Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Factors Associated with the Occurrence of Pneumonia among Under-Five in the Working Area of Jatinegara District Public Health Center in 2023: A Case-Control Study Kartika Wandini; Mela Agustina; Ratna Mutu Manikam; Wiwit Wijayanti; Ratih Agustin Prikhatina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3649

Abstract

Pneumonia is the main killer of under five in the world, more than any other infectious disease. Low immunity of underfive can be caused by unexclusive breastfeeding, cigarette smoke, chronic diseases and others. This study aimed to determine the risk factors that influence the incidence of pneumonia at Jatinegara Subdistrict Health Center in 2023. A case control study was conducted using questionnaire as instrument which included Respondent Identity, Birth Weight hsitory, Exclusive Breastfeeding History, Immunization Status and Family Smoking Habits. As much as 88 underfive were included in this study by purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistic and logistic regretion. The bivariate analysis showed significant correlation between exclusive breastfeeding (p.value 0.006; OR 0.267), immunization status (p.value 0.000; OR 0.043), also smoking behavior (p.value 0.000; OR 46.467) with pneumonia, but not for the age of underfive (p.value 1.000), gender (p-value 1.000), and LBW history (p.value 0.058). Multivariate analysis showed that there was an influence of immunization status and the incidence of pneumonia (p-value 0.021; OR 0.130) also smoking behavior of the  family to the incidence of pneumonia at the Jatinegara Subdistrict Health Center (p-value 0.000; OR 27.122), While age, gender, birth weight, and exclusive breastfeeding had no effect on the incidence of pneumonia (p.value>0.05). It is recommended that the community be able to increase awareness of healthy behaviors such as not smoking in the house or environment.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kabupaten Tangerang Banten Slamet Santoso Kurniawan; Ratna Mutu Manikam; Wiwit Wijayanti; Yuli Kristiyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3653

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kesehatan anak pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di Posyandu Flamboyan 1, Flamboyan 10, dan Rembulan 3, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 180 balita yang dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 26,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,007), dan pendapatan orang tua (p=0,006) dengan kejadian stunting. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif (p=0,647), panjang badan lahir (p=0,942), berat badan lahir (p=0,890), dan jumlah anggota keluarga (p=0,131) dengan kejadian stunting. Upaya pencegahan perlu memperkuat dengan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta intervensi yang memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS KELURAHAN PEGANGSAAN DUA B Ratih Agustin; Ratna Mutu Manikam; Dwi Wahyuni; Petrus Geroda Beda Ama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.3659

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di wilayah Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua B tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 balita yang di dapat dengan cara simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran panjang atau tinggi badan, dan wawancara kueisioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang stunting sebesar 27.4%. Analisis uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada balita. Sedangkan analisis uji statistic menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara status gizi ibu saat hamil, riwayat ASI eksklusif, dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyarankan agar meningkatkan program edukasi caten dalam pencegahan stunting untuk menghindari kejadian berat badan lahir rendah. Selain itu, bagi lintas sector terkait diharapkan dapat menggerakkan Kader Pembangunan Manusia (KPM) bersama dengan petugas kesehatan dalam mengatasi masalah stunting.