Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : COVIT

SOSIALIASI RUBELLA, PENCEGAHAN, DAN DETEKSI DININYA PADA KADER KESEHATAN DI MOJOKERTO Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Dian Mawarni
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.8220

Abstract

Rubella virus is one of virus that when infect pregnant women can lead to disability in infant called Congenital Rubella Syndrome. However, the preventive and early detection programmes of rubella through MR vaccination and surveillance haven’t carried out routinely. That’s why people need to aware by increasing their knowledge. This community service aimed to increase the knowledge of voluntary health workers (kader kesehatan) in Polindes Nusa Indah Mojokerto about rubella, its prevention, and its early detection. An offline education involved 34 voluntary health workers. The evaluation method used was comparing pretest and posttest score. The results showed that there was an increasing score after the education was given, which the mean of pretest score was 41.76 compared to 81,18 of posttest score. Statistical analysis showed p-value < 0.05 means that there was a difference of knowledge before and after the education was given. The conclusion was education given by this community service is quite effective in increasing the knowledge of voluntary health workers about rubella, its prevention, and its early detection. So it is hoped that after this community service, the voluntary heatlh workers can educate people, recognize, and detect rubella early so that this disease won’t be spreaded. Keywords: rubella education, voluntary health worker, increasing of knowledge
Sosialiasi Demensia, Depresi, Dan Penyakit Kronis Beserta Cara Pencegahan Dan Deteksi Dininya Pada Kader Kesehatan Di Malang Hapsari, Anindya; Dwi Tama, Tika; Mawarni, Dian
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.31985

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup dewasa ini berimbas pula pada kenaikan jumlah lanjut usia di Indonesia. Pada saat memasuki tahapan lansia, seseorang akan mengalami proses degeneratif yang terjadi pada semua sistem organ di tubuhnya, yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan terhadap penyakit degeneratif ini sangat penting dilakukan. Akan tetapi, belum semua Posyandu Lansia melaksanakan kegiatan skrining secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan edukasi mengenai demensia, depresi, dan penyakit kronis pada lansia pada kader lansia yang merupakan sumber informasi pertama mengenai status kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh respon yang baik dari sasaran dan menghasilkan dampak positif pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader lansia dapat secara rutin dan proaktif mengadakan kegiatan skrining demensia, depresi, dan penyakit kronis bagi warganya.
Sosialiasi “Saksanzi” (Sadar Aktivitas Fisik, Sanitasi, Dan Gizi) Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Pada Golden Periode Age Guna Mencegah Stunting Hapsari, Anindya; Dwi Tama, Tika; Mawarni, Dian; Amelia, Dessy
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.33179

Abstract

Salah satu ciri khas anak yang membedakannya dengan orang dewasa adalah terjadinya proses tumbuh kembang yang dimulai sejak masa konsepsi dan optimal pada golden periode age, yaitu saat anak berusia 0-5 tahun. Salah satu gangguan pertumbuhan yang dapat terjadi pada anak adalah stunting, yang dapat disebabkan antara lain oleh: asupan gizi, kurangnya stimulasi anak dengan aktivitas fisik, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik. Akan tetapi, belum semua kader kesehatan memiliki pengetahuan terkait pencegahan stunting ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka kader kesehatan perlu dioptimalkan fungsinya dan dibekali dengan berbagai edukasi melalui program “SAKSANZI (Sadar Aktivitas Fisik, Sanitasi, dan Gizi)” sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh respon yang baik dari sasaran dan menghasilkan dampak positif pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader kesehatan dapat secara rutin dan proaktif melakukan sosialisasi pencegahan stunting melalui aktivitas fisik, sanitasi, dan gizi bagi warganya.