Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Tathbiqu al Madkhali Ith-thishali li Tarqiati Qurdati Ath-Thulaabi ‘ala Tahaddutsi Lughatil Arrabiyyati bi ma'hadi Taajussalam Langkat Azyumardi, M. Arif; M.Fadli; Fuji Astuti
Al Intisyar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 7 No 2 (2022): VOLUME 7 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan bahasa Arab IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/intisyar.v7i2.4830

Abstract

Metode pembelajaran ialah bentuk tahap pembelajaran yang terbentuk dari awal sampai akhir pembelajaran yang disajikan oleh guru secara teratur dalampembelajaran sehinggatercapai sebuah tujuan pembelajaran. Komunikatif merupakan metode yang berlandaskan pada pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Sedangkan kemampuan berbicara atas kata-kata untuk ialah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi mengekspresikan, menyatakan, serta,menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Oleh karena itu peneliti tertarik memcoba melakukan penelitian tentang metode komunikatif dan penerapannya dalam meningkatkan kemampuan berbicara di Pondok Pesantren Taajussalam, adapun tujuan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berbicara bahasa arab siswa setelah penerapan metode komunikatif di Pondok Pesantren Taajussalam. Dalam penelitian ini peneliti mengunankan metode experiment dengan pendekatan komunikatif, dan yang menjadi populasi seluruh siswa kelas VII Pondok Pesantren Taajussalam berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini ialah dengan teknik Sampel Jenuh yaitu mengunakan seluruh populasi untuk menjadi sample dikarenakan jumlah populasi kurang dari 30 orang, serta instrument pada penelitian ini dengan obervasi dan tes. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan hasil penelitian bahwa kemampuan berbicara siswa meningkat setelah penerapkan pendekatan komunikatif, dan bukti dari hasil pengujian SPSS 23 Perhitungan 0,136 lebih besar dari 0,05 dengan penilaian jika nilainya lebih dari 0,05 diterima, dan jika nilainya kurang dari 0,05 adalah ditolak. Kemudian bukti dari hasil kemampuan berbicara siswa menggunakan pre-test 61,32 dan post-test 78,70
TRANSFORMASI TARI ZAPIN DALAM DANCE CHALLENGE TIKTOK DI ERA POST-REALITAS Ratih Riau Khasanah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah menghadirkan ruang baru bagi praktik seni pertunjukan, termasuk seni tari tradisional. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi medium yang memungkinkan tarian tradisional direpresentasikan ulang dalam format dance challenge yang bersifat visual, cepat, dan viral. Salah satu fenomena yang menonjol adalah transformasi Tari Zapin, tarian tradisional Melayu yang sarat nilai religius, kesantunan, dan spiritualitas, ke dalam bentuk konten digital di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi Tari Zapin dalam dance challenge TikTok di era post-realitas serta mengkaji perubahan makna dan nilai budaya yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi digital (digital ethnography), wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semiotika dan fenomenologi budaya, menggunakan teori tari, post-realitas Jean Baudrillard, representasi budaya, serta teori transformasi seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin mengalami pergeseran bentuk dari ekspresi ritual dan sosial menjadi representasi visual yang tunduk pada logika algoritma dan estetika digital. Transformasi ini menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya Zapin dari substansi spiritual menuju citra performatif. Namun demikian, Zapin digital juga menunjukkan kemampuan budaya lokal untuk beradaptasi dan bertahan melalui reinterpretasi di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Tari Zapin di TikTok merupakan wujud negosiasi antara tradisi dan teknologi dalam konteks budaya post-realitas
IDEOLOGI BUDAYA MASYARAKAT TUNGKAL ILIR DALAM MOTIF BATIK TANJUNG JABUNG BARAT Yenni Rahmah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna ideologis yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pendukungnya. Batik Tanjung Jabung Barat, khususnya yang berkembang di wilayah Tungkal Ilir, menampilkan motif-motif yang berakar pada nilai religius, adat istiadat Melayu, serta relasi harmonis antara manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif Batik Tanjung Jabung Barat serta menganalisis nilai-nilai ideologi budaya masyarakat Tungkal Ilir yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan perajin batik dan tokoh budaya, serta studi dokumentasi dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif seperti Rehal dan Tunjuk Ngaji, Hutan Mangrove, dan Biota Laut merupakan representasi ideologi budaya Melayu yang menekankan religiusitas, kearifan ekologis, kerja keras, dan harmoni sosial. Batik Tanjung Jabung Barat berfungsi tidak hanya sebagai produk seni dan ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai ideologis dan identitas budaya masyarakat Tungkal Ilir di tengah arus modernisasi.
Pengembangan Pembelajaran Seni Tari Berbasis Teknologi Digital bagi Peserta Didik di Era Pendidikan Digital: Analisis Studi Literatur Hasanah, Uswatun; Fuji Astuti; Nerosti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40336

