Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Influence of School Facilities and Social Support on Non-Academic Achievement: The Role of Study Club Extracurricular Mediation And Student Self-Efficacy Wijayanti, Betha; Werdiningsih, Wilis
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 25 No 2 (2025): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v25i2.2578

Abstract

The non-academic achievement of students has not been the main focus of the school coaching strategy. Lack of facilities and low social support are considered to hinder student involvement and strengthen self-efficacy. This study aims to explore the role of extracurricular study clubs and self-efficacy as mediators in the influence of school facilities and social support on students' non-academic achievement. The survey method was used to collect data from 82 active students in the extracurricular study club of SMAN 2 Ponorogo through probability sampling techniques. The instrument used was a Likert scale questionnaire 1–4 which included 5 variables and 33 research constructs. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach to test 7 direct influences and 5 indirect influences. The results of the study showed that school facilities and social support had a positive and significant impact on students' non-academic achievement, both directly and indirectly through the mediation of self-efficacy and involvement in study clubs. Self-efficacy has been shown to have a strong mediating role in the relationship between social support and non-academic achievement. The implication of these findings is the importance of integrating extracurricular programs and confidence-building in educational strategies. This research makes a novel contribution through the simultaneous integration of physical environment variables, social support, psychological aspects, and student activities in a single PLS-SEM-based conceptual model.
Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana Pendidikan di SDIT Qurrota A’yun Melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Administrator Utammi Lihyatul Fiqri; Wilis Werdiningsih
Edumanagerial Vol. 1 No. 1 (2022): EDUMANAGERIAL: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangsungan kegiatan belajar-mengajar sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan sarana dan prasarana di sekolah. Pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna dan menyenangkan, jika sarana dan prasarana terpenuhi. Oleh sebab itu pelayanan secara profesional terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, perlu dilaksanakan dengan baik melalui kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kegiatan manajemen sarana dan prasarana ini, sangat dipengaruhi oleh peran kepala sekolah sebagai administrator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendetail peran kepala sekolah sebagai administrator dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SDIT Qurrota A’yun Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik yang dipilih dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan: (1) kepala sekolah melaksanakan tahapan dalam manajemen sarana dan prasarana yang dimulai dari melakukan kegiatan perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penggunaan, serta penghapusan dengan melakukan pengawasan dan pendampingan; (2) kepala sekolah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan mutu sarana dan prasarana dengan mengajak kerja sama beberapa pihak eksternal dan instansional melalui program yang telah dibuat serta berkonsultasi dengan pihak yang ahli dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah, serta melakukan analisis berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekolah (3) upaya yang diterapkan kepala sekolah cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya sarana dan prasarana setiap tahunnya.
Manajemen Program Double Track dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan di SMA Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo Azka Maziyyah Ridhwanah; Wilis Werdiningsih
Edumanagerial Vol. 1 No. 1 (2022): EDUMANAGERIAL: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Jenangan merupakan salah satu sekolah yang berada di pinggiran kota Ponorogo. Letak geografis ini menyebabkan motivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi rendah. Selain itu orientasi sebagian besar orang tua adalah menginginkan anaknya untuk segera bekerja setelah lulus sekolah. Program double track hadir untuk membekali siswa agar memiliki keahlian tertentu sebagai bekal terjun ke dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan program double track, menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis hasil pelaksanaan program double track dalam meningkatkan kompetensi lulusan di SMA Negeri 1 Jenangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Data diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yakni: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Manajemen program double track dimulai dari perencanaan yakni penentuan program pelatihan melalui angket yang diberikan kepada siswa kelas XI, pemilihan trainer sesuai dengan kompetensi yang dimiliki guru dan penjadwalan pelaksanaan kegiatan; (2) Faktor pendukung kegiatan double track berupa antusiasme dari siswa dalam mengikui program double track, sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya kebijakan pembelajaran daring selama pandemi yang menyebabkan kegiatan double track tidak dapat berjalan secara maksimal; (3) Hasil program double track yaitu meningkatnya kompetensi siswa SMAN 1 Jenangan sesuai dengan program yang dipilihnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sebagian siswa yang memiliki usaha secara mandiri.
Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Etos Belajar Peserta Didik di MAN 1 Madiun Anjarni Kumala Khotim; Wilis Werdiningsih
Edumanagerial Vol. 1 No. 1 (2022): EDUMANAGERIAL: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etos belajar adalah kemauan peserta didik yang dicerminkan dalam tingkah laku peserta didik pada saat pembelajaran. Sebagai upaya meningkatkan etos belajar dibutuhkan adanya pelaksanaan program salah satunya melalui kegiatan manajemen kesiswaan. MAN 1 Madiun merupakan lembaga pendidikan yang memiliki berbagai kegiatan kesiswaan di antaranya yakni program kelas olimpiade, program kelas keterampilan dan program kelas tahfidz. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan etos belajar peserta didik melalui program-program unggulan MAN 1 Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik yang dipilih dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan: (1) Manajemen kesiswaan dalam meningkatkan etos belajar yaitu melalui program unggulan MAN 1 Madiun yaitu program olimpiade, keterampilan dan tahfidz; (2) Faktor pendukung keberhasilan manajemen kesiswaan meliputi adanya motivasi, pendanaan yang mencukupi dan kerja sama antar pihak, sedangkan faktor penghambat manajemen kesiswaan meliputi waktu yang bertabrakan dengan jam pelajaran; (3) Dampak yang diperoleh dari peningkatan etos belajar peserta didik di MAN 1 Madiun yaitu membantu kesiswaan mewujudkan visi, misi dan tujuan madrasah, salah satunya sekolah selalu dapat mengirimkan delegasi untuk mengikuti perlombaan baik bidang akademik maupun non akademik. Pada setiap perlombaan tersebut, peserta didik berhasil mendapatkan berbagai macam prestasi baik tingkat lokal, regional maupun nasional.
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Melaksanakan Pembelajaran Daring Wilis Werdiningsih
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 1 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i1.48

Abstract

Abstrak Masa pandemi yang sampai saat ini masih berlangsung, menuntut guru untuk mampu melaksanakan pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring adalah pembelajaran tanpa adanya kegiatan tatap muka, yang dilakukan menggunakan berbagai platform yang tersedia di internet. Kemampuan guru dalam memanfaatkan media teknologi yang ada, sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran daring ini. Sekolah memiliki tanggung jawab melaksanakan manajemen sumber daya manusia (SDM) dengan baik sebagai upaya memastikan seluruh guru dapat melaksanakan pembelajaran daring menggunakan berbagai platform yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam berkaitan dengan manajemen SDM dalam peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring. Metode library research digunakan melalui penggalian informasi dari berbagai literatur terkait dengan pelaksanakaan manajemen SDM di lembaga pendidikan serta upaya peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran daring. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran daring dapat dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan pembelajaran daring, pembentukan tim khusus yang fokus membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran daring, serta kegiatan supervisi yang berkelanjutan. Kata Kunci: manajemen SDM, kompetensi guru, pembelajaran daring.
Implementasi Model Pembelajaran PAUD Berbasis Sentra dan Waktu Lingkaran dalam Meningkatkan Berbagai Aspek Perkembangan Anak Wilis Werdiningsih
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i2.101

Abstract

Early childhood education (PAUD) is an important stage for a child's early development. PAUD has a goal to facilitate the growth and development of children in a more measurable and comprehensive manner. A conducive environment in PAUD institutions has a positive impact on children's development. There are various kinds of learning models in early childhood, one of which is the center learning model and circle time (Beyond Centers and Circle Time/BCCT). The center learning model and the circle time or commonly referred to as the center model, is a model for implementing PAUD that focuses on children, which in the learning process is centered in the play center and uses four types of footings to support children's development. Therefore, in learning centers it is necessary to prepare for a center class and various equipment that supports learning activities in each center class. This study aims to explore in greater depth the implementation of the center-based PAUD learning model and circle time. The approach used in this study is a qualitative approach. Data obtained from interviews, observations, documentation and supported by various references related to the learning center model. The results show that the learning center model is one of the learning models that can increase student activity in learning activities, as well as improve various aspects of child development, including aspects of religious and moral values, physical-motor, cognitive, language, social-emotional, and artistic aspects.   Keywords: PAUD learning model, BCCT/central class, aspects of child development.
Pendidikan Moderasi Beragama dan Simbol Keagamaan (Pembentukan Identitas Islam Moderat Anak Melalui Songkok NU Perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter Berger) Abu Muslim; Wilis Werdiningsih
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 1 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i1.135

Abstract

This paper examines managing religious moderation education by strengthening religious symbols, namely songkok, with NU logic. This study aimed to analyze how the use of symbols on the NU skullcap can shape the personality of SD Islamiyah Magetan students in forming an understanding of religious moderation from the perspective of Peter L. Berger's social construction theory. How can symbols convey messages about religious moderation as a form of planting moderate Islam and identity formation? This symbol has several functions, such as describing something as well as a form of conveying an implied message. Therefore, to analyze it using the social construction theory approach of Peter L. Berger. From the results of the reading, it can be concluded: First, the implementation of the regulation on wearing the NU songkok at SD Islamiyah Mageran is outlined in a regulation that enforces every male student to wear the NU songkok. Second, Sonkok NU can become an identity and have moderate Islamic values ??found in the relationship between moderate Islamic values ??of NU ideas such as tawasuth, tawazun, tasamuh, and ta’adul, which have an impact on their use in everyday life. Third, Religious Moderation Education through Sonkok NU as a moderate Islamic identity from the perspective of Peter L Berger's sociological theory of knowledge is through a process of externalization, objectivation, and internalization.
Manajemen Kearsipan Dalam Menunjang Kegiatan Administrasi di SMKN 2 Ponorogo Elin Anisa Dilla; Wilis Werdiningsih
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.218

Abstract

In implementing school activities, archive management is a source of information in planning, organizing and evaluating which will be used as a guide in decision making. Archives management influences administrative activities in the administrative sector. With good archives management, it will be easier for the school to obtain the necessary archives through the administration sector. In managing archives, SMKN 2 Ponorogo has special administrative staff. Archives are neatly arranged with clearly written codes, which makes it easier for administrative members when they need archives when needed. The objectives of the research are: 1) to understand the stages of archive creation and management; 2) know the stages of use and maintenance of archives; 3) as well as knowing the stages of determining the final fate of archives in supporting administrative activities in the administrative sector at SMKN 2 Ponorogo. This research uses a qualitative approach. Data collection through in-depth interviews, documentation and observation. Data analysis uses a data condensation model, data presentation, and drawing conclusions. Based on data analysis, the following results were found: 1) The archive creation stage was carried out by internal and external parties. Meanwhile, archive management is directly carried out by the TU department; 2) All parties are allowed to use the archives at SMKN 2 Ponorogo but must be intermediary with TU staff. Meanwhile, archive maintenance is carried out using an archive storage system, namely soft file and hard file storage; 3) Stage of determining the final fate of the archive. If archives are still needed they will be saved, but for archives that are not needed they will be burned; 4) With archive management, the archives in the administration section are more organized and neatly stored so that at any time the archives are needed easily.
Management of Educational Institutions in Realizing Inclusive Schools Model (Case Study of Inclusive Schools in Ponorogo) Heriyudanta, Muhammad; Werdiningsih, Wilis
QUALITY Vol 13, No 1 (2025): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v13i1.31393

Abstract

This research aims to examine institutional management and inclusive school learning processes in Ponorogo. The study uses a qualitative approach with a case study design. The researchers are the key instrument. The research locations are SDN Negeri 4 Krebet and SD Immersion. The results of this study show that the learning processes at SDN 4 Krebet and SD Immersion are similar. The only difference is in the developmental aspect. The first step in admitting new students is to conduct an initial screening and evaluation to identify students with special needs. Due to the presence of ABK students, the curriculum has been adjusted. Both schools have individual learning programs (PPI) to provide unique learning opportunities for ABK students. Second, regarding institutional management, both principals agree that schools must prepare several aspects to organize inclusive schools: including the curriculum, human resources, and supporting facilities and infrastructure.
Manajemen Humas dalam Meningkatkan Peran Komite Sekolah di PAUD Sabila Ponorogo Wilis Werdiningsih
Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian (LP3M) IAI Al-Urwatul Wutsqo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/alidaroh.v4i1.155

Abstract

School and community are two inseparable things. The community needs schools to educate their children, while schools need the community to support their vision and mission. Therefore the management of school relations with the community (public relations) is an effort of the school to increase good cooperation between schools and the community. This study aims to analyze the implementation of public relations management in schools in increasing the role of school committees. This research uses a qualitative approach, with a type of case study. The results showed that public relations management carried out by schools properly,could increase the role of school committees. The optimal role of the school committee can be to increase effective communication between the school and the guardians of students and can support the implementation of school programs so that educational goals will be easier to achieve.