Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH MODIFIKASI PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) Hartati Hartati; Sumarni Sumarni; Tri Anonim
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.634 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v2i1.6848

Abstract

Chronic energy deficiency is the state in which the pregnant women suffer the lack of food chronically (chronic). The effect of chronic energy deficiency causes death to the mother and fetus, the further impact of chronic energy deficiency can cause physical growth disorders (stunting), brain and metabolic disorders that make it susceptible to disease during the Covid 19 pandemic. This study aims to examine the effectiveness of online learning modifications about nutrition to increase the knowledge of chronic energy deficient pregnant women in South Pekalongan.The design of this research is an experimental quasi study with the Two group pretest-post test design. The research sample of 40 respondents consists of 20 respondents treatment groups and 20 respondents in the control groups. The intervention in the online learning treatment group, and the control group by learning to read the KIA book, was carried out for 15 days. Statistical test uses the Paried t test for the test for normally distributed data and uses Wilcoxon for abnormal data distribution.The statistical test result states that there is a difference in the knowledge of pregnant women in chronic energy deficiency (KEK) between those who are given modified online learning and learning through the KIA book with r: 0,000. Keyword: KEK, Learning, Online Learning
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR REBUSAN JAGUNG (Zea Mays L) TERHADAP PROFIL LIPID (HDL, LDL, KOLESTEROL DAN TRIGLISERID) PADA ORANG DENGAN OBESITAS DALAM PENCEGAHAN KEGAWATDARURATAN Sumarni .; Supriyo .; Ta'adi .; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.057 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8519

Abstract

Latar Belakang : Kadar kolesterol ditangani dengan cara nonfarmakoterapi dengan herbal jagung manis.Jagung manis mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai memperbaiki metabolisme tubuh dan menghambat LDL atau kolesterol jahat sehingga lemak tidak menumpuk di pembuluh darah (Pujiastuti, 2017). Tongkol jagung manis memiliki nilai fenolik yang paling tinggi dibandingkan dengan lainnya yaitu sebesar 114.95 mg/mL, sedangkan kandungan flavonoid yang terkandung dalam jagung sebanyak 15.31 mg/mL.Tujuan : Penelitian ini bertujuan Mengetahui  profil lipid pretest pada kelompok kontrol (KK) dan kelompok intervensi, profil lipid posttest pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi, perbedaan profil lipid pretest, dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi, perbandingan profil lipid pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah experiment design menggunakan The Randomized Pretest-Posttest Control Goup Design dengan sampel  masyarakat dengan status gizi lebih. Responden dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 20 yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Terdiri dari satu kelompok kontrol dan dua kelompok intervensi.Hasil : Pemeriksaan profil lipid menggunakan sampel darah vena dan dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian didapatkan Ada pengaruh signifikan air rebusan jagung terhadap kadar HDL dan Trigiserid orang dengan status gizi normal. Ada pengaruh signifikan air rebusan jagung pada profil lipid kelompok responden dengan status gizi berlebih. Dengan demikian risiko terjadinya serangan jantung berkurang dan kegawatdaruratan dapat dihindari.Kata Kunci : Rebusan jagung; Profil lipid; Status gizi berlebih
JENIS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV/AIDS Yuyun Haryadi; Sumarni Sumarni; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 1, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.616 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v1i1.6446

Abstract

Latar belakang: HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan yang mengkhawatirkan yang menyebabkan kematian sebanyak 32 juta jiwa di dunia. Kepatuhan minum obat ARV sangat penting untuk mencegah resistensi dan memperpanjang harapan hidup pasien. Kepatuhan minum ARV dapat dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan..Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) di klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT) RSUD Batang.Metode penelitian : Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien HIV/AIDS di klinik VCT RSUD Batang sejumlah 55 responden.Hasil  penelitian  :  Berdasarkan  hasil  analisa  dengan  menggunakan  uji  Fisher’e  ExactTest didapatkan data bahwa tingkat pendidikan p value 0,041 α = 0,05, jenis pekerjaan p value 0,014 α = 0,05, berdasarkan data tersebut bermakna ada hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan  dengan kepatuhan minum obat ARV di klinik VCT RSUD Batang.Kesimpulan : pendidikan terbanyak SMP (43,6%), pekerjaan terbanyak swasta (56,4%), responden terbanyak patuh minum ARV (60%), yang artinya hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) di klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT) RSUD Batang.Saran : Rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan minum ARV pada pasien HIV/AIDS dengan mengetahui jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan pasien .  
PELATIHAN SADARI MENINGKATKAN PENGETAHUAN WANITA MENOPAUSE TENTANG SADARI SEBAGAI CARA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Sumarni Sumarni; Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.346 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v2i1.6846

