Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTATION OF RAPID SAND FILTER FOR GROUNDWATER TREATMENT IN KULIM TENAYAN RAYA, PEKANBARU Yohanna Lilis Handayani; Bambang Sujatmoko; Sigit Sutikno
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 2 (2017): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of the groundwater in the peat areas is the low acidity (pH) and the high content of organic matter (KMnO4). One of the relatively simple water treatment methods is to use rapid sand filter. The purpose of this community service activity is to socialize and apply rapid sand filter technology to farmer group in Kulim, Tenayan Raya, Pekanbaru. The method of socialization to farmer groups is done by making and installing rapid sand filter equipment in the location, water quality test and counseling about rapid sand filter technology. As a result, 4 rapid sand filter have been built and installed in 3 locations. Based on the parameters of pH, color and odor, the organic content of ground water quality in the area is not in accordance with the quality of clean water. The water quality after being processed in rapid sand filter has increased quality based on pH, color, odor, and KMnO4 parameters test.Keywords: peat water, rapid sand filter, water quality
Pemanfaatan Floating Treatment Wetland Untuk Pengolahan Air Limbah Penatu Dwiegi Safitri Febriani; Lita Darmayanti; Yohanna Lilis Handayani
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 23, No 1 (2022): Techno Volume 23 NO.1 April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v23i1.11266

Abstract

Penatu adalah usaha yang bergerak di bidang pencucian atau penyetrikaan pakaian. Selain banyak keuntungan, bisnis penatu ternyata berdampak buruk bagi lingkungan. Biasanya air limbah deterjen dibuang langsung ke saluran drainase tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Jika hal ini dibiarkan terus menerus akan menimbulkan masalah pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air dan waktu detensi pada pengolahan air limbah penatu dengan metode floating treatment wetland dengan tumbuhan Vetiveria zizanioides. Kualitas hasil pengolahan diukur dengan parameter pH, TSS, COD. Variasi tinggi muka air dan waktu detensi pada penelitian ini adalah 10 cm, 15 cm, 20 cm dan 5, 10, 15 hari. Berdasarkan uji anova dua arah dapat disimpulkan bahwa waktu detensi berpengaruh terhadap penurunan kadar pH, TSS, dan COD. Hasil penelitian menunjukkan penurunan pH 19,35%, TSS 83,33%, COD sebesar 62,96 %. Hal ini menunjukkan bahwa floating treatment wetland dapat digunakan untuk mengolah limbah penatu.
Evaluasi Ketelitian Model Mock Dalam Prediksi Aliran Rendah (Daerah Aliran Sungai Rokan Pos Duga Air Pasir Pangaraian) Dickky Yusman; Manyuk Fauzi; Yohanna Lilis Handayani
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Mock merupakan model hujan-aliran yang sering digunakan untuk menganalisis sistem DAS dalam prediksi respon hidrologi dari suatu masukan kejadian hujan. Model Mock memerlukan pengujian kalibrasi dan verifikasi untuk memperoleh variasi parameter model terbaik dan hasil debit simulasi mengikuti pola data debit lapangan. Pengujian model Mock dilakukan dengan 7 parameter yaitu koefisien infiltrasi musim basah (WIC), koefisien infiltrasi musim kering (DIC), faktor resesi aliran tanah (K), singkapan lahan (m), kapasitas kelembaban tanah (SMC), kelembaban tanah awal (ISM), penyimpanan air tanah awal (IGWS) dan analisis berdasarkan beberapa kriteria penilaian kinerja model. Kriteria penilaian kinerja model yang digunakan yaitu koefisien korelasi (R) dan koefisien efisiensi model Nash-Sutcliffe. Hasil uji kalibrasi didapatkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,999 yang termasuk kategori kuat dan setelah di verifikasi menjadi sebesar 0,120 yang termasuk kategori rendah. Nilai kalibrasi koefisien efisiensi Nash-Sutcliffe sebesar 0,064 dan setelah diverifikasi menjadi sebesar -0,242.
Analisis Parameter Model Mock Dalam Prediksi Aliran Rendah (Studi Kasus : DAS Tapung Kiri Stasiun Duga Air Tandun) Alfianis Alfianis; Manyuk Fauzi; Yohanna Lilis Handayani
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi aliran (Rainfall-runoff transformation), pada proses hidrologi merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Model Mock merupakan model hujan-aliran yang sering digunakan untuk menganalisis sistem DAS dalam prediksi respon hidrologi dari suatu masukan kejadian hujan. Model Mock perlu dilakukan pengujian kalibrasi dan verifikasi untuk memperoleh variasi parameter model terbaik dan hasil debit simulasi mengikuti pola data debit lapangan. Pengujian Model Mock dilakukan dengan 7 parameter dan analisis berdasarkan beberapa kriteria penilaian kinerja model. Kriteria penilaian kinerja model yang digunakan yaitu koefisien korelasi (R), volume error (VE), dan koefisien efisiensi (CE). Hasil uji kalibrasi didapatkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,92 yang termasuk kategori kuat setelah di verifikasi menjadi sebesar 0,25 yang termasuk kategori rendah. Nilai volume error (VE) pada kalibrasi sebesar 6,03; dan setelah di verifikasi menjadi sebesar 97,59; Nilai kalibrasi koefisien efisiensi (CE) sebesar 1,22; dan setelah di verifikasi menjadi 6,40
Analisis Kalibrasi Model HSS Clark Dengan Menggunakan Program HEC-HMS Syahrul Ramadhani; Yohanna Lilis Handayani; Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Clark pada DAS Lubuk Bendahara membutuhkan analisis yang lebih detail. Data curah hujan dan pencatatan muka air otomatis (AWLR) lapangan diperlukan sebagai bahan kalibrasi. Parameter kehilangan air (loss model), aliran dasar (baseflow) dan transformasi aliran (transform method) dalam hidrograf satuan sintetik Clark dikalibrasi dengan menggunakan program HEC-HMS. Proses kalibrasi ini menggunakan tiga metode objective function yaitu Peak Weighted Root Mean Square (RMS) Error, Percent Error Peak dan Percent Error Volume. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai yang dihasilkan menggunakan metode Peak-Weighted RMS Error sebesar 2,57, selisih volume -0,09% dan selisih debit puncak 1,1%.
Analisis Jumlah Stasiun Hujan pada DAS Rokan dengan Metode Stepwise Ghiffa Syauqiyya Harahap; Manyuk Fauzi; Yohanna Lilis Handayani; Randhi Saily
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i1.34

