Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG KANTOR WARINGIN MEGAH SURABAYA Yudha Adi Febianto; Agustin Dita Lestari; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3838

Abstract

Gedung Kantor Waringin Megah merupakan salah satu gedung bertingkat yang menggunakan struktur beton bertulang dengan menggunakan atap rangka baja. Gedung ini berlokasi di Jl. Bukit Darmo Golf Blok L No.7-9, Surabaya, Jawa Timur. Perencanaan ulang struktur gedung membuat desain yang baru meliputi desain struktur atap dengan menggunakan pelat atap dak beton, mengubah dimensi dari elemen struktur balok dan kolom yang ada dan pondasi menggunakan tiang pancang. Data yang digunakan merupakan gambar kerja eksisting dan data tanah. Peraturan yang digunakan adalah SNI 1727-2020 untuk pembebanan, SNI 2847-2019 untuk analisa dan desain beton bertulang, dan SNI 1726-2019 untuk ketentuan gempa. Analisa statika menggunakan bantuan software Autodesk Robot Structural Analysis Professional 2020, dan AutoCAD 2021 untuk membuat gambar kerja hasil perencanaan. Hasil dari perencanaan diperoleh: pelat atap dengan tebal 100 mm menggunakan tulangan utama S10-200. Pelat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama S10-200. Balok induk 400/550 mm tulangan tumpuan tarik 7S16 dan tekan 4S16, tulangan lapangan tarik 4S16 dan tekan 2S16, tulangan sengkang S13. Kolom 550/700 mm tulangan utama 12S25, tulangan sengkang S13. Untuk pondasi kolom utama pilecap berukuran 2400/4800 mm tebal 700 mm dengan 8 tiang pancang D450 class C.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON (LASTON) Gesang Panggayuh; Akhmad Suryadi; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4406

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapanya diperuntukan bagi lalu lintas yang berada diatas tanah. Susunan jalan terdiri dari beberapa termasuk beton aspal adalah salah satu bagian yang terdiri dari lapisan jalan, pada lapisan aspal beton terdiri dari beberapa material yaitu agregat kasar, halus, dan filler bitumen sebagai pengikat. Penelitian menggunakan bahan material flyash type c didapatkan di Probolinggo, Jawa Timur. Pasir lumajang dengan ayakan No. 12,5; 9,50; 4,75 (agregat kasar), ayakan No. 2,36; 1,00; 0,075. Pengujian menggunakan 45 benda uji ini bertujuan agar mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall campuran lapis aspal beton. Pada pengujian ini menggunakan variasi flyash 0%, 1%, 1,8%, dan 2%. Kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,5% sebagai acuan untuk penambahan variasi flyash. Fungsi flyash dsini yaitu sebagai filler atau tambahan yang akan di mix dengan semen pada saringan No.0,075. Dengan nilai berikut adalah rata - rata VMA=51,41; 51,76; 58,44(KAO 6,5%) VIM=39,79; 46,35; 50,41(KAO 6,5%) VFA=23,02; 9,67; 13,91 Stabilitas(kg) = 3670,52; 3835,46; 3897,86(KAO 6,5%) Flow(mm)= 2,23; 2,34; 1,99 Marshall Quotient(kg/mm) = 2037,66; 2001,15; 2336,65. Dalam penelitian ini menggunakan Revisi SNI 03-1737-1989 dan Kementrian Pekerjaan Umum. Direktorat Jendral Bina Marga, Spesifikasi Umum 2018 sebagai acuan maka penggunaan abu terbang batu bara dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran laston lapis aus.
PENGARUH EKSTRAKSI SERBUK BENTONITE PADA SUBTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MUTU BETON Salsabila Naura Rahma; Agus Sugiarto; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4692

Abstract

Di Indonesia perkembangan teknologi konstruksi bangunan saat ini semakin pesat, sehingga kebutuhan semen untuk konstruksi sangat tinggi penggunaan nya. Untukmengurangi penggunaan semen, maka dibutuhkan bahan pengganti pozzoland yang dapat meningkatkan kekuatan. Untuk pozzolan yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia adalah bentonite. Penelitian ini membahas tentang kekuatan beton dengan bentonite sebagai pozzoland pengganti semen. Persentase bentonite sebagai pozzolan alami pengganti semen adalah 0%, 25%, dan50%, dengan umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil dari penelitian adalah kuat tekan minimal diperoleh pada kandungan bentonite 50% pada umur 7 hari dengan kuat tekan rata – rata 2,13 MPa. Hasil kuat tekan maksimum diperoleh pada beton normal pada umur 28 hari dengan kuat tekan rata – rata 58, 27 MPa. Pada beton variasi bentonite, beton mengalami penurunan nilai kuat tekan. Hasil perhitungan anggaran biaya, pada penelitian, pengaruh ekstraksi serbuk bentonit pada subtitusi semen terhadap kuat tekan mutu beton didapatkan biaya dengan jumlah total keseluruhan Rp. 814, 717, 11.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG 2 ITB INNOVATION PARK KOTA BANDUNG Febriansyah Ainur Rofiq; Suhariyanto Suhariyanto; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5668

