Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS LERENG HILIR SPILLWAY PROYEK BENDUNGAN BAGONG TRENGGALEK MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE COUNTERFORT Nicky Rana Afifah; Moch. Sholeh; Ikrar Hanggara
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5681

Abstract

Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek terdapat lereng dengan kemiringan curam yang berpotensi longsor, sehingga diperlukan perkuatan menggunakan dinding penahan tanah tipe counterfort. Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan metode Fellenius. Stabilitas dinding penahan dianalisis terhadap penggulingan, pergeseran, dan kapasitas daya dukung tanah. Evaluasi stabilitas kelongsoran global juga dilakukan setelah penambahan dinding counterfort menggunakan perhitungan manual dan software Geo5. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa faktor keamanan lereng eksisting dalam kondisi normal adalah 1,18 dan kondisi gempa adalah 0,77 dengan perhitungan manual, serta 0,97 dan 0,86 menggunakan software Geo5. Stabilitas dinding counterfort dengan dimensi lebarnya 6,16 meter dan tingginya 8,20 meter memiliki faktor keamanan terhadap guling, geser, dan kapasitas daya dukung sebesar 3,44; 3,32; dan 8,26 dalam kondisi normal, serta 2,47; 1,35; dan 8,23 pada kondisi gempa melalui perhitungan manual. Analisis menggunakan program menunjukkan nilai 3,37; 2,15; dan 8,34 dalam kondisi normal, serta 2,02; 1,14; dan 5,94 pada kondisi gempa. Setelah penambahan dinding counterfort, faktor keamanan lereng mencapai 1,65 pada kondisi normal dan 1,19 pada kondisi gempa menggunakan program, serta 1,67 dan 1,54 secara manual. Pelaksanaan dinding counterfort meliputi galian tanah, pembesian, bekisting, pengecoran, dan pemeliharaan beton. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dinding penahan tanah tipe counterfort sebesar Rp 5.213.208.000,00 dengan panjang dinding 70,80 meter.
ANALISIS FONDASI BORED PILE PADA TOWER A PROYEK RUSUN RAWA BUNTU SERPONG TANGERANG SELATAN Zitha Hertina Saraswati; Moch. Sholeh; Novita Anggraini
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5751

Abstract

Proyek Pembangunan Tower A Rusun Rawa Buntu merupakan proyek gedung bertingkat 32 lantai dengan luas bangunan 1.549  dan ketinggian 99 m. Fondasi pada bangunan tersebut menggunakan bored pile raft foundation dengan diameter 1 m pada kedalaman 25 m yang sudah sesuai. Perbandingan dimensi bored pile lain untuk mengetahui daya dukung terbesar, penurunan terkecil, serta ekonomis dari segi volume dan biaya perlu dianalisis. Pada penelitian ini, analisis daya dukung dan penurunan dilakukan secara manual dan numerik (Plaxis 2D) pada eksisting (diameter 1 m kedalaman 25 m) dan perencanaan baru (diameter 0,6 m kedalaman 15, 25, 30 m; diameter 0,8 m kedalaman 15, 25, 30 m; diameter 1 m kedalaman 15, 30 m; dan diameter 1,2 m kedalaman 15, 25, 30 m) berdasarkan data SPT BH-1. Analisis menggunakan metode Meyerhof dan Reese & Wright untuk daya dukung tiang tunggal serta Vesic dan Meyerhof untuk penurunan tiang tunggal dan kelompok. Dari perhitungan program RSAP 2024, didapatkan beban aksial terbesar yaitu  = 215431,42 kN (ASD) dan  = 292147,99 kN (LRFD). Berdasarkan SNI 8460-2017, daya dukung dan penurunan memenuhi syarat apabila  >  dan  < . Kondisi tersebut terjadi pada kedalaman 25 m (diameter 0,8; 1; 1,2 m) dan kedalaman 30 m (diameter 0,6; 0,8; 1; 1,2 m). Bored pile yang lebih memenuhi syarat dari segi daya dukung dan penurunan serta ekonomis dari segi volume dan biaya, yaitu bored pile diameter 0,60 m pada kedalaman 30 m serta dimensi raft foundation 31 m 11 m 1 m. Dengan daya dukung  manual = 217151,23 kN serta penurunan  manual = 0,0210 m dan  Plaxis 2D = 0,0381 m. Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan senilai Rp 5.960.952.085,44 dengan metode pelaksanaan menggunakan Bored Pile Mini Crane mulai dari pekerjaan pembersihan lahan hingga pengecoran raft foundation.
ANALISIS DESAIN FONDASI BORED PILE PADA PROYEK JALAN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI PAKET 1 Yunia Maulidiyah; Moch. Sholeh; Trias Rahardianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5868