Abstract

Dalam upaya pengelolaan kualitas air, pembangunan bangunan air harus tepat agar dapat mempertahankan kualitas dan kuantitas air. Pada perencanaan bangunan air diawali dengan analisis hidrologi. Untuk mendapatkan data hidrologi yang akurat, dibutuhkan jumlah pos hujan yang cukup dan tersebar secara merata sehingga bisa mewakili kondisi hidrologi pada daerah pengaruhnya. DAS Rokan memiliki 13 pos hujan dengan luas daerah pengaruh 15.341 km2. Karena jumlah pos hujan yang cukup banyak maka perlu dilakukan rasionalisasi untuk melihat pos hujan mana yang paling erat hubungannya dengan pos duga air. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kerapatan jaringan pos hujan menggunakan standar WMO dan analisis hubungan pos hujan dan pos duga air menggunakan metode stepwise. Analisis ini menggunakan 11 pos hujan dari 13 pos hujan yang ada yaitu pos hujan yang memenuhi persentase luasan diatas 1% pada Polygon Thiessen. Hasil evaluasi kerapatan pos hujan dengan standar WMO masih belum memenuhi persyaratan karena jika dilihat dari luas daerah pengaruhnya penyebaran pos hujan pada DAS Rokan ini belum merata. Hasil analisis menggunakan metode stepwise tidak dapat digunakan karena didapatkan rekomendasi dengan jumlah 2 pos hujan sedangkan berdasarkan standar WMO DAS Rokan minimal harus memiliki 7 pos hujan. Pada metode stepwise-enter dihasilkan kombinasi 7 pos hujan dengan nilai korelasi sebesar 0,965.
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR BERDASARKAN DATA HUJAN SATELIT GPM DI DAS MESJID KOTA DUMAI Manyuk Fauzi; Muhammad Wildan Pahlevi; Rinaldi Rinaldi; Yohanna Lilis Handayani; Ermiyati Ermiyati; Husnah Husnah
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4423

