Articles
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI KELAS IV SDN MANGGARAI 09 PAGI JAKARTA SELATAN
Sulistyani Puteri Ramadhani
Inspiratif Pendidikan Vol 9 No 2 (2020): JURNAL INSPIRATIF PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ip.v9i2.15655
The purpose of this classroom action research is to improve the science learning outcomes of human body skeleton material through audio-visual media in grade IV SDN Manggarai 09 South Jakarta. This study uses a cycle model from Stephen Kemmis and MC. Taggart. The research was carried out through the stages of recording, implementing actions, observing and reflecting. The results obtained from this study were an increase in science learning outcomes in grade IV SDN Manggarai 09 South Jakarta. In the first cycle the student learning outcomes were 65%. In cycle II, 75% of student learning outcomes have achieved the desired results. The implication of the results of this study is that using audio-visual media can be used as a means to improve science learning outcomes of human body frame material for grade IV elementary schools.
Pengaruh Pendekatan Cooperative Learning Tipe (TPS) Think, Pair, and Share Terhadap Hasil Belajar PKn di Sekolah Dasar
Sulistyani Puteri Ramadhani
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 7, No 02 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.301 KB)
|
DOI: 10.25273/pe.v7i2.1653
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan cooperative learning tipe think, pair, and share terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebon Baru 10 Pagi dengan sampel penelitian siswa kelas V pada semester II tahun pelajaran 2016-2017. Sampel penelitian menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar tes yang dilakukan setelah materi pembelajaran diberikan lembar tes untuk mengetahui hasil belajar PKn siswa, yang sebelumnya telah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas dengan justifikasi ahli dan dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil pengujian normalitas menunjukan bahwa kedua kelas berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas menunjukan bahwa kedua kelas tersebut homogen. Setelah dilakukan uji persyaratan analisis, maka dilakukan uji hipotesis dengan perhitungan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima. Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan cooperative learning tipe think, pair, and share berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V sekolah dasar. Implikasi hasil penelitian ini adalah penggunaan pendekatan cooperative learning tipe think, pair, and share pada pembelajaran PKn dapat diterapkan guru agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Pendidikan Multikultural dilihat dari Perspektif Guru, Kepala Sekolah dan Kegiatan Siswa di Sekolah Dasar
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Arita Marini;
Arifin Maksum
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.618
Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi multiukultural di SDS Yasporbi 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Karateristik partisipan penelitian meliputi kepala sekolah, guru-guru sebanyak 4 orang di SDS Yasporbi 1 Jakarta Selatan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan 4 (empat) tema yaitu Upaya guru untuk implementasi pendidikan multicultural, Perspective kepala sekolah penerapan multikultural; proses kegiatan pembelajaran di kelas multicultural; proses kegiatan ekstrakulikuler. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum ke empat partisipan, yaitu guru kelas tinggi, guru kelas rendah, kepala sekolah, guru agama yang memiliki pengalaman yang berbeda didalam pelaksanaan multicultural yang dialami partisipan.
PENGARUH TEKNIK PERMAINAN PASS THE COMPLIMENT DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELF-ESTEEM SISWA SEKOLAH DASAR
Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.878 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.263
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik permainan teknik permainan dalam layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan self-esteem pada siswa kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Manggarai 17 Pagi dengan sampel penelitian adalah siswa kelas VI pada semester II tahun pelajaran 2017-2018. Sampel penelitian ini diambil menggunakan pemilihan sampel purposif. Penelitian ini menggunakan metode Kuasi-Eksperimen. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, diskusi kelompok, lembar ujian atau tes yang dilakukan setelah kegiatan diberikan. Lembar Penelitian untuk mengetahui tingkat self-esteem dengan teknik permainan siswa sekolah dasar. Hasil [enelitian Menunjukkan adanya pengaruh positif dari kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik permainan 'pass the compliment' terhadap self-esteem siswa kelas VI SDN Manggarai 17 Pagi. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh data bahwa: nilai asymp. Sig = 0,028 < nilai Signifikan a = 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, dan Hi diterima. Sehingga dapat dimaknai, terdapat pengaruh yang signifikan pada peningkatan self-esteem responden setelah diberikan perlakuan bimbingan kelompok dengan teknik permainan "pass the compliment. Hasil peneltian kedua yaitu terdapat peningkatan self-esteem pada diri responden setelah mendapatkan perlakuan (treatment) bimbingan kelompok dengan teknik permainan pass the compliment. Implikasi hasil penelitian ini adalah dengan penggunaan teknik permainan pass the compliment dapat diterapkan untuk meningkatkan self-esteem sistwa pada belajar kelompok siswa sekolah dasar.
Pengaruh Blanded Learning terhadap Hasil Belajar Matakuliah Bimbingan Konseling Mahasiswa PGSD
Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.350
Pada era digitalisasi dalam upaya meningkatkan pembelajaran sebagai kualitas pendidikan di Indonesia selalu merupakan isu yang paling penting. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi adalah dengan meningkatkan kualitas proses mengajar. Proses pembelajaran perlu didukung dengan teknologi untuk memfasilitasi proses pengajaran sehingga dapat belajar di mana saja dan eficienty waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan blended learning terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada mata kuliah Bimbingan Konseling. Sampel penelitian adalah Mahasiswa di kelas eksperimen dan Kelas Kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimen dengan Postest-Only Control Design. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukan bahwa nilai t hitung 13,155 dan nilai t tabel dengan α 0,05 menunjukan nilai 1,898. Karena thitung > ttabel berarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mahsisiwa kelas eksperimen yang menerapkan model blended learning dengan hasil belajar siswa kelas kontrol yang tidak menerapkan model blended learning pada mata kuliah bimbingan konseling Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model blended learning berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Bimbingan Konseling.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN CONGKLAK (TRADISIONAL INDONESIA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN SISWA DI SEKOLAH DASAR
Rudi Ritonga;
Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.604 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.246
Penelitian ini bertujuan pengembangan media permainan congklak serta untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan siswa kelas I Sekolah Dasar. Metode dari penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian pengembangan merupakan metode untuk menghasilkan produk media dan menyempurnakan produk yang telah ada serta menguji keefektifan produk tersebut. Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan Media Permainan Congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah. Tingkat kelayakan media permainan congklak (tradisional Indonesia) ini diketahui melalui validasi oleh ahli materi matematika, validasi oleh ahli media, validasi oleh guru dan uji coba penggunaan oleh siswa.Penilaian diperoleh 90,01% dari subjek ahli materi, ahli media 89, 05%. Hasil dari uji kelayakan media permainan congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah yang menyatakan layak digunakan. Efektivitas yang dilakukan untuk menguji tabel hasil hipotesis adalah rata-rata harga statistik t = 12,231 hingga 41 db dan angka sig. Atau p-value 0,000 ≤ 0,05 atau Ho ditolak. Demikian menyimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan berhitung permulaan siswa yang signifikan antara sebelum dan setelah digunakan pengembangan Media Permainan Congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah.
Persepsi Orangtua dan Guru terhadap Pembelajaran Masa Pandemi COVID-19 terhadap Anak Speech Disorder Usia 8 Tahun di Madrasah Ibtidayah
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.548
Mengingat pembelajaran saat covid-19 terus dilakukan diperlukan nya orangtua, dan guru dalam bekerjasama dalam partisipasi anak yang memiliki ganguan berbicara dalam aktivitas keseharian. EA anak yang memiliki kebutuhan dengan ganguan berbicara bersekolah di madrasah ibtidayah mishabul falah depok jawa. EA memiliki kebutuhan pendidikan yang dijalankan seperti anak normal lain nya. Penting bagi guru dan orangtua dalam meningkatkan aktivitas saat covid-19. EA sebagai anak dengan kebutuhan khusus ganguan bicara selama covid-19 menjadikan kegiatan aktifitas belajar yang dilakukan di lingkungan rumah. Penelitian ini memberikan deskripsi tentang pengalaman guru dan orangtua dalam pembelajaran saat covid-19 dengan anak yang memiliki ganguan berbicara tetap belajar di lingkungan rumah. Penelitian ini menggambarkan kondisi sebenarnya yang dialami oleh guru dan orangtua EA dalam mengeksplore kegiatan aktivitasbelajar saat covid-19. Dengan menggunakan teknik triangulasi data yang didapatkan dari orangtua, guru dan pengamatan EA sebagai subjek penelitian. Data wawancara dan observasi dianalisis selama wabah covid-19 secara sistematis dan terstruktur. Analisis data mengungkapkan empat tema : 1. Cara guru dan orangtua dalam pembelajaran selama covid-19 pada anak yang berkebutuhan khusus ganguan berbicara. 2. Hambatan orangtua dan guru menghadapi covid-19 pada anak dengan ganguan berbicara. 3. Persepsi orangtua dan guru untuk memberikan aktivitas belajar pada anak pada ganguan berbicara. 4. Dukungan apa yang dibutuhkan anak dengan ganguan berbicara saat covid-19. Hasil penelitian ini diungkapkan positif oleh orangtua dan guru pendamping kelas pada area perkembangan anak dengan ganguan berbicara untuk melibatkan EA dalam kegiatan aktivitas belajar di lingkungan rumah.
Persepsi Guru Dan Orangtua Strategi Mengajar Anak Autism Saat Covid-19 Di Sekolah Dasar
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.990
Penting bagi guru dan orangtua dalam meningkatkan aktivitas saat COVID19. Penelitian ini memberikan deskripsi tentang pengalaman guru dan orangtua dalam pembelajaran saat COVID-19 dengan anak yang autism tetap belajar di lingkungan rumah. Penelitian ini menggambarkan kondisi sebenarnya yang dialami oleh guru dan orangtua dalam mengeksplor kegiatan aktivitas belajar saat COVID-19. Dengan menggunakan teknik triangulasi data yang didapatkan dari orangtua, guru dan pengamatan responden sebagai subjek penelitian. Data wawancara dan observasi dianalisis selama wabah COVID-19 secara sistematis dan terstruktur. Analisis data mengungkapkan tiga tema : 1) cara guru dan orangtua dalam pembelajaran selama COVID-19 pada anak yang berkebutuhan khusus autism 2) Hambatan orangtua dan guru menghadapi COVID-19 pada anak autism 3) Persepsi orangtua dan guru untuk memberikan aktivitas belajar pada anak pada autism. Hasil penelitian ini diungkapkan positif oleh orangtua dan guru pendamping kelas pada area perkembangan anak dengan autism untuk melibatkan responden dalam kegiatan aktivitas belajar di lingkungan rumah
Analisis Kebutuhan Desain Pengembangan Model IPA Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Zulela MS;
Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1047
Kemampuan berpikir pada tingkat yang paling tinggi merupakan kemampuan menciptakan sesuatu. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangkan desain pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan evaluasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebutuhan sumber belajar yang diperlukan 62,5% menjawab media pembelajaran digital. Sesuai kebutuhan siswa lebih suka pada proses pembelajaran IPA melalui video gambar dan suara sekitar 91,7%. Pemahaman konsep berpikir siswa dalam memahami IPA 52,4 % cukup memuaskan. Selain mengembangkan desain pembelajaran dengan implementasi model IPA berbasis project based learning dalam berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran project. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.
Bagaimana Pengelolaan Pendidikan Karakter Berbasis Islam Sekolah Dasar?
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Arita Marini;
Syarief Sumantri
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.916
Pendidikan merupakan proses kegiatan pembelajaran yang didalamnya dapat pengubahan sikap seseorang atau kelompok dalam menuju kedewasaan setiap individu melalui proses pendidikan dalam pemberiaan arah materi pembelajaran untuk menambah wawasasan ilmu pengetahuan peserta didik, dan nantinya sebagai pelatihan untuk cerminan perilaku yang lebih baik dalam diri individu. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan wawancara narasumber guru, kepala sekolah dan siswa di Pesantren Al-Hamidiyah Depok Jawa Barat. Hasil Wawancara membahas Pendidikan berbasis Islam merupakan pembelajaran yang diarahkan kedalam dua bagian yaitu dalam bagian pengetahuan dan pembentukan kepribadian anak sesuai dengan ajaran agama Islam dan juga sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. Pengelolaan dalam proses pembelajaran berbasis Islam tidak sembarangan Pendidikan yang boleh mengajar dalam Pendidikan ini. Dalam proses Pendidikan berbasis Islam juga harus mempunyai kurikulum dalam penyampaian pembelajaran, karena pembelajaran tersebut membahas dua pokok penting bagi peserta didik yaitu ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan agama Islam.