Rivelino Hamel
Universitas Sam Ratulangi

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BITUNG Mamonto, Novita D.; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2217

Abstract

Abstrack : Leadership style is the way in which a leader in directing and influencing others to have the motivation to achieve goals. Consists of three kinds, namely autocratic leadership style, democratic, and laissez-faire. Work stress is a human reaction to an external stimulus which is considered as a threat. The purpose of this study to determine the relationship of leadership style of head room with the stres level of nurses working in general hospital area Bitung. This research is a descriptive analytic design cross sectional study. The sampling technique used is totally till where the entire population were sampled as many as 53 people. Data analysis using chi-square test wit significance level α = 0,05. The result showed that leadership style room has a relationship with stress level of nurses in general hospital area Bitung with value p = 0,009 < α = 0,05, which means that Ho is rejected. The conclusion of this study that there is a relationship between leadership style room with a stress level of nurses in a general hospital area Bitung. The advice in this study is expected to be given training nurse-specific training to address specific problems in nursing stress especially in the working nurse. Key Words : Leadership Style, Work Stess Abstrak : Gaya kepemimpinan merupakan cara yang dilakukan seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mempengaruhi orang lain untuk memiliki motivasi dalam mencapai tujuan. Terdiri dari 3 macam gaya kepemimpinan yaitu otokratik, demokratik, dan laissez-faire. Stres Kerja adalah reaksi manusia terhadap stimulus eksternal yang dianggap sebagai ancaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 53 orang. Teknik analisa data dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa gaya kepemimpinan kepala ruangan memiliki hubungan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung dengan nilai p = 0,009 < α = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung. Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan perawat bisa diberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk mengatasi masalah dalam keperawatan terlebih khusus stres perawat dalam bekerja. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRESTASI ANAK USIA SEKOLAH DI SD GMIM TUMPENGAN SEA DUA KECAMATAN PINELENG Walansendow, Paulina I.M.; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.14074

Abstract

Abstract: Education in general is very important school-age children for school age is considered as past or future intellectual. Aimof the study: .The purpose of this study to determine the level of achievement of school-age children in elementary GMIM Tumpengan Sea Village Pineleng Dua subdistrict.Methods:Design this study used cross sectional method. Samples: were taken from purposive sampling as many as 43 students. The instrument used in this study were questionnaires. Result: Research data obtained in the descriptive analysis presented in the form of tables and statistically for quantitative data using devices komputar and analysis using univeriat and bivariate analysis.Conclusion: Conclusion The achievement level of children of school age in the majority of primary school students GMIM Tumpengan Sea Village Two Pineleng District of achievement and has a physiological state, environmental and good instruments. Recommendations: Suggestions should be increased physiological conditions, environmental and instruments that have been either continuously, taking into account other factors that affect the level of achievement of school-age children, and invite parents to pay attention to children's education, especially at the time outside learning activities in schools by keeping kondidsi physiological children to stay fit. Keywords : Achievement of school-age children Abstrak:Pendidikan secara umum sangat penting terutama bagi anak usia sekolah karena masa usia sekolah di anggap sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui tingkat prestasi anak usia sekolah yang ada di SD GMIM Tumpengan Desa Sea Dua Kecamatan Pineleng.Metode: menggunakan metode Cross Sectional. Sampel di ambil dari purposive sampling yaitu sebanyak 43 siswa.Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner.Hasil:data yang diperoleh di analisa secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk table dan secara statistik untuk data kuantitatif dengan menggunakan perangkat komputar dan analisa dengan menggunakan analisa univeriat dan bivariat.Simpulan:tingkat prestasi anak usia sekolah di sebagian besar siswa SD GMIM Tumpengan Desa Sea Dua Kecamatan Pineleng berprestasi dan memiliki kondisi fisiologis, lingkungan dan intrumen yang baik.Saran: perlu ditingkatkan kondisi fisiologis, lingkungan dan intrumen yang sudah baik secara kontinyu, dengan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat prestasi anak usia sekolah, dan mengajak orang tua untuk memperhatikan pendidikan anak terutama pada saat di luar kegiatan belajar di sekolah dengan menjaga kondidsi fisiologis anak agar tetap prima. Kata Kunci : Prestasi anak usia sekolah
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN GOUT ARTHRITIS PADA LANJUT USIA DI PUSKESMAS WAWONASA MANADO Lumunon, Oktavina J; Bidjuni, Hendro; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 3 (2015): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i3.8777

