Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Desain Kerajinan Dida Mebel Kabupaten Blitar Putu Buwono, Okvito Eka; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1163-1183

Abstract

Blitar memiliki beberapa potensi industri yang menunjang perekonomian masyarakat salah satunya adalah industri mebel kayu yang bernama Dida Mebel. Industri mebel kayu ini terletak di Kabupaten Blitar. Beberapa aspek yang dapat dipelajari dari industri tersebut yaitu teknik pembuatan dan visual desain produknya. Aspek-aspek tersebut menjadikan objek ini menjadi menarik untuk diteliti. Pene­litian ini bertujuan untuk menganalisis hasil produk kerajinan Dida Mebel dan visual ornamen kera­jinan Dida Mebel. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Observasi, wa­wan­cara, dan dokumentasi dilakukan di awal penelitian untuk mengumpulkan data. Data yang telah ter­kumpul akan direduksi dan dianalisis, kemudian disajikan dan ditarik kesimpulan. Pada tahap akhir dilakukan triangulasi data untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian me­nunjukkan bahwa produk kerajinan Dida Mebel sangat beragam, seperti pintu gebyok, kursi lincak, dan meja segi enam. Selain itu, diketahui juga bahwa gaya dan visual ornamen yang ada di Dida Mebel berakulturasi dan menghasilkan visual dan teknik ukir yang berbeda-beda. Kata kunci: kerajinan, Dida Mebel, desain The Dida Mebel Craft Design Blitar Regency Blitar has several industrial potentials that support the economy of the surrounding community, one of wich is a wood furniture industry called Dida Mebel. This wood furniture industry is located in Blitar Regency. From this industry, there are several aspects including manufacturing techniques, and the aesthetic aspect of the product design. Therefore, it is very interesting to research. This study aims to analyze: (1) Dida Mebel craft product (2) visual ornaments of Dida Mebel. The research was conducted with a qualitative descriptive approach. This research begins with observation, interview, and documentation with the aim of collecting data and analysis carried out with the stages of data collection with the aim of collecting data and analysis carried out with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. By means of triangulation of sources and method and by connecting data observation with a theoretical basis to check validity of the data. The validiti of the data is done by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions. From the result of the study, it was found that the styles and visual ornaments in Dida Mebel were acculturated and different visual and carving techniques. Keywords: craft, Dida’s Furniture, design
Edukasi Batik di PKBM Darul Ulum Widang Untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Tuban Sun'an, Siti Habiballah; Hariyanto, Hariyanto; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i32024p295-313

Abstract

Sebagai warisan budaya Indonesia, batik memiliki nilai historis dan artistik yang penting serta perlu dijaga keberlanjutannya. Batik bukan hanya sekadar kain bermotif indah, tetapi juga identitas bangsa dan simbol kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menyadari pentingnya melestarikan batik, PKBM Darul Ulum Widang, sebuah lembaga seni ternama di Tuban, berupaya melestarikan seni batik dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Lembaga ini menyediakan fasilitas dan tenaga pengajar kompeten untuk pembelajaran seni batik. Penelitian ini berfokus pada sistem pembelajaran yang diterapkan di Pusat Edukasi Batik PKBM Darul Ulum Widang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan instruktur dan peserta pelatihan, serta dokumentasi yang mencakup pengkajian dokumen tertulis, catatan pribadi, catatan resmi, catatan sejarah, serta gambar atau video yang mendokumentasikan proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran batik yang diterapkan di PKBM Darul Ulum Widang sangat berhasil dalam melestarikan seni batik dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Peserta pelatihan tidak hanya belajar teknik membatik tetapi juga memahami filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap motif batik yang mereka buat. Dengan demikian, PKBM Darul Ulum Widang berperan sebagai pusat pembelajaran dan penjaga warisan budaya yang berharga ini.
Ritual Tari Seblang Banyuwangi sebagai Sumber Inspirasi Karya Batik Lukis Naisca, Naisca Aufa Olivia; Ponimin, Ponimin; Rini , Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i42024p365-383

