Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Kebijakan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan X Jakarta Timur : Policy Implementation Analysis on Exclusive Breastfeeding in Working Area X Community Health Center in East Jakarta Dzul Fahmi Afriyanto; Ella Nurlaella Hadi; Meiriza Andarwati; Risma Wardiani; Queen Nazhofah; Andi Muhammad Yusuf; Devi Afni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.766 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1988

Abstract

ASI Eksklusif sangat penting untuk diberikan kepada bayi sebab ASI merupakan salah satu cara untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Pemberian ASI Eksklusif dapat menekan AKB dan mengurangi 30.000 kematian bayi di Indonesia serta 10 juta kematian bayi di dunia. Peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dalam implementasi program pemberian ASI Eksklusif menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tentang pemberian ASI eksklusif di wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan X Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, disain penelitian Rapid Assesment Procedure (RAP). Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam (WM) kepada kepala puskesmas, pemegang program gizi, pemegang program KIA, dan kader posyandu. Selain itu, dilakukan dengan diskusi kelompok terarah (DKT) kepada Ibu ASI Eksklusif dan Ibu Tidak ASI Eksklusif. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur komunikasi masih belum optimal terutama dari sosialisasi dan penerimaan informasi, sedangkan untuk unsur sumber daya, struktur birokrasi, dan disposisi sudah diimplementasikan dengan baik dan terintegrasi antar semua sektor baik internal maupun eksternal.
Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberculosis : Literature Review: Family Support for Medication Compliance in Tuberculosis Patients : Literature Review Queen Nazhofah; Ella Nurlaella Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 6 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.245 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2338

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya morbiditas dan mortalitas di dunia. Sebagian besar estimasi insiden TBC pada tahun 2019 pasien TB paru sebanyak 7,1 juta dan mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi 5,8 juta kasus TB. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa faktor sosial dan motivasi keluarga, secara signifikan mempengaruhi kepatuhan berobat pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Sistematic Review dengan menggunakan metode PRISMA dengan menganalisis jurnal antara tahun 2017 hingga 2021. Pencarian jurnal dilakukan pada tiga database Elsevier (scopus), Scince Direct , Google Scholar. Hasil: Sebanyak 14 artikel tidak disertakan karena tidak relevan dengan topic yang akan dibahas sehingga tersisa 10 artikel yang relevan membahas tentang dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien TBC. Kesimpulan: Sebagian besar artikel menyebutkan bahwa, dukungan keluarga berperan dalam kepatuhan berobat pasien TB paru yang berdampak terhadap kesembuhan pasien.
Perilaku Sedentari dan Determinannya: Literature Review: Sedentary Behavior and Its Determinants : Literature Review Niswatun Nafi'ah; Ella Nurlaella Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2795

Abstract

Latar belakang: Perilaku sedentari merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan berbagai masalah gangguan metabolisme tubuh seperti: obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes melitus, cardio metabolik. Perilaku sedentari juga berkaitan dengan gejala depresi dan kecemasan pada remaja. Tujuan: untuk mengetahui determinan perilaku sedentari pada remaja. Metode: Desain penelitian ini menggunakan literatur review terhadap artikel yang membahas mengenai determinan perilaku sedentari pada remaja. Artikel didapatkan dari Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci Determinan, Perilaku, Sedentari, dan Remaja. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan dalam rentang waktu mulai tahun 2018 sampai tahun 2022. Hasil: Penelusuran artikel pada Google Scholar dengan kata kunci didapatkan artikel sebanyak 374. Sedangkan, pencarian artikel pada PubMed dengan kata kunci didapatkan artikel sebanyak 611. Dari artikel tersebut dilakukan skrining sehingga dihasilkan 10 artikel yang layak dan sesuai dengan kriteria dan tujuan literature review ini. Kesimpulan: Determinan perilaku sedentari pada remaja pada literature review ini adalah umur, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua, dukungan teman sebaya, pemanfaatan media sosial, dan kebijakan sekolah. Kata Kunci: Perilaku, sedentari, remaja
Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak : Literature Review: Social-Cultural Factors that Affected Stunting Case in Children : Literature Review Jessica Apulina Ginting; Ella Nurlaella Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2911

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kekurangan gizi kronis akibat kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Diperkirakan hampir seperempat anak di Indonesia mengalami stunting. Tujuan: Untuk mendeskripsikan faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Metode: Penulis menggunakan systematic review terhadap artikel penelitian tentang faktor sosial budaya yang menyebabkan stunting pada anak dengan pendekatan kuantitatif. Artikel penelitian didapatkan dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci “sosial” “budaya” “stunting” “anak” “Indonesia”. Artikel yang digunakan dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2018-2022) dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil: Penelusuran artikel penelitian didapatkan 10 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari artikel tersebut didapatkan tujuh tema yang menjadi faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi terjadinya stunting di Indonesia, yaitu asupan nutrisi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, sikap terhadap stunting, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, ekonomi. Kesimpulan: Systematic review ini menjelaskan multifaktorial sosial budaya yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak di Indonesia meliputi asupan nutrisi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, sikap terhadap stunting, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, ekonomi.
The Effect of Yoga on Substance Use Disorder: A Systematic Review Putu Emy Suryanti; Ella Nurlaella Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 8 No. 8 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i8.7355

Abstract

Introduction: Substance use disorder become pervasive global issue, and have the impacts on disability and mortality. Substance use disorder within the context of drug addiction is a multifaceted disorder characterized by recurrent psychological and physiological dysfunction resulting from the continued use of drugs. This systematic review aims to evaluate the impact of yoga as a complementary therapy for people with substance use disorder to promote yoga as complementary therapy in drug rehabilitation to prevent relapse. Methods: This systematic review utilised secondary data retrieved from four electronic databases: PubMed, SAGE, ScienceDirect, and SpringerLink. The keywords are: “yoga” and “substance use disorder”, used the Boolean Operator, utilizing both AND and OR codes to refine the search parameters. The data collection applying PICOS (Populations, Interventions, Comparisons, Outcomes, Study Design) as a full inclusion criteria framework to refine literature selection. Results: A total of 10 selected articles were eligible based on the criterias. Most reviewed articles show the beneficial effects of yoga as a complementary therapy for SUD. Yoga had positive effects to decrease several physical and psychological issues, also reduce addictive behaviors. Yoga is low cost and low risk treatment, both culturally acceptable and accessible treatment. Overall, yoga recommended as complemenntary therapy in drug rehabilitation. Conclusion: This study contributes to understanding the effects of yoga on substance use disorder. Yoga has positive effects on physiological, psychological, and behavioral domain. This review provides insight into promote yoga as complementary for comprehensive drug rehabilitation. A future meta-analysis can yield a quantitative assessment of yoga's efficacy as a therapeutic intervention.
Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kota Sehat dan Layak Anak Berbasis Kearifan Lokal Yeni Rustina; Agus Setiawan; Enie Novieastari; Dessie Wanda; Ella Nurlela Hadi; Jajang Gunawijaya; Annida Falahaini
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.127

Abstract

Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan kebutuhan dasar dalam pengembangan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Hal tersebut dapat tercapai apabila terdapat sistem pendukung yang memadai dan tepat dari lingkungan yang sehat, dengan melibatkan kearifan lokal masyarakat. Cisaga merupakan salah satu kecamatan di Jawa Barat, Indonesia yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah. Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk membangun kota sehat dan ramah anak yang dimulai dari Kabupaten Cisaga. Program pemberdayaan masyarakat meliputi skrining tumbuh kembang anak; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendorong tumbuh kembang anak, memotivasi masyarakat dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat; mengembangkan ruang baca anak; dan mengembangkan desain ruang terbuka hijau yang ramah anak. Setelah dilakukan evaluasi program, muncul respon positif dari masyarakat terhadap program tersebut. Para kader kesehatan mengaku memiliki kemampuan untuk mengajari para ibu bagaimana cara menstimulasi anaknya. Dengan menggunakan kearifan lokal melalui pelibatan masyarakat dalam program-program tersebut, maka perubahan dalam masyarakat lebih dapat diandalkan untuk dilaksanakan