Milla Herdayati, Milla
Departemen Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; Depok 16424; Indonesia

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Knowledge, Attitude, and Practice Regarding COVID-19 among Residents of Pesantren Herdayati, Milla; Karniastuti, Juliana
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) run the risk of COVID-19 transmission. The pesantren learning system is generally carried out collectively, with an all-day-long interaction between teachers and students. This paper presented a lesson on controlling COVID-19 outbreak in pesantren through Community Service Activities (CSA). The CSA was designed to empower the pesantren to prevent and control COVID-19 to become a safe place protected from COVID-19 spread. This was a relevant case study in a traditional Islamic boarding school (salafiah) in Lebak District, Banten. The study population (a total of 97 participants) consisted of the pesantren leader, the teachers (“Ustaz/Ustazah”) , and the students, ushered by the community service partners, namely the Sub-district Public Health Center and COVID-19 Task Force. This study showed that controlling COVID-19 in pesantren requires the leaders’ commitment to establishing an internal COVID-19 Task Force and partnerships with community stakeholders. Health literacy needs to be improved, especially by implementing health protocols and information on clean and healthy behavior. There are obstacles in handling COVID-19, especially related to social distancing, infrastruc-ture, and funding. This study recommends the empowerment of pesantren residents related to health literacy. It is necessary to make people realize that COVID-19 is everyone’s responsibility. The Government should pay serious attention to pesantren as boarding educational institutions with a high level of in-teraction and prevent them from becoming clusters of COVID-19 spread.
Hubungan Pemberdayaan Perempuan dalam Rumah Tangga dengan Status Gizi Anak pada Beberapa Negara di Afrika dan Asia: Literature Review: The Relationship of Women's Household Empowerment with Nutritional Status Children in Several Countries in Africa and Asia: Literature Review Masnauli Pratiwi Sitompul; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4392

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi menjadi salah satu tantangan kesehatan global. Status gizi anak dipengaruhi oleh praktik pengasuhan, asupan makanan anak, dan lingkungan yang sehat. Pemberdayaan perempuan merupakan faktor penting dalam pengasuhan anak dan menentukan status kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui bukti terkini terkait hubungan pemberdayaan perempuan dengan status gizi anak, serta menganalisis indikator langsung pemberdayaan perempuan. Metode: Artikel ini ditulis dengan metode studi literatur dengan 18 artikel sesuai dianalisis. Sebagian besar artikel yang ditemukan berasal dari Asia Selatan dan Sub-sahara Afrika. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kelompok indikator (alokasi sumber daya, pengambilan keputusan terkait reproduksi, dan gabungan) dan 4 dimensi (sumber daya, agensi, pencapaian, dan gabungan) yang ditemukan. Kesimpulan: Perlunya menentukan indikator pemberdayaan perempuan yang tepat dan sesuai untuk mendapatkan informasi yang lebih substantif, serta mengambil data dengan desain studi longitudinal untuk mengukur indikator pemberdayaan perempuan berdasarkan siklus kehidupan.
Risiko Kanker Hati pada Pasien dengan Penyakit Hati (Analisis Data Sampel BPJS Tahun 2019-2021) Meidiansyah, Ridwan; Herdayati, Milla
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.14311

Abstract

Kanker hati adalah kondisi ketika sel-sel dalam hati tumbuh di luar kendali. Pada tahun 2020, kanker hati menempati urutan keempat kanker dengan jumlah kasus baru dan kematian tertinggi di Indonesia. Faktor risiko utama kanker hati adalah penyakit hati kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui risiko penyakit hati berkembang menjadi kanker hati pada peserta dengan dan tanpa penyakit hati di Indonesia tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2019-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 824.592 terbobot. Analisis menggunakan uji Cox Proportional Hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta dengan penyakit hati memiliki probabilitas dan risiko kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan peserta yang tidak memiliki penyakit hati (CEP 1,61%; 95% CI 0,08% – 3,14%; AHR 98,5; 95% CI 40,6 – 239,4). Berdasarkan jenis dan jumlah penyakit hatinya, peserta dengan hepatitis kronis (AHR 153,9; 95% CI 32,3 – 690,7) dan menderita lebih dari 2 jenis penyakit hati (AHR 140,1; 95% CI 18,5 – 1061,7) memiliki risiko kanker hati paling tinggi dibandingkan kategori lainnya. Hasil studi menyimpulkan bahwa penderita penyakit hati, terutama hepatitis kronis, memiliki risiko sangat tinggi mengalami kanker hati. Untuk itu, perlu surveilans kanker hati secara nasional pada kelompok penduduk tersebut guna mencegah penyakit hati berkembang menjadi kanker hati.
Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) Di Kabupaten Lebak Tahun 2017 Nuraineu, Yaneu; Herdayati, Milla; Kuswandi, Kadar
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.796 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.413

Abstract

Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas pelayanan ANC di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%) responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback
Pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Masa Pandemi Covid-19 : Literature Review: Prevention of Mother to Child HIV Transmission Treatment (PMTCT) During Pandemic Covid 19 : Literature Review Dinda Syifa Al Adila; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2535

