Milla Herdayati, Milla
Departemen Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; Depok 16424; Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analyzing High-Risk Fertility Behavior for Sustainable Maternal-Child Health: A 2017 Sociodemographic Study in Urban and Rural Indonesia Utami, Asti Annisa; Murti, Fadhaa Aditya Kautsar; Yuniar, Popy; Herdayati, Milla
Kesmas Vol. 20, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's goal of achieving Indonesia Emas 2045 hinges on improving Maternal-Child Health (MCH), essential for building a healthy and competitive population. Despite some advancements, the Maternal Mortality Rate (MMR) and Under-five Mortality Rate (U5MR) remain high, particularly because of High-Risk Fertility Behavior (HRFB). The HRFB poses significant risks to MCH, affecting both urban and rural women. This study aimed to identify the factors associated with HRFB in these areas to enhance MCH outcomes and support Indonesia's sustainable health goals. This cross-sectional study used a secondary dataset from the 2017 Indonesian Demographic Health Survey. A total of 20,530 women of reproductive age were included in this analysis. The main dependent variable was the HRFB, and the independent variables were split into three factors: individuals, households, and community factors. The overall prevalence of HRFB was 37.0%, with a slightly higher prevalence in urban areas (37.6%) than in rural areas (36.1%). In rural areas, HRFB was significantly associated with the wealth quintile, while in urban areas, it was linked to women's autonomy and education level. Addressing these factors is critical for improving MCH outcomes and reducing HRFB use.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia Pristya, Terry Yuliana Rahadian; Herdayati, Milla; Besral, Besral; Fika, Dheni Fidyah
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwife after controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.
Knowledge, Attitudes, and COVID-19 Prevention Practices of Healthcare Workers in Indonesia: A Mobile-based Cross-sectional Survey Besral, Besral; Wiyanti, Zulvi; Nurizin, Dion Zein; Herdayati, Milla; Sutiawan, R; Rahmaniati, Martya; Yuniar, Popy
Kesmas Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge of disease can affect attitudes and prevention practices, and wrong attitudes and practices can directly increase the risk of disease infection. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and COVID-19 prevention practice of healthcare workers in Indonesia and factors associated with prevention practices. A mobile-based cross-sectional survey was conducted in August 2020 with 254 healthcare workers in Indonesia. The self-administered questionnaire consisted of four parts: 1) sociodemographic information, 2) knowledge of COVID-19, 3) attitudes and anxiety toward COVID-19, and 4) COVID-19 prevention practices. The results indicated that healthcare workers in Indonesia had excellent knowledge and positive attitudes about COVID-19, but their preventionpractices were lacking. The multiple logistic regression analysis results revealed that the factors associated with the COVID-19 prevention practices of healthcare workers in Indonesia were knowledge, attitudes, anxiety, domicile island, age, income, and education. Healthcare workers who had excellent knowledge, positive attitudes, and high anxiety exhibited better COVID-19 prevention practices than others. Healthcare workers in Sumatra Island, aged 41–50 years, and an undergraduate education showed better COVID-19 prevention practices than others.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia Pristya, Terry Yuliana Rahadian; Herdayati, Milla; Besral, Besral; Fika, Dheni Fidyah
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwife after controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.
Knowledge, Attitude, and Practice Regarding COVID-19 among Residents of Pesantren Herdayati, Milla; Karniastuti, Juliana
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) run the risk of COVID-19 transmission. The pesantren learning system is generally carried out collectively, with an all-day-long interaction between teachers and students. This paper presented a lesson on controlling COVID-19 outbreak in pesantren through Community Service Activities (CSA). The CSA was designed to empower the pesantren to prevent and control COVID-19 to become a safe place protected from COVID-19 spread. This was a relevant case study in a traditional Islamic boarding school (salafiah) in Lebak District, Banten. The study population (a total of 97 participants) consisted of the pesantren leader, the teachers (“Ustaz/Ustazah”) , and the students, ushered by the community service partners, namely the Sub-district Public Health Center and COVID-19 Task Force. This study showed that controlling COVID-19 in pesantren requires the leaders’ commitment to establishing an internal COVID-19 Task Force and partnerships with community stakeholders. Health literacy needs to be improved, especially by implementing health protocols and information on clean and healthy behavior. There are obstacles in handling COVID-19, especially related to social distancing, infrastruc-ture, and funding. This study recommends the empowerment of pesantren residents related to health literacy. It is necessary to make people realize that COVID-19 is everyone’s responsibility. The Government should pay serious attention to pesantren as boarding educational institutions with a high level of in-teraction and prevent them from becoming clusters of COVID-19 spread.
Hubungan Pemberdayaan Perempuan dalam Rumah Tangga dengan Status Gizi Anak pada Beberapa Negara di Afrika dan Asia: Literature Review: The Relationship of Women's Household Empowerment with Nutritional Status Children in Several Countries in Africa and Asia: Literature Review Masnauli Pratiwi Sitompul; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1: JANUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4392

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi menjadi salah satu tantangan kesehatan global. Status gizi anak dipengaruhi oleh praktik pengasuhan, asupan makanan anak, dan lingkungan yang sehat. Pemberdayaan perempuan merupakan faktor penting dalam pengasuhan anak dan menentukan status kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui bukti terkini terkait hubungan pemberdayaan perempuan dengan status gizi anak, serta menganalisis indikator langsung pemberdayaan perempuan. Metode: Artikel ini ditulis dengan metode studi literatur dengan 18 artikel sesuai dianalisis. Sebagian besar artikel yang ditemukan berasal dari Asia Selatan dan Sub-sahara Afrika. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kelompok indikator (alokasi sumber daya, pengambilan keputusan terkait reproduksi, dan gabungan) dan 4 dimensi (sumber daya, agensi, pencapaian, dan gabungan) yang ditemukan. Kesimpulan: Perlunya menentukan indikator pemberdayaan perempuan yang tepat dan sesuai untuk mendapatkan informasi yang lebih substantif, serta mengambil data dengan desain studi longitudinal untuk mengukur indikator pemberdayaan perempuan berdasarkan siklus kehidupan.
Risiko Kanker Hati pada Pasien dengan Penyakit Hati (Analisis Data Sampel BPJS Tahun 2019-2021) Meidiansyah, Ridwan; Herdayati, Milla
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.14311

Abstract

Kanker hati adalah kondisi ketika sel-sel dalam hati tumbuh di luar kendali. Pada tahun 2020, kanker hati menempati urutan keempat kanker dengan jumlah kasus baru dan kematian tertinggi di Indonesia. Faktor risiko utama kanker hati adalah penyakit hati kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui risiko penyakit hati berkembang menjadi kanker hati pada peserta dengan dan tanpa penyakit hati di Indonesia tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2019-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 824.592 terbobot. Analisis menggunakan uji Cox Proportional Hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta dengan penyakit hati memiliki probabilitas dan risiko kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan peserta yang tidak memiliki penyakit hati (CEP 1,61%; 95% CI 0,08% – 3,14%; AHR 98,5; 95% CI 40,6 – 239,4). Berdasarkan jenis dan jumlah penyakit hatinya, peserta dengan hepatitis kronis (AHR 153,9; 95% CI 32,3 – 690,7) dan menderita lebih dari 2 jenis penyakit hati (AHR 140,1; 95% CI 18,5 – 1061,7) memiliki risiko kanker hati paling tinggi dibandingkan kategori lainnya. Hasil studi menyimpulkan bahwa penderita penyakit hati, terutama hepatitis kronis, memiliki risiko sangat tinggi mengalami kanker hati. Untuk itu, perlu surveilans kanker hati secara nasional pada kelompok penduduk tersebut guna mencegah penyakit hati berkembang menjadi kanker hati.