Abstract

Overpass SS Kraksaan pada Proyek Pembangunan Jalan tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 1 di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ada dalam kategori proyek strategis nasional. Bagian abutment overpass SS Kraksaan memiliki panjang bentang 20,60 m menggunakan struktur fondasi tiang bor berdiameter 0,8 m dengan kedalaman 28 m. Berbagai literatur telah membahas tentang penggunaan tiang bor pada abutment, namun pembahasan tentang pemilihan diameter optimal fondasi tiang bor yang spesifik untuk kondisi dan karakteristik geoteknik di lokasi pembangunan overpass SS Kraksaan ini belum dijumpai. Penelitian ini menganalisis alternatif penggunaan bored pile pada abutment overpass SS Kraksaan dengan variasi diameter 0,6 m, 0,8 m, dan 1 m pada kedalaman 25 m dan 28 m. Perhitungan pembebanan struktur atas bangunan mengacu pada SNI 1725- 2016 dan dianalisa menggunakan software STAAD.Pro CONNECT Edition V22, dengan memperhitungkan beban gempa yang mengacu pada SNI 2833-2016. Perhitungan daya dukung fondasi menggunakan data pengujian SPT (Standard Penetration Test). Perhitungan rencana anggaran biaya menggunakan analisa harga satuan pekerjaan Kota Probolinggo 2023. Hasil analisa menunjukkan bahwa fondasi dengan diameter 0,8 m dan kedalaman 28 m lebih efisien dan efektif dibandingkan alternatif diameter dan kedalaman lain yang ditinjau. Nilai daya dukung kelompok tiang fondasi tersebut adalah 109.318,91 kN dengan jumlah 14 buah tiang dan nilai penurunan kelompok tiang 0,047 cm. Tulangan utama fondasi menggunakan 19D25 dan tulangan geser Ø13-200 mm. Rencana anggaran biaya untuk fondasi tiang bored pile dan pile cap sebesar Rp 3.397.087.761,14.
ANALISIS FONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN DATA SPT PADA JEMBATAN DI TOL CIPULARANG KM 71 Imron Sahroni; Moch. Sholeh; Devi Zettyara
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5953

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung di Jalan Tol Cipularang KM 71 terletak di Kawasan Kota Bukit Indah Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Pada kondisi eksisting proyek ini menggunakan jenis fondasi tiang bor. Hasil pengamatan pelaksanaan di lapangan terdapat beberapa kendala antara lain terjadinya kelongsoran pada lubang tiang dan adanya faktor air hujan yang dapat mempengaruhi mutu beton. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisis tentang penggantian jenis fondasi eksisting tiang bor menjadi tiang pancang, dengan tujuan untuk mendapatkan desain rencana fondasi yang lebih efisien dan ekonomis. Analisis pembebanan dilakukan dengan alat bantu sotfware StaadPro V8i. Metode perhitungan daya dukung tiang menggunakan rumus dari Mayerhoff yang mengacu pada data SPT. Hasil analisis pembebanan struktur di bagian abutment sebesar 22324,5 kN dan dibagian pilar sebesar 48448,23 kN. Diameter fondasi yang paling efektif digunakan berdasarkan daya dukung, penurunan dan biayanya pada abutment adalah Ø 1,2 m dan pada pilar adalah Ø 1 m. Hasil daya dukung fondasi pada abutment dengan Ø1,2 m sebesar 24809,236 kN dengan penurunan fondasi 6,57 cm dan biaya sejumlah Rp 966.735.315,75; sedangkan daya dukung pada pilar dengan Ø1 m sebesar 50617,160 kN dengan penurunan fondasi 9,01 cm dan biaya sejumlah Rp 1.716.648.467,54. Metode pelaksanaan yang dipilih adalah pemanfaatan alat berat Hydraulic Jack In pada saat proses pemancangan dengan pertimbangan faktor keamanan dan kebisingan.
ANALYSIS OF MUD VULCANO (LUSI) EMBANKMENT DAMS STABILITY WITH SHEET PILE AND PVD USING FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Ach Bustomi Zuhri; Moch. Sholeh; Mohamad Zenurianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6050

