Claim Missing Document
Check
Articles

Social Determinants of Neonatal Health Outcomes in Indonesia: A Multilevel Regression Analysis Soeharno, Rooswanti; Sjaaf, Amal Chalik
Kesmas Vol. 19, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s neonatal mortality rate remains alarmingly high. This study addressed the determinants of neonatal outcomes in Indonesia, including the effects of a decentralized health system, socioeconomic disparities, and geographic variations. The analysis used 2018 national survey data across 34 provinces, 513 cities/districts, and 300,000 households, with a sample of 73,864 women aged 10-54 years who have given birth in the preceding five years. The multilevel regression was used to assess the impact of social determinants and systemic inequalities on neonatal health. Key findings revealed a neonatal mortality rate that, despite being preventable in many cases, remained high with significant disparities. The final model, incorporating individual and community-level factors, reduced unexplained variance by 28% (PCV), with community factors explaining 16% of the variability (ICC 0.1600). The community-level risk variability also decreased, as shown by a reduction in the Median Odds Ratio from 2.43 to 2.13. These results highlighted the importance of targeting individual and community factors to reduce the risk of babies being born at risk. There is a critical need for targeted health policies and local-specific interventions to bridge the equity gap and improve neonatal health outcomes.
Self-sufficiency challenges of blood products in LMICs and role of diplomacy Rizky, Isnaniyah; Sjaaf, Amal Chalik
BKM Public Health and Community Medicine Vol 39 No 05 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.745 KB) | DOI: 10.22146/bkm.v39i05.6922

Abstract

Purpose: PDMPs are one of the therapeutic substances derived from human blood and have a role in treating several life-threatening diseases. PDMPs are also included in the WHO Essential Medicines list. PDMP production development has been successful in developed countries. In contrast to LMIC countries, blood management is far from the standard. This issue is undoubtedly a challenge for developing countries. Besides, health diplomacy is suitable for solving the gaps in some health system problems. Methods: This writing uses a systematic review to collect information related to the challenges experienced by developing countries in implementing plasma fractionation and strategies that are ably implemented to increase the supply of PDMP. Results: The main challenges in implementing domestic fractionation by LMICs are collecting raw materials that need to meet standards, finances to fulfill fractionation facilities, and the need for more local teams with expertise in plasma fractionation. This also highlights how health diplomacy utilization can fill the gaps. Conclusion: Technological transformation is the key to success at each stage of the implementation of contract fractionation towards domestic fractionation, which will strengthen the resilience of the pharmaceutical industry in each LMIC country. It is also necessary to consider the benefit of establishing health diplomacy.
EFEKTIVITAS PENERAPAN TRANSPARANSI HARGA PELAYANAN RUMAH SAKIT DALAM MEMBERIKAN SINYAL INFORMASI KEPADA PASIEN DAN RUMAH SAKIT Lumbanraja, Lissa MJR; Sjaaf, Amal Chalik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1736

Abstract

The transparency of hospital service prices means that information about the prices of medical services and procedures offered by hospitals is openly available and easily accessible to the general public. Patients can compare the fees charged by different hospitals for the same medical service. This can encourage competition between hospitals to offer more competitive prices. Price transparency is still complex in many healthcare systems, and there are challenges that need to be addressed in implementing price transparency that is effective and beneficial for patients. This research is a research based on Literature Review with a research approach based on the analysis of scientific articles and theses with study methods, structured evaluation, classification and categorization of evidence-based that has existed or been produced before, which has been discussed and published in the health sector. Focus is set for publication from 2013 to 2023. The data used are secondary data, obtained from the results of research that has been done. The hope is that with price transparency, patients can evaluate their healthcare options, compare prices from all providers, and make decisions that align with their own financial circumstances and preferences. However, based on the results of research and discussion described above, it can be concluded that there is no significant impact on the selection and decision of patients to choose hospital services with price information from service providers.
Analisis Model Logika dalam Implementasi Kawasan Tanpa Rokok pada Tataran Kota/Kabupaten di Indonesia Haristia, Wenni; Sjaaf, Amal Chalik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i2.2251