Abstract

Penggunaan air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk di Indonesia, dimana air bersih digunakan sebagai air minum, hidrologi, irigasi dan lain sebagainya. Sehingga hal tersebut menjadi penting dalam infrastruktur penyediaan air bersih. Salah satu sumber air berasal dari hujan. Dalam perencanaan pengembangan sumber daya air yang ada, diperlukan data debit lapangan. Data yang tersedia di lapangan antara lain data curah hujan, klimatologi, dan tinggi muka air. Namun karena adanya keterbatasan data, keakuratan data menjadi penyebab kesulitan untuk melakukan analisis model hidrologi. Oleh karena itu dirasa perlu menggunakan data hujan satelit yang dapat menggantikan data hujan permukaan sebagai alternatif untuk pemodelan hidrologi. Dalam kasus ini digunakan data curah hujan yang berasal dari satelit Global Precipitation Measurement (GPM). Dalam pemodelan ini menggunakan model mock dan rainrun. Dari hasil pengujian, diperoleh Koefisien Korelasi (R) memiliki kriteria sangat rendah pada model Mock dan Rainrun. Untuk Koefisien Nash-Sutcliffe (NSE) pada model Mock diperoleh nilai skema 1 = 0,506; skema 2 = 0,555; skema 3 = 0,578; skema 4 = 0,431 sehingga rata-rata merupakan kriteria memenuhi. Untuk Koefisien Nash-Sutcliffe (NSE) pada model Rainrun diperoleh nilai skema 1 = 0,505; skema 2 = 0,582; skema 3 = 0,506; skema 4 = 0,501 sehingga rata-rata merupakan kriteria memenuhi.
Nilai Persentase Penutupan Vegetasi Sub DAS Rokan Kiri AWLR Lubuk Bendahara Tahun 2021 Ilham Burhanudin; Yohanna Lilis Handayani; Trimaijon
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 2 (2022): VOL 1 NO 2 (NOVEMBER 2022)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.042 KB) | DOI: 10.56208/jtrs.v1.i2.hal54-57

Abstract

The Rokan Kiri sub-watershed has experienced the development of land use from forests to plantations, agriculture and settlements. Changes in land use can result in floods and cause water availability to decrease every year. The decrease in water availability is due to the ability of the sub-watershed to respond to falling rain. The purpose of this study was to analyze Persentage of Vegetation Cover (PPV) in the Rokan Kiri sub-watershed AWLR Station of Lubuk Bendahara in 2021. The analysis of land use types was taken by digitizing the Landsat 8 image map in 2021 with the Arcmap application.. Based on the results of the study, it was found that the Rokan Kiri AWLR Lubuk Bendahara sub[1]watershed has a forest area of 1,312.81 km², shrubs and plantations area of 1,635.95 km², agricultural land area of 86.27 km², open land area of 41.15 km² , the built up land area is 17.09 km², and the water area is 31.57 km². The results obtained indicate that the Rokan Kiri sub-watershed at the Lubuk Bendahara AWLR station has a PPV value of 94.37% and is still in the "very good" category, because the PPV value of research obtained is more than 80%.
Mapping the Depth of Groundwater Level and Soil Permeability Based on Geographic Information Systems (GIS) for The Feasibility of Absorption Well Locations in The Application of Ecodrain in Tuah Madani District Joleha; 'Audah, Safridatul; Handayani, Yohanna Lilis; Suprayogi, Imam
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 1 (2024): JGEET Vol 09 No 01 : March (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.1.14036

Abstract

The problem of flooding in Tuah Madani District, Pekanbaru City, needs attention. Drainage and flood control systems need to be made to accommodate excess water and hold water somewhere. Groundwater management is directed at creating a balance between groundwater utilization and soil conservation efforts through the application of ecodrain which affects the conditions and characteristics of the area which provides an overview of land hydrology in parcels by comparing the height of the land with the receiving water bodies. as a drainage outlet. This research aims to create a map of groundwater depth and soil permeability based on Geographic Information Systems (GIS) for the feasibility of infiltration well locations in Tuah Madani District in implementing ecodrain. The research method was carried out by collecting data on the coordinates of infiltration wells at 30 points in five areas of Tuah Madani District. then measure the depth of the groundwater table and test the permeability in the field. Data is processed using ArcGIS. The results of mapping the depth of the groundwater table in the area are classified as shallow (1.28m–3.58m). Only 4 locations (Tuah Karya and West Sidomulyo) out of 30 sample locations did not meet the standards. Meanwhile, the permability value obtained was 2.61–11.07 cm/hour. Technically, the procedure for planning infiltration wells (SNI03-2453-2002) fulfills two conditions, namely a minimum groundwater depth of 1.50 m and soil permeability ≥ 2.0 cm/hour. Based on the contour lines of Tuah Madani District, it displays a pattern of groundwater flow from high flow to low flow at each point of the wellbore, the highest points on the map are colored blue (Air Putih and Sidomulyo Barat), while the lowest points on the map are Air Putih and Sidomulyo Barat. red (Tuah Madani, Luah Karya and Sialangmunggu).
ANALISIS KELAYAKAN POMPANISASI AIR IRIGASI DAERAH IRIGASI RAWA SEPOTONG KABUPATEN BENGKALIS Harry Dias Darmawan; Siswanto; Yohanna Lilis Handayani; Mardani Sebayang; Horas Saut Maringan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 3 No. 2 (2024): VOL 3 NO 2 (NOVEMBER 2024)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.3.2.01-10

