Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBELAJARAN ONLINE PAI DI SDN MONGINSIDI 3 MAKASSAR DI MASA PANDEMI COVID 19 Irwansyah Suwahyu; Sitti Muthmainnah; Nurmila Nurmila
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.5024

Abstract

Penelitian ini mengkaji pembelajaran online PAI di SDN Monginsidi 3 Makassar selama masa pandemi covid-19. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dimana pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik wawancara terhadap guru PAI di SDN Monginsidi 3. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pembelajaran PAI di SDN Monginsidi 3 sepenuhnya dilakukan secara online. Kemudian guru PAI dalam proses pembelajaran memanfaatkan beberapa aplikasi pembelajaran seperti whatsapp, zoom meeting/google meet, dan youtube. Hal ini untuk mengefektifkan proses pembelajaran daring. Pemilihan metode belajar yang tepat juga menjadi strategi guru PAI. Diantara metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Namun dalam proses pembelajaran online PAI ini juga terdapat berbagai kendala yang ditemukan. Seperti ketersediaan jaringan internet, paket data yang mahal, serta munculnya rasa malas dan jenuh sehingga diperlukan pendampingan orangtua. Sehingga komunikasi yang baik antara guru, siswa dan orangtua sangat dibutuhkan.
Key Leadership Traits in Madrasah Principals: Decision-Making, Motivation, Communication, and Management Skills Asykur, Muammar; Sitti Muthmainnah
Journal of Educational Management Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v3i1.360

Abstract

This study analyzes the leadership traits of school principals in Madrasah, focusing on their decision-making abilities, motivational skills, communication proficiency, and capability to manage subordinates. The research utilizes a qualitative descriptive methodology. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with informants selected using purposive sampling to ensure relevance and accuracy. The findings reveal that effective leadership in Madrasahs is characterized by the principal's strong decision-making abilities, the capacity to motivate staff, excellent communication skills, and effective control over subordinates. These traits collectively contribute to the school's overall success and smooth operation. The study underscores the importance of these leadership traits in educational settings, providing valuable insights for developing training and professional development programs for school leaders. Enhancing these skills can lead to improved school management and better educational outcomes.
PERAN IBU DALAM PENATAAN CARA BERBUSANA UNTUK ANAK REMAJA PUTRI DI KOTA LANGSA Sitti Muthmainnah; Fikriah Noer; . Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konteks penerapan berbusana yang sesuai untuk remaja putri di area perkembangan mode saat ini tergantung pada bagaimana sikap orang tua dalam mendidik karakter yang baik pada masa anak memasuki masa dewasa. Penelitian ini berupaya mengungkapkan Peran Ibu Dalam Penataan Cara Berbusana Untuk Anak Remaja Putri di Kota Langsa. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) mengetahui peran yang dilakukan ibu dalam penggunaan busana putri di Kota Langsa dan (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan pemakaian berbusana anak remaja putri di Kota Langsa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan cara pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini bersumber dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan sumber data penelitian ini dari 10 (sepuluh) ibu sebagai responden dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan dan perekaman. Berdasarkan hasil analisis data, peran ibu dalam penataan cara berbusana untuk remaja putri ialah dengan cara menegur, memberikan bimbingan melalui contoh dari dampak berbusana yang tidak sesuai, dan menjelaskan fungsi dari busana yang sesuai saat keluar rumah di pandangan masyarakat. Busana yang digunakan oleh remaja putri saat ini sudah tidak sesuai seperti menggunakan celana Jean, kaus ketat dan baju sifon transparan, faktor yang mempengaruhi perubahan gaya berbusana remaja putri ialah minimnya bimbingan orang tua terhadap remaja putri dalam penerapan berbusana yang sesuai dengan syariat dan beberapa faktor lain dalam perubahan gaya berbusana remaja putri ialah perkembangan mode, pengaruh lingkungan, dan menonton TV. Simpulan penelitian dari sepuluh responden dalam penerapan berbusana untuk remaja putri di Kota Langsa tidak memiliki perbedaan dari masing-masing ibu yang berpendidikan maupun hanya ibu rumah tangga. Ibu hanya memberikan motivasi dalam berbusana tapi ibu juga memberikan kebebasan remaja putri dalam berbusana gaul. Perubahan gaya berbusana remaja putri dipengaruhi oleh faktor minimnya bimbingan orang tua dalam pembentukan kepribadian baik pada sikap, cara berkomunikasi maupun dalam berbusana yang sesuai.Kata kunci: Penataan Berbusana, Remaja Putri, Peran Ibu
The Relationship Of Knowledge With The Incident Of Typhod Fever On Children At Dr.Fauziah Hospital Bireuen District In 2024 Sitti Muthmainnah; Novianti, Novianti; Asmaul husna; Putry Hendriyani
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from the Indonesian Health Profile in 2022 shows that 41,081 cases of typhoid and paratyphoid fever sufferers were hospitalized in hospitals with a death rate of 279 cases (Ministry of Health, 2022). Several factors play a role in the incidence of typhoid fever, including: environmental factors, knowledge, attitudes and actions. According to the Ministry of Health in 2022, feces disposal, clean water facilities, food sanitation, personal hygiene, the habit of snacking or eating outside the home, as well as a history of typhoid fever in the family is a factor that is thought to be involved in the incidence of typhoid fever. The population in this study were all children aged 5 to 14 years who were diagnosed with typhoid fever and treated in the pediatric ward from January to June 2024, totaling 67 cases. A sample is a part of a population that has certain characteristics or conditions to be studied. The sampling technique used in this research was Total Sampling, namely the entire population was used as a sample, namely 67 cases. This research is analytical with a cross sectional design with data processing methods using Editing, Coding, Tabulating and Entry. The results of the chi-square statistical test between knowledge and the incidence of Typhoid Fever in children obtained a p value (0.002) < α (0.05), meaning that H0 was rejected, and Ha, accepted, so it can be concluded that there is a relationship between knowledge and the incidence of Typhoid Fever. at Dr. Hospital. Fauziah. It is hoped that Dr. Fauziah Bireuen Regency As a measure to prevent typhoid fever in children, Dr. Hospital. Fauziah Bireuen Regency was advised to improve health education programs for parents about the importance of sanitation, food hygiene and vaccination.
Nurturing children's religious values in the social education environment In Makassar city Muslimin, Abdul Azis; Haeriyyah; Muhyiddin; Sitti Muthmainnah; Nurhilaliyah
Indonesian Journal of Islamic Religious Education Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE)
Publisher : ADPISI (Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Se-Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63243/0vajx660

