Rivelino Hamel
Universitas Sam Ratulangi

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA MASYARAKAT KELURAHAN BAHU KECAMATAN MALALAYANG MANADO Dalawa, Farsyi Novelia; Kepel, Billy; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2181

Abstract

Abstract: Nutrition Status is state of the body that is the end result of a balance between the nutrients into the body and its use. One way to monitor nutrition status of adults is by measuring body mass index. Blood glucose levels be used as a parameter to the success of the metabolism in the body. In a certain state with respect to glucose levels in the body can occur hypoglycemia or hiperglikemia. The purpose of research this is to know the relation of nutrition status with fasting blood glucose levels in people in the village of Bahu. Method: this type of research is  obeservasional analytic with cross sectional design. The number of samples as much as 63 people taken by simple random sampling in bahu village. Data obtained process used by chi squre test with degrees of significance (α) = 0,05. The result showed that nutrition status with normal body mass index there was 8 person who has fasting blood glucose levels <110mg/dl  and 3 person has fasting blood glucose levels ≥110 mg/dl. While nutrition status with obese body mass index there was 35 person who has fasting blood glucose levels <110mg/dl and 17 person has fasting blood glucose levels ≥110 mg/dl. Conclusion in this research was not relationship between nutrition status with fasting blood glucose levels with value p=1,00 Keywords : Nutrition status, fasting blood glucose levels, body mass index Abstrak : Status Gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan penggunaannya. Salah satu cara untuk memantau status gizi orang dewasa adalah dengan mengukur indeks massa tubuh. Kadar glukosa darah dipergunakan sebagai parameter keberhasilan metabolisme di dalam tubuh. Dalam keadaan tertentu  sehubungan dengan kadar glukosa dalam tubuh dapat terjadi hipoglikemia atau hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kadar gula darah puasa pada masyarakat di Kelurahan Bahu. Metode: Jenis penelitian ini adalah obeservasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 63 orang, yang diambil secara simple random sampling di Kelurahan Bahu. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji chi squre dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status gizi dengan Indeks massa tubuh normal ada 8 orang yang memiliki kadar gula darah puasa <110mg/dl dan 3 orang yang memiliki kadar gula darah puasa  ≥110 mg/dl sedangkan Status gizi dengan Indeks massa tubuh obes ada 35 orang yang memiliki kadar gula darah puasa <110mg/dl dan 17 orang memiliki kadar gula darah puasa ≥110mg/dl. Kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara status gizi dengan kadar gula darah puasa dengan nilai p=1,00. Kata kunci : Status gizi, kadar gula darah puasa, indeks massa tubuh
HUBUNGAN ANTARA KONDISI OVERCROWDED DAN PEMBERIAN INFORMASI DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25160

Abstract

Abstract : Factors that contribute to misdiagnosis are cognitive factors, communication, system, and factors related to the patient. One of the factors related to the patient which is the number of patient visits Purpose Knowing the relationship between overcrowded conditions dan providing information anxiety family with patient in hospital emergency room arc love GMIM Manado. Design research This cross sectional technique of taking Sampling the sampling technique used by researchers is a non-probabiity sampling is accidential sampling which is a sample size of 80 people. Statistical Test Result Chi-Square test with a confidence level of 95% (α=0,05) and obtained p value 0,732 < 0,05 and p value 0,123 < 0,05. Conclusion That there is no relationship to anxiety informing families of patients at the Hospital of Arc of Love GMIM Manado and there was no correlation between the condition of anxiety Overcrowded with families of patients at the Hospital of Arc of Love GMIM ManadoKeyword: Overcrowded condition, Giving Information, Anxiety patient’s familyAbstrak : Faktor-faktor yang berkontribusi dalam kesalahan diagnosa adalah faktor-faktor kognitif, komunikasi, sistem, dan faktor yang berhubungan dengan pasien. Salah satu faktor yang berhubungan dengan pasien yaitu banyaknya kunjungan pasien Tujuan Penelitian Mengetahui Hubungan Antara Kondisi Overcrowded Dan Pemberian Informasi Dengan Kecemasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.Desain Penelitian ini menggunakan cross sectional Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah non probability sampling yaitu accidential sampling yang merupakan cara pengambilan sampel dengan mengambil responden atau kasus yang kebetulan ada atau tersedia dengan Jumlah sampel 80 orang.. Hasil uji statistik Chi-Square test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,732 < 0,05 dan p value 0,123 < 0,05 Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan pemberian informasi dengan kecemasan keluarga pasien di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado dan tidak terdapat hubungan antara kondisi Overcrowded dengankecemasan keluarga pasien di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata Kunci : Kondisi overcrowded, Pemberian Informasi, Kecemasan Keluarga pasien
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP A BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Widyana, Ni Luh Ayu; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5166

Abstract

Abstract: Patient Safety Goals is a requirement to be implemented in all hospitals accredited by the Commission on Accreditation of Hospitals. The use of patient’s identification bracelet is the first implementation of the six targets Patient Safety Goals, that is the accuracy of the identification of patients that aims to be able to identify patients who were admitted to the hospital, appropriately, at the time of service or treatment. Purpose: to know the description of the patient knowledge about the installation of the patient identification bracelet in inpatient A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Methods: this study used a descriptive survey. The sampling technique used is total sampling of respondent with 90 patients. Results: the study showed that knowledge most of the patients shave lack knowledge about the definition (68.9%), lack about purpose (67.8%), good about the use (53.3%), and good about characteristics (61.1%). Conclusion: description of the patient knowledge about the installation of the patient identification bracelet includes definition, purpose, the use and charateristics in inpatient A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado is in either category. Suggestions: patient's knowledge needs to be maintained so that properly maintained patient safety with the setting up of leaflets about identification bracelet will optimize patient safety policies that have been implemented in hospitals. Keywords: Patient’s Knowledge, Identification Bracelet Abstrak: Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) merupakan syarat untuk diterapkan di semua rumah sakit yang diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Penggunaan gelang identifikasi pasien adalah implementasi sasaran pertama dari 6 Sasaran Keselamatan Pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien yang bertujuan untuk dapat mengidentifikasi pasien yang dirawat inap di rumah sakit secara tepat pada saat dilakukannya pelayanan maupun pengobatan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang pemasangan gelang identifikasi pasien di instalasi rawat inap A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian: survey deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden 90 pasien. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa pengetahuan pasien sebagian besar kurang tentang pengertian (68,9%), kurang tentang tujuan (67,8%), baik tentang pemakaian (53,3%), dan baik tentang karakteristik (61,1%). Kesimpulan: gambaran pengetahuan pasien tentang pemasangan gelang identifikasi pasien meliputi pengertian, tujuan, pemakaian, dan karakteristik di Instalasi Rawat Inap A adalah dalam kategori baik. Saran: pengetahuan pasien perlu dipertahankan agar keselamatan pasien terjaga dengan baik dengan pemasangan leaflet tentang gelang identifikasi akan mengoptimalkan kebijakan keselamatan pasien yang telah diterapkan di rumah sakit. Kata Kunci: Pengetahuan Pasien, Gelang Identifikasi
PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN ASI NON EKSLUSIF DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BAYI DI PUSKESMAS BAHU MANADO Lutur, Jane Kristin; Rottie, Julia; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12870

Abstract

Abstract:Exclusive breast milk is the milk given to babies from birth without be given other foods until the baby is 6 months old .A milk formula can be given to infants 0-6 months , but only given if milk production is not sufficient for the baby . Breast milk is a good protector for babies from a variety of diseases. A milk formula should be given the right dose with the baby's needs because excessive formula can lead to obesity in children. The Objective of this study was to know the differences between exclusive breast milk and non-exclusive breast milk with changes in the baby's weight in puskesmas bahu Manado. This research using by cross sectional Method. Sampling Technique using a total sampling, total sample same with the population is 38 babies. Collecting of data by using observation sheet and Health Card. Data Analysis were using Mann Whitney test with probability of 95% (α=0,05). The Result showed p value 0,000 which means p<0,05. Conclusions there are significant change differences about infant weight given exclusive breast milk with non-exclusive breast milk. Suggestion: more improve service, especially medical workers to recommend exclusive breast milk to breastfeeding mothers. Key words: Exclusive breast milk, Non-exclusive breast milk, Weight changes Abstrak: ASI ekslusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak lahir tanpa diberi makanan lain sampai bayi berusia 6 bulan. Susu formula dapat diberikan pada bayi 0-6 bulan, tetapi diberikan jika produksi ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi.ASI menjadi pelindung yang baik untuk bayi dari berbagai gangguan penyakit. Susu formula diberikan harus disesuaikan takaran dan kebutuhan bayi, karena pemberian susu formula yang berlebihan bisa mengakibatkan obesitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI ekslusif dan ASI non ekslusif dengan perubahan berat badan pada bayi di Puskesmas Bahu Manado.Penelitian ini dilaksanakan dengan metodecross sectional. Teknik Sampling, menggunakan total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi, yaitu sebanyak 38 bayi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan KMS (Kartu Menuju Sehat).Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney pada tingkat kemaknaan 95 (α < 0,05) Hasil Penelitian diperoleh nilai p= 0,000 yang berarti bahwa p < 0,05. Kesimpulan Terdapat perbedaan perubahan berat badan bayi yang diberi ASI ekslusif dengan yang diberi ASI non ekslusif di Puskesmas Bahu Manado.Saran lebih meningkatkan pelayanan khususnya mengenai kebiasaan tenaga kesehatan dalam menganjurkan pemberian ASI ekslusif kepada ibu menyusui. Kata Kunci : ASI ekslusif, ASI non ekslusif, Perubahan Berat Badan
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP C1 RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Manuho, Elisabeth; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8136

