Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENERAPAN INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI DI DESA PATIANROWO KAB. NGANJUK Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.021 KB)

Abstract

Desa Patianrowo masuk wilayah kabupaten Nganjuk yang merupakan bagian lumbung Pertanian di Kabupaten Nganjuk.  Produktivitas tanaman padi di desa Patianrowo pada saat musim kemarau mengalami penurunan.  Rata-rata produksi budidaya tanaman padi yang diperoleh petani di desa Patianrowo saat musim kemarau masih rendah berkisar 2,8 – 3,2 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil  tanaman padi nasional yaitu 6,0 – 8,0 ton/ha. Rendahnya hasil padi saat musim kemarau dikarenakan oleh keterbatasan jumlah air yang tersedia selama penanaman.  Teknik budidaya yang dapat diterapkan saat musim kemarau yaitu dengan penerapan intensifikasi padi aerob terkendali.  Teknik budidaya intensifikasi padi aerob terkendali merupakan teknik budidaya tanaman padi  dimana pengaturan air selama budidaya tanaman padi, kondisi air tidak selalu tergenang selama pertumbuhan tanaman. Metode  yang dilakukan pada program pengabdian kepada masyarakat  yaitu  penyuluhan dan pelatihan budidaya intensifikasi padi aerob terkendali, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.  Hasil yang diperoleh pada kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman petani pada sistem budidaya intensifikasi padi aerob terkendali.  Pelaksanaan pelatihan mencapai keberhasilan 100 %, dimana semua peserta mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan di petak demplot. Penerapan sistem intensifikasi padi aerob terkendali dapat menghemat kebutuhan air 40 % dan meningkatkan hasil panen padi saat musim kemarau sebesar 90 % (6,1 ton/ha).
PENAMBAHAN TRYPTOPHAN PADA LIMBAH AIR KELAPA SEBAGAI SUMBER PLANT GROWTH REGULATOR AUXIN Elik Murni Ningtias Ningsih; . Sudiyono
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.465 KB)

Abstract

Plant growth regulator alami ada pada limbah air kelapa. Plant growth regulator mempunyai peranan dalam memacu pertumbuhan tanaman. Auxin merupakan kelompok Plant growth regulator. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses fermentasi limbah air kelapa dengan penambahan trypthopan sebagai sumber plant growth regulator auxin. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan faktor tunggal. Macam perlakuan pada percobaan yaitu tanpa penambahan tryptophan (T1), penambahan tryptophan 4 mg/liter air kelapa (T2), penambahan tryptophan 6 mg/liter air kelapa (T3), penambahan tryptophan 8 mg/liter air kelapa (T3), penambahan tryptophan 10 mg/liter air kelapa (T5). Hasil penelitian menunjukkan penambahan tryptophan mempengaruhi keasaman (pH) dan jumlah asam asetat limbah air kelapa terfermentasi. Perlakuan penambahan tryptophan pada fermentasi limbah air kelapa mempengaruhi jumlah Plant growth regulator auxin (Indole-3 acetic acid).
APLIKASI PLANT GROWTH REGULATOR AUXIN DARI ISOLASI LIMBAH AIR KELAPA TERFERMENTASI PADA PERTUMBUHAN BUD SET TEBU Elik Murni Ningtias Ningsih; Sudiyono Sudiyono
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.954 KB)