Abstract

Education is a process that will be largely determined by three factors, namely: first, the family environment, where parents are the determining factor in the formation of children's attitudes and behavior, second, the school environment, where teachers play a very important role in the cognitive formation of students and third is the community environment, so that this environment becomes a free medium of interaction between children/students from the previous two environments. By using qualitative research, this research focuses on the development of religious values and the formation of social values. The results of this study reveal that the concept of halalan tayyibah as an initial provision to the family in the family as an initial coaching place. Emphasizing the importance of education as a holistic process influenced by three primary environments. Firstly, the family environment, where parents play a crucial role in shaping children's attitudes and behaviors. Secondly, the school environment, where teachers are instrumental in the cognitive development of students. Thirdly, the community environment, which provides a broader context for social interaction, integrating influences from both the family and school.
PKM STRENGTHENING CHARACTER THROUGH ISLAMIC COMPETITIONS FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN GOWA REGENCY Muhammad Radhi Almardhi; Sitti Muthmainnah; Tauhidah Bachtiar; Fauziah Bachtiar
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1358

Abstract

This Community Partnership Program (PKM) aims to strengthen the character of elementary school students through Islamic competitions. The background of this activity is the importance of character education at the elementary school level, which is a crucial phase in shaping children’s personalities. The implementation method employed a participatory approach by involving students, teachers, and parents in various Islamic competitions, such as the call to prayer (adhan), Qur’anic speech (syarhil Qur’an), Qur’anic recitation (tartil) and memorization (hifdzul Qur’an), calligraphy decoration, and Islamic quiz competitions. These activities were designed not only as competitive events but also as educational media for the internalization of Islamic values such as discipline, responsibility, honesty, cooperation, and self-confidence. The results indicated an increase in students’ motivation to learn religion, discipline in worship, and the development of mutual respect among peers. Therefore, Islamic competitions proved to be effective in strengthening the character of elementary school students while serving as an alternative community service activity that benefits both schools and society.
PKM PELATIHAN NAHWU INTERAKTIF MELALUI MEDIA APLIKASI I’ROB AL-QUR’AN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Fauziah Bachtiar; Enung Mariah; Sitti Muthmainnah; Arief Fiddienika
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.545

Abstract

Nahwu adalah salah satu dasar utama dalam pembelajaran bahasa Arab. Pembelajaran nahwu interaktif merupakan salah satu metode yang dilaksanakan dengan memanfaatkan media digital atau aplikasi menarik agar proses pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan sehingga para pelajar dapat mudah memahami materi yang disampaikan. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pelatihan kepada para mahasiswa tentang pemanfaatan salah satu media digital yaitu aplikasi I’rob Al-Qur’an yang dapat memudahkan para mahasiswa dalam memahami nahwu terkhusus I’rob lebih iudah dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa penerapan pembejaran nahwu interaktif dengan pemanfaatan aplikasi I’rob Al-Qur’an menjadikan mahasiswa lebih bersemangat dan lebih tertarik serta memudahkan dalam memahami nahwu yang selama ini dianggap sulit. Selain itu, mahasiswa juga dapat lebih memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an dengan memahami I’rob dari setiap kata pada ayat-ayat tersebut, sehingga pemahaman dan penguasaan terhadap Bahasa Arab menjadi lebih baik.
PKM Empowering Millennial Generation as Corpse Bathing Attendants Among Mosque Youth in Makassar: Pengabdian Masyarakat Muhammadong; Nurhilaliyah; Khaerunnisa; Sitti Muthmainnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.473

Abstract

Death is an undeniable axiom, as it is a divine decree and an absolute right under God's authority. In Islamic teachings, human rights must be fulfilled not only during life but also at the time of death. The involvement of millennial youth as funeral bathing attendants represents a progressive step that should be appreciated, as it reflects their commitment to fulfilling religious duties and meeting community needs. Mosque youth serve as a pillar of the millennial generation who can ease societal burdens through their innovative work and creativity. This community service program (PKM) aims to empower the millennial generation in carrying out religious obligations, as their potential is more energetic and capable of fulfilling fardhu kifayah responsibilities. The methods used include discussion sessions to provide input and knowledge about the Islamic ritual of bathing the deceased. Practical sessions are intended to teach the proper procedures so that they can be easily implemented within the community. A question-and-answer method helps ensure that the participants fully understand the material presented. Demonstrations are used to convey tips and techniques in a clearer and more accessible way. Lastly, evaluation methods are employed to measure the participants’ understanding and competence regarding the material delivered.
Pemetaan Model-Model Kurikulum: Analisis Perbandingan, Keunggulan Dan Tantangan Implementasi Dalam Konteks Pendidikan Islam Kontemporer Sitti Muthmainnah
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v3i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan berbagai model kurikulum yang berkembang dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data melalui telaah terhadap artikel ilmiah dan literatur akademik lainnya. Proses analisis data mengikuti pendekatan Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat empat model kurikulum utama yang sering dibahas dalam literatur, yakni kurikulum multikultural, kurikulum berbasis tauhid, kurikulum integratif, serta kurikulum merdeka belajar. Masing-masing model tersebut memiliki kelebihan dan keterbatasan tersendiri, serta menghadapi sejumlah tantangan dalam penerapannya di ranah pendidikan Islam kontemporer. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan guna mengoptimalkan implementasinya. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam menentukan model kurikulum yang relevan untuk diterapkan, sekaligus memberikan arahan strategis bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang lebih responsif dan kontekstual terhadap dinamika zaman.
PROSPEK PENGEMBANGAN PAI (STUDI TENTANG MASA DEPAN DAN TANTANGANNYA) Sitti Muthmainnah; Bahaking Rama
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan menyajikan solusi yang dapat mengatasi tantangan tersebut. Metode penelitian studi pustaka dengan data diperoleh melalui pencarian dan seleksi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan kurikulum PAI meliputi kebutuhan akan peningkatan kualifikasi guru, integrasi teknologi dalam pembelajaran, dan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan zaman. Solusi yang diusulkan mencakup pelatihan dan pengembangan profesional terkait dengan kurikulum PAI, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta peningkatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan stakeholder terkait. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan holistik dalam memperbaiki kurikulum PAI yang dapat memperkuat identitas Islam serta meningkatkan keterampilan siswa untuk menghadapi tantangan global.