Abstract

Gedung 2 ITB Innovation Park Kota Bandung adalah gedung perkuliahan yang berlokasi di Kota Bandung yang rencananya akan dibangun setinggi 12 lantai keatas dan 2 lantai basement pada area seluas 4.599 m². Pada perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan bekisting sistem dengan material baja dan perancah multiprop sebagai alternatif selain bekisting semi sistem dengan material multiplek dan perancah PCH yang dapat digunakan pada Proyek Pembangunan Gedung 2 ITB Innovation Park Kota Bandung. Perencanaan bekisting dan perancah dilakukan dengan cara menganalisa desain bekisting dengan menghitung jarak setiap item penyusun bekisting dan perancah, analisa waktu siklus bekisting dengan mempertimbangkan sistem zonasi, dan rencana anggaran biaya yang didapatkan dari perhitungan volume dan biaya bekisting untuk pekerjaan kolom, balok, dan plat. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah gambar detail drawing, dan standarisasi harga satuan barang dan jasa di lingkungan pemerintah Kota Bandung sebagai data sekunder. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan pekerjaan bekisting kolom adalah seluas 4.765,03 m² dengan menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, dan double hollow 50x50x1,6 mm. Pekerjaan bekisting balok adalah seluas 6.759,09 m² dengan menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, steel waler SRZ 170 dan multiprop 480 MP. Pekerjaan bekisting pelat adalah seluas 9.375,64 m² menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, steel waler SRZ 170 dan multiprop 625 MP. Durasi pelaksanaan pekerjaan bekisting sistem selama 153 hari dengan total biaya sebesar Rp12.421.499.100,00.
PENGARUH PENGGUNAAN BOTTOM ASH SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN (AC - WC) Ahmad Rahmatullah; Akhmad Suryadi; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5814

Abstract

Bottom ash merupakan abu hasil dari pembakaran batu bara yang mengendap pada tungku api pembakaran batu bara, bottom ash dapat digunakan untuk mengelola limbah dan mengurangi dampak negatifnya terhadap masyarakat. Inovasi ini menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat halus dalam campuran aspal (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik agregat kasar, agregat halus, dan aspal, menentukan KAO dari kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% tanpa substitusi bottom ash, menganalisis pengaruh bottom ash menggunakan variasi 0%, 2%, 4%, dan 6% sebagai substitusi agregat halus dalam campuran laston AC-WC, dan menganalisis rencana anggaran biaya untuk membuat laston AC-WC dengan subtitusi bottom ash. Metode yang digunakan melibatkan pembuatan 2 sampel benda uji untuk setiap variasi 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% tanpa subtitusi bottom ash dan 3 sampel benda uji untuk setiap variasi dengan menambahkan bottom ash sebanyak 0%, 2%, 4%, dan 6% pada campuran agregat halus diikuti dengan pengujian sifat fisik dan Marshall. Hasil menunjukkan bahwa material memenuhi spesifikasi laston AC-WC dengan kadar aspal optimum 5,6%. Karakteristik Marshall untuk KAO menunjukkan VMA: 16,03%, VFA: 99,18%, VIM: 1,49%, Stabilitas: 1861,28 kg, Flow: 3,37 mm, dan MQ: 600,88 kg/mm. Dengan substitusi bottom ash, hasil karakteristik Marshall bervariasi, dengan stabilitas dan MQ tertinggi pada substitusi 6% dengan estimasi biaya termurah Rp. 1384.433,67.
PENGUJIAN TARIK, TEKAN DAN LENTUR BAHAN BUSA KOMPOSIT SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI BARU Juan Surya Alam; Taufiq Rochman; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pengencer resin terhadap sifat mekanis busa keras komposit untuk eksperimen material baru struktur. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan inovasi material yang memiliki kekuatan lentur tinggi dan ketahanan terhadap korosi, yang merupakan tantangan utama dalam industri konstruksi. Metode penelitian yang digunakan melibatkan penambahan pengencer resin dalam berbagai konsentrasi pada busa keras komposit. Pengujian sifat mekanis dilakukan meliputi uji kuat tekan, uji kuat tarik, dan uji kuat lentur sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002 dan ASTM D3039 serta ASTM D7264. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer resin secara signifikan meningkatkan kekuatan lentur dan ketahanan mekanis busa keras komposit. Komposisi optimal ditemukan pada konsentrasi 6.71 % pengencer resin yang menghasilkan kekuatan tekan sebesar 25.2 MPa dan kekuatan lentur yang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan pengencer resin pada busa keras komposit dapat menghasilkan inovasi material yang lebih kuat dan tahan lama, memberikan kontribusi positif dalam pengembangan material konstruksi yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan formulasi material yang lebih efektif dan efisien untuk eksperimen material baru struktur di masa depan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN KALIMATARAM BENTANG 70 METER MENGGUNAKAN GELAGAR BOKS BAJA DI JALAN TOL YOGYAKARTA-BAWEN Brenand Putra Mahardika; Agus Sugiarto; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5875