Abstract

Abstrak : Beban kerja perawat adalah kemampuan tubuh seorang perawat dalam menerima tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Kinerja adalah prestasi yang dicapai dari kemampuan kerja yang dilakukan. Beban kerja merupakan unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasian dan produktifitas kerja yang tinggi. Apabila beban kerja yang harus ditanggung oleh perawat melebihi dari kapasitasnya, akan berdampak buruk bagi produktifitas kerja. Kinerja perawat yang sesuai dengan standar asuhan keperawatan akan menjamin tingginya mutu pelayanan keperawatan kepada pasien.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap C1 RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain Penelitian menggunakan survei analitik cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan total sampling yaitu 16 responden. Teknik analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ = 0,035 yang menunjukan bahwa nilai ρ lebih kecil dari nilai α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Rekomendasi tetap mempertahankan kinerja yang baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas bagi pasien.Kata Kunci : Beban Kerja, Kinerja Perawat
HUBUNGAN TIMBANG TERIMA (OPERAN SHIFT) DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP BANGSAL RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Kundre, Rina; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25174

Abstract

Abstract: Nursing performance is the performance of work shown by the nurse in performing duties of nursing care within a certain period. The performance of the nurse is caused by many factors one of which is the operation shift (take-over shift) which is defined as a way of conveying and receiving something (reports) relating to the state of the client. The purpose of this research is to know the relation of operation shift (take-over shift) with the performance of nurse in GMIM Pancaran Kasih Hospital Wards. The research method used descriptive analytic design with cross sectional approach. The sample in this study amounted to 44 nurses GMIM Pancaran Kasih Hospital Wards by using total sample technique sampling. The instrument used is a questionnaire. The result of the research is by using chi square statistic test wich read in table fisher’s exact test obtained value (pvalue = 0.036 <α = 0,05).Keywords: Operation shift, PerformanceAbstrak: Kinerja keperawatan merupakan prestasi kerja yang ditujukan oleh perawat pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas asuhan keperawatan dalam jangka waktu tertentu. Kinerja perawat disebabkan oleh banyak faktor salah satu diantaranya yaitu timbang terima (operan shift) yang didefinisikan sebagai suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan klien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan timbang terima (operan shift) dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap bangsal RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Metode Penelitianmenggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap bangsal RSU GMIM Pancaran Kasih Manado dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.Hasil penelitiandengan menggunakan uji statistik chi squareyang dibaca pada tabel fisher’s exact testdiperoleh nilai (pvalue= 0,036 < α 0,05). Kesimpulanialah ada hubungan antara timbang terima (operan shift) dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap bangsal RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Kata Kunci:Timbang terima, Kinerja
PERBEDAAN STRES KERJA ANTAR SHIFT PERAWAT DI RUANGAN GAWAT DARURAT MEDIK RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Pongoh, Valarencia Vialytha; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8091

