Milla Herdayati, Milla
Departemen Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; Depok 16424; Indonesia

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Risiko Kanker Hati pada Pasien dengan Penyakit Hati (Analisis Data Sampel BPJS Tahun 2019-2021) Meidiansyah, Ridwan; Herdayati, Milla
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.14311

Abstract

Kanker hati adalah kondisi ketika sel-sel dalam hati tumbuh di luar kendali. Pada tahun 2020, kanker hati menempati urutan keempat kanker dengan jumlah kasus baru dan kematian tertinggi di Indonesia. Faktor risiko utama kanker hati adalah penyakit hati kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui risiko penyakit hati berkembang menjadi kanker hati pada peserta dengan dan tanpa penyakit hati di Indonesia tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2019-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 824.592 terbobot. Analisis menggunakan uji Cox Proportional Hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta dengan penyakit hati memiliki probabilitas dan risiko kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan peserta yang tidak memiliki penyakit hati (CEP 1,61%; 95% CI 0,08% – 3,14%; AHR 98,5; 95% CI 40,6 – 239,4). Berdasarkan jenis dan jumlah penyakit hatinya, peserta dengan hepatitis kronis (AHR 153,9; 95% CI 32,3 – 690,7) dan menderita lebih dari 2 jenis penyakit hati (AHR 140,1; 95% CI 18,5 – 1061,7) memiliki risiko kanker hati paling tinggi dibandingkan kategori lainnya. Hasil studi menyimpulkan bahwa penderita penyakit hati, terutama hepatitis kronis, memiliki risiko sangat tinggi mengalami kanker hati. Untuk itu, perlu surveilans kanker hati secara nasional pada kelompok penduduk tersebut guna mencegah penyakit hati berkembang menjadi kanker hati.
The Pengalaman Lelaki Seks Lelaki Terhadap Penggunaan Pre-Exposure Prophylaxis (Prep) Sebagai Upaya Pencegahan HIV : Studi Kualitatif Eva Dwiyanti Lestari; Milla Herdayati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46170

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a significant public health issue, particularly among Men who have Sex with Men (MSM), a key population in HIV transmission. One effective prevention strategy is the use of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). This study aims to explore self-perception, sexuality, and perspectives on the use of PrEP as an HIV prevention method among MSM in Tangerang Regency. This research employed a qualitative phenomenological approach and involved five key informants from the MSM community and one supporting informant from a healthcare provider. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The results indicate that most informants experience internal conflict regarding their sexual orientation, influenced by traumatic experiences and sociocultural norms. Their sexuality is shaped not only by biological desire but also by emotional and economic factors. All informants were aware of PrEP; however, many held misconceptions about its function. Social stigma and limited access remain major barriers to PrEP utilization. Comprehensive education, inclusive health services, and community-based interventions are essential to improve the uptake of PrEP as a strategy for HIV prevention. Keywords: msm, prep, hiv prevention, qualitative study
Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Sosial Ekonomi Terhadap Prevalensi Depresi di Indonesia Tahun 2023: Peran Iklh dan Efek Spillover Tenaga Psikolog Klinis Visityari Suryani; Milla Herdayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55832

Abstract

Database Global Burden of Disease pada tahun 2021 menunjukkan lebih dari 1 milyar orang atau 1 dari 7 orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Estimasi WHO sekitar 332 juta orang dari populasi dunia mengalami depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran dan hubungan tentang persebaran depresi dengan tenaga kesehatan psikoklinis, tingkat kemiskinan dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain ekologi dengan analisis spasial dari data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk data depresi dan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk jumlah tenaga kesehatan psikoklinis, tingkat kemiskinan, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dalam unit analisis provinsi. Hasil uji autokorelasi spasial terdapat pengelompokan geografis yang signifikan pada tingkat kemiskinan dan IKLH, sedangkan prevalensi depresi dan tenaga kesehatan psikoklinis memiliki pola spasial yang tersebar atau acak. Analisis regresi spasial menggunakan Spatial Durbin Model (SDM) menunjukkan IKLH berpengaruh signifikan negatif terhadap depresi. Efek tidak langsung (spillover) yang signifikan ditujukkan pada tenaga kesehatan psikoklinis di provinsi tetangga terhadap prevalensi depresi di wilayah lokal. Penanggulangan depresi di Indonesia dapat dilakukan dengan penguatan kebijakan tata ruang dan pelestarian ruang terbuka hijau serta peningkatan distribusi layanan kesehatan termasuk tenaga kesehatan psikoklinis di seluruh wilayah Indonesia.
Faktor-Faktor Penghambat Penyediaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Global: Systematic Literature Review Syifa Nadiyya Nurul Fitri; Milla Herdayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59896