Abstract

Plant growth regulator (PGR) alami sebagai pemacu pertumbuhan tanaman terdapat dalam limbah air kelapa.  Pemanfaatan auxin dalam limbah air kelapa terfermentasi dengan pengambilan auxin melalui isolasi.  Auxin mempunyai peranan terhadap proses fisiologi  pada pengembangan sel tanaman.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh auxin hasil isolasi limbah air kelapa terfermentasi terhadap pertumbuhan bud set tanaman tebu.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan faktor tunggal.  Perlakuan terdiri dari K0 = Tanpa pemberian auxin,  K1 = Auxin hasil isolasi limbah air kelapa terfermentasi 1 : 1 (auxin: air), K2 = Auxin hasil isolasi  limbah air kelapa terfermentasi 1: 2 (auxin: air), K3 = Auxin hasil isolasi  limbah air kelapa terfermentasi 1: 3  (auxin: air), K4 = Auxin hasil isolasi  limbah air kelapa terfermentasi 1: 4  (auxin: air.).  Hasil aplikasi plant growth regulator auxin dari isolasi limbah air kelapa terfermentasi mempengaruhi panjang tanaman tebu dan jumlah daun.  Perlakuan K2 dan K3 menghasilkan berat basah dan bering tanaman tebu yang tidak berbeda nyata.  Berat basah K2 68.39 g  dan K3 67.54 g, serta berat kering  K2 23.50 g dan K3 22.80 g.
KAJIAN PENGGUNAAN EKSTRAK GULMA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DAN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides Benth) TERHADAP PERKEMBANGAN BAKTERI Erwinia carotovora PADA UMBI WORTEL (Daucus carota L.) Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtias Ningsih; Rina Mei Fatul Jannah
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.2652

Abstract

ABSTRAKWortel (Daucus carota L.) adalah tanaman golongan hortikultura yang mudah busuk karena penyakit busuk bakteri, yaitu infeksi oleh bakteri Erwinia carotovora dari dalam tanah yang menempel pada umbi. Kerugian karena bakteri tersebut bisa mencapai 90%. Pengendalian dengan metode hayati sudah banyak diteliti, sedangkan secara nabati masih jarang penelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2020 di laboratorium Biologi Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang dan laboratorium Microbiologi di Balitkabi, Malang. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan yaitu perlakuan ekstrak gulma (bandotan dan sintrong) dengan variasi kepekatan (30%, 45%, 60%). Pengamatan dilakukan terhadap gejala awal (timbulnya bercak kecil, kebasahan dan berwarna putih atau krem), gejala tengah (bercak coklat yang berkembang dan mengeluarkan bau busuk) dan gejala lanjut (umbi menjadi lunak, berlendir dan bau belerang) yang merupakan respon perkembangan busuk bakteri akibat pemberian ekstrak gulma. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan Path ways Analysis (Analisa Sidik Lintas) menggunakan aplikasi Smart PLS. Hasil analisa PLS untuk outer model sudah memenuhi uji validitas dan realibilitas. Uji inner model menunjukkan adanya hubungan nyata antara ektrak gulma terhadap gejala awal, ekstrak gulma terhadap gejala tengah, gejala awal terhadap gejala tengah, dan gejala tengah terhadap gejala lanjut, tetapi tidak ada hubungan nyata antara gejala awal dengan gejala lanjut, gejala awal sebagai moderator terhadap gejala tengah dan gejala tengah sebagai moderator terhadap gejala lanjut. ABSTRACTCarrot (Daucus carota L.) is a horticultural plant that rots easily due to bacterial rot disease, namely infection by the bacterium Erwinia carotovora from the soil attached to the tuber. Losses due to these bacteria can reach 90%. Control by biological method has been widely studied, while the research is still rare in botanical pesticide.  The research was carried out on June-September 2020 at Biology laboratory of Agriculture Faculty of Widyagama University Malang and at Microbiology laboratory at Balitkabi, Malang. The research design used a completely randomized design with treatment of weed extracts (bandotan and sintrong) with variations in concentration (30%, 45%, 60%). Observations were made on early symptoms (the appearance of small, wet, white or cream-colored patches), middle symptoms (brown spots that develop and emit a foul odor) and late symptoms (tubers become soft, slimy and smell of sulfur) which were a response to the development of bacterial rot due to the administration of weed extract. Observational data were analyzed using Path Ways Analysis using the Smart PLS application. The results of the PLS analysis for the outer model have met the validity and reliability tests. The inner model test showed that there was a significant relationship between weed extract and early symptoms, weed extract for middle symptoms, early symptoms for middle symptoms, and middle symptoms for advanced symptoms. middle symptoms and middle symptoms as moderators of advanced symptoms. 
MACAM TEKNIK BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Elik Murni Ningtias Ningsih
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.258 KB)

Abstract

Rice plants ( Oryza sativa L. ) as a staple food to meet the needs of carbohydrates. Kinds of paddy rice cultivation techniques will affect the conditions of growing media and plant growth. Intensification of rice cultivation techniques with intensive maintenance and the provision of nutrient needs of plants wear inorganic fertilizers. Aerobic rice intensification technique controlled by the organic-based irrigation system returns organic matter through organic fertilizer given rice straw able to improve the biological properties of the soil and increase root growth. The study was conducted to test various techniques of rice cultivation and intensification of rice intensification controlled aerobic organic based on the growth and yield of rice plants. Research compiled by Complete randomized block design with a single factor treatment. Kinds of treatment consisted of B1 : intensification of rice cultivation techniques, B2 : Mechanical controlled aerobic cultivation of rice intensification of organic-based with 1 plant/planting hole and B3 : Mechanical controlled aerobic cultivation of rice intensification of organic-based with 2 plants/planting hole. Each treatment was repeated as many as 6replicates. Observation of the growth of plant height, number of leaves and number of tillers. The observation that crop yields per hectare. The results showed that rice cultivation technique had no effect on plant height and number of leaves of the rice plant. Rice cultivation techniques affect the number of tillers and paddy crops. B2 treatment resulted in the highest number of tillers at 7:33 fruit/plant and the highest crop yields 9:06 tons/plant. Key Words : Cultivation of IPAT - BO, Rice, techniques of rice cultivation.
Pembuatan Video Clip Pembelajaran Di Gubuk Baca Lentera Negeri Elik Murni Ningtias Ningsih; Medya Akhnes Saputra; Mariya Ulfa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung 2020: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SENAM) 2020
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.61 KB)

Abstract

Masyarakat Desa Jabung, kecamatan Jabung Kabupaten Malang membentuk wadah belajar untuk anak-anak dengan nama Gubuk Baca Lentera Negeri. Gubuk Baca Lentera Negeri sebagai wadah untuk pembelajaran bagi anak-anak dengan menyediakan buku pengetahuan dasar dan buku cerita pendidikan. Anak-anak memanfaatkan waktu dengan mendatangi Gubuk Baca Lentera Negeri dan membaca buku yang tersedia. Metode membaca untuk sebagian anak-anak menimbulkan kejenuhan, sehingga anak-anak memanfaatkan waktu untuk membaca dalam waktu yang pendek. Capaian tujuan pembelajaran pada anak-anak memerlukan media yang menarik minat anak-anak untuk belajar dengan menggunakan sarana media video clip. Materi dalam video clip dengan memasukan beberapa bagian–bagian kegiatan di Gubuk Baca Lentera Negeri. Banyak kegiatan yang positif di lingkungan gubuk seperti pendidikan peduli pada keluarga untuk mendukung membentuk karakter yang baik bagi anak-anak. Metode pelaksanaan terdiri dari 1). pembuatan video clip pembelajaran 2). Pemutaran video clip pembelajaran di Gubuk Baca Lentera Negeri, 3) Evaluasi peningkatan kunjungan anak-anak dengan adanya media video clip pembelajaran. Video clip pembelajaran berisi materi penjabaran dari lagu berjudul Aku Anak Rajin dan Pintar. Video clip berisi pembelajaran mengenai pendidikan anak-anak selama di rumah dengan kepedulian membantu tugas orang tua seperti membersihkan sendiri kamar tidur, menyapu halaman depan rumah, mencuci peralatan makan piring dan gelas yang dipakai sendiri. Adanya video pembelajaran berdampak pada jumlah anak-anak yang belajar di Gubuk Baca Lentera Negeri. Jumlah anak yang berkunjung ke Gubuk Baca Lentera Negeri meningkat 200%.
PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN DAN LAMA PENYIMPANAN ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK MANGGA (Mangifera indica, L.) AGRI GARDINA 45 Hadi Cahyono Kurniawan; Ririen Prihandarini; Elik Murni Ningtias Ningsih
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.5113