Abstract

Abstrak: Shift kerja merupakan salah satu sumber dari stres bagi tenaga kerja, banyak keluhan akibat shift seperti gangguan tidur, selera makan menurun, gangguan pencernaan dan kelelahan. Stres kerja adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi tuntutan-tuntutan pekerjaannya sehingga ia merasa tidak nyaman dan tidak tenang Tujuan Penelitian ialah untuk mengetahui Perbedaan Stres Kerja Antar Shift Perawat di Ruangan Gawat Darurat Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian menggunakan metode (survey) analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di Ruangan Gawat Darurat Medik. Jumlah sampel yakni 30 perawat dengan menggunakan teknik Total Sampling, instrument yang digunakan ialah kuesioner. Hasil penelitian tidak ada perbedaan stres kerja antara Shift pagi dengan Shift sore nilai r = 0,645 α ≥ 0,05, tidak ada perbedaan stres kerja antara Shift pagi dengan Shift malam nilai r = 0,486 α ≥ 0,05, dan tidak ada perbedaan Shift sore dengan Shift malam nilai r = 0,645 α ≥ 0,05 atau H0 Gagal ditolak. Kesimpulanya bahwa stres kerja perawat berada pada stres ringan yaitu 80.0%, maka dari itu agar perawat dapat mempertahankan pelayanan keperawatan secara optimal, perawat harus mengelola waktu sebaik mungkin dalam menjalankan shift yang sudah dijadwalkan.Kata kunci: Stres Kerja, Shift Kerja
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KECACINGAN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Saharman, Salni; Mayulu, Nelly; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2231

Abstract

Abstract: Dewormy is a chronic endemic disease caused one or more worms that enter into the human body, with the highest prevalence found in children. Dewormy can be affected by several factors, namely environmental factors, personal hygiene (cleanliness), social economy, and the level of knowledge of the parents. Personal Hygiene is an act to maintain the cleanliness of one's health and well-being, both physical and psychic. The research was carried out with methods, selection of cross-sectional samples performed 3 stages, namely with proportional stratified sampling, purposive sampling and simple random sampling. A sample of 110 respondents.Analyzed data with chi-square statistical test of the significance level (α) of 0.05.. The results showed that out of 110 study subjects, known to students with good personal hygiene status as many as 82 people (74.5%) and less well as many as 28 people (25.5%). Laboratory results for the category of positive Dewormy amounted to 20% (22 people) and the negative category Dewormy is equal to 80% (88 people). 22 students who positively Dewormy, known around 16 people (72,7,1%) with poor personal hygiene, and about 6 people (27.3%) with good personal hygiene.The conclusion of this research that there is a meaningful relationship between personal hygiene with Dewormy on primary school student with p value = 0.001. Keywords: Personal Hygiene, Dewormy, Ascaris Lumbricoides, Hookworm Abstrak: Kecacingan merupakan penyakit endemik kronik yang diakibatkan satu atau lebih cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia, dengan prevalensi tertinggi terdapat pada anak-anak. Kecacingan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor lingkungan, personal hygiene (kebersihan diri), sosial ekonomi, dan tingkat pengetahuan orang tua. Personal Hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan, baik fisik maupun psikisnya.. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dilakukan 3 tahap yaitu dengan purposive stratified sampling, proporsional sampling dan simple random sampling. Sampel 110 responden. Analisa data dengan  uji statistik chi square , alternative Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 110 subjek penelitian, diketahui murid dengan status personal hygiene baik sebanyak 82 orang (74,5%) dan kurang baik sebanyak 28 orang (25,5%). Hasil laboratorium untuk kecacingan dengan kategori positif kecacingan sebesar 20% (22 orang) dan dengan kategori negatif kecacingan sebesar 80% (88 orang). Dari 22 murid yang positif kecacingan, diketahui sekitar 16 orang (72,7,1%) dengan personal hygiene kurang baik dan sekitar 6 orang (27,3%) dengan personal hygiene baik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kecacingan pada murid sekolah dasar dengan nilai p value = 0,001. Kata Kunci: Personal Hygiene, Kecacingan, Ascaris Lumbrocides, Hookworm
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI IRINA A RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Paomey, Christian Jake; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11901

Abstract

Abstract:. Low emotional intelligence is one of the weaknesses of human resources in developing countries. Emotional intelligence refers to an array of non-cognitive skills that influence person’s ability. Emotional intelligence is a factor that can influence nurse’s performance in applying nursing care. Aim of the study: is to identify the relationship between emotional intelligence and nurse’s performance in applying nursing care. Methods: design of this study using analytic survey with cross sectional approach. The population are all nurses who work at inpatient department A in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital and using total sampling technique that involved 37 nurses. The tools were used in this study are nurses emotional intelligence questionnaire sheet and nurse’s performance in applying nursing care checklist observation sheet. Result: analysis was using Fisher's Exact Test with a significance level of 95% (ɑ = 0,05) and shows that the p value is 0.006. Conclusion: there is a relationship between emotional intelligence and nurse’s performance in applying nursing care at Inpatient Department A in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital. Recommendations: Emotional intelligence training programs can be held for nurses to increase emotional intelligence. Emotional intelligence can be considered as a factor in nurses selection. Educational preparation for nurse students can be held  by incorporating lessons or materials related to emotional intelligence in nursing curriculum. Further research is needed to explore how much emotional intelligence affect nurse’s performance and explore the component of emotional intelligence which is most influence nurse’s performance in applying nursing care. Keywords : emotional intelligence, nurse’s performance, nursing care. Abstrak: Kecerdasan emosional yang rendah merupakan salah satu kelemahan sumber daya manusia di negara berkembang. Kecerdasan emosional merujuk ke kumpulan keterampilan nonkognitif yang mempengaruhi kemampuan seseorang. Kecerdasan emosional merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan.Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan. Metode: menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di Irina A RSUP Prof. Dr. D. R. Kandou Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 37 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: analisis menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) dan menunjukan nilai p=0.006. Simpulan: terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Irina A RSUP Prof. Dr. D. R. Kandou Manado. Saran: program pelatihan kecerdasan emosional dapat diberikan bagi perawat untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional dapat dipertimbangkan sebagai faktor dalam seleksi perawat. Pelajaran yang berkaitan dengan kecerdasan emosional dapat ditambahkan pada kurikulum pendidikan keperawatan. Penelitan lanjut yang dapat melihat besar pengaruh kecerdasan emosional tehadap kinerja perawat dan menjunjukan wilayah kecerdasan emosional mana yang paling berhubungan/mempengaruhi kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan. Kata Kunci : kecerdasan emosional, kinerja perawat, asuhan keperawatan
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT PELAKSANA DI IRINA A RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Pangemanan, Elsa; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5161

Abstract

Abstract: Background Installation Inpatient (IRINA) A RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado is the inpatient unit for surgical patients. Time management of nurses in performing their duties can affect work productivity. The purpose of this study was to determine the relationship between time management and the productivity of nurses. Research Methods of the study uses analytical survey research design with cross sectional approach. This study uses total sampling method with a sample of 45 nurses who were on IRINA A. Data was collected through observation for time management and the productivity of nurses. Furthermore, the data were analyzed using the chi-square test with a significance level (α) 0:05. The research results of chi-square test, with ρvalue = 0.004 ≤ α = 0.05 indicates that there is a significant relationship between time management and productivity of nurses work. For time management, with a good category = 31 (68.8%), and the less good = 14 (31.2%). As for the work productivity, with Productive category = 33 (73.3%), and the less productive = 12 (26.7%). The conclusion of this research is there is a relationship between time management and productivity of nurses work in IRINA A. Suggestions from the research nurses are expected to further improve the existing time management and the work productivity. And more disciplined again in a set time. Keywords: Time management, Work Productivity Abstrak: Latar Belakang Instalasi Rawat Inap (IRINA) A RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado merupakan ruang rawat inap yang merupakan ruang perawatan untuk pasien bedah. Manajemen waktu perawat dalam melakukan tugasnya dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksana. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian menggunakan metode total sampling dengan sampel 45 orang perawat di IRINA A. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk manajemen waktu dan produktivitas kerja perawat pelaksana. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil Penelitian uji chi-square, dengan ρvalue = 0,004 ≤ α = 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksana. Manajemen waktu dengan kategori baik = 31 (68.8%), dan kurang baik = 14 orang (31,2%). Sedangkan untuk produktivitas kerja dengan kategori produktif = 33 (73,3%), dan kurang produktif = 12 (26,7%). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksana di IRINA A. Saran dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat lebih meningkatkan manajemen waktu yang ada dan produktivitas kerja. Serta lebih disiplin lagi dalam mengatur waktu. Kata Kunci: Manajemen waktu, Produktivitas Kerja