Abstract

Rokok secara langsung berdampak pada beban kesehatan dan beban ekonomi suatu negara. Prevalensi perokok meningkat setiap tahunnya pada setiap tingkatan usia. Upaya perlindungan kepada Masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan akibat paparan rokok dilakukan melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran implementasi KTR pada tataran kota/kabupaten di Indonesia dengan menggunakan analisis model logika yang terdiri dari aspek input, process (aktivitas), output, dan outcome. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi KTR belum optimal di semua wilayah studi. Tantangan utamanya adalah keterbatasan anggaran, keterbatasan SDM/personil dalam pembinaan dan pengawasan, rendahnya komitmen pelaku kebijakan, dan kurangnya koordinasi lintas sektor.
NARRATIVE REVIEW: TREN PEMAKAIAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN HAJI PERIODE HAJI 2017-2019 Hartanti, Aryani Dwi; Sjaaf, Amal Chalik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Ketetapan Menteri Agama (KMA) nomor 75 tahun 2017, sebanyak 221.000 jema’ah ditetapkan untuk diberangkatkan. Pada tahun 2018 berdasarkan KMA nomor 109 tahun 2018 terdapat 221.000 jema’ah haji yang diberangkatkan oleh Kementerian Agama. Pada pada tahun 2019 terdapat penambahan kuota jema’ah haji sebanyak 10.000 jema’ah melalui KMA nomor 176 tahun 2019 tentang Penetapan Kuota Haji Tambahan, sehingga jumlah jema’ah haji menjadi 231.000 jema’ah. Kementerian Kesehatan melalui Permenkes No 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jema’ah haji menjalankan rangkaian kegiatan yang menjamin kesehatan jema’ah haji. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan yakni perbekalan obat pada masa haji. Pada masa Pra Armuzna (masa sebelum prosesi haji), Armuzna (prosesi haji di arafah, muzdalifah, dan mina) dan pasca Armuzna (masa setelah prosesi haji). Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode tinjauan literatur dimulai dengan mengumpulkan beberapa laporan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan terkait laporan dan pemakaian obat pada ibadah haji periode 2017-2019 yang bertujuan untuk melihat tren pemakaian obat yang dikaitkan dengan tren diagnosis penyakit yang dialami jema’ah haji. Pada masa Armuzna 2017 jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan obat antipiretik seperti Paracetamol 500 mg atau sejenisnya dengan jumlah pemakaian 512.448 tablet. Pada masa Armuzna 2018, Bromhexine HCL 8 mg menjadi obat paling banyak digunakan sebanyak 17.248 tablet. Sedangkan pada 2019 N-Acetyl sistein 200 mg menjadi obat yang paling banyak digunakan dengan 9.890 tablet. Ketersediaan perbekalan obat pasca Armuzna juga menjadi hal yang penting, sebab pada masa tersebut adalah masa dimana kondisi jema’ah haji menurun setelah melakukan proses ibadah haji yang panjang dan menguras energi. Hal ini bisa menjadi catatan dan evaluasi tim kesehatan haji Kementerian Kesehatan untuk mempelajari pola penyakit dan penggunaan obat yang dikonsumsi jema’ah haji selama periode 2017-2019
Peningkatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dengan Digitalisasi di Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta Pertiwi, Revita Anisa; Sjaaf, Amal Chalik; Andriani, Helen; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16455

Abstract

Terkait keselamatan pasien, rumah sakit sangat rentan karena merupakan organisasi yang rumit dengan sumber daya terbatas di berbagai bidang seperti teknologi, layanan, pemasaran, sistem mutu, dan bahaya. Berikut ini adalah beberapa jenis kejadian yang mungkin terjadi di rumah sakit yang dapat dihindari: Sentinel, Potential Injury Conditions (KPC), Near Injury Events (KNC), Non-Injury Events (KTC), Adverse Events (KTD), dan divisi Farmasi memiliki potensi kecelakaan tertinggi. Satu rumah sakit di Jakarta telah melihat peningkatan laporan masalah keselamatan pasien, dan penelitian ini bertujuan untuk meneliti penyebabnya. Penelitian ini dilakukan antara Januari dan Maret 2024 dan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan meninjau dokumen sekunder yang berkaitan dengan insiden keselamatan pasien. Informan terdiri dari kepala bidang penunjang medis, Ketua Keselamatan Pasien Rumah Sakit, kepala instalasi farmasi, dan staf farmasi. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan laporan insiden keselamatan pasien sebesar 660% setelah di lakukan perubahan sistem saat 2023. Setelah di lakukan penyuluhan kepada seluruh tenaga kesehatan di tahun 2024 terdapat peningkatan laporan ada 101% di bandingkan tahun 2023. Penyuluhan kepada semua tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit menyebabkan peningkatan angka pelaporan insiden yang menandakan mutu kesalamatan pasien di rumah sakit tersebut berjalan baik dan pasien mendapatkan pelayanan prima.
Strategi Implementasi Digital Marketing di Rumah Sakit pada Masa Pandemi COVID-19: Literature Review: Digital Marketing Implementation Strategy in Hospitals During the COVID-19 Pandemic: Literature Review Vanda Sativa Julianti; Amal Chalik Sjaaf; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.234 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2107

