Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

COMPARATIVE STUDY OF THEORETICAL AND FIELD DATA ON SOIL SETTLEMENT PLAZA SUMMARECON BANUNG CASE STUDY Aldi Rachman Pamungkas; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9212

Abstract

This research investigates the discrepancy between theoretical and actual field settlement in soft clay soils, using the Plaza Summarecon Bandung project as a case study. Soil improvement techniques involving preloading and the installation of Prefabricated Vertical Drains (PVD) and Prefabricated Horizontal Drains (PHD) were applied to accelerate consolidation and enhance soil stability. The objective of this study is to compare theoretical settlement calculations with actual field measurements, identify contributing factors to discrepancies, and propose refinements to the theoretical models. The research method involves collecting soil investigation data, field monitoring data (Settlement Plates), and project construction documentation. Theoretical settlement was calculated using Terzaghi’s one-dimensional consolidation theory and extended with Barron and Hansbo's PVD acceleration models. Field settlement data were analyzed over time to create settlement curves and evaluate actual behavior during the preloading period. Findings show that actual settlement significantly deviates from theoretical predictions. The settlement prediction accuracy for Settlement Plate (SP) 1 is 25.43%, SP-2 is 46.97%, and SP-3 is 94.40%. The deviation is primarily due to incomplete soil investigation data, omission of construction and indirect loads in theoretical models, and inconsistencies in field monitoring. Additionally, differences in PVD patterns (triangular vs. square) affected the time to 90% consolidation, with triangular layouts achieving faster results due to better service area coverage. This study concludes that theoretical models can be refined by incorporating site-specific factors, adhering to standard soil investigation protocols, and improving field monitoring practices. It emphasizes the importance of accurate modeling and continuous instrumentation for ensuring reliable ground improvement in soft soil areas.
PERENCANAAN JEMBATAN BETON BERTULANG PADA JALAN PUSUK-PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Muhammad Huzaifah; Wahiddin Wahiddin; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9702

Abstract

Jembatan Pusuk-Pemenang merupakan infrastruktur transportasi yang direncanakan pada ruas jalan Pusuk-Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, guna mengatasi kepadatan lalu lintas serta meningkatkan konektivitas antara Kota Mataram dan kawasan wisata Lombok Utara. Penelitian ini bertujuan merencanakan dimensi elemen struktur bangunan atas dan bangunan bawah jembatan beton bertulang tipe balok-T, bentang tunggal 24 meter, Kelas A, 2 jalur, menggunakan material fc' = 30 MPa dan fy = 400 MPa. Metode meliputi analisis pembebanan berdasarkan SNI 1725:2016, analisis gempa berdasarkan SNI 2833:2016, serta desain penulangan berdasarkan RSNI T-12-2004, dengan pemodelan dan analisis struktur 3D menggunakan program bantu rekayasa struktur. Hasil perencanaan: (1) plat lantai kendaraan setebal 250 mm dengan tulangan D16-125 mm (tumpuan) dan D13-500 mm (lapangan); (2) gelagar balok-T 600 x 1.800 mm sebanyak 5 buah, tulangan longitudinal D29, sengkang O12-300 mm; (3) abutment tinggi 9 m dengan pondasi tiang pancang diameter 60 cm, 7 pasang per abutment; (4) gaya gempa rencana dengan koefisien respons seismik Cs = 0,283 menghasilkan gaya lateral total 250.147 kg. Seluruh elemen struktur memenuhi persyaratan kekuatan dan keamanan sesuai standar yang berlaku.
PERENCANAAN ULANG (REDESIGN) FONDASI BOREDPILE APARTEMEN GRAND SHAMAYA SURABAYA Raden Mas Dimas Satriyo Cahyodiningrat; Moch. Sholeh; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3685