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki salah satu ritual terkenal yang disebut Tari Seblang. Ritual ini merupakan ekspresi rasa syukur masyarakat atas keberhasilan masa panen dan telah menjadi bagian integral dari budaya Banyuwangi. Tari Seblang terdiri dari dua jenis ritual, yaitu Olehsari dan Bakungan, masing-masing dengan karakteristik dan keunikan tersendiri. Dalam pelaksanaan ritual Tari Seblang, seni menjadi medium utama yang berfungsi sebagai perantara spiritual dan budaya. Salah satu bentuk ekspresi seni ini adalah melalui karya batik lukis. Pada penelitian penciptaan ini, peneliti bertujuan untuk menciptakan sebuah karya Batik Lukis yang terinspirasi dari Tari Seblang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan memperkenalkan kepada masyarakat tentang keunikan dan nilai budaya dari Ritual Tari Seblang melalui media batik lukis. Metode penciptaan yang diguna­kan dalam penelitian ini mengikuti teori penciptaan yang digagas oleh Gustami, yang terdiri dari tiga tahapan utama: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi melibatkan pengumpulan data dan inspirasi dari berbagai aspek Tari Seblang, termasuk gerakan, kostum, dan makna simbolis yang terkandung di dalamnya. Tahap perancangan mencakup proses meran­cang motif dan desain batik yang akan dibuat, sementara tahap perwujudan adalah proses finalisasi karya batik lukis tersebut. Hasil dari penelitian ini menghasilkan enam karya batik lukis yang diberi judul Ison Seblang 1-6. Setiap karya batik ini merepresentasikan gerakan tari dari penari Seblang dengan menggunakan teknik pewarnaan Colet dan jenis pewarna Remazol. Karya-karya ini tidak hanya menampilkan keindahan visual tetapi juga men­ceritakan kisah dan filosofi di balik Tari Seblang. Hasil akhir dari pembuatan batik ini telah dipamerkan di Universitas Negeri Malang sebagai pengenalan dan memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk lebih akrab dan menghargai warisan budaya Banyuwangi melalui seni batik lukis.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERKARYA MOZAIK PADA KB-TK LABORATORIUM UM Denik Ristya Rini, Winda Istiandini, Bunga Fefiana M.
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang sedang berada di masa keemassan atau disebut juga dengan Golden Age. Pada masa ini proses pertumbuhan begitu pesat. Stimulus yang diberikan orang tua dan guru di sekolah pada masa ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu pertumbuhan yang sangat menunjang kecerdasan siswa adalah perkembangan motorik halus. KB-TK Laboratorium UM merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang aktif mengembangkan berbagai media pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil observasi KB Laboratorium UM membutuhkan pelatihan untuk membuat media belajar berupa mozaik. Melalui berkarya mozaik dapat menstimulus motoric anak. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan ketrampilan kepada guru KB-TK Laboratorium UM untuk membuat media pembelajaran mozaik. Dari kegiatan ini harapanya para guru dapat mengimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Metode pengampaian kegiatan masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, tutorial dan diskusi. Hasil kegiatan ini diperoleh melalui respons peserta dalam mengisi kuisioner kepuasan kegiatan. Dari hasil kuisioner tersebut diperoleh data bahwa materi yang diberikan oleh tim dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta. Metode penyampaian materi dan tutorial berkarya dapat diikuti dengan baik oleh peserta.
PELATIHAN PENERAPAN GAME BASED LEARNING PADA GURU MGMP SENI BUDAYA MALANG RAYA Rini, Denik Ristya; Ratnawati, Ike; Wisesa, Agnisa Maulani
Jurnal Graha Pengabdian Vol 6, No 2 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v6i22024p%p

Abstract

Seiring dengan diberlakukan Kurikulum Merdeka belajar, guru Seni Budaya dituntut untuk lebih innovative dalam melakukan proses pembelajran. Salah satu inovasi dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan perangkat media pembelajaran. Memasuki era revolusi industry 4.0 yang ditandai dengan penggunaan technologi secara besar-besaran dalam segala bidang kehidupan, maka pada bidang pendidikan juga harus melakukan inovasi penggunaan media pembelajaran berbasis technology. Berdasakan studi pendahuluan, 80% responden menyebutkan bahwa penggunaan technologi pada proses pembelajaran masih berupa media pembelajaran berbasis power point. Berdasarkan hal tersebut, maka tim pengabdi menganggap perlu untuk memberikan pelatihan penggunaan media pembelajaran inovatif berbasis game based learning bati guru MGMP Seni Budaya Malang Raya, agar dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis technology yang lebih bervariatif. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan untuk penyampaian materi adalah ceramah, penugasan, pengukuran hasil dan tindak lanjut hasil. Dari hasil kegiatan pelatihan dapat disimpulkan bahwa kegiatan tersebut efektif, hasil evaluasi menunjukkan 66,7% peserta puas dengan materi yang disampaikan memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan media pembelajaran. Peserta juga memberikan masukan untuk melakukan pelatihan berkelanjutan  tentang pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Faktor-faktor Kendala Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Seni Rupa Kelas VII SMP Aziza, Tariska Nur; Iriaji, Iriaji; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i122024p1197-1212

Abstract

Kemajuan pendidikan dalam bidang Seni Rupa membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih dinamis dan inklusif. Pemerintah meluncurkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pengembangan kreativitas siswa. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Gandusari masih mengalami beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor kendala implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Seni Rupa mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan dan asesmen pembelajaran di SMP Negeri 2 Gandusari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, studi pustaka, dan wawancara. Informan penelitian ini adalah pemangku kepentingan di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kendala pada tahap perencanaan, mencakup kesulitan dalam merumuskan kalimat TP secara lengkap, mengembangkan ATP berdasarkan prinsip sistematika penyusunan, dan mengembangkan komponen model PjBL. Kendala pada tahap pelaksanaan mencakup minimnya pemanfaatan teknologi dan pengelolaan proses pembelajaran dalam penerapan TPACK, keterampilan 4C, STEAM, strategi dan model pembelajaran. Kendala pada tahap asesmen yakni kesulitan dalam mengembangkan instrumen tes asesmen diagnostik dan menerapkan asesmen formatif performa dengan teknik presentasi. Kesimpulan implemetasi Kurikulum Merdeka menggambarkan beberapa kendala yang dialami oleh guru Seni Rupa di SMP Negeri 2 Gandusari.
Penciptaan Karya Seni Lukis Surealisme pada Media Kayu dengan Ide Penciptaan Ikan Asin Adharani, Dhimas Bagas; Ratnawati, Ike; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i12025p74-92

Abstract

Seni lukis surealisme sangat menarik untuk dipelajari karena secara prinsip terdiri atas keganjilan dan distorsi bentuk. seni lukis surealisme penting untuk dilakukan karena mampu mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta kepekaan dalam mengolah dan memadukan objek yang tidak memiliki keterkaitan menjadi harmoni yang indah. Tidak adanya batasan bagi seniman dalam memilih bahan atau teknik untuk berkarya seni mendorong penulis untuk bereksperimen menggunakan media yang anti mainstream yaitu limbah dari industri figura kayu. Selain media, teknik yang digunakan dalam berkarya juga dapat menghasilkan ciri khas tertentu. Pada penelitian ini, penulis memilih teknik drawing untuk berkarya karena dapat menghasilkan karya dengan karakter yang sulit dicapai jika menggunakan teknik lain. Tujuan penciptaan ini untuk memaparkan eksplorasi ide, teknik, dan media penciptaan karya seni seni lukis surealisme. Desain penciptaan dan visualisasi karya. Metode penelitian ini menggunakan metode penciptaan I Made Bandem yang terdiri dari lima tahapan yaitu persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi, dan penyelesaian. Hasil penelitian ini berupa 6 karya yang dibuat dengan eksperimen penggunaan teknik drawing pada media limbah industri figura kayu berjudul “Wak Asin#1”; “Wak Asin#2”; “Mamudar#1”; “Mamudar#2”; “Moksa#1”; dan “Moksa#2”. Berkonsep karya seris dengan tema bentuk ikan asin yang unik dan artistik dihiasi ragam hias dalam karya seni lukis surealisme.
Transformasi Tokoh dalam Cerita Rakyat Kebo Kicak: Inspirasi Penciptaan Karya Seni Scribble Manual Latifah, Ikhda Nur; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p326-350