Abstract

Kabupaten Bengkalis merupakan daerah luas persawahan 5.014 ha. Luasnya lahan persawahan merupakan potensi yang dapat mendukung tersedianya pangan guna mencukupi kebutuhan lokal maupun regional. Keseriusan dan komitmen Pemda Kabupaten Bengkalis dalam membangun ketahanan pangan diwujudkan dengan rencana membangun sistem irigasi guna mengairi 1500 ha lahan persawahan yang kekurangan air ketika musim kemarau. Salah satu daerah irigasi rawa di Kabupaten Bengkalis tentang kriteria dan penetapan status Daerah Irigasi, yaitu Daerah Irigasi Rawa Sepotong khususnya di Desa Langkat dengan luas 326 ha mengalami kekurangan air di musim kemarau. Hal ini disebabkan debit air hujan pada saat itu tidak mencukupi atau kecil sehingga tidak dapat mengairi daerah irigasi yang ada. Selain itu, elevasi muka air pada saat musim kemarau lebih rendah dibandingkan dengan elevasi sawah. Peneltian ini dilakukan dengan menggunakan berbagai data sekunder dan menganalisis kelayakan pembangunan pompanisasi irigasi di daerah Daerah Irigasi Rawa Sepotong. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, didapat ketersediaan debit andalan (Q80) Sungai Siak Kecil dengan metode F.J Mock sebesar 58,315 m3/s dengan kebutuhan air irigasi terbesar pada bulan Agustus periode I sebesar 0,61 m3/s. Dengan tingkat ketersediaan air yang sangat tinggi dibandingkan dengan kebutuhan air irigasi daerah tersebut, maka secara teknis pembangunan pompanisasi irigasi ini layak dilaksanakan dan layak secara ekonomi, dengan nilai NPV = Rp. 5.960.314.848, IRR = 19,3%, dan BCR = 1,16.
Co-Authors ', Fitriani Adiyka Fasanovri Asfa Adiyka Fasanovri Asfa, Adiyka Fasanovri Adya Ariska, Gopal Al-Khani, M. Rizki Alfianis Alfianis amad, Ali Amalia Masturah Aminuyati Andy Hendri, MT, Andy Annam, M. Khairul Annisa Destiany Ariani Kurnia, Ariani Bambang Sujatmoko Buchori Buchori Buchori Buchori, Buchori Bunga Rafikah Zaki David Imannuel Ketaren David Imannuel Ketaren Dickky Yusman Dwiegi Safitri Febriani Dwiegi Safitri Febriani Elianora - Elvi Yenie, Elvi Ermiyati Ermiyati Ermiyati Ermiyati, Ermiyati Eryan Chintya Debby Fauzi, Manyuk Febrira Ulya Astuti Fitriani Fitriani Fuad Riyadhi Ghiffa Syauqiyya Harahap Gopal Adya Ariska Harahap, Ghiffa Syauqiyya Harry Dias Darmawan Haryo Dipa Horas Saut Maringan Hugo Pratama Husnah Husnah Ilham Burhanudin Imam Suprayogi Indah Ameliana Beza Isdianto Isdianto Isdianto, Isdianto Ismeddyanto, Ismeddiyanto Joleha, Joleha Junius Nainggolan Karunia, Ariani Ketaren, David Imannuel Khotimah, Gina Khusnul Lilianti Lilianti Lita Darmayanti M Ramadani M. Khairul Annam Mardani Sebayang Meiki Prayudi Mourbas, Arin Mudjiatko, Mudjiatko Muhammad Nur Fajri Muhammad Wildan Pahlevi Nadhella Ghaifany Neneng Sari Nensi Norima Sabrina Okdika Berliandra Oktavia, Gumi Oni Loretha Permata Amanda De Novin R Putra Kurniawan Rahma Setya Linggasari, Rahma Setya Randhi Saily Rian Trikomara Iriana Rifandri, Danus Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Robby Aulia Syuhada Rohman Rosyid Rosyid, Rohman S Siswanto Safridatul Audah Saragi, Setiadi Siahaan, Haryanto Simanjuntak, Valentino Sinta Afdeni Siswanto Soewignjo Agus Nugroho Soewignjo Agus Nugroho Solihin, Muhamamad Afdel Suci Amalia Sudirman Sudirman Sutikno, Sigit Sutopo Sutopo Syahrul Ramadhani Syamsul Arifin Syuhaya Wanisakdiah Thessalonika Thessalonika Thessalonika, Thessalonika Trimaijon Triyono Triyono Wan Bunda Theresia Wibowo Suarno Putra Yesy Dian Permatasari, Yesy Dian