Milla Herdayati, Milla
Departemen Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; Depok 16424; Indonesia

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi Pengelolaan Data Dan Informasi Program Vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 19) di Wilayah Lampung Tahun 2021 Araytri, Regina Valya Puspita; Herdayati, Milla
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan data dan informasi pada program vaksinasi merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan proses pencatatan dan pelaporan data pada yang dilaksanakan pada program vaksinasi dapat menunjang percepatan vaksinasi di Indonesia karena dapat mengetahui cakupan vaksinasi yang telah terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengelolaan data dan informasi seputar program vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di wilayah Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional pada pelayanan kesehatan sekunder (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung) responden pada penelitian ini adalah kepala seksi surveilans dan imunisasi dinas kesehatan Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar operasional yang diputuskan menteri kesehatan republik Indonesia. Kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi di wilayah lampung adalah masih kurangnya sumber daya manusia serta sarana rantai dingin berupa refrigerator. kendala pada proses pencatatan dan pelaporan terdapat pada input data hasil layanan dan pengoperasian aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik) dalam perhitungan logistik vaksinasi, hal ini perlu dilakukan perbaikan agar provinsi lampung dapat mencapai kekebalan imun (herd immunity).
Hubungan Aktivitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur, serta Cek Kesehatan Rutin Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Siswa/I SMA Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok Herdayati, Milla; Yahya, Andito; Anitia, Anggi; Yulianti, Anna; Ananda, Maulidyah; Chairunnisa, Meita; Putri, Meliana; Huwaida, Nabilah; S, Nafa Shahira Anglila; Khikmah, Nafikhatul; Firzatullah, Rofiq; Felicia, Rouli
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular tanpa gejala dengan kematian tertinggi yang mulai berkembang pada remaja. Studi CDC menunjukkan 1 dari 25 remaja usia 12 hingga 19 tahun menderita Hipertensi. Sementara di Indonesia, terdapat 34,11% dengan usia di atas 18 tahun terdiagnosis hipertensi oleh dokter. Pada tingkat lebih kecil, dalam penelitian di kota Depok ditemukan 57,1% kasus hipertensi pada remaja di usia 12-25 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan. Metode penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian adalah hasil randomisasi pada populasi seluruh siswa/i SMA yaitu SMK dan SMA Yapan dengan jumlah 96 responden. Penelitian ini dilakukan analisis univariat dan bivariat. Dari 96 responden sebanyak 38,54% ditemukan kasus hipertensi dengan rentang usia 14-18 tahun. Hasil analisis faktor perilaku yang mempengaruhi kejadian hipertensi diperoleh nilai P-value>0,05 untuk variabel aktivitas fisik (P-value 0,887 dan 0,754), konsumsi buah dan sayur (P-value=0,096), dan cek kesehatan rutin (P-value=0,536). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah, dan cek kesehatan rutin terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan.
Gambaran Kematian Maternal di Kota Depok Sebelum dan Sesudah Pandemi COVID-19 Yufita, Dhora; Herdayati, Milla
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan baru bagi kematian ibu yang berdampak pada seluruh aspek. Kematian ibu perlu menjadi perhatian khusus dikarenakan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang menggambarkan kesejahteraan suatu bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kematian ibu sebelum dan setelah pandemi COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan isi suatu variabel dalam penelitian dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil penelitian didapatkan bahwa kematian ibu di Kota Depok terbanyak terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah kematian 65 kasus, dan penyebab tertinggi adalah COVID-19. Tingginya kematian ibu akibat COVID-19 dikarenakan pada saat itu belum ada kebijakan vaksinasi COVID-19 khususnya pada ibu hamil, serta akses pelayanan kesehatan yang berubah dan terbatas. Diharapkan, upaya percepatan penurunan AKI tetap harus dilakukan di situasi pandemi agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan pemerintah lebih siap dalam menghadapi situasi pandemi, baik dari sisi sarana prasarana kesehatan maupun regulasi yang mengatur hal tersebut.
Analisis Spasial Autokorelasi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan Tahun 2014-2019 Annisa Nurhidayati; Milla Herdayati; Nurmalia Lusida
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i01.962

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyebaran DBD dipengaruhi oleh faktor iklim seperti curah hujan, suhu dan kelembaban. Di Indonesia, Incidence Rate (IR) DBD 51,48 per 100.000 penduduk dan di Provinsi Banten sebesar 22,55 per 100.000 penduduk. Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat pertama sebagai kota yang memiliki angka kesakitan yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui penggunaan analisis spasial untuk mengetahui pola sebaran kasus DBD di Kota Tangerang Selatan serta pola hubungan antar lokasi dengan metode autokorelasi spasial. Penelitian ini menggunakan data kasus DBD di 29 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan pada tahun 2014-2019 dengan desain penelitian cross sectional. Hasil nilai Indeks Moran dan Z-score, pola sebaran kasus DBD di Kota Tangerang Selatan berupa cluster dan ber autokorelasi positif. Lalu dari analisis Peta Cluster LISA 9 wilayah Puskesmas di Kota Tangerang Selatan yang ditunjukkan oleh peta tahun 2014, 2015, 2016, 2018, dan 2019 masuk ke dalam kategori kuadran high-high. Kasus DBD di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2014-2019 terjadi secara berkelompok atau cluster dengan melihat hasil dari indeks moran yang memiliki autokorelasi spasial positif dan nilai Z-score yang melebihi dari nilai Z-tabel.
Spatial Analysis of Stunting Prevalence According to Family Data Collection Indicators in Indonesia Devi, Yuli Puspita; Herdayati, Milla; Makful, Martya Rahmaniati; Muthmainnah, Muthmainnah; Ekoriano, Mario; Ruwandasari, Nurvita; Mardiah, Kholifatul
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i3.6931