Abstract

The development of digital technology has driven changes in dance learning practices, particularly in the use of media and learning strategies that are more adaptive to student characteristics. However, various studies related to digital technology-based dance learning still tend to be fragmented and focus on the use of specific media separately, thus not providing a complete picture of the pedagogical function of technology in dance learning. This article aims to analyze and map various forms of digital technology and their pedagogical functions in the development of dance learning, particularly in the context of elementary education. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method by examining scientific articles relevant to the topic of digital technology-based dance learning. The results of the study indicate that visual digital media plays a role in supporting the understanding of movement structure and details, online learning platforms facilitate learning management and reflection, interactive applications increase engagement and personalization of practice, and social media opens up space for creative expression and collaborative appreciation. The integration of various forms of digital technology shows that dance learning becomes more effective when technology is designed in an integrated manner and aligned with the learning objectives and characteristics of movement-based learning. These findings provide conceptual implications for the development of dance arts learning designs that are more systemic, adaptive to technological developments, and still uphold the values ​​of creativity and aesthetic experiences of students.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL BAGI PESERTA DIDIK DI ERA PENDIDIKAN DIGITAL: ANALISIS STUDI LITERATUR Uswatun Hasanah; Fuji Astuti; Nerosti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.40607

Abstract

The development of digital technology has driven changes in dance learning practices, particularly in the use of media and learning strategies that are more adaptive to student characteristics. However, various studies related to digital technology-based dance learning still tend to be fragmented and focus on the use of specific media separately, thus not providing a complete picture of the pedagogical function of technology in dance learning. This article aims to analyze and map various forms of digital technology and their pedagogical functions in the development of dance learning, particularly in the context of elementary education. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method by examining scientific articles relevant to the topic of digital technology-based dance learning. The results of the study indicate that visual digital media plays a role in supporting the understanding of movement structure and details, online learning platforms facilitate learning management and reflection, interactive applications increase engagement and personalization of practice, and social media opens up space for creative expression and collaborative appreciation. The integration of various forms of digital technology shows that dance learning becomes more effective when technology is designed in an integrated manner and aligned with the learning objectives and characteristics of movement-based learning. These findings provide conceptual implications for the development of dance arts learning designs that are more systemic, adaptive to technological developments, and still uphold the values ​​of creativity and aesthetic experiences of students.
SINTESIS LITERATUR SISTEMATIS EFEKTIVITAS PROJECT-BASED LEARNING DALAM MENYEIMBANGKAN PEMAHAMAN TEORI MUSIK DAN KETERAMPILAN PRAKTIK INSTRUMEN Novri Kurnia Sandi; Fuji Astuti; Ardipal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41431

Abstract

Pembelajaran seni musik di tingkat menengah seringkali menghadapi tantangan dikotomi antara penguasaan teori musik yang bersifat kognitif dan keterampilan praktik instrumen yang bersifat psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Project-Based Learning (PjBL) sebagai model pedagogis untuk menyeimbangkan kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (SLR) kualitatif dengan menelusuri artikel-artikel ilmiah dari basis data Google Scholar dalam rentang 10 tahun terakhir (2015–2025). Kriteria inklusi difokuskan pada studi kasus PjBL dalam pendidikan seni musik instrumen di Indonesia. Hasil utama menunjukkan bahwa PjBL efektif menjembatani dikotomi teori-praktik melalui tugas-tugas autentik seperti aransemen lagu dan pertunjukan kelas. PjBL secara konsisten meningkatkan pemahaman teori musik karena teori diintegrasikan sebagai alat untuk memecahkan masalah praktik, bukan sebagai tujuan akhir. Selain itu, PjBL terbukti meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan kolaborasi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL adalah model esensial yang direkomendasikan untuk menciptakan pembelajaran seni musik yang holistik dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
INOVASI KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI EVALUASI PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS MEDIA DIGITAL INTERAKTIF Gyavani Lugwensa; Fuji Astuti; Yuliasma
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42185

Abstract

Dance education in schools plays an important role in developing students’ creativity, aesthetic appreciation, and character. However, its implementation still faces various challenges, such as limited learning media, less varied teaching methods, and low student engagement. This article aims to evaluate dance learning based on interactive digital media as an innovative effort to improve the quality of education. The research method employed is evaluative research with a qualitative descriptive approach, including observation, interviews, and analysis of learning documentation. The evaluation results indicate that the use of interactive digital media can enhance students’ learning motivation, understanding of dance movement materials, and active participation in the learning process. In addition, interactive digital media facilitate teachers in delivering learning materials in a more engaging and contextual manner. Therefore, the evaluation of dance learning based on interactive digital media can serve as a foundation for developing innovative and sustainable learning strategies to improve the quality of arts education in schools. Keywords: learning evaluation, dance education, interactive digital media, educational innovation.
DEFINISI EVALUASI DALAM KONTEKS SENI TARI Aditia Aji Pangestu; Fuji Astuti; Yuliasma
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42661

Abstract

Evaluation in dance is often viewed as a subjective process that is difficult to standardize. This study aims to reformulate the definition of evaluation in the context of dance by considering pedagogical and professional aspects. Using qualitative methods through literature studies, this study analyzes various aesthetic theories and art criticism to find essential elements in the assessment of dance works. The results show that dance evaluation is a reflective-analytical process involving technical description, formal analysis, and interpretation of meaning. This definition shifts the evaluation paradigm from mere numerical assessment to a critical dialectic that bridges the choreographer's artistic vision with audience appreciation. The conclusion of this study emphasizes that a robust definition of evaluation is essential to ensure objectivity and improve the quality of contemporary dance development.