Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : IKRA-ITH ABDIMAS

Penumbuhan Wirausaha Perempuan Pada Pelaku Usaha Industri Di Desa Blumbangrejo, Kunduran, Blora Endang Tjahjaningsih; Dewi Handayani Untari Ningsih RS; Dwi Budi Santoso; Fitika Andraini
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.677 KB) | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v4i3.1551

Abstract

Mindset usaha sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan dan menggali kemampuan dan potensi perempuan untuk bisa mandiri dan mengalihkan profesi sebagai kegiatan untuk menjadi wirausaha mandiri dengan selalu berpikiran untuk merubah taraf hidup dan menggali potensi diri dengan krestivitas usaha. Kegiatan dilakukan di Area Sawah, desa Blumbangrejo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora bekerja sama dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam upaya penumbuhan usaha baru dengan melakukan Pembinaan lingkungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Teknik Ecoprint merupakan teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami mulai dari pewarna yang digunakan untuk tanin, maupun untuk ngeblat motif yang bisa diambil dari berbagai jenis daun-daunan yang bisa menghasilkan warna atau dari bunga-bungaan. Bahan dasar yang digunakan bisa diberbagai jenis kain seperti katun, sutera, kain serat rami, serat sansivera utamanya kain yang berbahan serat alam. Inovasi dan kreativitas bagi pelaku usaha sangat diperlukan untuk bisa bersaing dalam upaya menciptakan dan mengeksplorasi kriya dengan memanfatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh, bisa dilakukan di rumah, ramah lingkungan, membuka pelung bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Menumbuhkembangkan Skill Wirausaha Bagi Sanggar Batik Rakyat Dengan Pelatihan Shibori Teknik Arashi Melintang Endang Tjahjaningsih
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 1 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 1 Vol 5 Maret 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.65 KB)

Abstract

Sabara (Sanggar Batik Rakyat) dalam perkembangan komunitas ini mewadahi tidak hanyakumpulan para pecinta batik tetapi berkembang untuk pengiat kriya/ craft, Shibori, fesyen, batik lukisdan seni utamanya menggali potensi lokal dan ramah lingkungan dengan tetap melestarikan budayabatik sebagai identitas dan penanda budaya Indonesia. Teknik Shibori merupakan teknik memberipola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami mulai dari pewarna yang digunakan untuktanin, maupun untuk ngeblat motif yang bisa diambil dari berbagai jenis daun-daunan yang bisamenghasilkan warna atau dari bunga-bungaan. Bahan dasar yang digunakan bisa diberbagai jeniskain seperti katun, sutera, kain serat rami, serat sansievera utamanya kain yang berbahan serat alam.Inovasi dan kreativitas bagi pelaku usaha sangat diperlukan untuk bisa bersaing dengan yang lain,dalam upaya menciptakan dan mengeksplorasi kriya dengan beragam teknik unik denganmemanfaatkan peralatan sederhana bisa menghasilkan motif unik dan beragam. Dengan usaha kriyayang bisa dilakukan di rumah, ramah lingkungan, dan mudah dengan penggunaan pewarna alamimembuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Edukasi Permainan Tradisional Bagi Generasi Muda Dalam Upaya Pelestarian Permainan Yang Sudah Terlupakan Endang Tjahjaningsih; Dewi Handayani Untari Ningsih RS; Mohammad Riza Radyanto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 2 Vol 5 Juli 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.487 KB)

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu warisan leluhur yang telah diturunkan darigenerasi ke generasi. Permainan tersebut sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalametika dan norma yang berlaku dalam memainkan suatu permainan. Permainan tradisional Indonesiamemiliki ciri khas tersendiri dibandingkan negara lain, sesuai dengan keberagaman suku bangsa yangada di Indonesia yang memiliki permainan tradisional dari berbagai daerah dengan jumlah yangtidak sedikit. Permainan tradisional diciptakan untuk melatih psikomotorik, pedagogis danpsikologis. Sementara itu, permainan modern memiliki tipologi individualistis, egois dan tidakmenempatkan nilai makna hidup, mengakibatkan anak-anak untuk selalu berpikir secara instan tanpamengetahui bagaimana prosesnya. Banyak permainan tradisional yang hampir punah. Padahalpermainan tradisional umumnya mengandung kegiatan fisik, kreativitas, sportivitas, interaksi sosial,makna filosofis yang dalam dan masih banyak segudang manfaat lainnya. Salah satu upayapelestarian budaya bangsa tak benda berupa permainan tradisional dengan cara secara terus menerusmelakukan edukasi dan penyuluhan kepada generasi muda supaya eksistensi dan keberadaanpermainan tradisional yang sudah pernah ada tidak punah.
Pelatihan Desain Motif Dengan Teknik Celup Ikat (Tie Dye Technique) Dalam Upaya Meningkatkan Keterampilan Dan Kreatifitas Endang Tjahjaningsih; Dewi Handayani Utari Ningsih RS; Achmad Badjuri; Alya Takwarina Cahyani
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 6 No 1 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v6i1.2363

Abstract

Batik tie dye is part of technique in batik making. Tie dye technique is the easiest to do and develop, although this technique is easy and can be developed, not many people or batik craftsmen have done it and know it. So far, Dharma Wanita women routinely hold activities filled with skills and additional knowledge that can support the ability of human resources in accordance with the goals of Dharma Wanita. The provision of training in tie dye techniques is one of the means of expertise that can be provided so that mothers can explore one of the treasures of batik techniques in the archipelago. The activity of making batik motifs using tie dye technique was attended by Dharma Wanita women from the Public Housing and Settlement Areas of Central Java Province which showed that Dharma Wanita women were able to follow and produce batik motifs from the tie dye technique.
Mindset Sadar Wisata Dalam Tatanan Kehidupan Baru Yang Produktif dan Berdaya Guna Menuju Kemandirian Masyarakat Bagi Penggerak Deswita Jatirejo Gunungpati Novita Mariana; Saefurrohman Saefurrohman; Dewi Handayani U. N.; Agus Prasetyo Utomo
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 6 No 1 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v6i1.2396

Abstract

A village that has the potential as a tourist village for community-based touristdestinations based on the local wisdom of its people, as one of the triggers for theeconomic growth of the community in a rural area that offers an atmosphere of ruralauthenticity both from socio-economic, socio-cultural, customs, daily life, and spatialstructures. a typical village, or economic activity that is unique and interesting and has thepotential to be developed for various components of tourism, such as attractions,accommodation, culinary specialties of food and drink, souvenirs, and other tourist needs.Jatirejo tourist village as one of the tourist destinations is a village in the Gunungpati subdistrictthat is directly affected by the Jatibarang reservoir construction project. A total of62 hectares of agricultural land and plantations owned by residents are affected by thereservoir project. The area of Jatirejo Village in 2014 was 238,130 ha which wasdominated by yards, rice fields and mixed gardens. The large area of land affected by thereservoir project has an impact on activities in the agricultural sector, considering that theagricultural sector is the main source of income for residents in the Jatirejo sub-district.Livelihood data recorded as many as 234 people who work as land-owning farmers, 33people who work as sharecroppers and 427 people who work as farm laborers.With theconstruction of the Jatibarang reservoir which is intended as a tourist destination, theJatirejo village which is located around the reservoir is expected to have a positive impacton the development of the reservoir as a tourist attraction by elevating the Jatirejo touristvillage as one of the village tourist destinations in the city of Semarang. Existing potentialcan be explored without leaving the existing culture. Assistance and facilitation by theservice team in the form of building a community-based mindset and good governance isexpected to grow the existing potential and capabilities to optimize the management ofJatirejo as a tourist village.
Pelestarian Budaya Batik Tulis Melalui Penggalian Potensi Kriya Batik Pewarna Alami Bagi Penggerak Deswita Wonolopo Imam Husni Al Amin; Edy Winarno; Dewi Handayani U. N.; Veronica Lusiana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 6 No 2 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v6i2.2411

Abstract

The Wonolopo tourist village was designated by the mayor of Semarang as one of theleading tourist villages in the city of Semarang, which is located in Mijen sub-district, WestSemarang, Central Java. Wonolopo tourist village has a lot of local potential with natural wealthand uniqueness that can be proud of as one of the cultural and educational tour packages fortourists. With the uniqueness of Kampoeng Jamunya which can be juxtaposed with theexploration of natural dyed batik, it becomes the main attraction to be presented for tourists whowant to see the uniqueness of the Wonolopo tourist village area.Most of those who are driving tourist villages and tourism awareness groups (pokdarwis)do not understand the process of writing batik, let alone the use of natural dyes that can beobtained from around. One of the efforts to optimize the existing potential needs to be carriedout on an ongoing basis, training and technical guidance mainly for the community that drivesthe Tourism village in the form of written batik / stamp using the natural dye Blue Indigo. The training was given in stages starting from handling the fabric with mordanting, blazing the motifonto a piece of white cloth, painting according to the pattern drawn, the next process dyeing thefabric with natural Indigo blue dye, and finally slapping it off to remove the wax from the stick.The last process, the cloth is rinsed until it is clean from the lime that is present with the Indigopaste