Abstract

Latar belakang: PMTCT adalah program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Ada 4 program PMCTCT, yakni melaksanakan kegiatan pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi, mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan pada Ibu hamil HIV positif, mencegah agar bayi tidak tertular HIV dari Ibu hamil positif HIV, serta mendukung Ibu HIV positif dan anak secara psikologis, sosial, dan akses perawatan. Pada 2013-2019 pemeriksaan tes HIV meningkat, akan tetapi sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 mengalami penurunan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program PMTCT selama pandemi Covid-19. Metode: Metode menggunakan pendekatan traditional narrative literature review dari database terkomputerisasi, seperti Google Scholar, Proquest, dan Scopus. Hasil: PMTCT selama pandemik Covid-19 mengalami keterhambatan. Hal ini terjadi karena adanya kebijakan terkait pencegahan Covid-19 yang membatasi ruang gerak ibu hamil karena lockdown atau PPKM dan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan PMTCT yang diprioritaskan menangani pencegahan Covid-19. Keluarga ibu hamil HIV juga kurang memberikan dukungan psikologis dalam mengakses perawatan. Kesimpulan: Perlu edukasi bagi keluarga untuk mendukung ibu hamil mengkases pelayanan PMTCT selama pandemi Covid-19. Pemanfaatan teknologi dapat berguna untuk menyebarkan informasi PMTCT. Inisiasi ARV secara cepat dan Multi Months Dispensing (MMD) selama pandemi dapat menjadi solusi dari pembatasan pergerakan masyarakat.
Analisis Spasial Kejadian Diare pada Balita di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 : Spatial Analysis of Incidence of Diarrhea in Children Under-Five in North Sumatra Province in 2020 Plate, Renata Philipa; Herdayati, Milla
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3577

Abstract

Latar belakang: Provinsi Sumatera Utara memiliki prevalensi diare pada balita paling tinggi di Indonesia. Kejadian diare pada balita berhubungan dengan faktor risiko individu dan lingkungan yang saling berinteraksi dalam ruang spasial. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko, pola spasial, dan wilayah prioritas intervensi diare pada balita di Sumatera Utara. Metode: Penelitian memiliki desain studi ekologi. Faktor risiko diare pada balita ditentukan dengan korelasi Pearson. Global Moran digunakan untuk mengetahui dependensi spasial dari insiden diare pada balita, sedangkan LISA (local indicators of spatial association) digunakan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara insiden diare pada balita dengan persentase rumah tangga tanpa jamban sendiri. Pola spasial insiden diare pada balita di Sumatera Utara membentuk pola berkelompok. Terdapat tujuh daerah prioritas utama intervensi yang terbagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama terletak di bagian tengah menuju timur (4 wilayah), klaster kedua terletak di bagian selatan (3 wilayah). Kesimpulan: Upaya pencegahan diare pada balita dilakukan dengan pembangunan jamban keluarga dan edukasi pentingnya kepemilikan jamban, terutama bagi penduduk yang tinggal di wilayah prioritas intervensi.
The Pengalaman Lelaki Seks Lelaki Terhadap Penggunaan Pre-Exposure Prophylaxis (Prep) Sebagai Upaya Pencegahan HIV : Studi Kualitatif Eva Dwiyanti Lestari; Milla Herdayati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46170

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a significant public health issue, particularly among Men who have Sex with Men (MSM), a key population in HIV transmission. One effective prevention strategy is the use of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). This study aims to explore self-perception, sexuality, and perspectives on the use of PrEP as an HIV prevention method among MSM in Tangerang Regency. This research employed a qualitative phenomenological approach and involved five key informants from the MSM community and one supporting informant from a healthcare provider. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The results indicate that most informants experience internal conflict regarding their sexual orientation, influenced by traumatic experiences and sociocultural norms. Their sexuality is shaped not only by biological desire but also by emotional and economic factors. All informants were aware of PrEP; however, many held misconceptions about its function. Social stigma and limited access remain major barriers to PrEP utilization. Comprehensive education, inclusive health services, and community-based interventions are essential to improve the uptake of PrEP as a strategy for HIV prevention. Keywords: msm, prep, hiv prevention, qualitative study
Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Sosial Ekonomi Terhadap Prevalensi Depresi di Indonesia Tahun 2023: Peran Iklh dan Efek Spillover Tenaga Psikolog Klinis Suryani, Visityari; Herdayati, Milla
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55832

Abstract

Database Global Burden of Disease pada tahun 2021 menunjukkan lebih dari 1 milyar orang atau 1 dari 7 orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Estimasi WHO sekitar 332 juta orang dari populasi dunia mengalami depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran dan hubungan tentang persebaran depresi dengan tenaga kesehatan psikoklinis, tingkat kemiskinan dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain ekologi dengan analisis spasial dari data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk data depresi dan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk jumlah tenaga kesehatan psikoklinis, tingkat kemiskinan, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dalam unit analisis provinsi. Hasil uji autokorelasi spasial terdapat pengelompokan geografis yang signifikan pada tingkat kemiskinan dan IKLH, sedangkan prevalensi depresi dan tenaga kesehatan psikoklinis memiliki pola spasial yang tersebar atau acak. Analisis regresi spasial menggunakan Spatial Durbin Model (SDM) menunjukkan IKLH berpengaruh signifikan negatif terhadap depresi. Efek tidak langsung (spillover) yang signifikan ditujukkan pada tenaga kesehatan psikoklinis di provinsi tetangga terhadap prevalensi depresi di wilayah lokal. Penanggulangan depresi di Indonesia dapat dilakukan dengan penguatan kebijakan tata ruang dan pelestarian ruang terbuka hijau serta peningkatan distribusi layanan kesehatan termasuk tenaga kesehatan psikoklinis di seluruh wilayah Indonesia.