroorganisme. Proses tersebut dapat diimplementasikan dengan cara pembuatan rangkaian elektronik yang mampu membangkitkantegangan tinggi melalui flyback transformer. Rangkaian driver flyback transformer mengubah tegangan 24 V DC menjadi15-20 kV 15-40 kHz. Keluaran rangkaian dihubungkan dengan elektroda berlapis dielectric agar terbentuk plasma dingin. Plasma dingin dipaparkan pada objek yang akan disterilisasi selama 5 detik hingga 60 detik. Pengujian efektivitas sterilisasiplasma dingin melalui uji lab mikrobiologi untuk mengetahui mikroorganisme dapat tumbuh atau inaktivasi. Prosesinaktivasi mikroorganisme terjadi karena plasma bersifat reaktif terhadap dinding sel mikroorganisme.ABSTRACTPlasma is the fourth state of matter which is an ionized gas. Based on the temperature, plasma can be categorized into hightemperature plasma (thermal/equilibrium plasma) and low temperature plasma (cold plasma/non-equilibrium). Coldplasma is plasma that has room temperature and occurs in a state of thermal equilibrium (non-thermal equilibrium)between the electron and gas temperatures. Plasma can form naturally like the sun and can be made by energizing the gasso that ionization occurs. The method of generating cold plasma through a dielectric barrier discharge aims for an electriccurrent to flow through the electrodes so that there is no arc or spark that can short an electronic circuit. The use of adielectric layer aims to avoid this condition so that the electric current can turn into plasma in a corona dischargecondition. The event of an electric jump in a fluid such as air, but in insufficient conditions for an arc or electrical breakdown to occur is called a corona discharge. Plasma has reactive properties so that it can be used for inactivation ofmicroorganisms. This process can be implemented by making electronic circuits capable of generating high voltagesthrough flyback transformers. Driver flyback transformer circuit convert input voltage 24 V DC into 15-20 kV 15-40kHz.The output of the circuit is connected to a dielectric-coated electrode to form a cold plasma. Cold plasma is exposed to theobject to be sterilized for 5 seconds to 60 seconds. Testing the effectiveness of cold plasma sterilization throughmicrobiology lab tests to determine whether microorganisms can grow or inactivate. The process of inactivation ofmicroorganisms occurs because plasma is reactive to the cell walls of microorganisms. The habit of Indonesian people inwashing their hands (hand hygiene) is classified as low, it is recorded that an average of 12% of people wash their handswith soap. Washing hands can reduce the transmission of microorganisms between those in the environment and the body.How to wash your hands can be done through hand washing and hand rub. The impact of excessive use of soap, antisepticand disinfectants can affect the environment and skin health, for example skin irritation, respiration, and eyes. In order tobe hygienic, sterilization can be done both on the body, items and the room. One method that can be applied is to use coldplasma. Cold plasma is an ionized gas that occurs in a state of thermal imbalance. The cold plasma generation methodused is dielectric barrier discharge so that the discharge at the electrodes can be dislodged by the dielectric layer andplasma arises. The implementation of the system design consists of a flyback transformer driver circuit that changes the 24V DC voltage to 15-20 kV 15-40 kHz. The electrode design is made of acrylic which is connected to the secondary leg ofthe flyback transformer. Cold plasma has an effective ability to decontaminate microorganisms because it has ionizedparticles and reactive molecules. The system design is implemented successfully for the sterilization of microorganisms.Sterilization media made of acrylic can produce plasma. The mechanism of sterilization in microorganisms occurs due toplasma ionization reactions which oxidize the cell walls of microorganisms, thereby inhibiting growth and causinginactivation of microorganisms.
