Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG PERPUSTAKAAN UMUM DI KABUPATEN JOMBANG Cindy Febriawati; Agustin Dita Lestari; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.6915

Abstract

Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah dengan fasilitas pendidikan mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi sehingga perlu adanya fasilitas perpustakaan yang memadai. Di Kabupaten Jombang terdapat satu perpustakaan umum yang masih kurang diminati oleh masyarakat sehingga perlu dilakukan perencanaan gedung perpustakaan baru dengan bangunan yang lebih besar dengan fasilitas yang lebih lengkap agar menarik minat masyarakat. Perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil desain struktur dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).  Data yang digunakan adalah data primer berupa data perencanaan teknis dan denah. Untuk data sekunder berupa data HSPK Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2024. Pedoman yang digunakan mengacu pada SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, SNI 1726:2019. Hasil perencanaan ini meliputi pelat lantai dan pelat atap dengan tebal 120 mm dengan tulangan pokok D13-150 dan tulangan susut D8-200. Balok B1 arah x berdimensi 400/600 dengan tulangan tarik 7D22 dan tulangan tekan 4D22 (tumpuan) serta tulangan tarik 4D22 dan tulangan tekan 2D22 (lapangan) serta tulangan transversal P12-50 (tumpuan) dan P12-100 (lapangan). Balok B1 arah y berdimensi 400/600 dengan tulangan tarik 9D22 dan tulangan tekan 5D22 (tumpuan) serta tulangan tarik 6D22 dan tulangan tekan 3D22 (lapangan) serta tulangan transversal menggunakan P13-50 (tumpuan) dan P13-100 (lapangan). Balok B2 arah x berdimensi 300/450 dengan tulangan tarik 6D19 dan tulangan tekan 3D19 (tumpuan) dan tulangan tarik 2D19 dan tulangan tekan 2D19 (lapangan) serta tulangan transversal menggunakan P10-50 (tumpuan) dan P10-100 (lapangan). Balok B2 arah y berdimensi 300/450 dengan tulangan tarik 5D19 dan tulangan tekan 3D19 (tumpuan) dan tulangan tarik 3D19 dan tulangan tekan 2D19 (lapangan) serta tulangan transversal menggunakan P10-50 (tumpuan) dan P10-100 (lapangan). Kolom interior K1 berdimensi 750/850 dengan tulangan longitudinal 6D25 serta tulangan transversal D13-100 (tumpuan) dan D13-150 (lapangan). Kolom eksterior K2 berdimensi 700/800 dengan tulangan longitudinal 5D25 serta tulangan transversal untuk K1 dan K2 adalah D13-100 (tumpuan) dan D13-150 (lapangan). Hasil RAB untuk pembangunan struktur atas gedung perpustakaan ini adalah sebesar Rp5,051,365,298.60. 
ANALISIS DAN DESAIN JEMBATAN CANGKANG LENGKUNG DENGAN BENTANG TOTAL 100 METER Chandrayudha Kharisma Hardar; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8157

Abstract

Jembatan Kali Lekso, yang terletak di Jalan Raya Jatitengah, Kec. Selopuro, Kab. Blitar, menghubungkan Desa Mronjo dan Jatitengah yang dipisahkan oleh sungai. Struktur jembatan eksisting merupakan jembatan baja tipe Warren truss peninggalan belanda dengan panjang 100 meter dan lebar jalur lalu lintas hanya 4,5 meter, sehingga kendaraan roda empat atau lebih harus melintasi secara bergantian. Mengingat keterbatasan lebar dan usia jembatan yang sudah tua, diperlukan redesain untuk meningkatkan fungsi dan kapasitas daya dukung. Studi ini mengusulkan desain alternatif berupa struktur pelengkung cangkang beton bertulang. Desain mengacu pada Pedoman Perancangan Jembatan Pelengkung 2018 [1], SNI 1725:2016 [2] untuk standar pembebanan, serta SNI 2847:2019 [3] dan RSNI T-12-2004 [4] untuk struktur beton. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak STAADPro Connect Edition, dan perhitungan struktur menggunakan metode Equivalent Stress Block Whitney. Desain yang diusulkan menunjukkan bahwa jembatan direncanakan mampu menahan beban permanen, beban sementara, dan kombinasi beban. Komponen struktur meliputi: struktur cangkang lengkung tebal 0,3 m dengan tulangan D19-100 arah memanjang dan D16-200 arah melintang; dinding tepi tebal 0,3 m dengan tulangan D16-200 arah memanjang dan D16-200 arah melintang; pelat lantai kendaraan tebal 0,25 m arah memanjang menggunakan tulangan pokok D16-100 dan tulangan bagi D16-200, pada arah melintang menggunakan tulangan pokok D13-100 dan tulangan bagi D13-200. Pada struktur cangkang terjadi lendutan sebesar 36,807 mm akibat kombinasi LAYAN 4, dan pada pelat lantai kendaraan terjadi lendutan sebesar 25,975 mm akibat kombinasi LAYAN 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur cangkang mampu menahan gaya-gaya dalam akibat beban kerja. Kebutuhan volume beton pada desain jembatan ini adalah 904,51 m3.
EVALUASI KEAMANAN PONDASI TIANG BOR TERPASANG DENGAN HASIL PDA TEST PADA PROYEK LRT JAKARTA Agus Sugiarto; Arfilian Permana Putra
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.9351

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek LRT ini, salah satu aspek penting yang sangat menentukan keberhasilan struktur atas adalah sistem pondasi bawah. Mengingat kondisi tanah di sebagian besar trase proyek didominasi oleh lapisan lempung jenuh air, maka dibutuhkan sistem pondasi dalam yang mampu menahan beban struktur atas. Pondasi tiang bor yang telah terpasang juga perlu ditinjau kembali daya dukung dan penurunannya untuk memastikan keakuratan dalam metode pelaksanaanya, sehingga sama dengan hasil perencanaan awal. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara daya dukung pondasi tiang bor berdasarkan perhitungan analitis menggunakan data uji SPT dengan hasil aktual dari pengujian PDA (Pile Driving Analyzer) pada proyek LRT Phase 1B Velodrome–Manggarai. Metode analisis menggunakan pendekatan hitungan analitis dengan perhitungan daya dukung selimut dan ujung tiang berdasarkan metode Vesic dan parameter geoteknik hasil investigasi lapangan. Perhitungan analitis akan dibandingkan dengan data PDA Test yang dianalisis menggunakan perangkat CAPWAP untuk sepuluh titik tiang bor (Pier-51 sampai Pier-60). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung aktual dari PDA Test selalu lebih tinggi dengan rata-rata nilai sebesar 3040,50 ton dibandingkan hasil perhitungan rencana sebesar 2123,85 ton, sementara nilai penurunan aktual dengan PDA Test mempunyai nilai rata-rata 12,5 mm dan nilai rata-rata dengan cara analitis adalah 32,21 mm. Hal ini membuktikan bahwa perencanaan pondasi yang dilakukan telah memenuhi aspek keamanan dan efisiensi struktur. Selain itu, penggunaan PDA Test terbukti efektif sebagai metode verifikasi kinerja pondasi di lapangan.