Abstract

Cerita rakyat merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun melalui bahasa lisan maupun tulisan. Salah satu cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur, adalah Kebo Kicak. Cerita rakyat ini dipercaya mengisahkan asal-usul berdirinya Kabupaten Jombang. Seiring dengan perkembangan zaman, warisan cerita rakyat semakin terlupakan, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui berbagai bentuk media. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Kebo Kicak melalui karya seni gambar dengan teknik scribble manual. Teknik ini, yang dikenal juga sebagai chicken scratch, merupakan metode menggambar dengan membuat coretan tidak beraturan secara manual untuk membentuk objek visual. Dalam proses penciptaan karya, peneliti menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins yang meliputi tiga tahapan: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Selain itu, penciptaan karya ini didasarkan pada teori seni rupa dari Edmund Burke Feldman yang mencakup aspek kritik seni, serta teori representasi visual dari Stuart Hall sebagai dasar dalam memahami bagaimana visualisasi tokoh dalam cerita rakyat dapat dikomunikasikan melalui seni. Hasil dari proses ini menghasilkan tujuh karya seni teknik scribble yang menggambarkan tokoh-tokoh utama dalam cerita rakyat Kebo Kicak.
Inovasi Perancangan Motif Batik Kembang Kopi Menggunakan Teknologi Digital Rini, Denik Ristya; Pahlevi, Andreas Syah; Sutrisno, Andika Agung; Silah, Sumardianshah Bin
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 7 No 01 (2025): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v7i01.1791

Abstract

Innovation in Batik motif design using digital technology is driven by the rapid advancement of technology that must be adjusted to simplify the process of making Batik designs. The use of digital techniques in motif design not only facilitates motif duplication but also helps in determining the color palette for Batik patterns. In addition, Batik designs can be implemented into clothing mock-ups or other products. This study uses a creative creation method, where the process begins with an observational study of objects as a source of inspiration for Batik motifs. Furthermore, design development is carried out using CorelDraw software, followed by color simulation, and the final stage is the creation of a mock-up of the Batik motif design on the finished product. The results of the development show that the use of digital techniques significantly streamlines and accelerates the process of developing Batik motifs, offering greater efficiency and flexibility in design implementation.
Permasalahan Guru dalam Pembelajaran Keterampilan Seni Rupa Platform Digital Masa Pandemi di Sekolah Menengah Pertama Agustina, Eka Kursita Manda; Iriaji, Iriaji; Rini, Denik Ristya
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p1-9

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan pembelajaran keterampilan khususnya pada mata pelajaran Seni Rupa di Indonesia berubah. Proses pembelajaran melalui daring diberlakukan sebagai solusi alternatif guna menciptakan pembelajaran pengganti untuk pembelajaran di sekolah. Platform digital seperti media teknologi informasi dan komunikasi digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran Seni Rupa daring. Adanya media alternatif tersebut menimbulkan masalah-masalah baru bagi guru Seni Rupa dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai permasalahan dan solusi guru dalam pembelajaran keterampilan Seni Rupa platform digital masa pandemi di SMPN 2 Malang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan guru dalam pembelajaran Seni Rupa daring adalah sulitnya menentukan model pembelajaran yang kreatif pada keterampilan Seni Rupa dan sering terjadi miskomunikasi sehingga berpengaruh terhadap penilaian siswa. Solusi untuk masalah yang dihadapi adalah menggunakan fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi yang digunakan berupa rekam, percakapan, gambar, dan video. Teacher’s Problem in Learning Visual Arts Skills of Digital Platform on Pandemic at Junior High School The COVID-19 pandemic has changed the learning of skills, especially in Fine Arts subjects in Indonesia. The online learning process is applied as an alternative solution to create substitute learning for learning in schools. Digital platforms such as information and communication technology media are used as alternative media in online learning of Fine Arts. The existence of these alternative media creates new problems for Fine Arts teachers in online learning. This study aims to uncover various problems and solutions for teachers in learning Visual Arts skills on a digital platform during the pandemic at SMPN 2 Malang. This research method uses a qualitative approach by using data collection techniques in the form of observations, interviews, and documents. The results showed that the teacher's problem in online art learning was the difficulty of determining creative learning models for fine arts skills and frequent miscommunication so that affected student assessment. The solution of the problem like the features available in the application is recording, conversation, pictures, and videos.