Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCAFFOLDING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI TUBBI hamid, abd; ali P., muhammad; reskiah, reskiah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.3354

Abstract

Model Pembelajaran Scaffolding yang tidak terstruktur, sehingga Siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit berakibat pada rendahnya hasilabelajar matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperime,yang bertujuan untuk melihat Pengaruh ModelmPembelajaran Scaffoldingmterhadap Kemampuan PemecahanmMasalah Pesertaddidik Kelas VII SMPnNegeri Tubbi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Tubbi. Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi barat. Dengan populasi siswa kelas VII Tahun Pelajaran 2020/2021 yang terdiri dari 3 kelas paralel dan sampelnya dipilih 2 kelas dengan cara random yaitu kelas  VIIa dan kelas VIIb. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester genap Tahun Pelajaran 2020/2021 yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan untuk tiap kelas eksperimen dan dua kali pertemuan untuk tes hasil belajar .Dari hasil Penelitian menunjukan bahwa : rata rata hasil belajar pre test yang menerapkan Model Pembelajaran Scaffolding adalah 30, 63 dengan standar deviasi 14,797. Skor maksimumnya adalah 60 dan skor minimumnya adalah 10. Sedangkan pada post test rata-ratasskor tes hasilbbelajar adalah 65,78 dengannstandar deviasia13,020. Skor maksimum nya 85 dan skor minimumnya 40. Setelah diajarkan pokok bahasan segi empat termasuk criteria tidak tuntas karna tidak mencapai kentuntasan secara klasikal. Sedangkan hasil belajar matematika siswa melalui Pembelajaran langsung pada pre test dengan rata-rata skor 29,66, standar deviasi 14,99, skor maksimumnya adlah 50 dan minimumnya 10. Padapost test di peroleh rata-rata 74,14 dengan standar deviasi 11,334, skor maksimumnya 95 dan minimumnya 45, setelah di ajarkan pokok bahasan segi empat termasuk kriteria tuntas. Dari hasil analisis data terdapatpperbedaan secara signifikan antaraTtingkat hasilbbelajar matematika siswa terhadap ModelpPembelajaran Scaffolding dan Pembelajaran langsung. Secara umum Model Pembelajaran Scaffolding lebih baik dalam hal meningkatkan hasil belajar matematika siswa dibandingkan dengan Pembelajaran langsung.
PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN METODE VARIASI SHADOW DRILL TERHADAP KELINCAHAN FOOTWORK BULUTANGKIS UNTUK ATLET USIA 9 - 12 TAHUN DI PB DAUN MUDA BANJARBARU Setiawan, Muhammad Yuda; Erliana, Mita; Hamid, Abd
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol 10, No 2 (2024): In Proses Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v10i2.57985

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan menggunakan metode variasi Shadow Drill terhadap kelincahan Footwork Bulutangkis untuk atlet usia 9 – 12 tahun di PB Daun Muda Banjarbaru. Metode penelitian praeksperimen diskriftif kuantitatif. Populasi atlet di PB Daun Muda Banjarbaru berjumlah 33 atlet dan tekhnik penentuan sampel menggunakan porposiv sampling jumlah sampel nya sebanyak 10 atlet (usia 9 – 12 tahun).Hasil penelitian pada  tes awal, kelincahaan atlet di PB Daun Muda Banjarbaru yang dimiliki klasifikasi kurang sebanyak 1 atlet dengan presentase 10% dan klasifikasi kurang sekali sebanyak 9 atlet dengan presentase 90%. Setelah diberikan perlakuan 12 kali selanjutnya dilakukan tes akhir, hasil tes akhir klasifikasi kurang sebanyak 6 atlet dengan presentase 60% dan klasifikasi kurang sekali sebanyak 4 atlet dengan presentase 40%.Kesimpulan dari penelitian ada pengaruh latihan shadow drill terhadap kelincahan  footwork bulutangkis pada atlet usia 9 – 12 tahun di PB Daun Muda Banjarbaru.
TINGKAT KETERAMPILAN PUKULAN BACKHAND OVERHEAD DAN SMASH ATLET PB DAUN MUDA BANJARBARU Jaini, Muhammad; Erliana, Mita; Hamid, Abd
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol 10, No 2 (2024): In Proses Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v%vi%i.58489

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Seberapa baik keterampilan  pukulan Backhand overhead dan smash atlet PB Daun Muda Banjarbaru Metode penelitian diskriftif kuantitatif dengan tes pengukuran . Populasi atlet di PB Daun Muda Banjarbaru berjumlah 33 atlet dan tekhnik penentuan sampel menggunakan simple random sampling jumlah sampel nya sebanyak 20 atlet  Hasil penelitian pada  tes kemampuan pukulan backhand overhead pada atlet PB Daun Muda Banjarbaru yaitu semua atlet ( 100% ) mendapatkan skor 22 – 40 Sedangkan smash dengan kriteria sangat baik dengan jumlah 1 orang persentase 5%. Kriteria baik dengan jumlah 13 orang persentase 65%, Kriteria sedang dengan jumlah 6 orang dengan persentase 30% Kesimpulan dari penelitian  hasil penelitian menunjukan bahwa atlet PB Daun Muda Banjarbaru. Dikategorikan  baik
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA Hamid, Abd
Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 13 No I (2023): Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/aktualita.v13i1.526

Abstract

Guru adalah seorang tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada siswa disekolah. Dengan keilmuan yang dimilikinya, guru dapat menjadikan siswanya menjadi orang yang cerdas dan pandai. Guru perlu menguasai suatu strategi atau metode yang tepat dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Dengan guru memiliki strategi mengajar diharapkan belajar menjadi lebih efektif, efisien dan tercapai tujuan yang akan diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi ini adalah guru harus dapat menguasai mengelola kelas dan menguasai kelas. Karena guru memegang tugas yang sangat penting yaitu mengatur dan mengelola kelas, serta membina siswa dengan baik sehingga dalam suasana di kelas guru dapat menguasai kelas dalam memberikan pelajaran kepada siswa dengan hasil yang baik.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Hamid, Abd
Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 13 No II (2023): Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/aktualita.v13iII.610

Abstract

Kepemimpinan merupakan bagian terpenting dalam upaya melakukan perubahan di dalam sebuah lembaga pendidikan Islam seperti madrasah. Kepemimpinan pada hakikatnya bagaimana upaya memengaruhi orang lain agar dapat bekerja dengan tulus untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam seharusnya dapat mengimplementasikan ruh kepemimpinan yang bernafaskan Islam yang syarat dengan nilai-nilai kepemimpinan. Dalam Islam sosok seorang pemimpin itu harus memiliki sifat atau karakter yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yakni benar, transparan, terpercaya, dan memiliki kecerdasan. Walaupun seseorang memahami teori-teori dan karakteristik kepemimpinan tetapi apabila tidak ditopang dengan kompetensi yang mumpuni maka dapat diduga kepemimpinannya akan berjalan di tempat. Seorang pemimpin bukan hanya sekedar mengetahui taktik dan strategi kepemimpinan tetapi yang lebih penting bagaimana menempa kepribadian menjadi pribadi yang tangguh, tahan uji, stabil, dan tetap dalam bingkai kesabaran.
Implementasi Pancasila dalam Kebijakan Ekonomi di Indonesia Hamid, Abd
Idarotuna : Journal of Administrative Science Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Study Office Adminstrative of Akademi Komunitas Teknologi Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/idarotuna.v5i2.107

Abstract

The purpose of this study is to examine how Indonesian economic policy incorporates Pancasila values. Pancasila, the state's fundamental ideology, serves as a framework for the development of governmental policies, including those pertaining to the economy. It is anticipated that pancasila values—such as economic sovereignty, shared prosperity, and social justice—will serve as the foundation for the development of people-supporting policies. However, in reality, neoliberal economic policies, globalization, and international market forces frequently pose obstacles to the adoption of Pancasila ideals. This study examines Indonesia's economic policies at the national and regional levels using qualitative methods and a descriptive-analytical approach. It also assesses how well Pancasila values have been incorporated. The fourth and fifth Pancasila principles are reflected in this study's explanation of the government's responsibility in formulating policies based on people's economic circumstances. The study's findings indicate that while a number of economic measures, including initiatives to reduce poverty and promote equitable economic growth, have attempted to apply Pancasila values, there is a disconnect between the ideals of Pancasila and their practical application. Therefore, in order to strike a balance between economic growth and equitable social welfare distribution, more work is required to improve the integration of Pancasila ideals and economic policies.
Teori-Teori Pendidikan Anak Serta Konsep Pendidikan Anak Dalam Islam Hamid, Abd
Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 15 No 1 (2025): Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting. Penyelenggaraan pendidikan yang paling pertama dan utama adalah pendidikan yang diberikan oleh keluarga, karena keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak, dan di lingkungan keluargalah anak banyak menghabiskan waktunya daripada di lingkungan sekolah. Pendidikan yang diberikan pada anak tidak hanya tentang penguasaan dan pengetahuan, tetapi juga mencakup tentang pendidikan moralnya. Pembentukan moral pada anak usia dini di mulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat penting, karena keluarga mempunyai pengaruh yang besar terhadap nilai-nilai moral yang dimiliki oleh anak. Lingkungan keluarga yang baik akan menghasilkan anak yang baik, begitu pula sebaliknya lingkungan yang kurang baik hasilnya tidak akan baik. Selain itu, dalam pembentukkan moral pada anak usia dini merupakan pondasi awal untuk perkembangan selanjutnya.
LANSKAP BARU TAFSIR SUSASTRA ERA MODERN; STUDI ATAS PENAFSIRAN AL-SYATI DAN IBNU ASYUR Hamid, Abd; Amin, Ahmad Syaifuddin
Mozaic: Islamic Studies Journal Vol 4 No 01 (2025)
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mozaic.v4i01.2276

Abstract

This article explores literary interpretation (tafsir susastra), which has been revitalized with new enthusiasm and methodologies in the modern era. Language and literature, as central icons of i‘jāz al-Qur’ān (the inimitability of the Qur'an), have received significant attention since the early period of Qur’anic exegesis. So, where lies the renewal voiced by modern literary interpretation? Using a descriptive-analytical method, this article examines two modern exegetes recognized for employing the al-adabī style and method in their interpretations: Bintu Syāṭi’, through her works al-Tafsīr al-Bayānī li al-Qur’ān al-Karīm and Maqāl fī al-Insān: Dirāsah Qur’āniyyah, and Ibn ‘Āshūr with his work al-Tahrīr wa al-Tanwīr. The researcher concludes that modern literary tafsir emerged as a response to al-tafsīr al-ijtimā‘ī, which was considered to overlook linguistic interpretation. Presenting the Qur’an as a literary masterpiece not only broadens the scope of expressing its i‘jāz but also enriches the depth of interpretive understanding. Methodologically, literature assumes a position both as a method and as an approach/style in interpretation. Modern literary tafsir introduces new elements such as the thematic (mawḍū‘ī) method, elaboration of tartīb nuzūlī (chronological order of revelation), modern literary theories, and attention to social issues—reflecting the influence of the ijtimā‘ī style. The dominance of adab in an interpretation is also shaped by the exegete’s background.
PELATIHAN KOMPETENSI PROFESIONAL TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Wahira, Wahira; Hamid, Abd; HB, Lukman
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan kompetensi profesional bagi tenaga kependidikan di sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap profesional tenaga kependidikan termasuk staf administrasi, pustakawan, laboran, dan tenaga pendukung lainnya dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah dasar. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik langsung berbasis tugas kerja. Peserta pelatihan berasal dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap peran dan tanggung jawab profesional, serta keterampilan teknis dan administratif yang relevan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi tenaga kependidikan demi mendukung pencapaian tujuan pendidikan dasar yang berkualitas.
Mengurai Prinsip Nilai-Nilai Etis yang Penting dalam Pembelajaran Prospektif Pendidikan Islam Hamid, Abd; Solihin, Choirus
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.309

Abstract

Tujuan Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai etis dalam pendidikan Islam dengan mengacu pada dua kitab klasik yang selama ini menjadi rujukan penting dalam dunia pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kepustakaan dengan mengunakan analisis konten, dengan teknik pengumpulan data melalui penelusuran dan pengkajian mendalam terhadap sumber-sumber literatur tersebut. Maka kesimpulan di temukan, mengajarkan bahwa belajar bukan sekadar mencari ilmu, tetapi juga melatih hati dan membentuk karakter. Nilai seperti niat yang tulus, rasa hormat kepada guru, kesungguhan dalam belajar, kesiapan batin sebelum menuntut ilmu, dan hubungan yang baik antara guru dan murid menjadi inti dari proses pendidikan. Dalam konteks pendidikan saat ini, pendekatan semacam ini menjadi sangat relevan, terutama ketika banyak proses belajar justru terjebak pada pencapaian akademik semata. Dengan kembali pada nilai-nilai etis yang diajarkan dalam khazanah pendidikan Islam, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya