Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PERAN IBU, USIA REMAJA, DAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE Ratih Wasudewi Suparthika, Ni Made; Nirmala, Suci; Nada, Witaroli; Ma’ruf, Fauzy
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 22 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14584828

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan menstruasi yang pertama kali dialami wanita yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Saat menarche remaja putri akan mengalami perubahan fisik dan psikologis, perubahan psikologisnya berkaitan dengan emosi seperti rasa cemas. Kecemasan pada menarche terjadi dikarenakan banyak faktor seperti pengetahuan, usia, dukungan keluarga, dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ibu, usia remaja, dan tingkat pengetahuan remaja tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan metode studi cross sectional. Teknik pengambilan data dengan cara total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa berusia 10-12 tahun berjumlah 45 responden. Data dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearmen. Hasil : Sebagian besar ibu memiliki peran negatif berjumlah 35 responden (77,8%), usia remaja putri sebagian besar berusia 12 tahun (40,0%), tingkat pengetahuan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kurang berjumlah 25 responden (55,6%), kecemasan remaja putri memiliki tingkat kecemasan sedang hingga berat berjumlah 15 responden (33,3%). Hasil uji korelasi Spearman Rank hubungan antara peran ibu terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche diperoleh nilai p-value (0,000). Hubungan antara usia remaja terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche diperoleh nilai p-value (0,000). Hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche diperoleh nilai p-value (0,038). Kesimpulan: Berdasakan hasil tersebut terdapat hubungan antara peran ibu, usia remaja, dan tingkat pengetahuan remaja tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche di SDN 1 Gelangsar.
Hubungan Anemia, Tingkat Stres, Aktivitas Fisik, dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram Nirmala, Suci; Novitasari, Novitasari; Rahadianti, Dian; Sudiarta, I Gede
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.14163

Abstract

Dysmenorrhea is severe pain in the lower abdomen during menstruation. Dysmenorrhea is one of the health problems that has a high incidence rate worldwide. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia, stress levels, physical activity and fast food consumption with the incidence of primary dysmenorrhea in SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram. This research is an observational analytic quantitative research with a cross-sectional study design. The population of this study were all 374 students of SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram. The research instruments used were questionnaires in the form of WaLLID score questionnaire, DASS questionnaire, International physical activity questionnaire short form (IFAQ-SF), and Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data were analyzed using Spearman, univariate, and bivariate tests. The results showed that (1) there was no significant relationship between anemia and primary dysmenorrhea; (2) there was a significant relationship between stress level and primary dysmenorrhea; (3) there was a significant relationship between physical activity and primary dysmenorrhea; (4) there was a significant relationship between fast food consumption and primary dysmenorrhea.
Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas Di Daerah Wisata Sekotong Sabariah Sabariah; Suci Nirmala; Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1763

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada "Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas di Daerah Wisata Sekotong". Tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat di Kecamatan Sekotong, khususnya di Desa Taman Baru, untuk mencegah dan mengurangi penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang yang aktif dalam penggelondongan sebagai mitra langsung. Metode pelaksanaan program ini termasuk tahapan persiapan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, dan monitoring serta evaluasi, dengan menggunakan logbook sebagai alat bantu. Kader dilatih untuk melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan monitoring aktivitas penggelondongan. Focus Group Discussions (FGD) diadakan untuk mengumpulkan informasi dari pemangku kepentingan dan masyarakat tentang praktik pengelolaan merkuri dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perilaku masyarakat. Sebanyak 92,3% penggelondong secara konsisten mencuci tangan setelah aktivitas penambangan, dan 69,2% telah memasang pembatas di kolam penampungan limbah. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam penggunaan APD dan penanganan limbah yang aman. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan praktik penambangan yang lebih aman dan berkelanjutan di kalangan masyarakat. Rekomendasi untuk masa depan meliputi penguatan kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan untuk memperluas cakupan edukasi dan memastikan kepatuhan terhadap praktik yang lebih aman serta regulasi yang mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.  Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area This Community Service Activity focuses on "Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area." The primary goal is to enhance awareness and capabilities among the community in Sekotong Subdistrict, specifically in Taman Baru Village, to prevent and reduce the use of mercury in gold mining processes. The initiative involves approximately 30 active gold miners as direct partners. The implementation method includes preparatory stages, the execution of community service activities, and monitoring and evaluation, utilizing a logbook as a supportive tool. Community facilitators were trained to conduct socialization, education, and monitoring of mining activities. Focus Group Discussions (FGD) were held to gather information from stakeholders and the community about mercury management practices and the use of Personal Protective Equipment (PPE). Results from this activity indicate a significant improvement in community awareness and behavior. Approximately 92.3% of miners consistently washed their hands after mining activities, and 69.2% had installed barriers at waste containment ponds. However, there remains a need for improvement in PPE usage and safe waste handling. The conclusion from this activity is that educational and training interventions can enhance safer and more sustainable mining practices among the community. Future recommendations include strengthening cooperation between the government, community, and educational institutions to expand education coverage and ensure compliance with safer practices and regulations supporting sustainable environmental management.  
HUBUNGAN USIA, PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL, DAN RIWAYAT MENYUSUI DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROVINSI NTB Inka Satya Wandari; Made Agus Suanjaya; Dian Rahardianti; Suci Nirmala
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/m414g247

Abstract

Kanker payudara merupakan neoplasma yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan payudara. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), prevalensi penyakit ini mencapai 0,85 %, menempatkannya sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara usia, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan riwayat menyusui dengan kejadian kanker payudara di RSUD Provinsi NTB. Desain studi case control melibatkan 100 wanita pasien yang dipilih melalui simple random sampling. Informasi mengenai usia, lamanya penggunaan kontrasepsi hormonal, serta durasi menyusui dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square untuk menguji signifikansi hubungan antara masing-masing variabel risiko dan insidensi kanker payudara. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ≥ 50 tahun memiliki asosiasi signifikan dengan kanker payudara (p = 0,000). Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun juga berkorelasi signifikan (p = 0,004), sementara riwayat menyusui yang singkat atau tidak pernah menyusui meningkatkan risiko (p = 0,0002). Kesimpulannya, ketiga faktor tersebut merupakan determinan penting risiko kanker payudara di wilayah NTB. Rekomendasi meliputi peningkatan edukasi pencegahan untuk kelompok usia rentan, pemantauan lebih ketat bagi pengguna kontrasepsi hormonal, serta promosi menyusui eksklusif.