PENGARUH KECEPATAN PUTARAN SPIN COATING TERHADAP PERFORMANSI PEROVSKITE SOLAR CELL Rizka Sisna Riyanti; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi bahan bakar fosil diperkirakan akan terus naik seiring berjalannya waktu. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil perlu dikendalikan karena sifatnya yang tidak dapat diperbaharui. Hingga saat ini, teknologi terus dikembangkan untuk mengalihkan ketergantungan sumber energi ke sumber energi yang dapat diperbaharui. Salah satunya adalah sel surya. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan pelopor dari sel surya generasi ketiga. Perovskite Solar Cell (PSC) menjadi terobosan baru di dunia perkembangan sel surya generasi ke-tiga. Material perovskit yang digunakan pada penelitian ini adalah CaCO3 dan TiO2 dengan perbandingan komposisi 1:7. Komponen penyusun untuk perancangan PSC antara lain substrat berupa kaca TCO dengan luas area kerja 2x2,5 cm2, TiO2, CaTiO3, elektrolit, dan karbon sebagai elektroda lawan. Metode deposisi yang digunakan adalah spin coating. Pada penelitian ini, dilakukan variasi kecepatan putaran proses deposisi pada spin coater dengan kecepatan putaran 600, 700, 800, 900, dan 1.000 rpm. Pengujian rancangan PSC dilakukan menggunakan lampu LED Cool Daylight 7 Watt dengan pencahayaan 1.800-2.800 lux sebagai sumber cahaya. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan tegangan keluaran rata-rata terbesar pada sampel dengan kecepatan putaran spin coating 1.000 rpm yaitu sebesar 391,067 mV dan arus keluaran rata-rata sebesar 6,234 µA. Sampel tersebut juga memiliki daya tertinggi, yaitu 0,61x10-6 Watt  dan efisiensi sebesar 8,7x10-6%.Kata Kunci: Perovskit Solar Cell (PSC), Fotometri, Titanium Dioksida (TiO2),Kalsium Titanat (CaTiO3).ABSTRACTConsumption of fossil fuels is estimated to continue to rise over time. Dependence on fossil fuels needs to be controlled because of their non-renewable nature. Until now, technology is going to be developed to shift the dependence of energy sources to renewable energy sources. One of them is solar cells. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) is the pioneer of third generation solar cells. Perovskite Solar Cell (PSC) is a new breakthrough the development of third generation solar cells. The perovskite materials used in this study are CaCO3 and TiO2 with a composition ratio of 1: 7. The constituent components for the design of PSC include a TCO glass substrate with a working area 2x2,5 cm2, TiO2, CaTiO3, electrolytes, and carbon as the opposite electrode. The deposition method is using spin coating. In this study, variations in the rotation speed of the deposition process were carried out on spin coater with rotation speeds of 600, 700, 800, 900, and 1,000 rpm. PSC design testing is using Cool Daylight 7 Watt LED light with lighting from 1,800-2,800 lux as a light source. Based on the results of the test, the highest average output voltage obtained on the sample with spin coating rotation speed of 1,000 rpm is equal to 391,067 mV and the average output current is 6,234 µA. The sample also has the highest power, which is 0,61x10-6 Watt and an efficiency of 8.7x10-6%.Keywords: Perovskit Solar Cell (PSC), Photometry, Titanium Dioxide (TiO2), Calcium Titanate (CaTiO3)
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KAPASITAS SAMPAH BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN PROTOKOL ESP-MESH Dandy Fajar Mahendra; Eka Maulana; Zainul Abidin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJumlah produksi sampah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Hal ini seringkali menyebabkan terjadi penumpukan sampah pada area tertentu sebelum jadwal pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan tiba. Oleh karena itu, dirancang suatu sistem monitoring kapasitas sampah berbasis Wireless Sensor Network (WSN) menggunakan protokol jaringan ESP-MESH. Protokol ESP-MESH digunakan untuk mengatasi keterbatasan penggunaan infrastruktur jaringan WiFi tradisional yang memiliki jangkauan terbatas serta jumlah maksimum node yang dibatasi oleh kapasitas access point. Pada penelitian ini dilakukan analisis performansi jaringan menggunakan parameter QoS yang meliputi Throughput, Packet Loss, Delay, danJitter dengan variasi jarak 10, 20, 30, 40, dan 50 meter pada kondisi LoS dan N-LoS. Kemudian dilakukan juga pengujian current consumption ESP32 ketika melakukan transmisi data, serta pengujian tingkat akurasi hasil pembacaan sensor HC-SR04 dan GPS Modul NEO 6M dalam menunjang kinerja sistem. Hasil analisis QoS menunjukkan semakin jauh jarak transmisi maka nilai throughput semakin kecil, sedangkan packet loss, delay,dan jitter semakin besar. Semakin besar WiFi RF power output maka jarak transmisi makin jauh dengan kebutuhan suplai arus yang makin tinggi. Besar rata-rata error pembacaan sensor HC-SR04 sebesar 1,83% sedangkan nilai rata-rata galat