Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perankingan Supplier Sprocket Dengan Menggunakan Metode Fuzzy AHP Dan Topsis: (Studi Kasus: CV Twb Teknik) Achmad Zainul Hildan; Purwanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1987

Abstract

CV Twb Teknik menghadapi kendala kualitas produk sprocket yang tidak sesuai pesanan akibat kurangnya pertimbangan kriteria kualitas dalam pemilihan pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan perankingan alternatif supplier sprocket terbaik berdasarkan kriteria terukur di CV Twb Teknik. Metode yang diterapkan adalah integrasi Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) untuk penentuan bobot prioritas kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk perankingan alternatif pemasok. Hasil perhitungan Fuzzy AHP menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku menjadi kriteria paling utama dengan bobot sebesar 0,38. Sementara itu, berdasarkan hasil analisis TOPSIS, Supplier C menempati peringkat pertama dengan nilai kedekatan 0,747, diikuti oleh Sakura Bearing dengan nilai 0,693, dan Tri Teknik Perkasa dengan nilai 0,310. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tali Agung merupakan mitra terbaik yang direkomendasikan kepada pihak manajemen perusahaan untuk diprioritaskan dalam pemesanan sprocket guna mengoptimalkan efisiensi rantai pasok dan kualitas produk..
Measurement of Physical Workload Ergonomic Risk Levels in Work Postures Using the Owas and Reba Methods at PLN UP3 Gresik Nurul Hidayati; Hidayat Hidayat; Efta Dhartikasari Priyana
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.31911

Abstract

This research was conducted at PLN UP3 Gresik to evaluate the sitting posture of employees and determine its alignment with ergonomic standards. The study aimed to improve employee posture to ensure a safer and more comfortable work environment. Sixteen workers participated in the study, which involved observations, interviews, and the distribution of questionnaires to identify issues related to work posture. The OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) and REBA (Rapid Entire Body Assessment) methods were employed based on established literature. The findings revealed a mismatch between the design of tables and chairs and ergonomic requirements. According to the OWAS method, the work posture code was 2, indicating the need for corrective action. The REBA method showed angular values of 7 for group A, 4 for group B, and 8 for group C, all suggesting a need for improvement due to musculoskeletal complaints. Data were gathered through Nordic Body Map (NBM) questionnaires and photo analyses of workers' postures. The study concludes that corrective actions are necessary, recommending that the company design seats based on workers' anthropometric data and conduct periodic evaluations to ensure ongoing comfort and safety. Keywords: Ovako Work Analysis System (OWAS), Rapid Entire Body Assessment (REBA), Ergonomics, Work Posture Evaluation
PENGUKURAN KINERJA OPERATOR DUMP TRUCK DENGAN PENDEKATAN AHP DAN RATING SCALE DI PT. GUKUSU M Kukuh Dandi Wijaya; Said Salim Dahda; Efta Dhartikasari Priyana
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/nze2sr51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja operator dump truck di PT. Gukusu dengan menggunakan kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Rating Scale. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas dari lima kriteria penilaian, yaitu kedisiplinan, produktivitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, dan perawatan alat. Sementara itu, metode Rating Scale dengan skala 1–9 digunakan untuk memberikan penilaian terhadap performa masing-masing operator berdasarkan persepsi supervisor. Hasil pembobotan AHP menunjukkan bahwa kriteria kedisiplinan memiliki bobot tertinggi sebesar 0,474, diikuti oleh produktivitas (0,256), keselamatan kerja (0,121), ketepatan waktu (0,085), dan perawatan alat (0,065). Nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,06, yang berarti lebih kecil dari 0,1, sehingga hasil pembobotan dinyatakan konsisten. Berdasarkan Rating Scale, operator A memperoleh skor tertinggi sebesar 8,839, diikuti operator B (6,877) dan operator C (5,117). Dengan demikian, operator A memiliki kinerja terbaik, sementara operator C memerlukan pembinaan. Kombinasi AHP dan Rating Scale terbukti memberikan penilaian kinerja yang objektif dan terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. Kata Kunci: Kinerja operator, AHP, Rating Scale, evaluasi kinerja, dump truck.
ANALISIS K3 PADA AKTIVITAS PEMASANGAN SCAFFOLDING DENGAN MENGGUNAKAN METODE JSA DAN HIRARC DI PT BRAMINDRA INDOTAMA TAHUN 2025 Moch Rizky Ramadhan; Efta Dhartikasari
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6myq6p33

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja, khususnya pada kegiatan pemasangan scaffolding yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi. Berdasarkan informasi dari PT Bramindra Indotama, masih terdapat kecelakaan yang berulang seperti jatuh dari ketinggian, cedera otot, dan tertimpa material, yang menunjukkan perlunya dilakukan evaluasi terhadap sistem manajemen K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi untuk pengendalian risiko dalam pekerjaan pemasangan scaffolding. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA) untuk memetakan bahaya pada setiap tahap pekerjaan dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk menilai risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan keparahan (severity). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner yang diberikan kepada pekerja dan tim HSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada dalam kategori sedang hingga tinggi, terutama pada aktivitas yang berpotensi menyebabkan jatuh dari ketinggian dan keruntuhan struktur. Pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup rekayasa teknik, kontrol administratif, serta penerapan disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri (APD). Kombinasi metode JSA dan HIRARC terbukti efektif dalam membantu perusahaan menetapkan prioritas pengendalian risiko untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Scaffolding, JSA, HIRARC, Risiko, Pengendalian.
ANALISIS PENGELOLAAN PERSEDIAAN HYDRANAL SOLVENT PADA PT XYZ Iva Dwi Nurhidayah; Elly Islamiyah; Efta Dhartikasari Priyana
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/11g12y21

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu pabrik pupuk terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai laboratorium pengujian, salah satunya Laboratorium Kimia. Salah satu bahan vital yang digunakan adalah Hydranal Solvent untuk metode analisa kadar air (Karl Fischer). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis perbandingan jumlah pemesanan optimal, frekuensi pemesanan, dan total biaya persediaan menggunakan 2 metode. Mengingat penggunaan Hydranal Solvent bersifat fluktuatif, penelitian ini menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) Probabilistik dalam merencanakan persediaan, kemudian dibandingkan dengan metode yang dilakukan perusahaan dan POQ (Periodic Order Quantity) dan diharapkan dapat memberikan gambaran pendekatan yang lebih tepat dalam mengendalikan persediaan bahan kimia yang bersifat tidak pasti. Hasil dari analisis didapatkan metode EOQ Probabilistik yang mampu menekan biaya persediaan dengan jumlah pemesanan optimal 4,3243 liter, frekuensi pemesanan 7 kali, dan total biaya persediaan Rp 204.450. Kata Kunci: EOQ Probabilistik, Laboratorium Kimia, Manajemen Persediaan, POQ
ANALISIS EFISIENSI WAKTU PROYEK FABRICATION ROLL PLATE 38 mm DI PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE CPM DAN PERT Muhammad Ludcky Nurhidayat; Yanuar Pandu Negoro; Efta Dhartikasari Priyana
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/e3y2z194

Abstract

Manajemen proyek merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan penyelesaian pekerjaan, khususnya pada industri konstruksi dan manufaktur yang menuntut efisiensi penggunaan sumber daya. Ketepatan waktu menjadi aspek penting karena keterlambatan dapat menyebabkan kerugian finansial, gangguan operasional, hingga menurunkan kepercayaan pelanggan. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Fabrication Roll Plate 38 mm di PT.XYZ dengan tujuan menganalisis efisiensi waktu menggunakan dua metode yaitu Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation Review Technique (PERT). CPM digunakan untuk menentukan lintasan kritis serta durasi minimum proyek dengan pendekatan deterministik, sedangkan PERT digunakan untuk mengukur ketidakpastian waktu menggunakan tiga estimasi, yaitu optimis, realistis, dan pesimis. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintasan kritis proyek terdiri dari aktivitas-aktivitas utama seperti persiapan material, pemotongan, rolling plate, pengelasan, inspeksi, dan finishing. Perbandingan antara CPM dan PERT memperlihatkan adanya perbedaan estimasi durasi serta probabilitas penyelesaian proyek tepat waktu. Dengan memanfaatkan kedua metode ini, manajemen dapat lebih mudah mengidentifikasi aktivitas prioritas dan menyusun strategi pengendalian yang tepat, seperti alokasi sumber daya tambahan atau rescheduling aktivitas non-kritis. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif menggunakan kedua metode, diperoleh hasil Durasi total proyek berdasarkan metode CPM adalah 152 hari, dengan lintasan kritis terdiri dari rangkaian aktivitas A–B–C–D–E–F. dan Durasi total proyek berdasarkan metode PERT adalah 150,67 hari, yang menunjukkan adanya pengaruh ketidakpastian waktu terhadap estimasi durasi proyek. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi CPM dan PERT memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi risiko keterlambatan, serta mendukung keberhasilan proyek secara menyeluruh. Kata kunci : Manajemen proyek, CPM, PERT, Fabrication Roll Plate, Efisiensi waktu