Abstract

Mangga Agri Gardina 45 merupakan varietas mangga hasil persilangan Arumanis 143 x Saigon yang diakui sebagai varietas unggul. Mangga Agri Gardina 45 belum banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena ketersediaan bibit unggul sedikit di pasaran. Perbanyakan tanaman buah biasanya dilakukan secara vegetatif. Salah satu metodenya dengan sambung pucuk (grafting). Kendala utama grafting dalam jumlah banyak dan tepat waktu adalah terbatasnya pohon induk sebagai sumber entres. Kebutuhan entres yang tidak tercukupi disiasati oleh penangkar dengan mendatangkan entres dari penangkar lain, yang sering kali lokasinya jauh dari tempat pembibitan. Kondisi ini menyebabkan entres harus mengalami proses penyimpanan pada saat didistribusikan ke tempat pembibitannya sehingga kesegerannya menurun. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media penyimpanan dan lama penyimpanan entres terhadap keberhasilan sambung pucuk mangga varietas Agri Gardina 45. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah lama penyimpanan yang terdiri dari L0: 0 hari (tanpa simpan); LI: 2 hari simpan; L2: 4 hari simpan; L3: 6 hari simpan; dan faktor ke-2 adalah media penyimpanan yang terdiri dari M1: pelepah pisang; M2: kertas koran lembap; dan M3: plastik polyethylene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit jadi tertinggi dihasilkan pada perlakuan L0M1, L0M2, L0M3, L1M1, L1M2, L1M3, L2M1, L2M2, L2M3 dan L3M1 dengan nilai 100.00%. Perlakuan lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap kadar air entres, waktu pecah tunas, panjang tunas di umur 25, 32, 39 dan 53 HSS pada sambung pucuk mangga varietas Agri Gardina 45. Perlakuan media penyimpanan entres tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan pada sambung pucuk mangga varietas Agri Gardina 45. ABSTRACTMango Agri Gardina 45 is a mango variety resulting from a cross between Arumanis 143 x Saigon which is recognized as a superior variety. The Agri Gardina 45 mango has not been widely cultivated by farmers in Indonesia because there are few superior seeds available on the market. Propagation of fruit plants is usually done vegetatively. One method is grafting. The main obstacle to grafting in large quantities and on time is the limited number of parent trees as a source of scion. The breeder's unmet need for scion is overcome by bringing in scion from other breeders, which are often located far from the nursery. This condition causes the bullfrog to undergo a storage process when distributed to the nursery so that its freshness decreases. This research aims to determine the effect of storage media and storage time of scion on the success of shoot grafting of the Agri Gardina 45 mango variety. The research was carried out using a factorial completely randomized design (CRD). The first factor is storage time which consists of L0: 0 days (without storage); LI: 2 days save; L2: 4 days save; L3: 6 days save; and the 2nd factor is the storage medium consisting of M1: banana stem; M2: damp newsprint; and M3: polyethylene plastic. The results showed that the highest finished seeds were produced in the L0M1, L0M2, L0M3, L1M1, L1M2, L1M3, L2M1, L2M2, L2M3 and L3M1 treatments with a value of 100.00%. The storage time treatment for the scion had an effect on the water content of the scion, shoot break time, shoot length at the age of 25, 32, 39 and 53 DAP on the shoot grafts of the mango Agri Gardina 45.   
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN ANGGREK DI DESA BRINGIN, KEC. BADAS, KAB. KEDIRI Ningsih, Elik Murni Ningtias; Nugroho, Yuni Agung
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.865

Abstract

Desa Bringin, kecamatan Badas merupakan bagian wilayah kabupaten Kediri. Mata pencaharian masyarakat di desa Bringin menyebar pada bidang pertanian, pegawai pemerintah, buruh tani dan wiraswasta. Pada masa pandemi covid-19 sejak tahun 2020, sebagian pekerjaan di alihkan dengan bekerja di rumah/ WFH (work from home). Pada masa pandemi adanya anjuran untuk membatasi aktivitas luar rumah berdampak pada waktu luang pada ibu runah tangga. Waktu luang selama masa pandemi menimbulkan kegemaran/hobby baru kelompok ibu rumah tangga untuk membudidayakan tanaman anggrek. Ketertarikan membudidayakan anggrek dikarenakan variannya yang banyak dan termasuk tanaman hias yang mempunyai harga bagus. Keterbatasan pengetahuan pada budidaya tanaman anggrek kelompok ibu rumah tangga di Desa Bringin. maka perlu dilakukan kegiatan pelatihan penanaman dan pemeliharaan budidaya tanaman anggrek. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi 1) Penyuluhan, 2) Pelatihan, 3). Pendampingan. 4) Evaluasi Pelaksanaan Program. Hasil kegiatan penyuluhan meningkatkan pemahaman kelompok ibu rumah tangga desa Bringin kecamatan Badas mengenal tanaman anggrek dan teknis budidaya tanaman anggrek mencapai keberhasilan 90 %, semua peserta memahami materi penyuluhan. Pelatihan transpalanting dan pendampingan selama pemeliharaan tanaman anggrek mencapai keberhasilan 95 %. Kegiatan budidaya tanaman anggrek dapat meningkatkan keasrian di lingkungan tempat tinggal desa Bringin kecamatan Badas, kabupaten Kediri.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA TANAMAN JERUK LEMON SEMI ORGANIK DI DESA BUMIAJI KOTA BATU Ningsih, Elik Murni Ningtias
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 6 (2024): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i6.1524