penentuan lokasi oleh GPS NEO 6M pada kondisi dalam ruangan sebesar 7,52 meter dan kondisi luar ruangan sebesar 3,95 meter.Kata kunci: WSN, ESP-MESH, ESP32, GPS, QoS, monitoring, tempat sampahABSTRACTThe amount of waste production is increasing along with the increase in population. This often causes the accumulation of garbage in certain areas before the scheduled garbage collection by the cleaning staff arrives. Therefore, a waste capacity monitoring system based on Wireless Sensor Network (WSN) was designed using theESP-MESH network protocol. The ESP-MESH protocol is used to overcome the limitations of using traditional WiFi network infrastructure which has limited coverage and the maximum number of nodes is limited by thecapacity of the access point. In this reaserch, network performance analysis was carried out using the QoS parameters which included Throughput, Packet Loss, Delay, and Jitter with variations in distances of 10, 20, 30,40, and 50 meters in LoS and N-LoS conditions. Then, the ESP32 current consumption test was also carried outwhen transmitting data, as well as testing the accuracy of the HC-SR04 sensor readings and the NEO 6M GPS Module in supporting system performance. The results of the QoS analysis show that the farther the transmissiondistance, the smaller the throughput value, while the packet loss, delay, and jitter are getting bigger. The greaterthe WiFi RF power output, the longer the transmission distance with the higher current supply requirements. The average error of the HC-SR04 sensor reading is 1.83% while the average value of the error of the GPS NEO 6M inindoor conditions is 7.52 meters and outdoor conditions is 3.95 meters.Keywords: WSN, ESP-MESH, ESP32, GPS, QoS, monitoring, bin
PENGGUNAAN BLUETOOTH SEBAGAI PENGAMAN GANDA PADA SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER DALAM BENTUK PROTOTYPE Ivan Rahadiyan Chandra; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya jumlah kendaraanbermotor mengakibatkan tingginya kasus pencuriansepeda motor. Salah satu cara mengatasinya adalahdengan memastikan pengguna kendaraan bermotormenggunakan pengaman ganda pada sepedamotornya. Pengaman ganda yang digunakan padapenelitian ini adalah ATMega8 dan BluetoothHC-05. Output dari alat penelitian ini berupa buzzer,relay dan LED. Sebelum memasukkan key tag(kontak), pemilik sepeda motor harus memasukkanpassword yang benar pada bluetooth yang ada dismart phone. Jika password yang dimasukkan sesuaimaka LED dan relay on, dan buzzer off. Jikapassword yang dimasukkan tidak sesuai maka LEDon, relay off, dan buzzer on. Buzzer akan menyalaterus menerus sampai dimasukkan password yangsesuai.Keoptimalan kinerja alat ini dipengaruhi olehrange dan kondisi sekitar. Kondisi sekitar yangdimaksudkan adalah kondisi ruangan dan adatidaknya penghalang. Menurut penelitian yang telahdilakukan, alat ini bekerja optimal pada range 0-16meter jika pada ruangan terbuka, 0-18 meter padaruangan tertutup, dan 0-6 meter jika adapenghalang (tembok). Adanya penghalang dansemakin jauh jarak pengiriman membuat tingkatkeberhasilan pengiriman data menurun.Perancangan alat penelitian ini diharapkan dapatmembawa pengembangan teknologi berbasisbluetooth untuk berbagai macam kebutuhan yangberhubungan dengan sistem keamanan.Kata kunci - Bluetooth HC-05, ATMega8, Buzzer,Relay, LED.
Auto Charger System Berbasis Solar Cell pada Robot Management Sampah Mudeng, V Vicky Vendy H.; Eka Maulana; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.736 KB)

Abstract

Auto charger system dalam penelitian ini untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pada robot management sampah. Robot management sampah yang kekurangan energi listrik secara otomatis akan menuju tempat pengisian energi listrik yang dilengkapi dengan solar cell. Energi listrik yang dihasilkan oleh solar cell akan disimpan di dalam accu, kemudian energi listrik pada accu akan digunakan untuk men-charge accu dan baterai pada robot management sampah. Intensitas cahaya matahari yang berubah-ubah dapat menyebabkan accu lebih cepat rusak karena tegangan yang masuk ke accu tidak konstan. Penelitian ini menggunakan topologi cuk converter yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan sumber dengan mengubah-ubah nilai duty cycle. Tegangan sumber akan turun jika nilai duty cycle cuk converter kurang dari 50% dan akan naik jika nilai duty cycle cuk converter lebih dari 50%. Charger dari accu ke accu dan dari accu ke baterai dirancang menggunakan boost converter yang didesain menggunakan IC XL6009. Pengujian cuk converter menghasilkan error rata-rata sebesar 8,68% dengan selisih antara teori dan praktek paling besar adalah 1,3V. Pengujian boost converter menghasilkan error rata-rata sebesar 2,52% dengan selisih antara teori dan praktek paling besar adalah 1,52V.Kata Kunci—Robot Management Sampah, Cuk Converter, Boost Converter, Solar Cell.
Co-Authors Abdul Harits Muzakki A. Achmad Maulana Cholily Adharul Muttaqin Adistya Sekar Lestari Adrian Rangga Dewata Ahmad Qusyairy Ajib Setyo Arifin Akhmad Farid Prayoga Akhmad Tegar Fareza F. Alfian Khairi Amiril Mu'minin Annata, Agatha Rama Ario Danang Baskoro Ario Prasojo Azif Fuad Fahruddin Bambang Dwi Prakoso Bangkit Azhari Bayu Abi Pamungkas Bayu Satya Nugraha Tri S. Bima Feridhan Nugraha Bram Ainur Rochman Cahyo Tribuono Candra Brilianto Dandy Fajar Mahendra Deby Rhizky Pradika Dian Sarita Widaringtyas Dody Fanditya R. Dwi Yoga Hari Prasetya Dwisnita Kusbintarti Eryc Tri Juni S. Fadianto Mirza Faradisa , Annisa' Illah Farihah Hedar Farizqi, Yayang Fauzan, Vito Febrian Daniel Dwiputra Fifo Sidherial Fitra Martha Suryana Fitra Rahmat Indyanto Fitri Yuli Zulkifli Galih Ismoyo Gifari Indra Kemal Hamdi, Irham Tantowi Harfin Pratama Hideo Pratama I Putu Manu Satyam I Putu Putra Darmawan I Wayan Mustika Ivan Rahadiyan Chandra Jeffri Sindrian A. Jibril Asida Angkara M. Aulia Rahman Sembiring Sembiring M. Aziz Muslim M. B. Fathinah Hanun M. Gilang Ramadhan M. Julius St M. Julius St. Machfud Firmansyah Manerep Luis Fernando Purba Marco Noval Salomo Miladina Rizka Aziza Moch. Alfian Syafi'i Mochamad Andhika Prakasa Mochamad Choiril Iman Mochammad Julius St. Mokhammad Wildan Khakim Mudeng, V Vicky Vendy H. Mudjirahardjo, Panca Muhamad Ibnu Fajar Muhammad Anwar Sanusi Muhammad Arsyil Khahaji Muhammad Fatahilla Muhammad Haekal Muhammad Ilham Akbar Muhammad Ivan Fadillah Muhammad Kholifa Bihaque Muharrama Ahsani Taqwim n/a Fatahillah n/a Hasan n/a Misbahudin n/a Muhiroh n/a Nurusaa'adah n/a Soeprapto Nadia Alifia Hadiyati Nainaufal Hidayah Nanang Agung A. Nanang Sulistiyanto Naufan Rikza Ahmada Novvy Nurdiana Dewi Nurus Sa'adah Nurussa'adah, n/a Okky Mahmudi Onny Setyawati Panji Pakuan Pahlawan Ponco Siwindarto Prasetyanto, Andi Wahyu Priyo Sujatmiko Rachmawati, Luthfiyah Raden Arief Setyawan Radfi Dzulfikar Ramdhani Rafi Pradata Rahmadwati, n/a Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rif'an, Mochammad Rifan Rantaba Rifqa Asruroh Efnif Rini Nur Hasanah Rizka Sisna Riyanti Rizqurrohman A. A. C. Septian Enggar Susanto Setiawan, Aditya Bagus Setiawan, Aris Prima Sevito Fernanda Pambudi Sholeh Hadi Pramono Sofiatus Solihah Suyono, Hadi Swaraka Maulana Pramono Taufiq Yudi Sulistiyono Veri Hendrayawan Waru Djuriatno Wuri Roro Indraswari Youssi, Owlena Renaseilla Zainul Abidin Zainuri, Akhmad