Abstract

Abstract :Gout Arthritis is a disease that occurs due to a chronic increase in uric acid concentration I in plasma. Gout is a buildup of uric acid in the body and abnormalities in purine metabolism. Nutritional status is a state body that is the end result of a balance between nutrients into the body and utilasinya. Nutritional status is a state of the body as a result of food consumption and use of nutrients. The purpose of this study is to determine whether there is a relationship with gouty arthritis nutritional status of the elderly in Puskesmas Wawonasa Manado. The study design was observational analytic method with cross sectional design. The population in this study were all elderly who visit the health center Wawonasa Manado. Samples in this study using a sampling technique is determined purposively (purposive sampling). The sample was total population of 60 people with the details of 45 women and 15 men. The data is processed using univariate and bivariate by using SPSS (Statistic Program for Social Science) through Chi Square calculation at 95% significance level (á0,05). Results of this study showed no association between nutritional status and gouty arthritis because the value obtained ñ 0.048. The conclusion of this study is that there is a relationship between nutritional status and gouty arthritis in the elderly in Puskesmas Wawonasa Manado. Suggestions in this study for the elderly are advised to check regularly gouty arthritis / once a month. Keywords: Nutritional Status, Gout arthritis. Abstrak :Gout Arthritis adalah penyakit yang terjadi akibat adanya peningkatan kronis konsentrasi asam urat I dalam plasma. Gout merupakan terjadinya penumpukan asam urat dalam tubuh dan terjadi kelainan metabolism purin.Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilasinya.Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan status gizi dengan gout arthritis pada lanjut usia di Puskesmas Wawonasa Manado. Desainpadapenelitian iniadalahmetode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh lanjut usia yang berkunjung di Puskesmas Wawonasa Manado. Sampel menggunakan teknik pengambilan sampel ditentukan secara purposif (purposive sampling). Sampel penelitian ini adalah total populasi yang berjumlah 60 orang dengan rincian perempuan 45 orang dan laki-laki 15 orang. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan menggunakan program SPSS (Statistic Program for Social Science) melalui perhitungan Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% (á0,05). Hasil menunjukkan, ada hubungan antara status gizi dengan gout arthritis karena nilai yang diperoleh ñ 0,048.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dengan gout arthritis pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Wawonasa Manado. Saran bagi lanjut usia disarankan untuk melakukan pemeriksaan gout arthritis secara rutin/sebulan sekali. Kata Kunci : Status Gizi, Gout arthritis.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN STRES KERJA PERAWAT DIRUANG INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH MANADO Runtu, Virginia V.; Pondaag, Linni; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19475

Abstract

Abstract : The Nurses’s workload is the entire activity/activities conducted by nurses duringthe service in a nursing unit. Work stress is a condition of retension which led to the existenceof a physical and psychological condition of imbalance on the employs who come fromindividuals an organisations that affect the physical, psychologicaland behavior of employes.Research objectives of the physical workload relationship with work stress in patien hospitalGMIM Pancaran Kasih Manado. The design research use of analytical nature quantity withthe approach of sectional. Sampling technique using total sampling namely 41 respondents.The result of the research is weighted work load with 23 respondents (56,1%) and mediumwork stress 29 respondents (70,7%) P value = 0,000. Conclusion his study there is a connectionof physical workload of nurses working eith stress of nurses of nurses in patien hospitals GMIMPancaran Kasih Manado..Key Word : Physical workload, work stresselama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan. Stress kerja adalah kondisi keteganganyang menyebabkan adanya ketidaakseimbangan kondisi fisik dan psikis pada karyawan yangbersumber dari individu maupun organisasi yang berpengaruh pada fisik,psikologis, perilakukaryawan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan stress kerja diRuang Rawat Inap Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Desain penelitianyang digunakan kuantitas bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. TeknikPengambilan Sampel menggunakan total sampling dengan 41 responden. Teknik analisa datadilakukan dengan analisa univariat dan bivariate menggunakan chi square. Hasil penelitiandidapatkan beban kerja berat 23 responden (56,1%) dan stress kerja sedang 29 responden(70,7%). Nilai P = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan beban kerja fisikdengan stress kerja perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran KasihManado.Kata Kunci : Beban kerja, stress kerja
HUBUNGAN ANTARA IMBALAN JASA DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANGANITU KABUPATEN SANGIHE Burhan, Windy Ira Sari; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8189