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 yang terjadi berdampak pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakit pesat. Peranan internet dan media online dapat menjadi strategi baru rumah sakit untuk melakukan pemasaran secara digital. Hal ini membuat interaksi dengan konsumen rumah sakit menjadi lebih mudah dan cepat, dengan biaya yang relatif lebih murah. Tujuan: Kajian literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi implementasi digital marketing di rumah sakit. Metode: Penulisan ini dilakukan secara literature review dari database ProQuest, SpringerLink, dan Science Direct. Artikel diskrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 6 artikel disaring dari 6.220 artikel dan kemudian dilakukan kajian literatur. Hasil: Rumah sakit perlu mengetahui dampak perubahan perilaku konsumen akibat COVID-19, melakukan integrasi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan berdasarkan Healthcare 4.0, dan prinsip penerapan digital marketing berupa contactless services dan Integrated Marketing Communication. Penerapan digital marketing di rumah sakit dapat diterapkan melalui media massa, sosial media, platform digital/ online, serta aplikasi. Kesimpulan: Diperlukan langkah-langkah strategi implementasi digital marketing di rumah sakit yang tetap mengutamakan konsep 4P dan konsep 4C.
Strategi Implementasi Clinical Pathway Terhadap Mutu Pelayanan Obstetri di Rumah Sakit pada Masa Pandemi COVID-19: Systematic Review: Clinical Pathway Implementation Strategy on the Quality of Obstetric Services in Hospitals during the COVID-19 Pandemic: Systematic Review Vanda Sativa; Amal Chalik Sjaaf; Adik Wibowo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.894 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2200

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 memberikan dampak bagi semua sektor termasuk sektor kesehatan. Ibu hamil merupakan kelompok rentan terpapar virus ini. Data WHO menunjukkan terdapat 290 juta kasus terkonfirmasi positif, dan dari data CDC didapatkan 155 ribu kasus pada ibu hamil di United States. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi implementasi clinical pathway pada pelayanan obstetri di masa pandemi ini. Metode: Penelitian dilakukan secara systematic review berdasarkan alur diagram PRISMA. Didapatkan 7 artikel yang dibahas dalam penelitian ini. Hasil: Implementasi clinical pathway pada masa pandemi ini meliputi diagnosis COVID-19 pada ibu hamil, alat pelindung diri (APD) saat persalinan, manajemen sistem clinical pathway, serta pendukung dan penghambat dalam implementasi clinical pathway. Kesimpulan: Implementasi clinical pathway pada pelayanan obstetri di rumah sakit pada masa pandemi merupakan suatu tantangan dan langkah penting yang tetap harus dapat diterapkan oleh rumah sakit agar mutu pelayanan dan keselamatan pasien tetap terjamin.
Challenges and Strategies for Fulfilling Specialist and Subspecialist Doctors for Improvement Service Hospital Referral: Systematic Literature Review Evalindo Hutabarat; Amal Chalik Sjaaf
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 10 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i10.6166

Abstract

Introduction: The availability of specialist and subspecialist doctors in sufficient numbers and with appropriate competencies is an absolute prerequisite for the success of the transformation of referral services. Data from the Ministry of Health in 2024 shows that Indonesia only has 0.18 specialist doctors per 1,000 population spread across various health facilities. This figure is still far below the ideal target of 0.28 per 1,000 population, so an additional 29,179 specialist doctors are needed. Objective: This research aims to identify obstacles that hinder availability doctor specialists and subspecialists at the hospitals, as well as to explore effective approaches to overcome these problems. Method: This study uses the Systematic Literature Review method. The method of selecting articles in this study is to search for articles that meet the inclusion and exclusion criteria through the Google Scholar database with the keywords "efforts to fulfill specialist and subspecialist doctors", "challenges to fulfill specialist and subspecialist doctors", "challenges and strategies to fulfill specialist and subspecialist doctors", "challenges and strategies to fulfill medical personnel". This study conducted a literature review of 14 relevant scientific publications, published in the last five years (2020-2024). Result: The results of the study identified a number of significant obstacles in efforts to increase the availability of specialist and subspecialist doctors in hospitals, including aspects of regulation, budget allocation, human resource management, infrastructure, and monitoring and evaluation mechanisms. Conclusion: The interconnection between these five aspects requires the implementation of a holistic strategy in an effort to increase the availability of specialist and subspecialist doctors in hospitals.
Evaluasi Pasca Pelatihan Pelayanan Darah Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik Dewi Apriyantini; Amal Chalik Sjaaf
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) di RS sebagai salah satu tenaga kesehatan yang harus mempunyai sertifikat pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan, penyimpanan, distribusi darah dengan lingkup kerja di area laboratorium. Tujuan penelitian untuk melihat efektivitas pelatihan tenaga ATLM di Unit Transfusi Darah RS. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kohort retrospektif. Hasil penelitian menunjukan penilaian cukup baik untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan, dapat memberikan pengembalian atas investasi. Kesimpulan: kompetensi pegawai dapat diberikan melalui proses pencapaian peningkatan kompetensi dengan program pelatihan. Program pelatihan dapat dikembangkan sehingga investas yang dikeluarkan sesuai dengan pendapatan yang akan didapatkan.