Abstract

Introduction: Stunting is malnutrition in children that reduces productivity and susceptibility to degenerative diseases. In 2021, West Java Province recorded the highest stunting prevalence on Java Island. We analyzed the distribution and risk factors for the prevalence of stunting in the West Java Province by considering spatial effects. Methods: This study was ecologically designed using a spatial approach. Data were obtained from Studi Status Gizi Indonesia/Indonesian Nutritional Status Study and Pendataan Keluarga/Family Data Collection, which will be released in 2021 especially in West Java. Data analysis was conducted using a spatial error model (SEM) in GeoDa, and stunting prevalence mapping was performed using QGIS (Quantum geographic information system) 2.1.8 version. Results: No spatial correlation was identified for stunting prevalence in West Java Province in 2021. However, a spatial correlation was observed in the residual value of the determinants of stunting prevalence. SEM analysis showed that the proportion of low-income families, inadequate drinking water sources, unmet needs, inactive Bina Keluarga Balita/Toddler Family Development, unwanted pregnancies, family planning, and limited access to internet-based information had a significant effect on stunting prevalence. Conclusion: This study provides suggestions for increased focus on addressing environmental problems in rural areas and overcoming poverty in all districts/cities in West Java Province which was the province with the highest number of population.
EFEKTIVITAS INTERVENSI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM MENCEGAH PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK-ANAK: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR: EFFECTIVENESS OF REPRODUCTION HEALTH EDUCATION INTERVENTION IN PREVENTING SEXUAL HARASSMENT AMONG CHILDREN: A CASE STUDY IN ELEMENTARY SCHOOL Polempa, Rahmawaty; Milla Herdayati
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 5 No 2 (2025): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v5i2.2166

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak menjadi isu serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dalam aspek pencegahan melalui edukasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pemahaman dan sikap anak-anak sekolah dasar terhadap pelecehan seksual. Sampel penelitian terdiri dari 81 siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD Swasta X di Plaju, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test meningkat secara signifikan dibandingkan dengan pre-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan memberikan pengaruh pemahaman dan sikap siswa terhadap pencegahan pelecehan seksual dan kesehatan reproduksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis sekolah dengan materi interaktif dan diskusikelompok terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keberanian siswa untuk melindungi diri.  
Analyzing High-Risk Fertility Behavior for Sustainable Maternal-Child Health: A 2017 Sociodemographic Study in Urban and Rural Indonesia Utami, Asti Annisa; Murti, Fadhaa Aditya Kautsar; Yuniar, Popy; Herdayati, Milla
Kesmas Vol. 20, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's goal of achieving Indonesia Emas 2045 hinges on improving Maternal-Child Health (MCH), essential for building a healthy and competitive population. Despite some advancements, the Maternal Mortality Rate (MMR) and Under-five Mortality Rate (U5MR) remain high, particularly because of High-Risk Fertility Behavior (HRFB). The HRFB poses significant risks to MCH, affecting both urban and rural women. This study aimed to identify the factors associated with HRFB in these areas to enhance MCH outcomes and support Indonesia's sustainable health goals. This cross-sectional study used a secondary dataset from the 2017 Indonesian Demographic Health Survey. A total of 20,530 women of reproductive age were included in this analysis. The main dependent variable was the HRFB, and the independent variables were split into three factors: individuals, households, and community factors. The overall prevalence of HRFB was 37.0%, with a slightly higher prevalence in urban areas (37.6%) than in rural areas (36.1%). In rural areas, HRFB was significantly associated with the wealth quintile, while in urban areas, it was linked to women's autonomy and education level. Addressing these factors is critical for improving MCH outcomes and reducing HRFB use.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia Pristya, Terry Yuliana Rahadian; Herdayati, Milla; Besral, Besral; Fika, Dheni Fidyah
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwife after controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.
Knowledge, Attitudes, and COVID-19 Prevention Practices of Healthcare Workers in Indonesia: A Mobile-based Cross-sectional Survey Besral, Besral; Wiyanti, Zulvi; Nurizin, Dion Zein; Herdayati, Milla; Sutiawan, R; Rahmaniati, Martya; Yuniar, Popy
Kesmas Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge of disease can affect attitudes and prevention practices, and wrong attitudes and practices can directly increase the risk of disease infection. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and COVID-19 prevention practice of healthcare workers in Indonesia and factors associated with prevention practices. A mobile-based cross-sectional survey was conducted in August 2020 with 254 healthcare workers in Indonesia. The self-administered questionnaire consisted of four parts: 1) sociodemographic information, 2) knowledge of COVID-19, 3) attitudes and anxiety toward COVID-19, and 4) COVID-19 prevention practices. The results indicated that healthcare workers in Indonesia had excellent knowledge and positive attitudes about COVID-19, but their preventionpractices were lacking. The multiple logistic regression analysis results revealed that the factors associated with the COVID-19 prevention practices of healthcare workers in Indonesia were knowledge, attitudes, anxiety, domicile island, age, income, and education. Healthcare workers who had excellent knowledge, positive attitudes, and high anxiety exhibited better COVID-19 prevention practices than others. Healthcare workers in Sumatra Island, aged 41–50 years, and an undergraduate education showed better COVID-19 prevention practices than others.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia Pristya, Terry Yuliana Rahadian; Herdayati, Milla; Besral, Besral; Fika, Dheni Fidyah
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwife after controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.