Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Akses informasi dan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja Saputri, Lisa Wida; Surmiasih, Surmiasih; Putri, Riska Hediya; Kusuma, Anggi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1566

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit infeksi menular seksual (IMS), dan tingginya angka aborsi tidak aman di kalangan remaja. Berbagai faktor mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja, termasuk pengetahuan, lingkungan keluarga, status sosial ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap informasi yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui apakah ada hubungan akses informasim dan pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (KRR) di SMA IT Insan Mulia Boarding School Pringsewu.Metode: Kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Jumlah responden penelitian adalah 84 remaja. Analisis yang akan digunakan penelitian ini yaitu uji Chi SquareHasil: Hasil penelitian Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : 0,007 ) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : <0,001).Kesimpulan: Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan akses informasi, penyuluhan kesehatan reproduksi serta komunikasi yang efektif dengan remaja dan orang tua perlu dilakukan untuk mendukung perilaku kesehatan reprpoduksi yang positif pada remaja
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Masalah Keperawatan Neusea Dengan Penerapan Perasan Jeruk Nipis Air Hangat Dan Madu Di Puskesmas Gedong Tataan Desmarita Desmarita; Surmiasih Surmiasih; Riska Hediya Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting during pregnancy are common complaints, particularly in the first trimester, and can lead to nutritional imbalance as well as a decreased quality of life. Natural substances such as lime, honey, and warm water are known to contain bioactive compounds that can reduce nausea symptoms through mechanisms including increased gastric motility, soothing the gastrointestinal mucosa, and stabilizing gastric pH. This study aims to describe nursing care for pregnant women with nausea through the application of a complementary therapy using warm lime juice and honey. The study employed a case study design involving two pregnant women experiencing nausea and vomiting at Gedong Tataan Health Center. The nursing process included assessment, nursing diagnosis formulation (nausea, disturbed sleep pattern, and discomfort), planning, implementation, and evaluation. The intervention consisted of consuming a mixture of 30 ml lime juice, 1 tablespoon of honey, and 250 ml of warm water for three consecutive days before breakfast. The evaluation results indicated a reduction in the frequency of nausea, decreased sensation of wanting to vomit, improved appetite, and better sleep quality. Both patients showed positive responses, and no side effects were observed. It is recommended that pregnant women may use warm lime juice and honey as an alternative therapy to alleviate nausea during pregnancy.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Pemberian Obat Menggunakan Prinsip 8 (Delapan) Benar Di Ruang Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Nasasi Nindya Saputri; Laura Okta Diny; Rizki Yeni Wulandari; Surmiasih Surmiasih; Rice Hernanda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pemberian obat (medication error) masih menjadi masalah utama dalam keselamatan pasien. Data World Health Organization (WHO) dan Joint Commission International (JCI) menunjukkan bahwa kesalahan pengobatan masih sering terjadi secara global. Di Indonesia, medication error menempati urutan pertama insiden keselamatan pasien sebesar 24,8% dengan total 7.400 kasus, di mana 2,3% berakibat fatal. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi salah dosis (40,9%), salah obat (16%), dan salah rute (9,5%). Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip 8 benar pemberian obat, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 perawat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (16 item) dan kuesioner penerapan prinsip 8 benar (20 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 43 responden (60,6%) dan penerapan prinsip 8 benar dalam kategori baik sebanyak 34 responden (47,9%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat. Disimpulkan bahwa pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip 8 benar. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, dan integrasi prinsip 8 benar dalam standar operasional prosedur guna meningkatkan keselamatan pasien.
Inisiasi Menyusu Dini dan Pencapaian Involusi Uterus pada Ibu Postpartum Riska Hediya Putri; Surmiasih Surmiasih; Feri Kameliawati; Hanna Afifah
Faletehan Health Journal Vol 7 No 03 (2020): Faletehan Health Journal, November 2020
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v7i03.136

Abstract

Postpartum hemorrhage gets the highest rank in the maternal mortality rate. One of the causes is uterine atony. Early initiation of breastfeeding can induce posterior lobe of pituitary gland to secret oxytocin. Oxytocin accelerates the involution process and minimizes blood loss. The research aims to identify the effects of early initiation of breastfeeding on uterine involution process in post-partum mothers. It is a quantitative research with quasi-experimental research design. The samples are postpartum mothers, 16 cases and 16 controls. The sampling technique used consecutive sampling. The data analysis used independent t-test. The results of the research found that the post-partum mothers who did early initiation of breastfeeding after two hours had the average of fundal height 3.13 cm below bellybutton and after twelve hours had the average of 2.13 cm below bellybutton. The group that did not do early initiation of breastfeeding after two hours and twelve hours got the same result of average 1.63 cm below bellybutton. The results of the bivariate analysis in both groups after two hours got p-value 0.000 and after twelve hours obtained p-value 0.030. It can be concluded that there is an effect of early initiation of breastfeeding on uterine involution process in post-partum mothers. Thus, the researchers suggested to make early initiation of breastfeeding as a standard operational procedure in childbirth service.
Integrasi pemberdayaan perempuan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui produksi sabun cuci piring alami sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga Surmiasih Surmiasih; Apriliana Riwanti Putri; Roynaldy Roynaldy; Najwa Fauzi Salsa; Yola Oktarina
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 8 No. 8 (2026): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/j4gknr03

Abstract

Pemberdayaan perempuan desa merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga melalui pelatihan dan praktik pembuatan sabun cuci piring alami di Dusun 5 Desa Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi dan praktik langsung dengan melibatkan kurang lebih 20 peserta. Bahan yang digunakan terdiri atas teksapon, garam, jeruk nipis, daun pandan, dan air yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi praktik terhadap kemampuan peserta dalam mengikuti tahapan produksi dan kualitas produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan sabun, mempraktikkan teknik produksi secara mandiri, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang layak pakai. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan praktis, kesadaran penggunaan bahan ramah lingkungan, dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pelatihan pembuatan sabun cuci piring alami dapat menjadi alternatif model pemberdayaan perempuan yang aplikatif dan berkelanjutan di tingkat desa.
The Relationship Between Pregnant Women's Knowledge of Pregnancy Emergencies and Compliance with Ante Natal Care (ANC) Checkups Prana Citra; Surmiasih Surmiasih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2360

Abstract

Background: Pregnancy emergencies are pregnant women who may experience complications during their pregnancy. Lampung Province reported 105 maternal deaths (75.15%), while South Lampung reported 5 maternal deaths in 2023. ANC coverage in South Lampung is 81.5%. The lowest achievement is at the Merbau Mataram Community Health Center with an achievement of 43.8%. Puspose: To determine the relationship between pregnant women's knowledge about pregnancy emergencies and compliance with antenatal care (ANC) in Mekar Jaya Village, Merbau Mataram Community Health Center. Method: This study is quantitative with a cross-sectional approach. The study population consists of all pregnant women in their first to third trimesters in Mekar Jaya Village, Merbau Mataram Community Health Center working area, totaling 67 respondents. The sampling technique used total sampling. Data collection was conducted using questionnaires on maternal emergencies and ANC compliance. Data analysis was performed using the chi-square test. Results: The results showed that the frequency distribution of ANC compliance indicated that most patients (61.2%) were non-compliant. Most (58.2%) had poor knowledge dan p-value of 0.001. Conclusion: There was a relationship between pregnant women's knowledge about pregnancy emergencies and their compliance with antenatal care (ANC) in Mekar Jaya Village, Merbau Mataram Health Center. It is hoped that pregnant women will reduce pregnancy emergencies so that they are more compliant in attending antenatal care visits, with a minimum of 6 visits (2 in the first trimester, 1 in the second trimester, and 3 in the third trimester).
Effectiveness of Play Therapy for Reducing Anxiety Among Children with Thalassemia on Blood Transfusion : A Quasi-Experimental Study Feri Kameliawati; Tiara Permata Sari; Rini Palupi; Surmiasih Surmiasih; Ikhwan Amirudin; Nor Aziyan Yahaya; Jagjit Kaur Najar Singh
An Idea Health Journal Vol 6 No 02 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i02.656

Abstract

Background: Children with thalassemia require lifelong, repeated blood transfusions, which frequently induce anxiety due to invasive procedures and unfamiliar clinical settings. If left unaddressed, anxiety can compromise treatment adherence and adversely impact psychological well-being. The present study investigates the effectiveness of play therapy in reducing anxiety among children with thalassemia undergoing blood transfusion. Methods: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was used at Pringsewu Regional Hospital. A total of 26 children were recruited using a total sampling approach. The intervention consisted of coloring-based play therapy administered for 20–30 minutes prior to transfusion. Anxiety levels were measured using a standardized child anxiety questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: Anxiety levels dropped significantly after the intervention. The median (IQR) anxiety score went from 40.42 before play therapy to 15.65 after. The difference between pretest and posttest scores was statistically significant (p < 0.001). Play therapy reduced anxiety in the participants. Conclusion: Play therapy is an effective non-pharmacological intervention for reducing anxiety in children with thalassemia undergoing blood transfusion. Its implementation may support pediatric nursing care by improving emotional comfort and facilitating smoother treatment procedures.
Seksual pada Remaja: Menghadapi Dampak Negatif Media Sosial dan Paparan Pornografi Surmiasih Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zn6wga45

Abstract

Kemajuan teknologi menghadapkan remaja pada tantangan terhadap media sosial dan paparan pornografi. Pendidikan seksual pada remaja merupakan upaya penting dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya terkait dampak negatif media sosial dan paparan konten pornografi. Akses informasi yang terbuka melalui berbagai platform media sosial menjadikan remaja rentan terhadap penyimpangan pemahaman mengenai seksualitas. Kondisi ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, penurunan kontrol diri, serta gangguan kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Kegiatan dilaksanakan pad tanggal 29 April 2025 pada siswa/i SMP di Kabupaten Pringsewu sebanyak 30 orang. Metode dengan ceramah dan Focus Group Duscussion (FGD). Kegiatan PkM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan sebelum diberikan Pendidikan seksual pengetahuan tentang dampak media sosial dan paparan pornografi sebesar 57,6% dan setelah diberikan pendidikan seksual meningkat menjadi 85,7%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja tentang dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Melalui upaya ini diharapkan remaja mampu memahami batasan diri, berpikir kritis terhadap konten dari media sosial, serta membentuk sikap dan perilaku yang sehat, dan bertanggung jawab.
Pendekatan Peer Education Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Pencegahan HIV/AIDS Surmiasih Surmiasih; Feri Kameliawati; Riska Hediya Putri; Rini Palupi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v0yxbj49

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan, khususnya pada kelompok remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko akibat rendahnya pengetahuan dan kesadaran terkait pencegahan. Upaya edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku preventif pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan peer education. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan melibatkan remaja sebagai peer educator yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12-24 Januari 2026 melalui tahapan persiapan, pelatihan peer educator, implementasi edukasi kepada teman sebaya, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X di SMA Yadika Pagelaran yang berjumlah 30 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai HIV/AIDS setelah diberikan edukasi melalui pendekatan peer education di dapatkan skor dari 58,8 menjadi 82,1. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi aktif remaja serta kemampuan dalam menyampaikan informasi kepada teman sebaya. Dengan demikian, pendekatan peer education terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan yang berkelanjutan dalam upaya menekan angka kejadian HIV/AIDS pada remaja.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Media Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Wanita Premenopouse di Desa Gunung Sugih Lampung Tengah Devi Armala; Surmiasih; Rini Palupi; Riska Hediya Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 5 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Premenopause salah satu periode dalam siklus kehidupan perempuan yang sangat mengganggu aktifitas kehidupan para wanita bahkan mengancam kebahagiaan rumah tangga. Di di Indonesia terdapat 15,2% dari 118 juta atau 216.600 kasus wanita dengan premenopause. Tingkat kesiapan wanita menopause dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi, budaya lingkungan, riwayat kesehatan, dan usia. Berdasarkan pre survey memiliki efekasi yang buruk pengetahuan yang buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan media booklet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopouse di Desa Gunung Sugih Lampung Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one group pretest & posttest. Penelitian ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 07 Januari 2024 di Desa Gunung Sugih. Populasi pada penelitian ini wanita premenopause di Desa Gunung Sugih yang berjumlah 89 responden dengan jumlah sampel 16 menggunakan tekhnik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuisioner dan edukasi kesehatan serta analisis data dilakukan menggunakan uji Wilxocon. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan media booklet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopouse di Desa Gunung Sugih Lampung Tengah dengan nilai P value sebesar 0,000 < α (0,05). Simpulan: Disarankan kepada Puskesmas dapat  memberikan edukasi kepada wanita sehingga dapat beradaptasi dengan berbagai gejala yang ditimbulkan pada saat menopause