Abstract

Menopause is a normal change that occurs in a woman's life when her menstrual period stops. Menopause causes women to be susceptible to cancer, one of which is breast cancer. One way that can be done to detect early incidence of breast cancer is by doing Breast Self-Examination (BSE) routinely, and this requires a woman's knowledge of how to detect breast cancer with the breast self-examination method (BSE). This study used a quasi-experimental study with a pre test - post test design with a control group. The population in this study were all menopausa women (45 - 55 years) in Wates Village, Wonotunggal Subdistrict, Batang Regency. The sampling technique was simple random (simple ramdom). In this study, the sample used was 60 respondents, with a sample size of 30 for the intervention group and 30 samples for the control group. The data analysis used the Wilcoxon test to determine the effect of BSE training, while to determine the difference in knowledge between the intervention group and the control group, the Friedman test was used to test the normality of the data using the Kolmogorov-Smirnov non-parametric statistical test. The results showed that there was an effect of providing BSE training in the intervention group on knowledge with a value of p 0.05.Suggestions are given to increase public awareness, especially menopausal women about breast self-examination (BSE), through health training activities. Keywords: BSE training, menopausal age women, knowledge
STUDI KASUS : EFEKTIVITAS LATIHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ASMA BRONKIAL DI IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON PEKALONGAN Petrus Nugroho DS; Supriyo .; Sumarni .; Zaenal Amirudin
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9804

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan penyakit saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun demikian asma perlu tetap perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi asma adalah adanya penumpukan sekret. Penumpukan sekret dapat diencerkan dan dikeluarkan dengan terapi nebulizer ataupun pemberian obat pengencer dahak. Selain menggunakan obat pengeluaran sekret juga dapat dilakukan dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan melakukan latihan batuk efektif.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penerapan latihan batuk efektif diberikan pada 15 orang responden. Setelah itu evaluasi akan dilakukan menggunakan lembar monitoring berbasis Standar Luaran Keperawatan Indonesia.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kondisi responden. sebelum dilatih melakukan batuk efektif kondisi responden dalam rentang cukup dan baik. Setelah diajarkan latihan batuk efektif kondisi responden membaik dalam rentang baik dan sangat baik.Simpulan : Intervensi batuk efektif pada pasien dengan gangguan bersihan jalan napas dapat membantu pengeluaran sekret. Petugas kesehatan dapat mengajarkan latihan batuk efektif pada pasien. Petugas kesehatan juga diharapkan membuat media untuk mengajarkan batuk efektif pada pasien. Kata Kunci : batuk efektif, asma bronkhiale, gangguan bersihan jalan napas
Rubbing Massage Provides Good Evidence in Reducing Pain in the First Stage of Labor Sumarni Sumarni; Siti Fadlilah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v10i3.726

Abstract

Pain is a common complaint felt by mothers during labor. Massage can be used as an intervention to reduce labor pain. The study contributes to determining the effect of rubbing massage on pain in the first phase of active labor in Pekalongan City. This quantitative research uses a quasi-experiment approach with a pretest and posttest without a control group design. The population was the first phase of active maternity mothers in Pekalongan, Central Java, Indonesia, in September-November 2017. Samples of 21 mothers were taken using purposive sampling. Statistical tests use the Wilcoxon test. Most respondents of the young age category (> 26 years) are 12 mothers (57%). Respondents had the most junior high school education of 9 mothers (43%). The median of the pretest pain was six, and the posttest pain was 5. The bivariate results obtained a p-value of 0,000. The results showed that rubbing massage effectively reduces pain in first-phase active mothers.
GAMBARAN PROFIL LIPID (HDL, LDL, KOLESTEROL DAN TRIGLISERID) PADA ORANG DENGAN STATUS GIZI BERLEBIH Sumarni Sumarni; Tri Anonim; Supriyo Supriyo
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10669