Abstract

Apartemen Grand Shamaya di Surabaya memiliki klasifikasi tanah lempung dan daya dukung yang lemah. Salah satu fondasi boredpile sedikit mengalami penurunan bahkan sebelum menerima beban struktur atas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat desain baru dengan diameter dan kedalaman yang berbeda dengan menghitung pembebanan struktur atas, daya dukung fondasi, penurunan fondasi, mengetahui metode pelaksanaan boredpile, dan biaya pekerjaan boredpile. Data yang diperlukan untuk perencanaan berupa data penyelidikan tanah, gambar DED, harga satuan pekerjaan Jawa Timur tahun 2023, serta data perencanaan gedung. Perhitungan pembebanan menggunakan bantuan software Robot Structural Analysis untuk mencari reaksi tumpuan pada kolom. Kemudian untuk menentukan daya dukung menggunakan metode Meyerhof dan α, sedangkan perhitungan penurunan menggunakan metode Vesic. Hasil dari analisis pembebanan didapat reaksi tumpuan terbesar pada node 325 di bagian raft sebesar 105974,55 kN, node 67 pada Pilecap Tipe 1 sebesar 4526,97 kN, node 273 pada Pilecap tipe 2 sebesar 9439,85 kN, dan node 269 pada Pilecap tipe 3 sebesar 11528.92 kN. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan dimensi boredpile paling efektif adalah berdiameter 1,3 m dengan kedalaman 60 m. Kemudian daya dukung fondasi didapatkan sebesar 4857.94 kN (Tipe1), 9715.89 kN (Tipe2) dan 14573.83 kN (Tipe3), sedangkan penurunan fondasi total didapatkan sebesar 0,044 m (Tipe1), 0,276 m (Tipe2), 0,311 m (Tipe3), dan 0,1425 m (Raft). Selanjutnya metode pelaksanaan mennggunakan mesin bor berdiameter 1,3 m dengan biaya pekerjaan sebesar Rp207.971.600.480.
ANALISIS PERBAIKAN STABILITAS LERENG DENGAN METODE KOMBINASI VEGETASI DAN SOIL NAILING DI AREA PROYEK SPILLWAY BENDUNGAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK Annisa Dewi Rahmawati; Moch. Sholeh; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.3862

Abstract

Lereng di area proyek Bengdungan Tugu, Kabupaten Trenggalek memiliki kemiringan eksisting 1:0,6 tanpa perkuatan, dan panjang 24,713 m. Perhitungan kondisi eksisting dengan GeoStudio SLOPE/W 2012 didapatkan FK 0,650 tanpa beban gempa dan 0,415 dengan beban gempa. Hasil perhitungan yang tidak memenuhi nilai faktor keamanan tersebut merupakan data eksisting yang penulis gunakan untuk memperbaiki stabilitas lereng tersebut. Pekerjaan yang dilakukan untuk perbaikan stabilitas lereng meliputi penanaman rumput vetiver dan soil nailing. Data yang diperlukan meliputi data hasil boring log, yaitu data kohesi, sudut geser dalam, dan berat isi tanah. Pada pekerjaan rumput vetiver dilakukan penggujian menggunakan 3 jenis sampel tanah, sedangkan pada pengaplikasian soil nailing dilakukan percobaan dengan 4 kemiringan nail yang berbeda. Dari hasil perhitungan pekerjaan stabilitas dengan rumput vetiver, didapatkan nilai faktor keamanan terbesar pada pengujian sampel 3 sebesar 0,899 tanpa beban gempa dan 0,594 dengan beban gempa. Sehingga perlu ditambahkan perkuatan soil nailing dengan kemiringan 20° dan didapatkan FK  sebesar 2,138 tanpa beban gempa dan 1,142 dengan beban gempa. Rencana anggaran biaya untuk seluruh pekerjaan sebesar Rp 2.978.041.000,-
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG CERUCUK BAMBU DAN MINIPILE BERDASARKAN DESAIN, METODE, BIAYA, DAN WAKTU PROYEK PENINGKATAN JALAN EMPUNALA KOTA MOJOKERTO M. Adiya Dafa Fernanda; Susapto Susapto; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4068

Abstract

Jl. Proyek Peningkatan Empuanala menggunakan pondasi tiang pancang bambu cerucuk (runcing) yang memiliki kelemahan berupa patah dan retak di lapangan. Oleh karena itu, analisis ini membandingkan tiang bambu cercucuk dan tiang mini untuk mengetahui kelayakan dari segi desain, waktu, dan biaya. Data yang dibutuhkan adalah shop drawing pondasi, hasil Cone Penetration Test titik S-04 dan S-05, harga sewa alat berat, harga material dan harga satuan kerja Mojokerto tahun 2022, dan produktivitas alat berat. Metode Mayerhoff, Bagemann, dan Ruitter dan Beringen diterapkan untuk mengetahui daya dukung. Metode pelaksanaan mengacu pada Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi atau RMPK dari kontraktor. Analisis tersebut menghasilkan Daya dukung 23.884 ton dengan faktor keamanan 0,51 dengan Metode Mayerhoff; 57,481 ton dengan 1,24 dengan Metode Bangemann, dan 42,386 ton dengan 0,92 dengan Metode DeRuitter Beringen; melaksanakan tumpukan bambu cerucuk yang langkahnya lebih sedikit dari pada tumpukan mini; pekerjaan tiang mini membutuhkan waktu 5 hari kerja dengan biaya Rp82.404.306,- dan pekerjaan tiang pancang bambu cerucuk 14 hari kerja dengan biaya Rp.25.734.342,-
PERENCANAAN ULANG FONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUSUNAWA SURABAYA TIMUR Sufi'an Akbar Muhammad; Moch. Sholeh; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4290

Abstract

Kota Surabaya menjadi kota terpadat di Jawa Timur dan tingkat populasi semakin meningkat sehingga memerlukan tempat tinggal yang dapat memuat banyak orang dan lahan yang digunakan seminimal mungkin. Permasalahan yang akan penulis bahas adalah pembebanan struktur bangunan, daya dukung tiang, penurunan kelompok tiang, metode pelaksanaan dan rencana anggaran biaya untuk membandingkan dengan kondisi awal. Perhitungan pembebanan struktur atas bangunan mengacu pada SNI 2847-2019 dan analisis menggunakan bantuan RSAP 2019. Perhitungan beban angin mengacu pada SNI 1727-2020. Perhitungan beban gempa mengacu pada SNI 1726-2019. Desain fondasi menggunakan fondasi tiang bor dengan mutu beton. Perhitungan daya dukung fondasi menggunakan data hasil uji penetrasi di lapangan (Standard Penetration Test)). Perhitungan dimensi tumpukan mengacu pada SNI 2847-2019. Perkiraan Anggaran Biaya menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Kota Surabaya. Hasil analisis diperoleh daya dukung kelompok tiang total sebesar 957,303 ton, dengan jumlah tiang 498 tiang, menggunakan alat Drilling Pucket , diameter bor menggunakan 50 cm, kedalaman 27 meter, dan biaya pekerjaan pondasi dan pile cap sebesar Rp. 4.568.435.498,00.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE INDEKS KONDISI PERMUKAAN (IKP) PADA JALAN IR. SOEKARNO KOTA BATU Nida Athiyyah Husniyah; Nain Dhaniarti Raharjo; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4408

