Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan antara Kejadian Hematuria Mikroskopis dengan Volume Prostat Pada Penderita Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Wawan Susilo; Dahlia Dahlia; Shofiyah Latief
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.651 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.13

Abstract

Latar belakang: BPH dengan peningkatan proliferasi sel stromal dan aciner menstimulasi peningkatan vascular dari pembuluh darah (angiogenesis) sehingga mudah pecah dan menyebabkan timbulnya perdarahan. Pasien dengan BPH memiliki jumlah pembuluh darah lebih banyak di bagaian suburopithelial prostatic uretra yang dianggap mudah terjadi perdarahan Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya hubungan antara kejadian hematuria mikroskpois dengan volume prostat penderita BPH pada pemeriksaan ultrasonografi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data dari rekam medis Rumah Sakit Ibnu Sina dengan teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah total sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Sampel yang didapat kemudian dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square. Hasil Penelitian : Pada Penelitian ini nilai hasil uji chi Square yang didapatkan adalah 15,784 dan jika dibandingkan dengan tabel signifikan (lampiran) dengan derajat kebebasan (df) = 12, maka nilai chi square hitung lebih kecil dari nilai chi square tabel yang dapat disimpulkan hipotesis H0 diterima. Dari tabel diperoleh nilai Pearson Chi Square mempunyai nilai signifikan p > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara volume prostat dengan hematuria. Simpulan : tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian hematuria mikroskopis dengan volume prostat pada penderita BPH
Uji Sensitivitas Antibiotik Bakteri ISK Wanita Hamil Di RSIA Siti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar 2019 Yusriani Mangarengi; Wawan Susilo; Mona Nulanda; Shulhana Mokhtar; Mustika Mustika
Indonesian Journal of Health Vol 1 No 03 (2021): Vol.01 No.03 (Juni 2021)
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v1i03.59

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) sering terjadi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan anatomo-fisiologis yang memfasilitasi pertumbuhan dan penyebaran bakteri di saluran kemih ibu. Diperkirakan bahwa 5-10% wanita mengembangkan beberapa jenis ISK selama kehamilan. Infeksi saluran kemih merupakan salah satu faktor terjadinya persalinan preterm, berat lahir neonatal rendah, kematian janin, preeklampsia. Resistensi antimikroba adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, sebagian disebabkan oleh penggunaan antimikroba yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas antibiotik pada bakteri Infeksi Saluran Kemih terhadap wanita hamil. Sampel urin porsi tengah pada ibu hamil yang digunakan sebagai bahan penelitian. Jenis penelitian ini bersifat true experimental dengan menggunakan metode disk diffusion. Hasil penelitian yang didapatkan antibiotik ampicillin memiliki tingkat sensitivitas terhadap bakteri penyebab ISK sebesar 80,00%, intermediet 0%, dan resisten 20%, antibiotik ciprofloxacin mempunyai tingkat sensitif sebesar 80,00%, intermediet 0%, dan resisten 20,00%, antibiotik cotrimoxazole memiliki tingkat sensitif sebesar 80,00%, intermediet 0%, dan resisten 20,00%. Antibiotik yang baik dan aman digunakan pada ibu hamil dengan infeksi saluran kemih adalah ampicillin. Berdasarkan dari hasil penelitian pada kelima sampel empat diantaranya mendapatkan hasil sensitif. Sebab cipfroloxacin dan cotrimoxazole termasuk kategori C pada FDA yang memiliki risiko terhadap ibu dan janin lebih tinggi dari Ampicillin dengan kategori B.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai Metode Pembelajaran di Program Sarjana Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Armanto Makmun; Wawan Susilo; Faisal Sommeng
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2020): September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.261 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v1i1.102

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke grass root untuk kemudian menyaksikan realita yang ada di masyarakat. Seluruh kegiatan kerja nyata harus disesuaikan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari proses pembelajaran dalam perkuliahan untuk diterapkan melalui praktek kerja yang nyata sehingga mahasiswa diharapkan dapat bekerja dengan cermat, terampil, disiplin, kreatif dan jujur sesuai dengan berbagai masalah yang hadir ditengah masyarakat. Adanya KKN ini diharapkan dapat menjadi metode pembelajaran yang baik bagi mahasiswa sehingga dapat mengarahkan mahasiswa untuk menerapkan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengupayakan penggunaannya sebaik mungkin untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena dalam penelitian ini mendeskripsikan keadaan yang terjadi pada saat sekarang. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. KKN ini dapat menjadi metode pembelajaran yang bagus dengan memberi pengenalan lebih awal mengenai masalah-masalah kesehatan, melatih dan mengembangkan soft skill dan karakter mahasiswa, serta melatih mahasiswa dalam meningkatkan dan menambah kompetensinya sebagai dokter layanan primer.
Penyuluhan dan Tatalaksana Etika Batuk Dan Bersin Sebagai Pencegahan Penyakit ISPA di Kabupaten Gowa Zulfitriani Murfat; Rachmat Faisal Syamsu; wawan susilo
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.635 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v2i1.122

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang ditularkan melalui droplet yang diketahui atau tidak diketahui penyebabnya. Penularan dapat terjadi melalui kontak (termasuk kontaminasi tangan oleh sekret saluran pernapasan, mulut dan hidung) dan melalui udara dengan jarak dekat saat dilakukan tindakan yang berhubungan dengan saluran napas. Untuk mencegah penularannya maka penting untuk tidak mengabaikan pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah kejadian luar biasa. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan dan tatalaksana etika batuk dan bersin yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi saluran napas atas (ISPA) di Kabupaten Gowa.
Karakteristik Personal Hygiene Sanitasi Lingkungan Infeksi Kecacingan Pengangkut Sampah TPA Manggala Antang Riyska Amalia; Nurfachanti Fattah; Wawan Susilo; Arni Isnaini Arfah; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i2.45

Abstract

Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, lebih dari 1,5 milyar orang atau sekitar 24% penduduk dunia terinfeksi Soil Transmitted Helminthiasis. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya prevalensi kecacingan, yaitu iklim tropis, belum memadainya sanitasi lingkungan dan kebersihan pribadi, keadaan sosial ekonomi serta kepadatan penduduk. Personal hygiene menjadi penting karena personal hygiene yang baik akan meminimalkan pintu masuk (portal of entry) mikroorganisme yang ada dimana-mana dan pada akhirnya mencegah seseorang terkena penyakit. Kondisi sanitasi lingkungan sangat erat hubungannya dengan infestasi cacing. Hal ini dikarenakan sanitasi lingkungan yang tidak memadai dapat menjadi sumber penularan cacing pada tubuh manusia. Penyakit cacingan biasanya terjadi di lingkungan yang kumuh terutama di daerah kota atau daerah pinggiran. Penelitian ini bertujuan untuk karakteristik personal hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap infeksi kecacingan pada pekerja pengangkut sampah di Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case control study. Sampel penelitian adalah pekerja pengangkut sampah di tempat embuangan akhir (TPA) yang berdomisili di Kec. Manggala Antang Kota Makassar. Dengan menggunakan 32 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menunjukkan bahwa terdapat 23 positif (+) infeksi kecacingan dan 9 orang negatif (-) infeksi kecacingan. Mayoritas pekerja pengangkut sampah di TPA terinfeksi kecacingan dengan personal hygiene (kebersihan kulit, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan pakaian, kebersihan tempat tidur ) dan sanitasi lingkugan (kebersihan air bersih dan kebersihan pengelolaan sampah).
Isolasi, Identifikasi, Uji Sensitivitas Antibiotik Kuman pada Mulut Sebelum dan Sesudah Wudhu Herika Laksmi Safitri K; Yusriani Mangarengi; Wawan Susilo; Shulhana Mokhtar; Sri Irmandha Kusumardhani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i11.141

Abstract

Berbagai penyakit yang timbul dirongga mulut utamanya disebabkan oleh mikroba yang ada dalam rongga mulut selain flora normal. Islam adalah agama yang mengutamakan kebersihan yang dilakukan sebelum beribadah yang dikenal sebagai wudhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengisolasi, mengidentifikasi dan menguji sensitivitas antibiotik kuman pada mulut sebelum dan sesudah wudhu. Penelitian Experimental Semu dengan metode penelitian case control. Sampel penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2016. Hasil yang diperoleh didapat jenis bakteri Escherichia sp, Pseudomonas sp, Lactobacillus sp, Fusobacterium sp, Streptococus sp dan Veillonella sp. Persentase bakteri gram positif sebelum berwudhu yaitu 13,34%, gram negatif yaitu 86,67% dan persentase bakteri gram positif sesudah berwudhu yaitu 33,33%, gram negatif yaitu 66,67%. Sedangkan Antibiotik yang digunakan yakni Ciprofloxacin sebelum wudhu yaitu sensitif dengan persentase 93,33%, antibiotik Amoksisilin resisten dengan persentase 100%, tingkat kepekaan antibiotik Ciprofloxacin setelah wudhu yaitu sensitif dengan persentase 93,33% dan antibiotik Amoksisilin resisten setelah berwudhu dengan presentasi 93,33%. Disimpulkan bahwa Jenis bakteri yang ditemukan sebelum dan sesudah berwudhu hampir sama, namun terjadi peningkatan jumlah bakteri flora normal yaitu bakteri gram positif pada mulut probandus setelah berwudhu. Antibiotik Ciprofloxacin sebelum dan setelah berwudhu tingkat kepekaan sensitif dengan persentase sama, kemudian antibiotik Amoksisilin tingkat kepekaan resisten namun setelah berwudhu persentase resisten turun menjadi 93,33%.
Uji Sensitivitas Antibiotik Bakteri ISK Wanita Hamil di RSIA Siti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar 2019 Mustika; Yusriani Mangarengi; Wawan Susilo; Mona Nulanda; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.161

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) sering terjadi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan anatomo-fisiologis yang memfasilitasi pertumbuhan dan penyebaran bakteri di saluran kemih ibu. Diperkirakan bahwa 5-10% wanita mengembangkan beberapa jenis ISK selama kehamilan. Infeksi saluran kemih merupakan salah satu faktor terjadinya persalinan preterm, berat lahir neonatal rendah, kematian janin, preeklampsia. Resistensi antimikroba adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, sebagian disebabkan oleh penggunaan antimikroba yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas antibiotik pada bakteri Infeksi Saluran Kemih terhadap wanita hamil. Sampel urin porsi tengah pada ibu hamil yang digunakan sebagai bahan penelitian. Jenis penelitian ini bersifat true experimental dengan menggunakan metode disk diffusion. Hasil penelitian yang didapatkan antibiotik ampicillin memiliki tingkat sensitivitas terhadap bakteri penyebab ISK sebesar 80,00%, intermediet 0%, dan resisten 20%, antibiotik ciprofloxacin mempunyai tingkat sensitif sebesar 80,00%, intermediet 0%, dan resisten 20,00%, antibiotik cotrimoxazole memiliki tingkat sensitif sebesar 80,00%, intermediet 0%, dan resisten 20,00%. Antibiotik yang baik dan aman digunakan pada ibu hamil dengan infeksi saluran kemih adalah ampicillin. Berdasarkan dari hasil penelitian pada kelima sampel empat diantaranya mendapatkan hasil sensitif. Sebab cipfroloxacin dan cotrimoxazole termasuk kategori C pada FDA yang memiliki risiko terhadap ibu dan janin lebih tinggi dari Ampicillin dengan kategori B.
Implementasi Program Bakti Sosial Mahasiswa Kedokteran sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat: (Studi Kegiatan Fakultas Kedokteran UMI Bersama BEM KBMFK Universitas Muslim Indonesia Tahun 2025) Nasrudin Andi Mappaware; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Wawan Susilo; Faizul A; Andi Alamanda Irwan; M. Hamsah; Berry Erida Hasbi; Indah Lestari Daeng Kanang; Prema Hapsari Hidayati; Anna Sari Dewi; Dwi Anggita; Sidrah Darma; Nevi Sulvita Karsa; Zulfikri Khalil Novriansyah; Mohammad Reza Zainal Abidin; Muhammad Fauzul Azhim; Astra Budiati Nusrat; Muhammad Irsan Muflih Mundzir; Mufthiar Muhtar; Rizky Nurhumairah Sarifuddin; Wulan Purnamasyani S; Waode Inayatu Zahra Khairunnufus
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i2.11053

Abstract

The Grand Social Service (Bakti Sosial Akbar) organized by KBMFK-UMI is an initiative that reflects the academic community's empathy and care for society, especially those in need. The activity aims to express a sense of social responsibility by providing various services to the community. These services include health checks, education, blood donation drives, mass circumcision, Basic Life Support (BLS) training, and the distribution of the Susu Anak Negeri (SUSAN) program. Through these efforts, the event seeks to alleviate some of the burdens faced by local communities while promoting health awareness and knowledge. In addition to offering essential services, this event is designed to strengthen relationships among students, faculty members, and the local residents by fostering a spirit of togetherness and collaboration. The implementation of this community service activity is made possible by the full support of the academic community at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, ensuring that all activities are carried out effectively and precisely. It is expected that the positive outcomes of this event will not only benefit the community but also contribute to building a stronger sense of social solidarity and cooperation among all involved.