Abstract

ABSTRAK: Imbalan jasa merupakan tambahan atau tunjangan yang diterima secara tidak rutin atau semua pengeluaran yang di keluarkan oleh perusahaan atau pekerja dan diterima serta dinikmati oleh pekerja baik secara langsung atau tidak langsung. Motivasi penting karena dengan motivasi suatu organisasi dapat mencapai tujuannya dan semua anggotanya dapat menampilkan kinerja optimal, dan imbalan jasa adalah salah satu hal yang dapat memotivasi kinerja kerja perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Antara Imbalan Jasa Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Puskesmas Manganitu Kabupaten Sangihe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menggunakan Uji Korelasi Chi Square didapatkan nilai p = 0,003 < α = 0,05 OR = 7,500. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara imbalan jasa dengan motivasi kerja perawat di puskesmas manganitu kabupaten sangihe. Saran memperhatikan kesejahteraan perawat dengan pemberian imbalan yang sesuai sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.Kata Kunci : Imbalan Jasa, Motivasi Kerja, Perawat
HUBUNGAN DISIPLIN WAKTU DENGAN KINERJA PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TATABA KEC. BUKO KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN Kasim, Suryanti; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2245

Abstract

Abstract: Community Health Center is a first-rate health care community built by the District Health Office. Technically can coordinate with the District Hospital. Disciplinary clinic time can affect the performance of health services and may also affect the progress of the clinic. The purpose of this study was to determine the relationship of time to the discipline of health service performance. This study using a sample of 32 accidental samplingdengan existing health workers in health centers. Data was collected through questionnaires to the performance of health care and observation sheet for future discipline. Furthermore, the data were analyzed with chi-square test with a significance level (α) 0:05. The results showed no relationship between the disciplines of time with the performance of health services with on-time category (good) = 10 (83.8%), timely (less good) = 2 (16.7%). While the discipline of time with kategoti slow (good) = 8 (40%), slow (less good) = 12 (60%). Conclusions of research findings that there is a significant correlation between the disciplines of time with the performance of health care services ρvalue = 0.017> 0.05, disciplined good time the better the performance of health services. Advice from expected results Tataba health workers in district health centers. Buko Banggai Islands, can provide good service, can improve the quality of work and use the time well.Keywords: Discipline Time, Performance Services. Abstrak: Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang dibina oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. Secara teknis dapat berkoordinasi dengan RSUD Kabupaten. Disiplin waktu puskesmas dapat mempengaruhi kinerja pelayanan kesehatan dan dapat juga mempengaruhi kemajuan dari puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan disiplin waktu dengan kinerja pelayanan kesehatan. Penelitian ini dengan menggunakan metode accidental sampling dengan sampel sebanyak 32 petugas kesehatan yang ada di puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner untuk kinerja pelayanan kesehatan dan lembar observasi untuk disiplin waktu. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisa dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara disiplin waktu dengan kinerja pelayanan kesehatan dengan kategori tepat waktu (baik) = 10 (83.8%), tepat waktu (kurang baik) = 2 (16.7%). Sedangkan disiplin waktu dengan kategoti lambat (baik) = 8 (40%), lambat (kurang baik) = 12 (60%). Kesimpulan hasil peneltian bahwa ada hubungan yang bermakna antara disiplin waktu dengan kinerja pelayanan pelayanan kesehatan ρvalue = 0.017 < 0.05, disiplin waktu yang baik semakin baik kinerja pelayanan kesehatan. Saran dari hasil penelitian diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Tataba Kec. Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, dapat memberikan pelayanan yang baik, dapat meningkatkan kualitas kerja serta memanfaatkan waktu dengan baik. Kata Kunci : Disiplin Waktu, Kinerja Pelayanan