Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Anemia, Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Patut Patuh Patju Musviratunnisah, Bintang Yuniar; Benvenuto, Ananta Fittonia; Saputra, I Putu Bayu Agus; Hanafi, Fachrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14437

Abstract

ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) are all newborns with a birth weight of less than 2,500 grams regardless of gestational age. Causes of LBW are multifactorial, such as maternal factors, fetal factors, environmental factors and socio-economic factors. This study aims to determine the relationship between anemia, age and parity with the incidence of LBW at Patut Patuh Patju Hospital. This research is an analytical observational research with a case-control design. The sample population in this study was all newborn babies at the Patut Patuh Patju Regional Hospital for the period January-December 2022, totaling 1.297 with 230 samples taken by purposive sampling with a 1:1 ratio of which 115 were cases and 115 controls. Data analysis for this research is univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of this research showed that there was a significant relationship between anemia and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and an OR of 17.5). There was a significant relationship between maternal age and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and OR 6.1). There was a significant relationship between maternal parity and the incidence of LBW (p-value of 0.017 and OR 1.9). There was a significant relationship between anemia, age and parity with the incidence of low birth weight (LBW) at Patut Patuh Patju Hospital. Keywords: LBW, Anemia, Age, Parity, Infants  ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi didunia. BBLR adalah semua bayi baru lahir dengan berat saat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Penyebab terjadinya BBLR bersifat multifaktorial, seperti faktor ibu, faktor janin, faktor lingkungan serta faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir di RSUD Patut Patuh Patju periode Januari-Desember tahun 2022 yang berjumlah 1.297 dengan 230 sampel yang diambil dengan  purposive sampling dengan perbandingan 1:1 dimana 115 sampel sebagai kasus dan 115 kontrol. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian BBLR (p-value=0,000 dan OR 17,5). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,000 dan OR 6,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,017 dan OR 1,9). Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju. Kata Kunci: BBLR, Anemia, Usia Ibu, Paritas, Bayi
Penggunaan Nicotine Replecment Therapy (NRT) dan therapy community sebagai upaya menghentikan kebiasaan merokok Fihiruddin, Fihiruddin; Hanafi, Fachrudi; Inayati, Nurul; Hasbi, Muhammad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.19414

Abstract

AbstrakRokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Perilaku merokok dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Penyakit-penyakit yang diakibatkan rokok antara lain kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, kanker mulut, hipertensi, penyakit jantung koroner, gangguan kehamilan dan gangguan pernapasan yang berakibat pada tingginya beban biaya pengobatan. Penduduk usia produktif dan remaja di Desa Karang bayan merupakan perokok aktif. Kebiasaan merokok mulai dilakukan sejak kecil atau dimasa remaja. Secara psikologis, upaya berhenti merokok menjadi sulit karena adanya pengaruh lingkungan sosial, kemudahan akses rokok, tidak adanya aturan yang membatasi usia perokok dan pengaruh teman sebaya. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini menurunkan kasus merokok pada remaja dengan melakukan intervensi menggunakan NTR dan melakukan therapy community, sehingga dapat menghentikan perilaku merokok secara efektif  pada remaja perokok aktif di Desa Karang Bayan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi dan observasi, penyuluhan, demonstrasi serta evaluasi. Pengisian quisioner dilakukan sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan NRT dan therapy community. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan maret sampai juli 2021, yang melibatkan Kepala Desa, sekretaris Desa, kader Desa dan 50 orang remaja perokok aktif. Setelah pemberian intervensi NTR dan therapy community terjadi penurunan jumlah konsumsi rokok perhari, dimana jumlah remaja yang merokok <5 batang per hari dari 5 orang (20%) menjadi 15 orang (60%), sedangkan yang merokok 5-10 batang per hari dari  9 orang (36%)  menjadi 7 orang (28%) dan yang merokok  >10 batang per hari juga mengalami penurunan dari  11 orang (44%) menjadi 3 orang (12%). Pemberian intervensi NRT dan therapy community dapat menurunkan jumlah konsumsi rokok per hari dan dapat menghentikan remaja untuk berhenti merokok yang dibuktikan dengan adanya tiga orang remaja yang berhenti merokok. Kata kunci: merokok; NRT; remaja; therapy community. AbstractSmoking are one of the leading causes of mortality in the world. Smoking habits can have a negative im pact on health. Diseases caused by smoking include lung cancer, chronic obstructive pulmonary disease, oral cancer, hypertension, coronary heart disease, pregnancy disorders and respiratory problems. Productive age-populations and teenagars in karang bayan village are active smokers. The smoking habits starts from childhood or adolescence. Psychologically, trying to stop smoking become difficult due to the social environment, easy access to cigarettes, the absence of regulations that limit the age of smoker and the influence of peers. The aim of this community service is to reduce smoking cases in teenagers by intervening using nicotine replacement therapy (NRT) and carrying out community therapy, so that they can stop smoking behavior effectively in active smoking teenagers in Karang Bayan village. The methods used for this event is socialization and observation, counseling, demonstration as well as evaluation. The questionnaire was filled out before the intervention and after the intervention with NRT and community therapy. This activity was carried out from March to July 2021, involving the Village Head, Village Secretary, Village cadres and 50 teenagers who active smoking. After providing NTR and community therapy interventions, there was a decrease in the number of cigarettes consumed per day, where the number of teenagers who smoked <5 cigarettes per day from 5 people (20%) to 15 people (60%), while those who smoked 5-10 cigarettes per day from 9 people (36%) to 7 people (28%) and those who smoke >10 cigarettes per day also decreased from 11 people (44%) to 3 people (12%). Providing NRT and community therapy interventions can reduce the number of cigarettes consumed per day and can stop teenagers from quitting smoking as evidenced by the three teenagers who quit smoking. Keywords: smoking; NRT; teenager; community therapy.