Abstract

Jalan Raya Ir. Soekarno Kota Batu sepanjang 5,2 km merupakan jalan provinsi atau jalan utama penghubung antara kota Malang dan kota Batu. Dengan bertambahnya volume lalu lintas dapat mempengaruhi kekuatan dan umur rencana dari struktur perkerasan. Mengingat jalan yang sudah dibangun, apabila tanpa adanya pemeliharaan yang baik akan menyebabkan kerusakan yang fatal pada jalan tersebut. Permasalahan yang tampak di jalan Ir. Soekarno kebanyakan jalan yang berlubang, pelepasan butir, retak, dan warna aspal yang memudar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan, memperoleh nilai kondisi kerusakan, memperoleh alternatif penanganan jalan, dan mendapatkan anggaran biaya yang diperlukan. Sistem penilaian kondisi perkerasan jalan mengacu pada pedoman IKP Pd-01-2016-B. Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) adalah salah satu indikator untuk penilaian kondisi perkerasan jalan. Data primer yang diperlukan pada penelitian ini yaitu hasil survei kondisi kerusakan secara visual, sedangkan data sekunder yang dibutuhkan yaitu data lalu lintas harian, data teknis jalan, data CBR, dan Harga satuan pekerjaan PUPR 2022. Dari hasil survei jalan kolektor primer di jalan Ir. Soekarno kota Batu didapatkan hasil kondisi retak buaya 12%, tambalan 58%, retak memanjang/melintang 4%, pelepasan butir 10%, pengausan agregat 12%, Lubang 3% dan retak tepi 2%. Nilai kondisi rata-rata pada STA 9+900 – 15+100 pada ruas jalan Ir. Soekarno Kota Batu untuk arah Malang ke Kota Batu sebesar 62,37% dan arah Batu ke Malang sebesar 66,33% sehingga kedua arah tersebut memiliki nilai kondisi jalan sedang (fair). Untuk rencana perbaikan jalan Ir. Soekarno Kota Batu dibutuhkannya penanganan seperti latasir dan overlay dengan estimasi biaya penanganan sebesar Rp.3,479,988,418. Mengetahui kerusakan jalan Ir. Soekarno kota Batu diharapkan sebagai acuan bagi pemerintah agar segera diperbaiki dan ditangani segera permasalahan jalan tersebut sesuai dengan klasifikasi jalan agar memberikan rasa nyaman bagi para pengguna.
PERBANDINGAN PERENCANAAN DAN METODE PELAKSANAAN FONDASI TIANG BOR DENGAN FONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG RSUD BANGIL Utari Nindy Safira; Moch. Sholeh; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4591

Abstract

Sebagai penunjang pembangunan sektor bidang jasa dibutuhkan pembangunan prasarana dan sarana fisik seperti bangunan rumah sakit, pembangunan prasarana jalan sebagai penghubung, jembatan, serta infrastruktur lainnya. Salah satu bangunan prasarana yang didirikan yaitu gedung RSUD Bangil. Dengan studi kasus gedung tersebut, penulis ingin membandingkan fondasi tiang bor yang digunakan pada gedung RSUD Bangil sesuai kondisi perencanaan di lapangan dan merencanakan ulang menggunakan fondasi tiang pancang dengan tiang bor dengan judul skripsi “Perbandingan Perencanaan dan Metode Pelaksanaan Fondasi Tiang Bor dengan Fondasi Tiang Pancang Pada gedung RSUD Bangil. Dengan data penyelidikan tanah (Data Sondir) dan gambar perencanaan. Hasil dari analisis perbandingan kedua jenis fondasi tiang didapatkan bahwa daya dukung tiang tunggal maupun daya dukung tiang kelompok fondasi tiang pancang lebih besar daripada daya dukung tiang tunggal maupun daya dukung tiang kelompok fondasi tiang bor. Penurunan kedua tiang sudah memenuhi yaitu tidak melebihi penurunan izin sebesar 222 mm untuk fondasi tiang bor dan penurunan izin sebesar 200 mm untuk fondasi tiang pancang. Sedangkan biaya pelaksanaan fondasi tiang bor pada gedung RSUD Bangil sebesar Rp 2,375,106,610 dan fondasi tiang pancang pada gedung RSUD Bangil sebesar Rp 2,099,854,977. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya pelaksanaan fondasi tiang pancang lebih murah.
ANALISIS PERBANDINGAN FONDASI TIANG PANCANG DAN TIANG BOR PADA GEDUNG KANTOR PT. UBS SURABAYA Yulinda Sukma Anggraini; Moch. Sholeh; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5583

Abstract

Tujuan dari skripsi ini adalah menghitung daya dukung dan penurunan fondasi, menentukan metode pelaksanaan dan menghitung rencana anggaran biaya dan menentukan jenis fondasi yang lebih efisien dari segi biaya dengan waktu yang dianggap relatif sama pada gedung kantor PT. UBS yang dibangun di atas tanah lempung pada lingkungan padat penduduk.. Perhitungan struktur atas gedung pada skripsi ini mengacu pada SNI 1727:2020 dan dianalisa menggunakan software Robot Structural Analysis Professional (RSAP) 2019. Perhitungan beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Desain fondasi menggunakan tiang pancang prestressed concrete pretension spun pile dan tiang bor cor in-situ beton mutu 30 MPa. Perhitungan daya dukung fondasi menggunakan hasil data uji penetrasi lapangan (SPT). Perhitungan dimensi pile cap mengacu pada SNI 2847:2019. Perhitungan rencana anggaran biaya menggunakan Analisa Harga Satuan Kota Surabaya. Hasil analisis didapat beban struktur atas pada As 2B sebesar 8142,39 kN (kombinasi ASD) dan 10034,28 kN (kombinasi LRFD); pada fondasi tiang pancang nilai daya dukung tiang tunggal sebesar 773,16 kN; daya dukung kelompok sebesar 8849,90 kN; menggunakan alat berat Hydraulic Static Pile Driver dengan metode sistem pemancangan tekan; untuk biaya proyek sebesar Rp6,799,789,000.00. Sedangkan pada fondasi tiang bor didapat nilai daya dukung tiang tunggal sebesar 717,86 kN; daya dukung kelompok sebesar 8614,08 kN; menggunakan alat Rotary Drilling Machines; untuk biaya proyek sebesar Rp7,112,564,000.00. Dimensi untuk kedua jenis fondasi sama yaitu dengan panjang tiang 25 m dan ∅60 cm.
ALTERNATIF DESAIN FONDASI TIANG PANCANG PADA PILAR P9A – P11A FLYOVER ALOHA SIDOARJO Alda Dwi Cecilia; Moch. Sholeh; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5671

Abstract

Proyek pembangunan Flyover Aloha memiliki struktur dari jalan akses Bandara Juanda menuju Surabaya sepanjang 423 meter (FO B) dan Sidoarjo menuju Bandara Juanda sepanjang 435 meter (FO A). Fondasi eksisiting yang digunakan adalah fondasi borpile dengan menggunakan casing. Casing tersebut ditinggalkan di dalam tanah sebagai cangkang permanen. Hal tersebut akan sangat menentukan dari segi biaya, mengingat cangkang tersebut terbuat dari baja. Oleh karenanya, penulis merencanakan kembali jenis fondasi yang digunakan tersebut sebagai alternatif desain fondasi, yaitu menggunakan Fondasi Tiang Pancang. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakaan fondasi yang lebih efisien dan efektif dari segi biaya, lama waktu proses pekerjaan. Pada perencanaannya, penulis hanya meninjau berdasarkan beberapa sampel titik (P9A, P10A, dan P11A) sebagai acuan perhitungan perencanaan. Pengujian SPT (Standard Penetration Test) dilakukan hingga kedalaman 60 m dan diketahui jenis tanah dominan lempung. Metode perhitungan pembebanan menggunakan perhitungan manual dan menggunakan aplikasi StaadPro V8i. Hasil dari analisis perhitungan pembebanan struktur atas diperoleh sebesar 13196,426 kN. Metode perhitungan daya dukung tiang menggunakan rumus dari Mayerhoff (1976) dan Vesic (1977). Hasil dari perencanaan fondasi tiang pancang ini diperoleh dimensi fondasi berdiameter 1 m, panjang 45 m, dan tiang sebanyak 9 buah. Mengingat lokasi pelaksanaan berada pada pusat keramaian, penulis menggunakan metode Hidraulic Jack In sebagai alternatif untuk menggurangi gangguan sekitar selama pekerjaan berlangsung. Nilai Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan fondasi tiang pancang pada satu pilar yang ada di Flyover Aloha Sidoarjo adalah sebesar Rp. 1,089,194,799.57.