Abstract

Latar Belakang : Status gizi berlebih atau disebut status gizi lebih merupakan istilah yang digunakan untuk kelebihan berat badan dimana berat badan seseorang melebihi berat badan normal yang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Status gizi berlebih diantaranya overweight dengan indeks masa tubuh (IMT) 25,0-27,0 sedangkan obesitas apabila nilai IMT 27 ke atas. Menurut WHO, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa di seluruh dunia, 18 tahun mengalami kelebihan berat badan. Lebih dari 600 juta mengalami obesitas. Diperkirakan prevalensi obesitas di Amerika Serikat tetap lebih tinggi dari golongan orang sehat 2020 14,5% di antara pemuda dan 30,5% di antara orang dewasa. Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak atau lipid yang berwarna kekuningan menyerupai lilin. Kolesterol juga dibuat oleh tubuh sendiri (hati) bahkan, sekitar 70% kolesterol dalam darah merupakan hasil sintesis di dalam hati, karena memang diperlukan untuk membentuk otak, membangun sel-sel, serta memproduksi empedu, dan memproduksi hormon-hormon. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah merupakan permasalah yang serius, karena merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai macam penyakit. Jika kolesterol tidak ditangani maka kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan penyakit-penyakit yang berbahaya.Kadar kolesterol yang tinggi di dalam pembuluh darah dapat menyebabkan gumpalan dalam saluran pembuluh darah.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan survei melalui pemeriksaan profil lipid Populasi dalam penelitian ini yaitu 20 orang dengan status gizi lebih yang berusia antara 25 sd 55 tahun.dan tidak merokok.Hasil : Mean kadar HDL yaitu 71.65 mg/dl.Mean kadar LDL yaitu 143.77 mg/dl.Mean kadar trigleserida yaitu 299.52 mg/dl. Mean kadar kolesterol total yaitu 234.58 mg/dl mg/dl.Simpulan : Kadar profil lipid ( LDL,HDL, kolesterol total, trigliserida ) pada orang dengan status gizi lebih mengalami peningkatan.
PEMBERDAYAAN IBU BADUTA DALAM MEWUJUDKAN PERIODE EMAS MELALUI PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI Tri Anonim; Suryo Pratikwo; Sumarni Sumarni; Erni Nuryanti; Maslahatul Inayah
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11476

Abstract

Latar Belakang : Usia dibawah 24 bulan sangat penting bagi bayi karena di masa inilah upaya menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Masa itu merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga kerap diistilahkan sebagai “Periode Emas” sekaligus “periode kritis”. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, Global Strategy for Infant and Young Child Fedding WHO/UNICEF merekomendasikan perlunya 4 hal penting yang harus dilakukan, antara lain: memberikan ASI kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya ASI saja atau pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampTujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu Baduta dalam upaya perbaikan gizi anaknya melalui praktik pemberian ASI Eksklusif dan MPASI agar terwujud Periode Emas.Metode: Penyuluhan kesehatan dan Praktik pemberian ASI eksklusif dan MPASI melalui ceramah, tanya jawab, demomnstrasi membuat MPASI usia  6-9 bulan, 9-12 bulan dan 12-24 bulan.ai anak berusia 24 bulan atau lebih.Hasil Kegiatan: Hasil evaluasi nilai rata-rata pre test sebesar 76,6 ( baik) menjadi 87,4 (sangat baik) pada nilai rata-rata post-testKesimpulan: Penyuluhan tentang Pemberian ASI Eksklusif dan MPASI dapat meningkatkan pengetahuan pada Ibu Baduta, nilai rata-rata pre tes dibanding pos tes terjadi peningkatan signifikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM POS SIAGA KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL DAN JANIN DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Sudirman Sudirman; Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany; Sumarni Sumarni; Nadia Eka Indrianing
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12380