Abstract

The Lumpur Sidoarjo air shelter at point 68 in the Kedungbendo area had a loosening on April 10, 2018. It is frequently employed to analyse the use of finite elements in an effort to find the slope's security factor. Through software modelling, the researchers attempted to evaluate the parameters that affected the lapindo mud slopes' stability. The Mohr-Coulomb method and 2D Plaxis V20 are used in conjunction with the finite element method. Furthermore, a comparison is performed using the Geo5 2024 Trial Version application. We can ascertain the influence of the seismic-free slope security factor and its impact according to SNI using this geotechnical assistance programme. The Geotechnical Aid Program's security factor values are nearly same, and the Geo5 2024 Trial. The difference is caused by the addition of the modulus unloading and reloading parameter in version. Additionally, the study assessed the efficiency of prefabricated vertical drains (PVD) and sheet piles for slope reinforcement. In the absence of PVD, the 90% consolidation time equals 868.3 days, so the safety factor is 1.59. With PVD, the 90% integration time is only 258 days, and the safety factor is 1.60. PVD has been shown to be an effective instrument for accelerating the soil consolidation process without compromising the structure's stability. 
ANALISIS PERBAIKAN TANAH METODE PRELOADING KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL TRANS SUMATERA Larasati Putri Y; Novita Anggraini; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6065

Abstract

Pada Proyek Jalan Tol Indrapura – Kisaran terdapat permasalahan berupa tanah lempung lunak (soft clay). Setelah dilakukan penyelidikan tanah berupa penyelidikan N-SPT diketahui bahwa tanah lunak (N>5) pada area yang akan dilewati proyek jalan tol ini sampai pada kedalaman 17m dengan muka air tanah berada pada 0.47m dibawah permukaan tanah. Penurunan konsolidasi merupakan masalah geoteknik yang umum terjadi, terutama di daerah yang terdiri dari tanah lunak. Hal ini disebabkan oleh keluarnya air pori yang diakibatkan peningkatan tegangan pada massa tanah. Pada pembangunan jalan tol di atas tanah lunak memerlukan analisis yang berkaitan dengan besar dan lama penurunan konsolidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penurunan tanah ketika tanpa adanya perbaikan tanah dibandingkan dengan perbaikan tanah menggunakan metode Preloading kombinasi dengan Prefabricated Vertical Drains (PVD). Preloading adalah suatu teknik metode perbaikan tanah dimana konsolidasi tanah dapat dicapai dalam jumlah yang cukup besar sebelum pembebanan konstruksi rencana. Berdasarkan penyelidikan tanah, karakteristik lapisan tanah merupakan tanah lempung yang berpotensi mengalami penurunan konsolidasi yang cukup besar dan lama. Hasil analisis penurunan jalan tol di daerah penelitian adalah sebesar 3,655 meter. Dibutuhkan waktu 84 tahun untuk konsolidasi primer mencapai derajat konsolidasi 90%. Namun, pada metode Hansbo diterapkan preloading kombinasi PVD dengan mencoba dua pola konfigurasi yaitu segitiga dan segiempat pada kedalaman 17 meter, untuk variasi jarak pemasangan PVD 0,8m; 1m; 1,25m; 1,5m dan 1,75m. Kesimpulan dari jarak pemasangan PVD dan preloading yang efisien adalah pemasangan dengan pola segiempat dan berjarak 1,25m dengan waktu 23 minggu untuk mencapai derajat konsolidasi 90%. Maka, dapat disimpulkan metode perbaikan tanah lunak menggunakan preloading dengan kombinasi PVD terbukti efisien untuk mempercepat proses konsolidasi tanah.