Milla Herdayati, Milla
Departemen Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; Depok 16424; Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Spasial Kejadian Diare pada Balita di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 : Spatial Analysis of Incidence of Diarrhea in Children Under-Five in North Sumatra Province in 2020 Renata Philipa Plate; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7: JULY 2023 -Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3577

Abstract

Latar belakang: Provinsi Sumatera Utara memiliki prevalensi diare pada balita paling tinggi di Indonesia. Kejadian diare pada balita berhubungan dengan faktor risiko individu dan lingkungan yang saling berinteraksi dalam ruang spasial. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko, pola spasial, dan wilayah prioritas intervensi diare pada balita di Sumatera Utara. Metode: Penelitian memiliki desain studi ekologi. Faktor risiko diare pada balita ditentukan dengan korelasi Pearson. Global Moran digunakan untuk mengetahui dependensi spasial dari insiden diare pada balita, sedangkan LISA (local indicators of spatial association) digunakan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara insiden diare pada balita dengan persentase rumah tangga tanpa jamban sendiri. Pola spasial insiden diare pada balita di Sumatera Utara membentuk pola berkelompok. Terdapat tujuh daerah prioritas utama intervensi yang terbagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama terletak di bagian tengah menuju timur (4 wilayah), klaster kedua terletak di bagian selatan (3 wilayah). Kesimpulan: Upaya pencegahan diare pada balita dilakukan dengan pembangunan jamban keluarga dan edukasi pentingnya kepemilikan jamban, terutama bagi penduduk yang tinggal di wilayah prioritas intervensi.
Knowledge and Perceptions Role Towards Modern Male Contraceptives Use in Indonesia Titis Risti Yulianti; Kemal Nazarudin Siregar; Milla Herdayati; Indra Supradewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i3.38234

Abstract

The use of men's modern contraceptives is much lower than among women in Indonesia and there are quite large differences when compared to several countries in Asia because the use of men's modern contraceptives from 2002-2012 in Indonesia was always low due to a lack of knowledge and negative perception about Family Planning. This study aimed to determine the role of knowledge and perceptions of family planning for use of men's modern contraceptives in Indonesia. This research method used a cross-sectional design on a secondary basis based on the 2017 IDHS. The result of this study is that there is a relationship between knowledge and perception of family planning in the use of men's modern contraceptives after being controlled by education level, area of residence, and fertility preferences. This study concludes that married men who use modern contraceptives are those who have good knowledge and positive perceptions about family planning, which are found in married men who have a high level of education, live in urban areas, and do not want to have children anymore. This study recommends a special male family planning program based on gender justice by prioritizing special substances regarding family planning knowledge and perceptions.
Pemberian Layanan Keluarga Berencana Berpengaruh Penting Terhadap Kejadian Unmet Need: Analisis Lanjut Data SDKI 2017 Safitri, Helmi; Siregar, Kemal N; Eryando, Tris; Rahmadewi, Rahmadewi; Herdayati, Milla; Irawaty, Dian Kristiani
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana pengaruh pemberian layanan KB terhadap unmet need pada wanita menikah usia 15-49 tahun. Unmet need merupakan fenomena dalam bidang kependudukan yang memerlukan penanganan serius dan segera karena dapat menghambat peningkatan CPR dan penurunan TFR. Pemberian layanan KB merupakan hal penting dalam memenuhi kebutuhan seseorang untuk memilih dan menggunakan alat KB yang tepat sesuai dengan kebutuhannya (tidak terjadi unmet need). Penelitian ini merupakan analisis lanjut data SDKI 2017, yang merupakan penelitian potong lintang pada wanita menikah usia 15-49 tahun. Jumlah sampel tersedia sebanyak 35.681 wanita. Analisis hubungan antara varaibel dependen dengan independen menggunakan uji chi square, dan pengaruh pemberian layanan KB terhadap unmet need diuji dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian layanan KB yang kurang terakses oleh wanita berpeluang 2,27 untuk mengalami kejadian unmet need dibandingkan dengan mereka yang mempunyai akses (95% CI: 1,95-2,64). Penelitian ini merekomendasikan, peningkatan akses ke pemberian layanan KB bagi wanita untuk memperoleh informasi KB dan layanan alat KB, terutama bagi mereka yang tidak bekerja, tinggal di perkotaan dan memiliki banyak anak.
Evaluasi Pengelolaan Data Dan Informasi Program Vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 19) di Wilayah Lampung Tahun 2021 Araytri, Regina Valya Puspita; Herdayati, Milla
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan data dan informasi pada program vaksinasi merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan proses pencatatan dan pelaporan data pada yang dilaksanakan pada program vaksinasi dapat menunjang percepatan vaksinasi di Indonesia karena dapat mengetahui cakupan vaksinasi yang telah terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengelolaan data dan informasi seputar program vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di wilayah Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional pada pelayanan kesehatan sekunder (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung) responden pada penelitian ini adalah kepala seksi surveilans dan imunisasi dinas kesehatan Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar operasional yang diputuskan menteri kesehatan republik Indonesia. Kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi di wilayah lampung adalah masih kurangnya sumber daya manusia serta sarana rantai dingin berupa refrigerator. kendala pada proses pencatatan dan pelaporan terdapat pada input data hasil layanan dan pengoperasian aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik) dalam perhitungan logistik vaksinasi, hal ini perlu dilakukan perbaikan agar provinsi lampung dapat mencapai kekebalan imun (herd immunity).
Hubungan Aktivitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur, serta Cek Kesehatan Rutin Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Siswa/I SMA Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok Herdayati, Milla; Yahya, Andito; Anitia, Anggi; Yulianti, Anna; Ananda, Maulidyah; Chairunnisa, Meita; Putri, Meliana; Huwaida, Nabilah; S, Nafa Shahira Anglila; Khikmah, Nafikhatul; Firzatullah, Rofiq; Felicia, Rouli
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular tanpa gejala dengan kematian tertinggi yang mulai berkembang pada remaja. Studi CDC menunjukkan 1 dari 25 remaja usia 12 hingga 19 tahun menderita Hipertensi. Sementara di Indonesia, terdapat 34,11% dengan usia di atas 18 tahun terdiagnosis hipertensi oleh dokter. Pada tingkat lebih kecil, dalam penelitian di kota Depok ditemukan 57,1% kasus hipertensi pada remaja di usia 12-25 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan. Metode penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian adalah hasil randomisasi pada populasi seluruh siswa/i SMA yaitu SMK dan SMA Yapan dengan jumlah 96 responden. Penelitian ini dilakukan analisis univariat dan bivariat. Dari 96 responden sebanyak 38,54% ditemukan kasus hipertensi dengan rentang usia 14-18 tahun. Hasil analisis faktor perilaku yang mempengaruhi kejadian hipertensi diperoleh nilai P-value>0,05 untuk variabel aktivitas fisik (P-value 0,887 dan 0,754), konsumsi buah dan sayur (P-value=0,096), dan cek kesehatan rutin (P-value=0,536). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah, dan cek kesehatan rutin terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan.
Gambaran Kematian Maternal di Kota Depok Sebelum dan Sesudah Pandemi COVID-19 Yufita, Dhora; Herdayati, Milla
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan baru bagi kematian ibu yang berdampak pada seluruh aspek. Kematian ibu perlu menjadi perhatian khusus dikarenakan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang menggambarkan kesejahteraan suatu bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kematian ibu sebelum dan setelah pandemi COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan isi suatu variabel dalam penelitian dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil penelitian didapatkan bahwa kematian ibu di Kota Depok terbanyak terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah kematian 65 kasus, dan penyebab tertinggi adalah COVID-19. Tingginya kematian ibu akibat COVID-19 dikarenakan pada saat itu belum ada kebijakan vaksinasi COVID-19 khususnya pada ibu hamil, serta akses pelayanan kesehatan yang berubah dan terbatas. Diharapkan, upaya percepatan penurunan AKI tetap harus dilakukan di situasi pandemi agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan pemerintah lebih siap dalam menghadapi situasi pandemi, baik dari sisi sarana prasarana kesehatan maupun regulasi yang mengatur hal tersebut.
Analisis Spasial Autokorelasi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan Tahun 2014-2019 Annisa Nurhidayati; Milla Herdayati; Nurmalia Lusida
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i01.962

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyebaran DBD dipengaruhi oleh faktor iklim seperti curah hujan, suhu dan kelembaban. Di Indonesia, Incidence Rate (IR) DBD 51,48 per 100.000 penduduk dan di Provinsi Banten sebesar 22,55 per 100.000 penduduk. Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat pertama sebagai kota yang memiliki angka kesakitan yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui penggunaan analisis spasial untuk mengetahui pola sebaran kasus DBD di Kota Tangerang Selatan serta pola hubungan antar lokasi dengan metode autokorelasi spasial. Penelitian ini menggunakan data kasus DBD di 29 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan pada tahun 2014-2019 dengan desain penelitian cross sectional. Hasil nilai Indeks Moran dan Z-score, pola sebaran kasus DBD di Kota Tangerang Selatan berupa cluster dan ber autokorelasi positif. Lalu dari analisis Peta Cluster LISA 9 wilayah Puskesmas di Kota Tangerang Selatan yang ditunjukkan oleh peta tahun 2014, 2015, 2016, 2018, dan 2019 masuk ke dalam kategori kuadran high-high. Kasus DBD di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2014-2019 terjadi secara berkelompok atau cluster dengan melihat hasil dari indeks moran yang memiliki autokorelasi spasial positif dan nilai Z-score yang melebihi dari nilai Z-tabel.
Spatial Analysis of Stunting Prevalence According to Family Data Collection Indicators in Indonesia Devi, Yuli Puspita; Herdayati, Milla; Makful, Martya Rahmaniati; Muthmainnah, Muthmainnah; Ekoriano, Mario; Ruwandasari, Nurvita; Mardiah, Kholifatul
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 3: MARCH 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i3.6931

Abstract

Introduction: Stunting is malnutrition in children that reduces productivity and susceptibility to degenerative diseases. In 2021, West Java Province recorded the highest stunting prevalence on Java Island. We analyzed the distribution and risk factors for the prevalence of stunting in the West Java Province by considering spatial effects. Methods: This study was ecologically designed using a spatial approach. Data were obtained from Studi Status Gizi Indonesia/Indonesian Nutritional Status Study and Pendataan Keluarga/Family Data Collection, which will be released in 2021 especially in West Java. Data analysis was conducted using a spatial error model (SEM) in GeoDa, and stunting prevalence mapping was performed using QGIS (Quantum geographic information system) 2.1.8 version. Results: No spatial correlation was identified for stunting prevalence in West Java Province in 2021. However, a spatial correlation was observed in the residual value of the determinants of stunting prevalence. SEM analysis showed that the proportion of low-income families, inadequate drinking water sources, unmet needs, inactive Bina Keluarga Balita/Toddler Family Development, unwanted pregnancies, family planning, and limited access to internet-based information had a significant effect on stunting prevalence. Conclusion: This study provides suggestions for increased focus on addressing environmental problems in rural areas and overcoming poverty in all districts/cities in West Java Province which was the province with the highest number of population.
The Pengalaman Lelaki Seks Lelaki Terhadap Penggunaan Pre-Exposure Prophylaxis (Prep) Sebagai Upaya Pencegahan HIV : Studi Kualitatif Lestari, Eva Dwiyanti; Herdayati, Milla
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46170

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a significant public health issue, particularly among Men who have Sex with Men (MSM), a key population in HIV transmission. One effective prevention strategy is the use of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). This study aims to explore self-perception, sexuality, and perspectives on the use of PrEP as an HIV prevention method among MSM in Tangerang Regency. This research employed a qualitative phenomenological approach and involved five key informants from the MSM community and one supporting informant from a healthcare provider. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The results indicate that most informants experience internal conflict regarding their sexual orientation, influenced by traumatic experiences and sociocultural norms. Their sexuality is shaped not only by biological desire but also by emotional and economic factors. All informants were aware of PrEP; however, many held misconceptions about its function. Social stigma and limited access remain major barriers to PrEP utilization. Comprehensive education, inclusive health services, and community-based interventions are essential to improve the uptake of PrEP as a strategy for HIV prevention. Keywords: msm, prep, hiv prevention, qualitative study
EFEKTIVITAS INTERVENSI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM MENCEGAH PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK-ANAK: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR: EFFECTIVENESS OF REPRODUCTION HEALTH EDUCATION INTERVENTION IN PREVENTING SEXUAL HARASSMENT AMONG CHILDREN: A CASE STUDY IN ELEMENTARY SCHOOL Polempa, Rahmawaty; Milla Herdayati
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 5 No 2 (2025): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v5i2.2166

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak menjadi isu serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dalam aspek pencegahan melalui edukasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pemahaman dan sikap anak-anak sekolah dasar terhadap pelecehan seksual. Sampel penelitian terdiri dari 81 siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD Swasta X di Plaju, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test meningkat secara signifikan dibandingkan dengan pre-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan memberikan pengaruh pemahaman dan sikap siswa terhadap pencegahan pelecehan seksual dan kesehatan reproduksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis sekolah dengan materi interaktif dan diskusikelompok terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keberanian siswa untuk melindungi diri.