Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “N” 29 Tahun di Puskesmas Larangan Dwi Yuniar Billy Canser; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be done by implementing Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. N starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely back pain and efflurage massage care was provided. During labor, complementary counterpressure care was provided to reduce labor pain and APN delivery assistance. During postpartum care, the mother reported low breast milk production and was given oxytocin massage. During newborn care, Mrs. N received infant massage. During family planning care, Mrs. N used an implant.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu nyeri punggung dan dibeirkan asuhan massage efflurage. Pada saat persalinan diberikan asuhan komplementer counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan dan pertolongan persalinan secara APN. Pada asuhan nifas ibu mengatakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir, By. Ny N diberikan asuhan pijat bayi. Sedangkan pada asuhan KB Ny. N menggunakan KB implant.
Penerapan Pijat Tu Ina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Dina; Dwi Handayani; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, the prevalence of nutritional problems such as stunting and underweight remains high despite showing a downward trend. More than 4.5 million children under five in Indonesia still experience stunting and malnutrition, which are closely related to imbalanced food intake and low appetite. Decreased appetite in children if not handled properly will have fatal consequences. Efforts to overcome eating difficulties can be done through pharmacological and non-pharmacological methods. Non-pharmacological efforts include herbal drinks or jamu, acupuncture, and tui na massage. Objective: This activity is to introduce tu ina massage as a solution to increase infant appetite. Method: Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparation by collaborating with partners and determining community service targets. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling is carried out, a pre-test is conducted to explore mothers' knowledge about tuina massage. Furthermore, education is carried out using ppt and booklet media and baby massage training with direct demonstrations. The Third Stage is an evaluation by giving a post-test questionnaire. Results: This activity was attended by 10 mothers who have children aged 0-59 months. Before the counseling regarding infant massage was conducted, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 8 people (80%) and after the counseling, 10 mothers had good knowledge in the good category (100%). There was an increase in knowledge before and after the Tuina massage counseling was conducted. Suggestion: It is hoped that health workers can integrate Tuina massage education into routine maternal and child health service activities, such as integrated health posts (posyandu), mother and toddler classes, and home visits, as a promotive and preventive effort to increase mothers' knowledge and skills in supporting toddlers' appetites.   Abstrak Di Indonesia, prevalensi masalah gizi seperti stunting dan kurang berat badan tetap tinggi meskipun telah menunjukkan tren penurunan. Lebih dari 4,5 juta anak balita di Indonesia masih mengalami stunting dan malnutrisi, yang erat kaitannya dengan ketidakseimbangan asupan makanan dan rendahnya nafsu makan. Penurunan nafsu makan pada anak jika penangannya tidak baik akan berakibat fatal. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara farmakologi maupun non farmakologi. Upaya non farmakologi antara lain melalui minuman herbal atau jamu, akupunktur, dan pijat tui na. Tujuan : kegiatan ini adalah memperkenalkan tentang pijat tu ina sebagai Solusi untuk meningkatkan nafsu makan bayi. Metode : Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat tuina. Selanjutnya dilakukan edukasi menggunakan ppt dan media booklet dan pelatihan pijat bayi dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 8 orang (80%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 10 orang (100%). Kesimpulan : terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pijat tu ina.  Saran : Diharapkan petugas kesehatan dapat mengintegrasikan edukasi pijat Tuina ke dalam kegiatan rutin pelayanan kesehatan ibu dan anak, seperti posyandu, kelas ibu balita, dan kunjungan rumah, sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu dalam mendukung nafsu makan balita.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 29 Tahun G1P0A0 di Desa Wringinputih Bella Safitri; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) is a continuous care from pregnancy to Family Planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). In reality, there are still deliveries that experience complications resulting in maternal and infant deaths. This study aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. A, aged 29, starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn to family planning services. The method used is a case study with data collection through interviews, observations, physical examinations and documentation. The results of the care show that Mrs. A and her baby are in good condition throughout the entire series of care, with no significant complications found and demonstrating understanding and compliance with the education provided. These results indicate that Continuity of Care services play an important role in improving the quality of maternal and infant health, as well as providing a positive experience for clients during the pregnancy process until postpartum care.   