Abstract

Jembatan merupakan salah satu bangunan penting untuk melewati suatu rintangan seperti jalan, sungai, rawa atau jurang. Jembatan dapat menggunakan berbagai jenis seperti gelagar boks baja. Gelagar boks baja merupakan salah satu variasi superstruktur dengan menggunakan mutu baja yang tinggi. Jembatan Kalimataram merupakan jembatan yang dibangun di ruas jalan tol Yogyakarta-bawen di STA 68+792 dimana sebelumnya didirikan menggunakan gelagar PCI dengan bentang 30 dan 40 meter tidak memenuhi syarat jembatan bentang panjang. Tujuan penelitian adalah merencanakan struktur atas Jembatan Kalimataram agar mampu menahan beban lebih dengan menggunakan gelagar boks baja dengan bentang 70 meter. Perhitungan menggunakan SNI 03-2005 tentang jembatan baja dan SNI 1926-2016 tentang pembebanan pada jembatan. Perencanaan menggunakan aplikasi Robot Structural Analist Proffesional (RSAP). Berdasarkan penggunaan aplikasi didapatkan nilai Mu = 44981,03 kN, Vu = 4469,69 kN. Struktur atas gelagar boks baja yang digunakan berdimensi 2800 x 1000 mm dengan ketebalan sayap 50 mm dan badan 45 mm, penambahan camber untuk melawan lendutan sehingga L/800 dapat terpenuhi. Gelagar boks baja menggunakan sambungan sayap dengan jumlah 360 baut dan sambungan badan sebanyak 300 baut, serta menggunakan angkur sebanyak 210 buah. Gelagar boks baja terdapat pengaku dengan ukuran 300 x 30 mm dan 350 x 40 mm sebagai penahan tekuk. Perencanaan struktur atas Jembatan Kalimataram juga memperhitungkan pelat lantai kendaraan didapatkan desain penulangannya dengan ketebalan 250 mm menggunakan tulangan D19-100 untuk memanjang dan melintang, sedangkan pelat injak dengan ketebalan pelat 250 mm menggunakan D16-150 untuk arah memanjang dan arah melintang D16-150. Sandaran perlu direncanakan dengan menggunakan tulangan 12D16. Perhitungan RAB yang didapatkan senilai Rp 53.492.966.000.
PERENCANAAN BEKISTING SEMI SISTEM KOMBINASI TABLE FORM PROYEK GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Maulidan Fatchurrohman; Indah Ria Riskiyah; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5940