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang medis dan peningkatan kesadaran atas pentingnya kesehatan reproduksi terjadi dengan sangat pesat dalam beberapa belas tahun ini, akan tetapi banyak wanita di beberapa kontinen seperti Afrika, Asia Selatan dan Asia Barat masih kesulitan untuk mendapatkan akses kepada pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini ditujukan untuk menelusuri hambatan apa saja yang ditemukan dalam penerapan pelayanan kesehatan reproduksi di berbagai negara di seluruh dunia dan menganalisis masalah utama yang harus diperhatikan dalam penyediaan pelayanan. Penelitian ini berbentuk Systematic Review (Tinjauan sistematis) yang menggunakan prosedur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Masalah penelitian diformulasikan menggunakan metode PICO Process (Population, Intervention, Control and Outcomes). 12 artikel dikumpulkan dan dianalisis, kemudian menemukan adanya 4 kategori hambatan yang ada dalam penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Monitoring dan Evaluasi, Pelayanan Kesehatan, Wanita
Pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Masa Pandemi Covid-19 : Literature Review: Prevention of Mother to Child HIV Transmission Treatment (PMTCT) During Pandemic Covid 19 : Literature Review Dinda Syifa Al Adila; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2535

Abstract

Latar belakang: PMTCT adalah program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Ada 4 program PMCTCT, yakni melaksanakan kegiatan pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi, mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan pada Ibu hamil HIV positif, mencegah agar bayi tidak tertular HIV dari Ibu hamil positif HIV, serta mendukung Ibu HIV positif dan anak secara psikologis, sosial, dan akses perawatan. Pada 2013-2019 pemeriksaan tes HIV meningkat, akan tetapi sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 mengalami penurunan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program PMTCT selama pandemi Covid-19. Metode: Metode menggunakan pendekatan traditional narrative literature review dari database terkomputerisasi, seperti Google Scholar, Proquest, dan Scopus. Hasil: PMTCT selama pandemik Covid-19 mengalami keterhambatan. Hal ini terjadi karena adanya kebijakan terkait pencegahan Covid-19 yang membatasi ruang gerak ibu hamil karena lockdown atau PPKM dan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan PMTCT yang diprioritaskan menangani pencegahan Covid-19. Keluarga ibu hamil HIV juga kurang memberikan dukungan psikologis dalam mengakses perawatan. Kesimpulan: Perlu edukasi bagi keluarga untuk mendukung ibu hamil mengkases pelayanan PMTCT selama pandemi Covid-19. Pemanfaatan teknologi dapat berguna untuk menyebarkan informasi PMTCT. Inisiasi ARV secara cepat dan Multi Months Dispensing (MMD) selama pandemi dapat menjadi solusi dari pembatasan pergerakan masyarakat.
Analisis Spasial Kejadian Diare pada Balita di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 : Spatial Analysis of Incidence of Diarrhea in Children Under-Five in North Sumatra Province in 2020 Renata Philipa Plate; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3577

