Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dan Lingkungan Kerja dengan Kinerja Perawat Ruang Rawat Inap di RSUD Pringsewu Aisyah, Siti; Elasari, Yunina; Martalena, Yeni; Surmiasih
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 4 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i4.371

Abstract

Latar Belakang: Kinerja perawat yang baik merupakan jaminan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan terhadap pasien yang baik yang sakit maupun sehat. Melalui kinerja perawat diharapkan dapat menunjukkan kontribusi profesionalnya secara nyata dalam miningkatkan mutu pelayanan keperawatan, yang berdampak pada pelayanan kesehatan, dan dampak akhir pada kualitas hidup dan kesejahteraan Masyarakat. Kinerja perawat salah satu rumah sakit Provinsi Lampung masih mendapatkan nilai cukup dalam melakukan komunikasi dan komplain pasien. Gaya kepemimpinan kepala ruangan mempengaruhi kinerja perawat karena menurut penelitian beberapa gaya kepemimpinan berkontribusi pada motivasi kerja perawat. Lingkungan kerja juga mempengaruhi kinerja perawat karena lingkungan kerja yang kondusif memungkinkan perawat lebih bersemangat dalam bekerja sehingga hasil kerja lebih memuaskan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis peneitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Populasi sebanyak 129 responden dengan sampel sebanyak 99 responden. Teknik sampling dengan cara purposive sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji gamma. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala ruangan mayoritas bergaya kepemimpinan baik sebanyak 74 (74,7%). Lingkungan kerja mayoritas memiliki kategori baik sebanyak 49 (49,5%). Kinerja perawat pelaksana mayoritas berkinerja baik sebanyak 79 (78,8%).  Analisa bivariat menggunakan uji gamma didapatkan p-value 0,000 (<0,05), menunjukkan ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dan lingkungan kerja  dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Simpulan: Diharapkan kepala ruangan dapat menerapkan gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja yang sesuai agar dapat meningkatkan kinerja perawat di ruangan.
Pengaruh Terapi Psikodrama dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Sekolah di SD Negeri 01 Way Halim Permai Malasari, Denti; Kameliawati, Feri; Surmiasih, Surmiasih; Hardono, Hardono
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 21 No. 2 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v21i2.217

Abstract

Rentang usia anak 10-19 tahun akan mengalami perkembangan psikis yang dimana dapat mempengaruhi rasa percaya diri. Di Indonesia tahun 2018, sekitar 56% anak yang mengalami rasa tidak percaya diri. Anak yang kurang percaya diri akan mempunyai pandangan negatif terhadap dirinya yang akan mempengaruhi proses perkembangannya. Penanganan yang baik dalam meningkatkan kepercayaan diri pada anak dengan bermain psikodrama yaitu bermain akting. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi psikodrama dalam meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one group pretest & posttest dengan pendekatan Preexperimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4, 5 dan 6 sebanyak 64 siswa. Sampel dalam penelitian menggunakan cluster random sampling dengan total 14 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner dan terapi psikodrama. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar setelah diberikan terapi psikodrama didapatkan 1 (7,1%) responden dengan tingkat kepercayaan diri sedang dan 13 (92.9%) responden dengan tingkat kepercayaan diri tinggi. Hasil analisa Mc Nemar didapatkan p-value 0,008. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi psikodrama dalam meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Diharapkan anak dapat lebih terbuka apa yang sedang dialami dirinya terutama kepercayaan diri agar dapat meningkatkan kemampuan dirinya dan lebih optimal dalam proses belajar.
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Risiko Kehamilan Pada Remaja Di SMP 11 Maret Sumberagung Okta Ulfana, Vingki; Surmiasih; Hediya Putri, Riska; Kusuma, Anggi
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.497

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada usia dibawah 20 tahun. Remaja yang kurang memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan menjerumus ke hal negatif salah satunya perilaku seks bebas. Dukungan keluarga itu sangat penting karena orang tua harus mampu mengontrol dan saling berkomunikasi untuk pemantauan yang efektif ketika anak-anak memasuki usia remaja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan risiko kehamilan pada remaja di SMP 11 Maret Sumberagung. Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMP 11 Maret Sumberagung yang berjumlah 140 responden, dengan sampel 104 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional stratafied random sampling. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian adanya hubungan pengetahuan dengan risiko kehamilan pada remaja menunjukkan nilai p-value = 0,001 < 0,05 dan adanya hubungan dukungan keluarga dengan risiko kehamilan pada remaja menunjukkan nilai p-value = 0,006 < 0,05. Simpulan: Diharapkan bagi pihak sekolah untuk bekerjasama dengan pihak puskesmas untuk memberikan edukasi kepada remaja tentang kesehatan reproduksi agar dapat menambah pengetahuan remaja dan kepada orang tua untuk memberikan aturan dan pengawasan dalam pergaulan (lingkungan) untuk meminimalisir terjadinya risiko kehamilan pada remaja.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pelaksanaan Handover Di Ruang VIP Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Sintya, Vina; Wulandari, Rizki Yeni; Surmiasih, Surmiasih
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.512

Abstract

Pendahuluan: Handover harus dilaksanakan dengan adanya komunikasi yang jelas mengenai kebutuhan pasien, intervensi yang sudah atau yang belum di laksanakan serta respon yang terjadi pada pasien. Tujuan: Mengetahui Upaya Peningkatan Pengetahuan Pelaksanaan Handover di Ruang VIP Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Metode: Metode pengumpulan data yang dilakukan pada tanggal 13 Mei 2024 adalah melalui wawancara, studi dokumentasi, dan obsevasi. Hasil: Hasil terjadinya peningkatan pengetahuan perawat tentang handover di buktikan dengan nilai hasil pre-test 50-70% dan nilai hasil post-test 70-90%. Simpulan: Di harapkan dengan meningkatnya pengetahuan perawat dapat mengoptimalkan pelaksanaan handover di ruang VIP. Sehingga dapat membuat mutu pelayanan perawat terhadap pasien menjadi lebih optimal.
Akses informasi dan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja Saputri, Lisa Wida; Surmiasih, Surmiasih; Putri, Riska Hediya; Kusuma, Anggi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1566

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit infeksi menular seksual (IMS), dan tingginya angka aborsi tidak aman di kalangan remaja. Berbagai faktor mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja, termasuk pengetahuan, lingkungan keluarga, status sosial ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap informasi yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui apakah ada hubungan akses informasim dan pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (KRR) di SMA IT Insan Mulia Boarding School Pringsewu.Metode: Kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Jumlah responden penelitian adalah 84 remaja. Analisis yang akan digunakan penelitian ini yaitu uji Chi SquareHasil: Hasil penelitian Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : 0,007 ) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : <0,001).Kesimpulan: Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan akses informasi, penyuluhan kesehatan reproduksi serta komunikasi yang efektif dengan remaja dan orang tua perlu dilakukan untuk mendukung perilaku kesehatan reprpoduksi yang positif pada remaja
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Masalah Keperawatan Neusea Dengan Penerapan Perasan Jeruk Nipis Air Hangat Dan Madu Di Puskesmas Gedong Tataan Desmarita Desmarita; Surmiasih Surmiasih; Riska Hediya Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting during pregnancy are common complaints, particularly in the first trimester, and can lead to nutritional imbalance as well as a decreased quality of life. Natural substances such as lime, honey, and warm water are known to contain bioactive compounds that can reduce nausea symptoms through mechanisms including increased gastric motility, soothing the gastrointestinal mucosa, and stabilizing gastric pH. This study aims to describe nursing care for pregnant women with nausea through the application of a complementary therapy using warm lime juice and honey. The study employed a case study design involving two pregnant women experiencing nausea and vomiting at Gedong Tataan Health Center. The nursing process included assessment, nursing diagnosis formulation (nausea, disturbed sleep pattern, and discomfort), planning, implementation, and evaluation. The intervention consisted of consuming a mixture of 30 ml lime juice, 1 tablespoon of honey, and 250 ml of warm water for three consecutive days before breakfast. The evaluation results indicated a reduction in the frequency of nausea, decreased sensation of wanting to vomit, improved appetite, and better sleep quality. Both patients showed positive responses, and no side effects were observed. It is recommended that pregnant women may use warm lime juice and honey as an alternative therapy to alleviate nausea during pregnancy.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Pemberian Obat Menggunakan Prinsip 8 (Delapan) Benar Di Ruang Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Nasasi Nindya Saputri; Laura Okta Diny; Rizki Yeni Wulandari; Surmiasih Surmiasih; Rice Hernanda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pemberian obat (medication error) masih menjadi masalah utama dalam keselamatan pasien. Data World Health Organization (WHO) dan Joint Commission International (JCI) menunjukkan bahwa kesalahan pengobatan masih sering terjadi secara global. Di Indonesia, medication error menempati urutan pertama insiden keselamatan pasien sebesar 24,8% dengan total 7.400 kasus, di mana 2,3% berakibat fatal. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi salah dosis (40,9%), salah obat (16%), dan salah rute (9,5%). Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip 8 benar pemberian obat, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 perawat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (16 item) dan kuesioner penerapan prinsip 8 benar (20 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 43 responden (60,6%) dan penerapan prinsip 8 benar dalam kategori baik sebanyak 34 responden (47,9%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat. Disimpulkan bahwa pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip 8 benar. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, dan integrasi prinsip 8 benar dalam standar operasional prosedur guna meningkatkan keselamatan pasien.