Abstract

Bekisting merupakan cetakan bersifat sementara yang dibentuk sesuai dengan bentuk yang dibutuhkan dan berfungsi untuk menahan beban beton sampai beton tersebut mampu menahan beratnya sendiri. Pada kondisi eksisting pekerjaan bekisting menggunakan jenis bekisting sistem yang dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya cukup besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan baru dengan menggunakan jenis bekisting semi sistem. Rumusan masalah dari perencanaan ini meliputi desain bekisting, pehitungan struktur, strategi dan metode pelaksanaan, waktu, serta biaya. Tujuan dari perencanaan bekisting meliputi desain bekisting, perhitungan kekuatan struktur, strategi dan metode pelaksanaan, waktu, serta perhitungan biaya. Dalam pembuatan desain bekisting dan pemodelan menggunakan software Autodesk Autocad dan Sketchup, dalam analisis kekuatan struktur bekisting menggunakan Microsoft Excel dan Robot Structural Analysis Professional (RSAP), penyusunan penjadwalan menggunakan Microsoft Project, dan perhitungan biaya menggunakan Microsoft Excel. Data yang dibutuhkan yaitu spesifikasi teknis, gambar kerja, harga satuan pokok kegiatan (HSPK) Kota Malang Tahun 2022, dan analisa harga satuan pekerjaan PUPR Tahun 2022. Metode yang digunakan dalam strategi pelaksanaan merupakan metode zonasi. Hasil dari perencanaan ini didapat material yang digunakan adalah phenolic dan hollow. Perhitungan kekuatan bekisting diperoleh desain yang aman terhadap nilai yang diijinkan. Besar biaya yang diperlukan sebesar Rp. 14.438.740.681,52 dan waktu yang dibutuhkan selama 201 hari.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN MONUMEN DAN MUSEUM REOG PONOROGO Tharisha Zaskia Purvita; Suhariyanto Suhariyanto; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5985

Abstract

Bekisting dan perancah merupakan alat utama sementara beton yang dibentuk sesuai dengan ukuran, posisi, dan bentuk serta memiliki fungsi menahan beton sampai mampu menahan bebannya sendiri. Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Reog Ponorogo, merupakan pembangunan infrastruktur yang memiliki lantai tipikal. Diperlukan  perencanaan serta pemilihan material bekisting dan perancah yang tepat. Bekisting aluminium dalam penggunaannya khusus pada lantai tipikal, dapat mempengaruhi metode pelaksanaan, waktu, dan biaya yang dibutuhkan pada perencanaan bekisting dan perancah. Perencanaan ini bertujuan sebagai alternatif menggunakan bekisting sistem aluminium pada pekerjaan gedung 14 lantai tipikal. Tahapan dalam melakukan perencanaan ini yaitu: pemilihan strategi pelaksanaan yang tepat, perhitungan analisis kekuatan material, perencanaan jadwal pelaksanaan, perencanaan anggaran biaya, dan meninjau aspek k3 pada pekerjaan bekisting dan perancah. Hasil perencanaan strategi pelaksanaan penggunaan bekisting 12 kali pakai pada pekerjaan bekisting kolom dan 7 kali berulang pada pekerjaan bekisting balok dan plat. Perhitungan analisis kekuatan bekisting sistem aluminium diperoleh hasil desain yang aman terhadap nilai yang diijinkan. Dari segi waktu pelaksanaan dengan bekisting sistem aluminium didapatkan 130 hari. Besar biaya yang diperlukan pada perencanaan ini sebesar Rp 7.088.579.319 atau 10% penggunaan dana dari anggaran biaya proyek pekerjaan struktur.
PENGARUH GETAH KARET SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE Muhammad Hasan Farisqi -; Agus Sugiarto; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6866

Abstract

Getah karet adalah bahan alami yang kaya akan polimer cis-1,4-polyisoprene, memberikan sifat elastisitas, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap deformasi. Dalam konstruksi jalan, getah karet memiliki potensi besar sebagai bahan substitusi aspal, terutama pada lapisan aus (Asphalt Concrete-Wearing Course/AC-WC), yang merupakan lapisan perkerasan teratas. Lapisan ini dirancang untuk menahan beban lalu lintas langsung, melindungi lapisan bawah dari kerusakan akibat air dan oksidasi, serta memberikan permukaan yang aman dan nyaman untuk berkendara. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi getah karet terhadap parameter Marshall pada campuran AC-WC dengan variasi kadar 0%, 3,5%, 6%, 8,5%, dan 11%. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk mengevaluasi stabilitas, flow, Void in Mineral Aggregate (VMA), Void in Mix (VIM), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Berdasarkan hasil pengujian campuran AC-WC tanpa substitusi getah karet ditemukan Kadar Aspal Terpilih (KAT) sebesar 6 %. Substitusi optimum campuran AC-WC dengan variasi getah karet ditemukan pada kadar getah karet 8,5%, meningkatkan stabilitas, kekuatan, dan kepadatan terhadap campuran aspal AC-WC. Analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari variasi substitusi getah karet terhadap parameter stabilitas, flow, VMA, VIM, VFA, dan MQ. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan material perkerasan jalan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan