Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Diversity and Utilization of Medicinal Plants by the Dayak Kenyah Tribe in Punan Gong Solok Village, Malinau Regency, North Kalimantan Rupa, Darius; Karliandi; Zulfadli; Nursia; Ibrahim; Suciyati, Alfi; Ilma, Silfia; Pasulle, Mia; Navia, Zidni Ilman
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 7 No 1 (2025): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v7i1.11737

Abstract

Indonesia is rich in biodiversity and traditional knowledge related to the use of medicinal plants. This study aims to document medicinal plant species used by the Dayak Kenyah community in Punan Gong Solok Village, North Kalimantan, and to describe their utilization patterns based on local ethnomedicinal practices. A qualitative descriptive method was employed, involving interviews, participatory observations, and plant identification. Data were collected using snowball sampling for informants and purposive sampling for plant exploration. The results revealed 46 species from 25 families used in traditional medicine, dominated by the Zingiberaceae and Araceae families. Leaves were the most commonly used plant part (33.3%), followed by tubers, roots, and stems. The plants were used to treat stomachaches, gastritis, kidney stones, external wounds, and respiratory disorders, with preparation methods including boiling, pounding, and infusion. These findings highlight the importance of preserving local knowledge as a basis for developing phytopharmaceuticals and promoting community-based conservation.
Teachers as Learning Media Designers: Transforming Knowledge into Practice Through Community Service Fadhlan Muchlas Abrori; Nursia Nursia; Fitri Wijarini; Alfi Suciyati; Silfia Ilma; Nur Fitriana Sam; Vlorensius Vlorensius; Ibrahim Ibrahim; Bimo Aji Nugroho; Yogho Prastyo; Ermawaty Maradhy; Darius Rupa; Listiani Listiani; Fatmawati Fatmawati; Zulfadli Zulfadli
TAAWUN Vol. 6 No. 01 (2026): TA'AWUN FEBRUARY 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v6i01.1199

Abstract

The majority of teacher problems in Indonesia are related to pedagogical and professional competencies. One of these is the problem of developing media independently. This community service program is a solution for community service partners (in this context, elementary school teachers) to improve their media development skills. There are three main stages in this activity: outreach, mentoring, and media dissemination. This activity also investigated the Reflective Mapping of the Teacher's Resource System (RMRS) to identify how teachers manage the resources used to develop learning media. The outcome of this service is improved teachers' ability to develop media. Three of the fifteen teachers disseminated the media they developed. Based on analysis of dissemination and interviews with teachers, the RMRS results indicate that teachers have a variety of resources for media development. The findings of these activities indicate that this program not only contributes to media product output but also to understanding teachers’ resource-management mindsets, grounded in pedagogical rationality and connections among resources. Overall, this activity is oriented toward design-related processes rather than merely improving technical skills in media development. These activities emphasize ongoing professional teacher development and foster a systematic, holistic perspective on the organization and use of resources in media development.
Jenis Tumbuhan Anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan sebagai Bahan Ajar Desi Wahyuni; Alfi Suciyati; Nur Fitriana Sam
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cfg9ys37

Abstract

Keanekaragaman anggrek memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan edukatif, namun informasi tentang anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Kota Tarakan masih terbatas sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman anggrek serta potensinya sebagai bahan ajar biologi. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode jelajah (eksploratif) dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berdasarkan aksesibilitas dan keberadaan anggrek yang tumbuh alami di sepanjang jalur hutan. Hasil penelitian menemukan 579 individu dari dua spesies, yaitu Bromheadia finlaysoniana (Lindl) sebanyak 576 individu dan Dendrobium crumenatum Sw sebanyak 3 individu. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Indeks Shannon–Wiener, nilai keanekaragaman pada anggrek Bromheadia finlaysoniana (Lindl) diperoleh sebesar 0,912 dan pada anggrek Dendrobium  crumenatum Sw sebesar 0,636, yang keduanya termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya keanekaragaman anggrek dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan adanya perubahan fungsi hutan menjadi area joging yang menyebabkan habitat anggrek berkurang. Hasil ini dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi pada materi Keanekaragaman Hayatı kelas X (Fase E) SMA/MA kurikulum Merdeka, serta dapat digunakan dalam bentuk diskusi, studi kasus, dan proyek berbasis masalah untuk menganalisis rendahnya keanekaragaman dan pentingnya pelestarian anggrek di lingkungan sekitar
Identifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri Tarakan Maria Matius Amba; Listiani Listiani; Alfi Suciyati
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/hbrtcx18

Abstract

Kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana peserta didik tidak dapat belajar dengan baik, yang disebabkan oleh adanya ancaman, hambatan maupun gangguan dalam belajar. Dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 9 Tarakan, hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar, kesulitan memahami istilah ilmiah, serta anggapan bahwa IPA merupakan pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan tersebut. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dengan pendekatan explanatory sequential mixed method, yaitu pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu melalui angket, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi IPA yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi minat, motivasi, kesiapan, dan perhatian siswa yang memiliki proporsi sebesar 21,58%, dengan minat sebagai faktor yang paling dominan. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, dengan kontribusi sebesar 32,68%. Faktor eksternal yang paling dominan adalah lingkungan masyarakat dengan proporsi sebesar 11,80%. Data ini menunjukkan bahwa faktor eksternal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor internal dalam menimbulkan kesulitan belajar siswa. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh eksternal berupa lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kesulitan belajar IPA. Kondisi lingkungan belajar yang kurang mendukung menjadi hambatan utama dalam pencapaian hasil belajar siswa.