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani di Desa Bumiaji, Kota Batu, dalam menerapkan budidaya tanaman jeruk lemon (Citrus limon) secara semi organik. Metode pengabdian yang digunakan meliputi empat tahapan utama: (1) Penyuluhan mengenai pengolahan pupuk organik, pembuatan pestisida organik, dan teknik budidaya tanaman jeruk lemon semi organik. (2) Pelatihan pengolahan pupuk organik dan pestisida organik dengan memanfaatkan potensi bahan organik lokal seperti daun, rimpang, dan buah. (3) Pendampingan dalam proses pemeliharaan tanaman, khususnya pengaplikasian pupuk dan pestisida organik. (4) Evaluasi keberhasilan program dengan indikator pengurangan penggunaan pupuk anorganik minimal sebesar 25%. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya pengurangan dosis penggunaan pupuk anorganik NPK Mutiara sebesar 30% setelah penerapan pupuk organik. Petani mitra dari Omah Kebun di Desa Bumiaji mampu mempraktikkan pembuatan pupuk dan pestisida organik secara mandiri serta mengaplikasikannya pada budidaya jeruk lemon. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya tanaman jeruk lemon secara semi organik efektif dalam mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik sekaligus menjaga kelestarian kesuburan tanah. Kesimpulan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola budidaya jeruk lemon secara semi organik. Penggunaan pupuk dan pestisida organik terbukti mampu mengurangi dosis pupuk anorganik hingga 30%, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pertanian yang ramah lingkungan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan pertanian semi organik yang berkelanjutan di wilayah lain. Kata Kunci: Pendampingan, Jeruk Lemon, Semi Organik
HUBUNGAN SIFAT MORFOLOGI VEGETATIF TERHADAP PRODUKSI PADA TANAMAN STROBERI VARIETAS MENCIR Nugroho, Yuni Agung; Ningsih, Elik Murni Ningtias; Kusuma, Maryani Dwi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6928

Abstract

Produksi stroberi di Indonesia belum optimal. Faktor morfologi mempengaruhi produksi stroberi, termasuk hasil, bentuk, ukuran, dan ukuran buah. Memahami peran hubungan sifat morfologi dalam tanaman stroberi dapat membantu meningkatkan produksi stroberi. Penelitian ini dirancang untuk pemodelan hubungan antara sifat morfologis organ vegetatif terhadap organ generatif. Hal ini untuk memprediksi pengaruh variabel yang mempunyai hubungan nyata/berkontribusi terhadap produksi stroberi secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan/kontribusi sifat morfologi terhadap kualitas dan kuantitas hasil stroberi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Analisa data dilakukan dengan analisa jalur (path ways anaysis) menggunakan Smart PLS untuk menjelakan hubungan secara langsung antara variabel vegetatif terhadap variabel generative Luaran yang diharapkan adalah terbentuknya model hubungan antara variabel vegetatif terhadap produksi stroberi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan nyata jumlah daun dengan jumlah buah pertanaman, panjang tanaman tidak berhubungan nyata dengan semua sifat morfologi produksi, dan Sifat morfologi produksi saling berhubungan nyata, kecuali bobot buah pertanaman dengan diameter buah.