Abstract

Latar belakang: Provinsi Sumatera Utara memiliki prevalensi diare pada balita paling tinggi di Indonesia. Kejadian diare pada balita berhubungan dengan faktor risiko individu dan lingkungan yang saling berinteraksi dalam ruang spasial. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko, pola spasial, dan wilayah prioritas intervensi diare pada balita di Sumatera Utara. Metode: Penelitian memiliki desain studi ekologi. Faktor risiko diare pada balita ditentukan dengan korelasi Pearson. Global Moran digunakan untuk mengetahui dependensi spasial dari insiden diare pada balita, sedangkan LISA (local indicators of spatial association) digunakan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara insiden diare pada balita dengan persentase rumah tangga tanpa jamban sendiri. Pola spasial insiden diare pada balita di Sumatera Utara membentuk pola berkelompok. Terdapat tujuh daerah prioritas utama intervensi yang terbagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama terletak di bagian tengah menuju timur (4 wilayah), klaster kedua terletak di bagian selatan (3 wilayah). Kesimpulan: Upaya pencegahan diare pada balita dilakukan dengan pembangunan jamban keluarga dan edukasi pentingnya kepemilikan jamban, terutama bagi penduduk yang tinggal di wilayah prioritas intervensi.
Hubungan Pemberdayaan Perempuan dalam Rumah Tangga dengan Status Gizi Anak pada Beberapa Negara di Afrika dan Asia: Literature Review: The Relationship of Women's Household Empowerment with Nutritional Status Children in Several Countries in Africa and Asia: Literature Review Masnauli Pratiwi Sitompul; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4392

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi menjadi salah satu tantangan kesehatan global. Status gizi anak dipengaruhi oleh praktik pengasuhan, asupan makanan anak, dan lingkungan yang sehat. Pemberdayaan perempuan merupakan faktor penting dalam pengasuhan anak dan menentukan status kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui bukti terkini terkait hubungan pemberdayaan perempuan dengan status gizi anak, serta menganalisis indikator langsung pemberdayaan perempuan. Metode: Artikel ini ditulis dengan metode studi literatur dengan 18 artikel sesuai dianalisis. Sebagian besar artikel yang ditemukan berasal dari Asia Selatan dan Sub-sahara Afrika. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kelompok indikator (alokasi sumber daya, pengambilan keputusan terkait reproduksi, dan gabungan) dan 4 dimensi (sumber daya, agensi, pencapaian, dan gabungan) yang ditemukan. Kesimpulan: Perlunya menentukan indikator pemberdayaan perempuan yang tepat dan sesuai untuk mendapatkan informasi yang lebih substantif, serta mengambil data dengan desain studi longitudinal untuk mengukur indikator pemberdayaan perempuan berdasarkan siklus kehidupan.
Masalah Kesehatan Mental pada Wanita Hamil Selama Pandemi COVID-19 Arinda, Yosi Duwita; Herdayati, Milla
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 1 (2021): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62784

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 yang menyebar secara masif menimbulkan banyak manifestasi. Kelompok rentan seperti wanita hamil berisiko mengalami masalah kesehatan psikologis. Pembatasan sosial yang diterapkan menyebabkan kurangnya dukungan sosial bagi wanita hamil.Tujuan: Untuk menelaah masalah kesehatan psikologis selama pandemi COVID-19 serta dampaknya bagi wanita hamil.Metode: Metode dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur yang terdapat dalam database jurnal kesehatan yakni Lancet, PubMed, Tandfonline, dan Science Direct. Artikel terpilih berdasarkan free full text, open access, berbahasa Inggris, dan terbit tahun 2020.Hasil: Hasil studi literatur melalui database menemukan 31 artikel di Lancet Global Health, 155 artikel di PubMed, 10 artikel di Tandfonline, dan 73 artikel di Science Direct. Artikel yang relevan dengan topik yakni 30 artikel. Wanita hamil cenderung mengalami peningkatan kecemasan yang dapat mengakibatkan pada gangguan psikologis diantaranya kecemasan, stress, insomnia, depresi ataupun post-traumatic stress disorder. Gangguan kesehatan psikologis selama kehamilan meningkatkan risiko pada janin berupa perkembangan janin yang buruk, kelahiran prematur, ataupun BBLR.Kesimpulan: Wanita hamil menjadi kelompok rentan mengalami masalah kesehatan psikologis. Faktor yang mendasarinya yaitu akses pelayanan kesehatan terbatas, kurangnya dukungan sosial dari berbagai pihak, dan kekhawatiran akan kesehatan dirinya dan janin apabila tertular.