Abstrak Asuhan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) & Angka Kematian Bayi (AKB). Kenyataannya masih ada persalinan yang mengalami komplikasi sehingga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, usia 29 tahun, mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Hasil dari asuhan menunjukkan bahwa Ny. A dan bayinya berada dalam kondisi baik selama seluruh rangkaian asuhan, dengan tidak ditemukannya komplikasi yang berarti serta menunjukkan pemahaman dan kepatuhan terhadap edukasi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi, serta memberikan pengalaman positif bagi klien dalam menjalani proses kehamilan hingga perawatan pasca persalinan.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Akupresur dalam Menangani Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Nita Nurhandayani; Agit Wahyuningsih; Hasni; Tuti Puwasih; Linda Rustiyana; Rasida; Anita Samperaung; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum is a common complaint experienced by pregnant women during the first trimester and can interfere with daily activities, potentially progressing to hyperemesis gravidarum if not managed appropriately. One non-pharmacological method that is safe, practical, and easy to perform independently is acupressure at the Pericardium 6 (PC6) point. However, limited knowledge and skills among pregnant women regarding this technique remain barriers to its utilization. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in managing emesis gravidarum through health education and hands-on training in PC6 acupressure. The activity involved 23 pregnant women, most of whom had a secondary education background (60.9%). The method of implementing the activity is counseling and demonstration or practice of acupressure at point P6, as well as evaluation through pretest and posttest. Results: Pretest results showed that 60.9% of participants had poor knowledge regarding PC6 acupressure for managing nausea and vomiting during pregnancy. Following the educational session and practical training, participants demonstrated a significant improvement in knowledge, with 82.6% achieving a good level of knowledge and no participants remaining in the poor knowledge category. Participants were also able to correctly demonstrate the PC6 acupressure technique and actively participated throughout the activity. The health education and training program on PC6 acupressure effectively improved the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in managing emesis gravidarum independently. This program serves as a promising promotive and preventive intervention that can be integrated into Antenatal Care (ANC) services and Pregnancy Classes to support maternal health and self-care during pregnancy.   Abstrak Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil pada trimester pertama dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta berisiko berkembang menjadi hiperemesis gravidarum apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu metode nonfarmakologis yang aman, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri adalah teknik akupresur pada titik Perikardium 6 (PC6). Namun, masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai teknik ini menjadi salah satu hambatan dalam penanganan mual muntah selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester pertama dalam mengatasi emesis gravidarum melalui edukasi kesehatan dan pelatihan akupresur PC6. Kegiatan diikuti oleh 23 ibu hamil dengan mayoritas berpendidikan menengah (60,9%). Metode pelaksanaan kegiatan yakni penyuluhan dan demonstrasi atau praktek akupresur titik P6, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil: Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai akupresur PC6 (60,9%). Setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan kategori baik sebesar 82,6%, serta tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik akupresur PC6 dengan benar dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Program edukasi kesehatan dan pelatihan akupresur PC6 efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester pertama dalam mengatasi emesis gravidarum secara mandiri. Kegiatan ini dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang berpotensi diintegrasikan ke dalam pelayanan Antenatal Care (ANC) dan Kelas Ibu Hamil untuk mendukung kesehatan serta kemandirian ibu selama masa kehamilan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “T” Usia 23 Tahun G1P0A0 di UPT Puskesmas Kusuma Bangsa Nurul Hidayati Ulfah; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. T comprehensively starting from pregnancy, maternity, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in October  2025 – April 2026. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely low back pain and was given massage counter pressure and experienced anemia. During labor there were no problems, the mother was given care in accordance with the APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. During the care of the newborn, everything was found to be within normal limits, and a SHK examination was carried out. Meanwhile, under KB care, Mrs. T decided to use a contraceptive method, namely the pil progestin.   Abstrak   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. T secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2025 –April 2026. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamanan kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan massage counter pressure dan mengalami anemia. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah. Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. T memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi yaitu pil progestin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. T Umur 29 Tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Bunga Ayu Frepitasari; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is recorded as the third highest among ASEAN countries. Based on the 2020 Long Form Population Census (LFSP), Indonesia’s MMR reached 189 per 100,000 live births. The leading causes of maternal mortality in 2024 were non-obstetric complications during pregnancy with 1,352 cases, followed by hypertension during pregnancy, childbirth, and postpartum with 988 cases, and obstetric hemorrhage with 955 cases. One of the accelerated efforts to reduce MMR and improve the quality of maternal and child health services is the implementation of continuity of care. This approach aims to provide comprehensive care from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonatal periods to family planning services. The method used in this comprehensive care was a case study involving a single unit of analysis. Based on the results of the comprehensive case study of Mrs. T, a 29-year-old woman, G2P1A0, at 33 weeks of gestation, the identified problems were frequent urination and lower back pain. Mrs. T delivered spontaneously at Ratu Aji Putri Botung Regional Hospital, and the newborn was in good condition. The postpartum period progressed normally, and Mrs. T had understood postpartum contraceptive methods. The care provided during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning showed no discrepancies between theory and practice. Midwifery care provided from pregnancy until postpartum contraceptive services is essential for the early detection of possible complications, allowing them to be prevented or managed appropriately.   Abstrak Angka Kematian Ibu di Indonesia tercatat tertinggi ketiga di negara - negara ASEAN. Berdasarkan Long Form Survey Penduduk (LFSP) tahun 2020 AKI di Indonesia 189 per 100.000 kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu terbanyak tahun 2024 adalah komplikasi non obstetrik dalam kehamilan sebanyak 1.352 kasus, diikuti oleh hipertensi dalam kehamilan, persalinan dan nifas sebanyak 988 kasus dan perdarahan obstetrik sebanyak 955 kasus Upaya percepatan untuk menurunkan AKI dan  meningkatkan mutu pelayanan kesehata ibu dan anak salah satunya adalah melaksanakan asuhan atau countinuity of care. Yang bertujuan untuk memberikan asuhan secara komperhensif dari masa kehmilan, persalinan, nifas, BBL, dan neonatus. Metode yang digunakan dalam asauhan komprehensif melalui suatu kasus (case study) yang terdiri dari unit tunggal. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif pada Ny T dari kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan Ny T umur 29 tahun G2P1A0 usia kehamilan 33 minggi ditemukan masalah yaitu sering buang air kecil dan nyeri pinggang. Ny T bersalin secara spontan di RSUD Ratu Aji Putri Botung dan bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berlangsung normal dan Ny T sudah mengetahui tentang metode kontrsepsi pasca bersalin. Asuhan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilan, bersalin, nifasm bayi baru lahir, dan KB tidak ada kesenjangan dengan teori. Asuhan yang diberikan oleh bidan kepada ibu selama masa kehamilan hingga pelayanan kontrasepsi setelah melahirkan sangat penting yaitu sebagai deteksi dini terhadap komplikasi yang mungkin terjadi, sehingga dapat dihindari atau ditanggulangi dengan lebih baik.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “R” Usia 40 Tahun G6P3A2 dengan Kehamilan Resiko Tinggi Delphy Embarsari; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators for measuring the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants, and toddlers can be carried out by implementing Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. This study aims to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. R from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, to family planning. The study used a descriptive method with a case study approach and SOAP documentation. Data were obtained through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies in February–April 2026. The results of care showed that during pregnancy, the mother experienced third-trimester discomfort in the form of back pain, which was overcome with non-pharmacological interventions such as effleurage massage. Labor took place with indications of a prolonged active phase and uterine inertia, so that a referral to the regional hospital was made and delivery was carried out by cesarean section, with the support of the birthball method to reduce pain. The postpartum period marked physiological recovery, normal uterine involution, and increased breast milk production through oxytocin massage. Neonatal care included health monitoring, exclusive breastfeeding education, open umbilical cord care, and basic immunizations. During the family planning phase, the mother chose the Operative Woman Method (MOW). It is recommended that health workers improve the quality of integrated antenatal care services, especially for high-risk pregnancies, conduct early detection of complications and timely referrals, optimize evidence-based education regarding discomforts of pregnancy, childbirth, postpartum, and infant care, and provide ongoing support, including family planning counseling, to ensure optimal maternal and infant safety.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan pada Ny. R mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, dan studi pustaka pada Februari–April 2026. Hasil asuhan menunjukkan selama kehamilan, ibu mengalami ketidaknyamanan trimester III berupa nyeri punggung, yang diatasi dengan intervensi nonfarmakologis seperti massage effleurage. Persalinan berlangsung dengan indikasi fase aktif memanjang dan inertia uteri sehingga dilakukan rujukan ke RSUD dan persalinan secara sectio caesarea, dengan dukungan metode birthball untuk mengurangi nyeri. Masa nifas mencatat pemulihan fisiologis, involusi uterus normal, dan peningkatan produksi ASI melalui pijat oksitosin. Asuhan neonatus meliputi pemantauan kesehatan, edukasi ASI eksklusif, perawatan tali pusat metode terbuka, dan imunisasi dasar. Pada tahap KB, ibu memilih Metode Operatif Wanita (MOW). Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan antenatal care terpadu terutama pada kehamilan risiko tinggi, melakukan deteksi dini komplikasi dan rujukan tepat waktu, mengoptimalkan edukasi berbasis evidence terkait ketidaknyamanan kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi, serta memberikan dukungan berkelanjutan termasuk konseling KB agar keselamatan ibu dan bayi dapat terjamin secara optimal.