Abstract

Latar Belakang : Masalah di kelurahan kertoharjo merupakan daerah binaan puskesmas Pekalongan Selatan. Data tahun 2022 jumlah ibu hamil di wilayah Puskesmas Pekalongan Selatan sebanyak 208 orang dengan resiko tinggi karena Kekurangan Energi Kronis (KEK) 27 %, disebabkan karena anemia 9%,  penyebab lainnya karena usia lebih dari 36 tahun dan kurang dari 20 tahun. Jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi terbanyak di kelurahan kuripan Kertoharjo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Pemberdayaan  Masyarakat  dalam Pengelolaan Pos siaga  Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Janin, memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar mengetahui Pengelolaan Pos siaga  Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Janin. Kader Kesehatan dan tokoh masyarakat setempat diedukasi untuk pendampingan one kader one ibu hamil resiko tinggi (bumil resti) menurunkan tingkat mortalitas dan bisa mengidentifikasi dan mendampingi ibu hamil beresiko sampai melahirkan dengan selamat dengan satu ibu hamil satu kader pendamping.Tujuan : Pengabdian kepada masyarakat dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin pada wilayah binaan Kelurahan Kuripan Kertoharjo.Metode : Metode pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan tentang deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin. Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan kemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasi mother serta pendampingan one kader one ibu hamil resiko tinggi.Hasil : Kegiatan pengabdian ini dapat dilihat pada pengetahuan sasaran kegiatan dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin. Meningkatkan variasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi.Simpulan : Terbentuknya pos kegawatdaruratan ibu hamil dan janin digunakan untuk mengurangi mortalitas ibu hamil dan janin di wilayah binaan Kelurahan Kuripan Kertoharjo, tim yang terdiri dari Karang taruna, kesra, dan kader sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya pos tersebut serta pendampingan pembuatan menu untuk meningkatkan gizi untuk ibu hamil dalam mengurangi resiko kelahiran. Keyword : Kegawatdaruratan Janin, one kader one Bumil resti
Skrining Kecemasan Pada Mahasiswa Baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Lis Triasari; Maslahatul Inayah; Sudirman Sudirman; Sumarni Sumarni; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13062

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa baru melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, akan memasuki masa transisi perubahan status dan proses pembelajaran dari siswa menuju mahasiswa. Mahasiswa akan merasa lebih dewasa, lebih bereksplorasi terhadap gaya hidup dan dengan adanya tugas-tugas akademik, mereka merasa lebih tertantang secara intelektual namun mahasiswa juga dapat mengalami kesulitan, karena adanya culture shock terhadap masalah sosial dam psikologis dalam status baru tersebut. Penilaian dini bertujuan untuk mendeteksi secara cepat dan akurat kondisi kesehatan mental mahasiswa, sehingga intervensi yang tepat dapat diberikan sebelum masalah berkembang lebih lanjut. Penilaian dini merupakan langkah awal yang esensial dalam memahami kondisi mental mahasiswa.Metode : Metode kegiatan ini dilakukan dengan Skrining menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) untuk menilai tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang, mengelompokkan dan menganalisa hasil dari skrining tersebut serta menyimpulkan hasil analisa terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang. Hasil :Berdasarkan hasil skrining terdapat 15 mahasiswa dengan tingkat kecemasan normal (12%), 25 mahasiswa dengan tingkat kecemasan ringan (21%), 61 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sedang (50%), 12 mahasiswa dengan tingkat kecemasan parah (10%), dan 8 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sangat parah (7%).Simpulan : Dengan adanya kegiatan screening yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan akademis dan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga mampu berkontribusi secara optimal di kampus dan di masa depan. Program ini juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat mental, di mana setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara holistik, baik secara akademis, sosial, maupun emosional.Keyword : Screening, Kecemasan, Mahasiswa Baru