Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Air Lindi terhadap Laju Dekomposisi Sampah Daun yang dikomposkan dalam Vessel Yahya Hanafi; Bernadetta Ocatvia
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.19 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4125

Abstract

Sampah merupakan barang atau segala sesuatu yang dianggap sudah tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi dan tidak dapat dipergunakan (tidak fungsional lagi). Sampah daun merupakan sampah organik terbanyak di lingkungan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pengomposan secara alami berlangsung cukup lama, dengan penambahan aktivator dapat mempercepat proses pengomposan. Alternatif aktivator yang dapat digunakan yaitu air lindi dari hasil proses pengomposan sampah daun di rumah Kompos UNY. Melalui penelitian ini akan diungkap kemampuan mikroorganisme di dalam air lindi untuk mempercepat laju dekomposisi sampah daun dan mengetahui dinamika densitas bakteri-fungi.Bahan utama penelitian yaitu sampah daun kelengkeng (Euphoria longana), daun ketepeng (Cassia tora L.), dan air lindi dari pengomposan di rumah kompos UNY. Penelitian ini memakai 6 taraf perlakuan air lindi, yaitu perlakuan A = kontrol (tanpa air lindi) ; B = 2,2 liter ; C = 3,2 liter ; D = 4,2 liter ; E = 5,2 liter ; F = 6,2 liter, jumlah volume sampah daun 8 kg setiap perlakuan. Penelitian dilakukan dengan skala kecil dalam vessel (ember) berukuran 8 liter selama 70 hari di rumah kompos UNY. Laju dekomposisi sampah daun ditentukan dari besarnya penurunan rasio C/N pada akhir pengomposan.Penambahan air lindi sebesar 5,2 liter dalam 8 kg sampah daun paling optimum menurunkan rasio C/N sebesar 43,18% dengan lama waktu pengomposan selama 70 hari. Dinamika densitas bakteri- fungi berkaitan dengan penurunan rasio C/N, kadar Karbon (C), kadar Bahan Organik (BO), kadar air, bobot kompos dan peningkatan kadar Nitrogen (N), kadar Phospor (P), kadar Kalium (K), dan pH kompos.
Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester VII pada Mata Kuliah Teknologi Fermentasi melalui Implementasi Metode Eksperimen Indro Prastowo; Muhammad Joko Susilo; Novi Febrianti; Nani Aprilia; Hani Irawati; Yahya Hanafi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.943 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4123

Abstract

Mata kuliah Teknologi Fermentasi merupakan salah satu mata kuliah pilihan pada Program Studi Pendidikan biologi Universitas Ahmad Dahlan yang bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan mikrobia untuk menghasilkan berbagai produk fermentasi. Selama ini pembelajaran pada mata kuliah Teknologi Fermentasi dilakukan dengan metode ceramah Penggunaan metode ceramah membuat mahasiswa pasif dan hasil belajarnya rendah. Untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dilakukanlah kegiatan Lesson Study.Aktivitas Lesson Study dibagi menjadi 3 aktivitas utama yaitu : plan, do, dan see, semua aktivitas dilakukan secara berkolaborasi antar dosen di program studi pendidikan biologi. Implementasi kegiatan Lesson Study (LS) melibatkan 1 orang dosen model dan 8 dosen sebagai observer serta 62 mahasiswa semester 7. Pada kegiatan pembelajaran mata kuliah Teknologi Fermentasi digunakan berbagai macam metode pembelajaranya yaitu: diskusi, presentasi, dan eksperimen dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kegiatan Lesson Study dilaksanakan selama empat siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Implementasi Lesson Study hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teknologi Fermentasi secara keseluruhan meningkat. Agar Lesson Study dapat berjalan dengan lancar perlu komitmen yang kuat dari seluruh dosen yang terlibat dalam kegiatan Lesson Study baik dosen model maupun para observer.
Literature Study: Diversity level of coastal echinoidea as a source of biology learning materials for biodiversity Muhamad Fahad Alfazali; Yahya Hanafi; Destri Ratna Ma’rifah
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 6 No 02 (2021): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, IKIP Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v6i02.1234

Abstract

The diverse learning resources around students' lives have not been optimally utilized in learning. Learning resources are one of the important things in improving the learning process, the surrounding environment can be used as an effective and efficient learning resource because it provides a hands-on experience to students. Learning activities that utilize the environment either directly or not are biodiversity materials. Learning resources from the surrounding environment are also expected to make students more sensitive and easy to understand lessons. This study aims to determine the level of diversity of Echinoidea in the intertidal zone and analyze the needs of learning resources. The research method uses a literature study by searching for eight relevant articles related to the level of diversity of Echinoidea in the coastal intertidal zone on several accredited science journal websites as a source of study and then reviewing and analyzing the requirements as a source of biology learning. This study uses a narrative review design with the research instrument, namely the researcher himself. The data analysis technique used descriptive analysis. The results of the literature study showed that the diversity index of Echinoidea had a moderate diversity index. The results of the analysis of potential needs for learning resources that have been carried out show the results of research on Echinoidea diversity meet the requirements as a source of study material for high school biological diversity.
Budidaya Lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) berbasis Shipon Termodifikasi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Moh. Toifur; Yahya Hanafi; Okimustava Okimustava; Muhammad Faisal; Bayu Setiawan; Silvia Laeli; Irfan Rosyadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.793

Abstract

Permasalahan yang dijumpai di mitra yaitu modal usaha KWT, pengalaman budidaya lele Mutiara, pemeliharaan lele Mutiara, pengelolaan limbah ikan, penyakit ikan, pengobatan penyakit ikan, pemasaran dan pengolahan pasca panen. Solusi yang ditawarkan berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang terdapat di mitra yaitu melalui budidaya ikan lele Mutiara dengan metode Shipon termodifikasi. Metode Siphon sangat bermanfaat untuk mengurangi endapan ammonia di dasar kolam lele yang bersumber dari kotoran ikan dan sisa pakan. Kadar ammonia dalam air akan sangat menentukan kesehatan ikan, jika dapat diturunkan maka kualitas air juga akan lebih sehat untuk ikan lele. Tujuan dari PkM yaitu meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga masyarakat khususnya KWT Mekar Jannah dan  pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan yang produktif. Tahapan kegiatan PkM dibagi menjadi empat yaitu persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemasaran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner dengan instrumen berupa angket. Jumlah responden yaitu 30 anggota KWT Mekar Jannah. Hasil pengukuran keberdayaan yaitu  warga sasaran memberikan penilaian sangat baik pada semua aspek meliputi: kejelasan perolehan transfer teknologi (93%), keunggulan metode shipon dibanding metode konvensional (91,67%), peningkatan pengetahuan mitra (92,50%), peningkatan kemampuan mitra (80,83%), manfaat yang diperoleh (89,17%), komitmen peserta (96,67%), transfer keterampilan (95,83%), meningkatkan pendapatan warga (95,83%). Berdasarkan hasil angket tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, dan warga sasaran memiliki komitmen terkait keberlanjutan program. Modified Shipon-based Pearl Catfish Cultivation as an Effort to Improve Community Economy Abstract The problems partners encounter are KWT business capital, the experience of pearl catfish cultivation, maintenance of pearl catfish, fish waste management, fish diseases, treatment of fish diseases, marketing, and post-harvest processing. The solution offered is based on analyzing the situation and problems found in partners, namely through Pearl catfish cultivation with the modified Shipon method. The Siphon method is beneficial for reducing ammonia deposits at the bottom of catfish ponds sourced from fish waste and leftover feed. Ammonia levels in the water will significantly determine the health of fish, and if they can be lower, the water quality will also be healthier for catfish. The purpose of the PkM is to improve food security and the community's economy, especially KWT Mekar Jannah, and limit land use for productive activities. The stages of PkM activities are divided into preparation, implementation, maintenance, and marketing. The data collection technique is through a questionnaire with an instrument in the form of a questionnaire. The number of respondents is 30 members of the Mekar Jannah KWT. The results of the empowerment measurement are that the target citizens gave an excellent assessment on all aspects, including clarity of technology transfer acquisition (93%), the superiority of the Shipon method compared to conventional methods (91.67%), increased partner knowledge (92.50%), increased partner capabilities (80.83%), the benefits obtained (89.17%), the commitment of the participants (96.67%), the transfer of skills (95.83%), increasing the income of the residents (95.83%). The questionnaire results show that PkM activities have achieved the predetermined success indicators, and the target residents are committed to the program's sustainability.
Efektivitas Video Learning Materi Pencemaran Lingkungan Pada Mata Kuliah Ilmu Lingkungan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UAD : (The Effectiveness of Video Learning of Environmental Pollution Materials in the Environmental Science Course of Biology Education Study Program, FKIP UAD) Yahya Hanafi; Destri Ratna Ma’rifah; Arief Abdillah Nurusman; Galuh Alif Fahmi Rizki
BIODIK Vol. 7 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i4.14186

Abstract

Biology Education Study Program students, FKIP UAD have a learning style that tends to be auditive-visual. Based on these student characteristics, it is necessary to select appropriate and appropriate learning media to retain the information provided as much as possible. Therefore it is required to use learning media to accommodate student learning styles, namely by using video learning media. This study aims to determine the effectiveness of using video learning material on environmental pollution in the Environmental Science course. Video learning of environmental pollution material used includes water, soil, and air pollution. The research design is one-group pretest-postest design. The research was conduct at the Biology Education Study Program FKIP UAD in March-August 2018. The population in this study were all students of the Biology Education Study Program FKIP UAD semester VI academic year 2017-2018,  125 people (class A, B, C). Data collection techniques using observation and tests. The instruments used were the observation sheet and pre-post test. Data analysis includes prerequisite tests and hypothesis testing using the gain score and t-test. The results of the gain score for classes A, B, and C were obtained in the moderate category (0.3 ≤ g ≥0.7), meaning that there was an increase in learning outcomes using video learning. The t-test shows a significant difference between the pretest and post-test. The video learning of environmental pollution material is effectively used in the learning process of Environmental Science. Abstrak. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UAD memiliki gaya belajar yang cenderung auditif-visual. Berdasarkan karakteristik mahasiswa tersebut diperlukan pemilihan media pembelajaran yang tepat dan sesuai. Oleh karena itu perlu menggunakan media pembelajaran yang dapat mengakomodir gaya belajar mahasiswa, yaitu dengan penggunaan media pembelajaran video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan video learning materi pencemaran lingkungan pada mata kuliah Ilmu Lingkungan. Video learning materi pencemaran lingkungan yang digunakan meliputi materi pencemaran air, tanah, dan udara. Desain penelitian yaitu  one-group pretest-postest design. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD pada bulan Maret–Agustus 2018. Sampel penelitian ini mahasiswa semester VI prodi Pendidikan Biologi FKIP UAD tahun akademik 2017-2018, berjumlah 125 orang (kelas A,B,C). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan soal. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif, analisis data meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan gain score dan uji t. Hasil gain score untuk kelas A, B, dan C diperoleh kategori sedang (0,3 ≤ g ≥0,7), artinya terdapat peningkatan hasil belajar dengan menggunakan video learning. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pretes dan postes sehingga video learning materi pencemaran lingkungan efektif digunakan dalam proses pembelajaran Ilmu Lingkungan.
Pemanfaatan Teknologi Shipon Terkontrol Water Level Sensor dalam Budidaya Lele Mutiara di Dusun Bakal, Argodadi, Sedayu, Bantul Yogyakarta Toifur, Moh.; Hanafi, Yahya; Okimustava, Okimustava; Agil, Mazani Azizan; Rahayu, Natika; Azizah, Annisa Nur; Fardanti, Aribah Chika; Rahayu, Fatonah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1418

Abstract

Budidaya ikan lele Mutiara dengan menggunakan teknologi siphon termodifikasi masih dijumpai beberapa permasalahan yaitu ikan banyak yang mati dalam waktu singkat pada 2 minggu pertama karena serangan bakteri aeromonas, mitra belum memiliki pengetahuan mengenai cara menangani bakteri aeromonas, turunnya daya tahan ikan akibat air sumur yang dingin pada bulan Juli-September karena perubahan cuaca rutin tahunan, ikan banyak yang mati karena peningkatan kadar amoniak tidak seimbang dengan kadar oksigen dalam kolam disebabkan tidak adanya sirkulasi air untuk menambah kadar oksigen. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu penggunaan teknologi water level sensor agar terjadi aliran air kontinyu secara otomatis ke dalam kolam. Mitra kegiatan pengabdian yaitu Pokdakan Mina Mekar Jannah yang berlokasi di Dusun Bakal, Argodadi, Sedayu, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 6 bulan (Juni-November 2023), melibatkan satu ketua, dua anggota dosen dan lima orang anggota mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran secara langsung bobot ikan, panjang ikan, suhu, pH, NH3. Jumlah responden yaitu 25 orang anggota Pokdakan Mina Mekar Jannah. Instrumen yang digunakan yang yaitu angket dan timbangan, penggaris,  serta sensor suhu, pH, NH3. Kegiatan PkM pemanfaatan teknologi shipon terkontrol water level sensor dalam budidaya lele mutiara telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Melalui kegiatan PkM telah transfer teknologi penggunaan siphon termodifikasi, sensor suhu, pH, NH3, dan water level sensor kepada mitra. Kegiatan PkM berdampak pada peningkatan pengetahuan, kemampuan, keterampilan mitra dalam budidaya ikan lele Mutiara. Mitra sasaran memperoleh manfaat dari kegiatan PkM yang dilakukan dan berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan budidaya ikan lele Mutiara yang telah dilakukan. Utilization of Shipon Technology Controlled Water Level Sensor in Hygienic Pearl Catfish Cultivation in Bakal Hamlet, Argodadi, Sedayu, Bantul, Yogyakarta Abstract: Pearl catfish farming using modified siphon technology still encountered several problems, namely, many fish died in a short time in the first two weeks due to Aeromonas bacteria attack, partners did not know how to deal with Aeromonas bacteria, decreased fish endurance due to cold healthy water in July-September due to annual routine weather changes, many fish died due to increased ammonia levels not balanced with levels Oxygen in the pool is caused by the absence of water circulation to increase oxygen levels. The solution to this problem is using water level sensor technology so that there is an automatic continuous flow of water into the pool. The partner of the service activity is Pokdakan Mina Mekar Jannah, located in Bakal Hamlet, Argodadi, Sedayu, Bantul Regency, D.I. Yogyakarta. The service activity will last six months (June-November 2023), involving one chairman, two lecturers, and five student members. Data collection techniques use questionnaires and direct fish weight, length, temperature, pH, and NH3 measurements. The number of respondents was 25 members of the Mina Mekar Jannah Pokdakan. The instruments used are questionnaires, scales, rulers, temperature sensors, pH, and NH3. PkM activities utilizing shippon technology-controlled water level sensors in pearl catfish cultivation have achieved the established success indicators. PkM has transferred technology using modified siphons, temperature sensors, pH, NH3, and water level sensors to partners through activities. PKM activities impact increasing partners' knowledge, abilities, and skills in pearl catfish farming. Target partners benefit from the PKM activities carried out and are committed to continuing the Mutiara catfish farming activities that have been carried out.
Abundance, Attack Intensity, and Distribution of Spodoptera frugiperda J.E. Smith in Kulon Progo, Yogyakarta Putra, Ichsan Luqmana Indra; Saputra, Wahyu Hana; Hanafi, Yahya
PLANTA TROPIKA Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v12i2.21296

Abstract

Spodoptera frugiperda is an invasive corn pest from America and has entered Indonesia, including Kulon Progo. However, the abundance, attack intensity, and distribution of S. frugiperda have never been reported from Kulon Progo. This study aimed to analyze the abundance, attack intensity, and distribution of S. frugiperda larvae in Kulon Progo. This research was conducted from January to March 2023. Sampling locations were determined using the purposive sampling method. The egg packages and larvae of S. frugiperda found were counted to determine the abundance of S. frugiperda. The intensity of S. frugiperda infestation was calculated using the letter W scouting method. The results showed that 24 S. frugiperda egg packages were obtained in Kulon Progo, and the abundance of S. frugiperda was 0.01 individuals per plant. The attack intensity of S. frugiperda in Kulon Progo reached 4.97%, with the highest attack intensity in Nanggulan (8%) and the lowest in Wates (1.5%). The larvae of S. frugiperda are distributed in four sub-districts in Kulon Progo. This study concluded that the attack intensity of S. frugiperda in Kulon Progo was included in the mild category. 
Bentuk Serangan Spodoptera frugiperda J.E. Smith pada Tanaman Selain Jagung di Kabupaten Kulon Progo Putra, Ichsan Luqmana Indra; Aulia, Dwi Ranti; Hanafi, Yahya
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v7i1p58-67

Abstract

Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama utama pada tanaman jagung, bersifat invasif dan polifag yang berasal dari Benua Amerika dan telah masuk ke Indonesia pada awal tahun 2019. Sifat polifag yang dimiliki oleh S. frugiperda dapat menyebabkan hama ini menyerang tanaman tingkat tinggi lainnya, seperti padi, kacang-kacangan, kapas, dan tanaman Poacee lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis serangan dari S. frugiperda yang paling sering ditemukan pada tanaman inang alternatif dan menganalisis jenis tanaman inang alternatif yang paling sering digunakan S. frugiperda di Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di sekitar perkebunan jagung pada 12 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kulon progo. Penentuan lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive. Kriteria tanaman inang yang diambil adalah yang didapatkan gejala serangan dari S. frugiperda dicirikan dengan adanya paket telur, terdapat kotoran atau bekas aktivitas makan larva, atau lubang bekas gigitannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa adanya serangan dari S. frugiperda pada tanaman tingkat tinggi lain selain jagung pada 12 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo. Jenis serangan yang paling banyak ditemukan adalah berupa lubang bekas gigitan larva S. frugiperda pada daun dan jenis tanaman inang yang paling sering digunakan oleh S. frugiperda di Kabupaten Kulon Progo adalah Pennisetum purpureum.
Literature study: Diversity level of coastal echinoidea as a source of biology learning materials for biodiversity AlFazali, Muhamad Fahad; Hanafi, Yahya; Ma’rifah, Destri Ratna
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 6 No. 02 (2021): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v6i02.1956

Abstract

The diverse learning resources around students' lives have not been optimally utilized in learning. Learning resources are one of the important things in improving the learning process, the surrounding environment can be used as an effective and efficient learning resource because it provides a hands-on experience to students. Learning activities that utilize the environment either directly or not are biodiversity materials. Learning resources from the surrounding environment are also expected to make students more sensitive and easy to understand lessons. This study aims to determine the level of diversity of Echinoidea in the intertidal zone and analyze the needs of learning resources. The research method uses a literature study by searching for eight relevant articles related to the level of diversity of Echinoidea in the coastal intertidal zone on several accredited science journal websites as a source of study and then reviewing and analyzing the requirements as a source of biology learning. This study uses a narrative review design with the research instrument, namely the researcher himself. The data analysis technique used descriptive analysis. The results of the literature study showed that the diversity index of Echinoidea had a moderate diversity index. The results of the analysis of potential needs for learning resources that have been carried out show the results of research on Echinoidea diversity meet the requirements as a source of study material for high school biological diversity.
Differences in Responsible Environmental Behavior based on Gender and Level of Knowledge about Waste Issues in Generation Z in Yogyakarta Province Hanafi, Yahya; Hasanah, Uswatun; Budiaman, B
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental issues related to waste are current global, national, and local. Waste is the number one priority environmental issue in DI Yogyakarta. The Generation Z group dominates the population in Indonesia and DI Yogyakarta. This study aims to analyse the differences in the REB of Gen Z based on gender, the differences in REB of Gen Z based on the level of knowledge about waste issues, and the interaction between gender and level of knowledge on REB of Gen Z. The type of research is quantitative, using a survey method. The variables used in the study are responsible environmental behaviour, knowledge about waste issues, and situational factors (gender). The data collection was carried out in January-February 2025. The research location is SMP Negeri 1 Banguntapan, Bantul, and SMA Negeri 2 Banguntapan, Bantul. The research respondents were 110 students of SMP Negeri 1 Banguntapan and 130 students of SMA Negeri 2 Banguntapan. Data analysis techniques include descriptive and inferential statistics with two-way ANOVA. The results of the hypothesis test for the gender variable are 0,052 > 0,05, so it can be concluded that there is no significant difference in gender in Gen Z REB. The hypothesis test for the variable level of knowledge about the issue of waste showed 0,00 < 0,05, and it can be concluded that there is a significant difference in the level of knowledge about the issue of waste among Gen Z REB. The hypothesis test for the interaction between the variable level of knowledge about the issue of waste and gender is 0,089 > 0,05, so it can be concluded that there is no interaction between gender and the level of knowledge about the issue of waste.